Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KONSTRUKSI MAKNA TEMPAT TINGGAL BAGI WARGA WILAYAH RAWAN BANJIR: SEBUAH KAJIAN FENOMENOLOGI DI DESA KARANGLIGAR, KABUPATEN KARAWANG Sella Noviyah Ramadhani; Mayasari Mayasari; Reddy Anggara
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1323

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena warga yang tetap bertahan di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, meskipun wilayah tersebut mengalami banjir berulang akibat luapan Sungai Cibeet dan Citarum dengan intensitas mencapai lebih dari dua puluh kali dalam setahun. Pertanyaan penelitian dirumuskan untuk mengungkap motif warga tetap bertahan dan tidak melakukan relokasi, mendeskripsikan makna tempat tinggal yang mereka konstruksi, serta menganalisis bagaimana pengalaman hidup menghadapi banjir berulang membentuk konstruksi makna terhadap tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur, observasi partisipan moderat, dan studi dokumentasi. Dua informan dipilih secara purposif dari Desa Karangligar Ibu Indah (warga dan pemilik warung) dan Ibu Bocih (Ketua RT) dengan kriteria pernah mengalami dampak langsung banjir, tinggal minimal lima tahun, dan bersedia menceritakan pengalaman secara terbuka. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diverifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan bertahan didorong oleh because motive yang bersumber dari pengalaman masa lalu (rumah warisan, keterikatan emosional sejak lahir, ingatan akan kondisi bebas banjir di masa kecil, dan pengalaman adaptasi selama empat puluh tahun) serta in order to motive yang berorientasi pada tujuan masa depan (keberlangsungan ekonomi keluarga melalui usaha warung, stabilitas pendidikan anak, dan harapan terhadap perbaikan infrastruktur pemerintah). Makna tempat tinggal dikonstruksi secara multidimensional sebagai ruang emosional dan kelekatan keluarga yang menyimpan sejarah hidup lintas generasi, simbol identitas dan keberlangsungan hidup yang merepresentasikan warisan leluhur, ruang solidaritas dan jejaring kekerabatan yang memperkuat ikatan komunitas, ruang adaptasi dan ketahanan dalam menghadapi bencana berulang, serta ruang ambivalen yang dicintai sekaligus menjadi sumber kerentanan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa tindakan bertahan di wilayah rawan banjir merupakan tindakan sosial yang rasional dan bermakna, bukan semata bentuk keterpaksaan. Pengalaman banjir berulang tidak melahirkan keputusasaan, melainkan membentuk kesadaran reflektif dan strategi adaptif yang justru memperkuat keterikatan warga terhadap tempat tinggalnya.
Analisis Komparatif Framing Pemberitaan Kasus Kekerasan Seksual dari Kapolres Ngada NTT di Media Merdeka.com dan Okezone.com Yuni Dwi Maharani; Mayasari Mayasari; Oky Oxcygentri
Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 5 No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliitik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/jipik.v5i1.1549

Abstract

This study aims to analyze how the media present the news about the sexual violence case involving the Ngada Police Chief from East Nusa Tenggara (NTT) in the online media Merdeka.com and Okezone.com. This case has attracted public attention because the perpetrator is a law enforcement officer, making media coverage potentially influential in shaping public perception of the police institution and the issue of justice for the victim. This study uses a qualitative approach with framing analysis based on the model of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki, which includes syntactic, script, thematic, and rhetorical structures. The data consists of six online news articles, three from Merdeka.com and three from Okezone.com, published in March 2025. The results show that Merdeka.com tends to highlight the victim's perspective through the use of emotional diction, the revelation of new facts, and narratives that are empathetic and advocative. In contrast, Okezone.com emphasizes the procedural and formal aspects, focusing on the legal process, the ethical trial, and official institutional statements, with minimal exploration of the victim's suffering. This difference indicates that news construction is heavily influenced by the editorial policies and journalistic orientation of each media outlet. This study recommends that media adopt a victim-centered perspective to raise social awareness and support the enforcement of justice in reporting sexual violence cases.