Claim Missing Document
Check
Articles

Urgensi Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Islam Dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar Zuwirda, Zuwirda; Thaheransyah, Thaheransyah; Dewita, Erna; Maiseptian, Fadil
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 APRIL 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5311

Abstract

AbstrakAnak usia sekolah dasar perlu memiliki keterampilan sosial untuk mengoptimalkan tugas perkembangannya. Keterampilan sosial (sosial skill) adalah kemampuan dasar yang dimiliki individu untuk membangun hubungan yang efektif, mempertahankan dan menanagani konflik-konflik interpersonal secara efektif. Tujuan peneliltian ini untuk membahasa urgensi pelayanan bimbingan dan konseling Islam dalam mengembangkan kerjasama, relasi, tanggungjawab, empati, kontrol diri siswa sekolah. Berdasarkan kajian literature ditemukan bahwa keterampilan sosial sangat penting dikembangkan bagi siswa sekolah dasar. Hal ini disebabkan karena anak usia 6-12 merupakan titik awal mulai perkembangan keterampilan sosialnya di masyarakat. Kesimpulan dari kajian literature ini ketika berkembangnya kemampuan keterampilan sosial siswa sekolah dasar maka hal ini dapat menjadi pemicu dalam meningkatkan kecerdasan lainnya.Kata Kunci: Urgensi; Bimbingan dan Konseling Islam; Keterampilan Sosial
Penerapan Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk Meningkatkan Self-Esteem Remaja Mentawai di Panti Asuhan Al-Falah Kota Padang Maiseptian, Fadil; Qudni, Adril; Dewita, Erna; Wisma, Nur; Marta, Ibnu Andli
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v9i1.441

Abstract

Fenomena yang ditemukan pada remaja Mentawai di Panti Asuhan yang mengalami kesulitan untuk mengembangkan bakat, minat, skill. Hal ini cenderung disebabkan karena rendahnya self-esteem yang mengakibatkan mereka sikap negatif. Tujuan penelitian adalah meningkatkan self-esteem remaja Mentawai sebelum dan sesudah diberikan teknik Cognitive Behavorial Theraphy (CBT). Jenis penelitian ini kuantitatif-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Penelitian berlokasi di Panti Asuhan Al-Falah Kota Padang. Subjek penelitian adalah remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pretest dan posttest self-esteem remaja setelah diberikan teknik CBT. Dalam hal ini teknik CBT efektif meningkatkan self-esteem remaja Mentawai di Panti Asuhan Al-Falah Kota Padang. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah konselor, pengurus panti dan Dinas Sosial dapat merumuskan program konseling untuk meningkatkan keyakinan rasional dan self-esteem remaja dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Self-Healing Pasien dalam Proses Pemulihan dan Implikasi terhadap Bimbingan Konseling Islam Maiseptian, Fadil; Karim, Anul; Dewita, Erna; Mawardi, Mawardi
Syifaul Qulub: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5 No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/syifaulqulub.v5i1.8227

Abstract

Based on initial observations at the hospital, it showed that several patients were experiencing mental stress, complaining and not responding patiently to their illnesses. The aim of this research is to describe patient self-healing from the aspects of gratitude, mindfulness and positive self-talk. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The subjects of this research were 22 inpatients using an incidental sampling approach. Data collection techniques in this research are observation, interviews and analysis through data reduction, namely presentation, and verification or conclusions. The results of this research from the gratitude aspect show that inpatients are undergoing the recovery process with a high sense of gratitude to Allah SWT. In the mindfulness aspect, inpatients have full awareness of themselves by treating pain patiently. In the aspect of positive self-talk, the patient has a positive perspective towards himself and towards others. The implication of gratitude in Islamic counseling guidance is that counselors provide tadzkirah guidance to patients in the form of strengthening worship of Allah SWT. The implication of mindfulness in Islamic counseling is that counselors provide individual counseling services about exemplary stories in the Koran. The implication of positive self-talk in Islamic counseling is that the counselor provides direction to the client in the form of prayer to Allah SWT.
Urgensi Pelayanan Bimbingan dan Konseling Islam dalam Meningkatkan Emotional Bonding Remaja Anggi Fitria; Iqbal Nuari; Thaheransyah Thaheransyah; Fadil Maiseptian
Empowerment Counseling Journal Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/empowermentcounselingjournal.v1i1.9694

Abstract

Emotional bonding plays a crucial role in adolescent development, influencing their psychological and social well-being. In Padang, adolescents face various emotional challenges that require a holistic approach. Islamic Guidance and Counseling Services (BKI) offer a solution based on spiritual values to support their emotional well-being. This article examines the urgency of BKI in enhancing emotional bonding among adolescents in Padang. The study aims to explore how BKI facilitates self-awareness, emotional regulation, empathy, and social skills development. The methodology includes a literature review and an analysis of BKI program implementation in educational institutions and religious organizations. The findings indicate that BKI effectively integrates Islamic values into counseling, helping adolescents manage emotions, enhance empathy, and strengthen social relationships. This article recommends expanding BKI programs to foster adolescents' emotional development more comprehensively, ensuring their psychological resilience and positive social interactions.
Pemberdayaan Kegiatan Masyarakat Adat Melalui Psikoedukasi Untuk Pencegahan Sexual Harassment Pada Anak Dan Fungsi Pendidikan Hasneli Hasneli; Mardenny Mardenny; Fadil Maiseptian; Muhammad Muhammad
Menara Pengabdian Vol 6, No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v6i1.8026

Abstract

Kasus-kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang saat ini banyak terjadi pada anak-anak sebagai korban. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman anak-anak mengenai seksualitas dan kekurangmampuan mereka untuk menolak secara tegas dan menghindari keinginan pelaku. Untuk itu diperlukan suatu edukasi terkait perilaku seksualitas agar anak-anak memiliki suatu pemahaman yang kuat untuk bersikap menolak, menghindari, dan menjaga dirinya sendiri dari keinginan pelaku. Upaya tersebut dapat dengan memberikan psikoedukasi melalui pemuka masyarakat dan perangkat adat di Kenagarian Pakan Sinayan. Dengan pemahaman yang cukup tentang pelecehan seksual pada anak, diharapkan para pemuka adat dapat membimbing masyarakatnya agar lebih memperhatikan perilaku anak-anak mereka agar terhindar dari perilaku pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak di Pakan Sinayan. Untuk mewujudkan masyarakat Kenagarian Pakan Sinayan yang bebas dari pelecehan dan kekerasan seksual perlu dibentuk suatu komunitas yang memiliki kesadaran untuk ikut berperan aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual pada anak. Pemberdayaan masyarakat ini dianggap cukup berhasil, sebab komunitas terus menjalankan fungsinya sekalipun tidak dilakukan monitoring dan penilaian yang rigid dalam praktiknya
Dukungan Psikososial Berbasis Nilai-Nilai Islam bagi Penyintas Banjir: Sebuah Library Research Fadil Maiseptian; Thaheransyah Thaheransyah; Anggi Fitria; Iqbal Nuari
Jurnal Media Ilmu Volume 5 No. 1 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmiu.v5i1.8197

Abstract

Bencana banjir tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga beban psikologis yang serius bagi para penyintas, seperti kecemasan, kesedihan mendalam, trauma, dan hilangnya makna hidup. Dalam masyarakat muslim, nilai-nilai keagamaan sering digunakan secara spontan oleh penyintas maupun relawan sebagai sumber kekuatan selama proses pemulihan, namun kajian sistematis mengenai bagaimana nilai-nilai Islam dapat disusun menjadi kerangka dukungan psikososial yang terstruktur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan implementasi dukungan psikososial berbasis nilai-nilai Islam bagi penyintas banjir melalui pendekatan library research. Data dikumpulkan dari buku, artikel jurnal, dan publikasi ilmiah lain yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti sabar, tawakal, syukur, dzikir dan doa, serta ukhuwah berfungsi sebagai sumber daya utama yang memperkuat resiliensi penyintas, menurunkan tekanan psikologis, dan mengembalikan makna hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model dukungan psikososial berbasis nilai Islam dapat melengkapi intervensi psikososial konvensional dan merekomendasikan integrasinya ke dalam program penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) Technique Intervention to Reduce Students' Academic Stress Fadil Maiseptian; Rani Desmaniar; Thaheransyah Thaheransyah; Murisal Murisal; Akmil Rahmi; Nurwinda Sulistyawati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 04 (2026): October 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i04.9332

Abstract

This study was motivated by the increasing prevalence of academic stress among students at an Islamic Junior High School in Padang. Although Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) has been widely demonstrated to be effective across various educational and clinical settings worldwide, its application within faith-based educational environments, particularly Islamic madrasas in Indonesia, remains limited and underexplored. Accordingly, this study offers a novel contribution by examining the implementation of MBSR in the context of Islamic lower secondary education. The research aimed to investigate the effectiveness of MBSR in reducing students’ academic stress levels. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The participants consisted of 31 eighth-and ninth-grade students selected through purposive sampling based on high levels of academic stress. The MBSR intervention was delivered through structured sessions incorporating core components such as body scan, sitting meditation, and mindful breathing. Academic stress was measured using a Likert-scale questionnaire that demonstrated satisfactory validity and reliability (adequate Cronbach’s Alpha). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The findings revealed a statistically significant reduction in academic stress (Z = −4.862; p < 0.001) with a large effect size. These results support the integration of mindfulness-based interventions into school counseling services within faith-based educational settings. Keywords: academic stress, mindfulness-based stress reduction (MBSR), psychological intervention
Profile of Social Cohesion Ability of SDN 15 Pamatang Panjang Students, Sijunjung Regency Fadil Maiseptian; Erna Dewita; Mezia Kemala Sari; Dini Susanti; Nurhamsi Deswila
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v13i1.76-87

Abstract

The importance of developing students' social cohesion attitudes cannot be separated from the heterogeneous conditions of Indonesian society. Cultural diversity, ethnicity, language, race, religion, and customs can cause differences in understanding and perspective on an object so this has the potential to cause divisions between members of the community. The purpose of this study was to determine the social cohesion ability of elementary school students from the aspect of belonging, mutual openness, recognition/award, and participation/goal. This type of research uses a quantitative descriptive approach. The data collection technique used a social cohesion questionnaire with a total sampling of 53 people as research subjects. The data analysis technique used the percentage formula P=f/N x 100%. The condition of students' social cohesion from the aspect of belonging, mutual openness, recognition/award, and participation/goal is in the high category. Therefore, students need to develop themselves through various study group activities, to be able to take valuable lessons for their future. Student study groups will help hone various student abilities, including a sense of belonging, mutual openness, recognition/awards, and participation goal.
THE ROLE OF RELIGIOUS EXTENDERS IN IMPROVING FAMILY RESILIENCE IN THE RELIGIOUS AFFAIRS OFFICE (KUA) PADANG CITY Fadil Maiseptian; Erna Dewita; Jasman Jasman
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v5i1.3208

Abstract

The high rate of divorce, especially in West Sumatra, is an important note for religious extension workers to increase their role and quality in providing counseling. Therefore, fast and progressive action is needed to overcome this. Another phenomenon revealed from the above data is that the divorce case is dominated by the wife's lawsuit. Therefore, it takes the role of religious counselors at the Office of Religious Affairs (KUA) to increase family resilience. The purpose of this study was to determine the role of religious instructors in increasing family resilience in the city of Padang from physical, social, and psychological aspects. Data collection techniques used interviews and were analyzed with the Miles and Huberman models following the stages of data reduction, data display, conclusion. The role of religious counselors in increasing family resilience has been carried out quite well, although not yet maximized because the raw materials are not yet available, the methods used are only advice and lectures and have not been evaluated continuously.
Investigating Students’ Academic Stress on the Transition to Online Learning During the Covid-19 Pandemic Rosdialena Rosdialena; Zulvia Trinova; Erna Dewita; Nurhamsi Deswila; Fadil Maiseptian
AT-TA'LIM Vol 28, No 3 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v28i3.676

Abstract

This research is based on the situation of students at the State Islamic University Imam Bonjol Padang that were stressed due to the changing  of learning process into online learning during the pandemic of covid-19.The study aims to describe students state based on physical response, emotion, and behaviour. Quantitative method with descriptive approach were used. The objects of the research were chosen based on Random sampling. The instrument used in the research were questionnaire based on Likert. The research found that the level of academic stress based on physical response was high at 68 %, while in emotional response was 70 % and 65 % based on behaviour. The result of the research can be used as data to improve the quality and innovation of teaching and learning during the pandemic to avoid greater issues.