Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Konsep Alat Praktek PLTS Water Mounted Warokka, Adriyan; Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, I Gede Para; Melo, Olga E.; Kimbal, Anthon A.
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1278

Abstract

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan terus berkembang, namun ketersediaan sarana pembelajaran berbasis praktik yang merepresentasikan kondisi instalasi non-konvensional, seperti sistem terapung (water mounted), masih terbatas. Hal ini menjadi tantangan dalam pendidikan vokasi untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep alat praktek PLTS water mounted sebagai media pembelajaran yang interaktif dan aplikatif. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan metode deskriptif melalui keterangan dari para ahli di bidang PLTS serta praktisi industri untuk mengidentifikasi kebutuhan teknis dan pembelajaran. Selain itu, dilakukan analisis kebutuhan pembelajaran vokasi serta perancangan konseptual yang mencakup aspek teknis, mekanik, dan keselamatan kerja (K3). Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan integrasi komponen utama PLTS. Hasil penelitian berupa rancangan konsep alat praktek PLTS water mounted yang terdiri dari platform terapung skala laboratorium. Konsep yang dihasilkan mencakup integrasi komponen utama, yaitu platform terapung, sistem mounting, modul surya bifacial, inverter, sistem monitoring, dan panel pembebanan. Rancangan ini disusun untuk menggambarkan konfigurasi sistem PLTS terapung secara terstruktur, termasuk aspek stabilitas, efisiensi, dan keselamatan, tanpa melalui tahap simulasi maupun pembuatan prototipe.
Konsep Model Revitalisasi Sawah Non-Produktif melalui Sistem Akuakultur Bertenaga Surya Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Walukow, Stephy B.; Simanjuntak, Christopel H.
Jurnal Elektrik Vol. 5 No. 1 (2026): Vol.5 No.1 1 Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v5i1.1285

Abstract

Sawah non-produktif merupakan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menurunkan produktivitas dan nilai ekonomi kawasan pedesaan. Pemanfaatan kembali lahan tersebut melalui sistem akuakultur berbasis energi terbarukan menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat mendukung ketahanan pangan dan pengembangan kawasan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep revitalisasi sawah non-produktif melalui sistem akuakultur yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi literatur dan wawancara ahli. Studi literatur dilakukan melalui pengumpulan referensi terkait revitalisasi lahan, akuakultur, dan pemanfaatan energi surya, sedangkan wawancara dilakukan kepada ahli dan praktisi bidang pertanian, akuakultur, energi surya, dan sistem kelistrikan untuk memperoleh masukan mengenai kebutuhan dan pengembangan sistem. Hasil penelitian menghasilkan rancangan sistem akuakultur terintegrasi PLTS pada lahan sawah seluas 200 m² yang terdiri dari area kolam budidaya ikan, instalasi PLTS, jalur inspeksi, dan area pendukung lainnya. Kolam budidaya dengan volume efektif 140 m³ dirancang untuk budidaya ikan nila. Berdasarkan hasil perhitungan, sistem mampu menghasilkan ikan sekitar 2,86 ton per siklus panen atau 5,72 ton per tahun. Kebutuhan energi sebesar 15,4 kWh per hari dipenuhi menggunakan PLTS berkapasitas 4000 Wp untuk mendukung operasional aerator, pompa air, pencahayaan, dan sistem monitoring.  Konsep ini menunjukkan bahwa integrasi akuakultur dan PLTS berpotensi menjadi solusi revitalisasi sawah non-produktif yang produktif, mandiri energi, dan ramah lingkungan.
Perancangan Konsep Modul Penuntun Praktikum pada Alat Uji Kompetensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop System Rumokoy, Stieven Netanel; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Joroh, Adelaida; Kumaat, Arief P.; Simanjuntak, Christopel H.
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi energi terbarukan menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya dalam aspek instalasi, operasi, dan pemeliharaan sistem. Namun, proses pembelajaran di pendidikan vokasi masih menghadapi keterbatasan dalam penyediaan modul penuntun praktikum yang terstruktur dan selaras dengan kebutuhan uji kompetensi. Kondisi ini menyebabkan belum optimalnya pencapaian keterampilan praktis peserta didik sesuai standar industri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep modul penuntun praktikum pada alat uji kompetensi PLTS yang sistematis, aplikatif, dan berbasis kebutuhan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan tahapan analisis kebutuhan, studi literatur, serta perancangan konseptual modul. Analisis kebutuhan dilakukan melalui identifikasi kompetensi utama yang harus dikuasai, meliputi instalasi sistem PLTS, pengujian kinerja, troubleshooting, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hasil analisis kemudian digunakan sebagai dasar dalam menyusun struktur dan isi modul praktikum yang terintegrasi dengan alat uji kompetensi. Berdasarkan hasil perancangan, topik-topik pembahasan dalam modul penuntun praktikum disusun secara bertahap dari aspek dasar hingga lanjutan, meliputi: (1) pengukuran karakteristik panel surya, yang mencakup identifikasi parameter listrik seperti tegangan, arus, dan daya; (2) instalasi panel surya pada blok instalasi atap, sebagai representasi pemasangan modul secara mekanik; (3) instalasi sistem PLTS tipe on-grid, yang mencakup integrasi dengan jaringan listrik; (4) instalasi sistem PLTS tipe off-grid, termasuk konfigurasi sistem dengan baterai; (5) pengoperasian sistem PLTS on-grid dan off-grid untuk memahami aliran daya dan performa sistem; (6) pemeliharaan sistem PLTS, yang mencakup pemeriksaan komponen, pengujian kinerja, dan identifikasi gangguan.
Rancangan Konsep Laboratorium PLTS dengan konsep Teaching Factory Lumentut, Ventje M. A.; Rumokoy, Stieven Netanel; Langie, Maureen; Warokka, Adriyan; Atmaja, I Gede Para; Simanjuntak, Christopel H.
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis Teaching Factory (TeFa) menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan vokasi untuk menjawab tuntutan kompetensi industri energi terbarukan. Fasilitas laboratorium yang masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi dengan kondisi kerja nyata menyebabkan keterbatasan pengalaman praktis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep laboratorium PLTS berbasis Teaching Factory yang mampu mengintegrasikan pembelajaran, praktik, dan produksi dalam satu sistem yang terpadu. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif melalui tahapan analisis kebutuhan, studi literatur, perancangan konseptual, serta validasi desain. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi kompetensi utama yang dibutuhkan industri, meliputi instalasi, operasi, maintenance, dan troubleshooting, serta soft skills seperti keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kerja tim, dan dokumentasi teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dengan alur kerja perencanaan, instalasi, pengujian, dan evaluasi mampu mendukung penerapan learning by doing serta menghasilkan produk nyata. Rancangan fasilitas laboratorium mencakup infrastruktur fisik, peralatan utama, sistem pendukung berbasis teknologi, fasilitas pembelajaran, dan aspek K3 yang terintegrasi.
a Development of a Self-Sufficient AI Ecosystem Concept for Msty-based Multi-Models Simanjuntak, Christopel; Kumaat, Arief Perdana; Joroh, Adelaida; Rumokoy, Stieven N; Mpila, Deby A; Warokka, Adriyan
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 5 No 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Ke-6 Politeknik Negeri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur cloud pihak ketiga menuntut pengembangan Artificial Intelligence (AI), tetapi sering kali hal ini disertai kekhawatiran privasi, pelanggaran kedaulatan data, dan biaya operasional yang mahal. Namun demikian, belakangan ini, paradigma pengembangan AI lokal (on-premise) telah mendapatkan daya tarik sebagai alternatif yang lebih baik. Makalah ini membahas gagasan dan fondasi pembangunan ekosistem AI otonom untuk lingkungan multi-model di Msty. Metode penelitian adalah studi konseptual dan pendekatan eksperimental untuk menguji ruang kerja desktop terintegrasi seperti itu dari model bahasa besar untuk pembuatan teks dan model lokal untuk menghasilkan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Msty dapat mengoordinasikan interaksi multi-model secara bersamaan melalui metode manajemen memori internal yang efisien tanpa ketergantungan komputasi eksternal. Menerapkan ekosistem ini pada akhirnya mencapai kedaulatan data penuh dan fleksibilitas dalam alur kerja bagi pengembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Msty efektif mempercepat demokratisasi AI mandiri, sekaligus menjadi aplikasi tepat untuk pengembangan kecerdasan buatan yang aman, privat, dan hemat biaya pada perangkat keras tingkat konsumen.
Konsep Sistem Monitoring Untuk Proyek Pengembangan Perangkat Lunak Pada Dinas Pemerintah Kota Manado Christopel H. Simanjuntak; I Gede Atmaja; Stieven N. Rumokoy; Anang Setiaji; Fata Nidaul Khasanah
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 23 No. 2 (2023): May 2023
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/x7nw2v60

Abstract

Government activities that can be assisted by applications or software such as registration, making family cards or registration for making identification cards and others. The demand for making applications has become so many from existing agencies that it causes new problems. For example, there is no monitoring of software development which makes it difficult for employees in related agencies to know when the system can be used and cannot know the progress of making their applications. Another problem is that the absence of a computerized monitoring scheme results in systems or applications ordered by existing agencies becoming irregular. In the old order flow, communication about the development of the system with the development team always cannot be directly communicated because the ordering office cannot give direct notes based on problems in the system so that the trouble accumulates. Based on existing problems, the concept of a monitoring system for software development or software was developed which can accommodate these problems. This concept is developed in several stages, namely literature study and data collection, needs analysis, concept design design, analysis and evaluation of existing concepts. The result of the existing design is a context diagram containing 3 actors and 1 system that is related to each other. In addition, there is a sequence diagram for the request system where there are 2 actors, namely the Agency and the Development Team who are interconnected in completing the contract for making the system / application ordered. It is hoped that the concept of this monitoring system can help the government in monitoring and regulating software development, especially within related agencies in the Manado city government.
Konsep Semantic Management Document System untuk Cross-Data Pemerintah Kota Manado Christopel H. Simanjuntak; Fitria C. Lahinta; Sintya P. Junaedy; Leony A Wenno; Stieven N. Rumokoy; Fata Nidaul Khasanah
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 24 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/gdrwks59

Abstract

In this era of highly developed technology and information, work and technology must coexist in achieving maximum results. With existing technology, work can collaborate with each other without knowing place and time so as to optimize the output of work. This also happens in government, which is a medium to serve the community. The government must serve all the needs of its people well and precisely and quickly in the process so that satisfaction from the community can rise. It's just that many in the government, especially the city of Manado, for example, agencies still use data independently so that other agencies or governments cannot access it. The use of technology is only as an application that is specialized for the agency even though the processed data can be used for other agencies related to the data. This causes the wrong use of information technology in terms of bridging between human work and humans themselves. If left unchecked, the actual work that can be collaborated does not occur even though there is already technology in the business process. Therefore, a system and modeling of data management that is appropriate in bridging the applications of each agency is needed so that applications can access the same data without overhauling all applications that have been running in each existing agency. In this research, a semantic-based system concept is developed for a data management system that can be accessed by different agencies and even other government institutions. The system concept will carry ontology modeling as the basis of the system so that data can be conceptualized according to the designation of the data. The purpose of this research is to create a passing system and cross data or documents using semantics for all standalone systems in government agencies so that data is no longer uploaded repeatedly in each existing system.