Claim Missing Document
Check
Articles

Mengenal Kesehatan Mental Lansia: Sebuah Penelitian Deskriptif Terhadap Tantangan Dan Dukungan Yang Diperlukan Pada Usia Tua Nuari, Iqbal; Maiseptian, Fadil; Thaheransyah, Thaheransyah; Fitria, Anggi; Fakhrin, Nurul
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6652

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari, tidak terkecuali lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai aspek kesehatan mental lansia, dengan fokus pada faktor emosional, psikologis, sosial, fisik, makna hidup, dan kemampuan mengatasi masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan instrumen yang diadaptasi dari Hudson, yang mengukur tingkat kesehatan mental lansia dalam berbagai dimensi. Data dikumpulkan dari 44 Jorong Ngungun, Kabupaten Agam dengan Teknik pengambilan sampel mengguakan Teknik purposice sampling dengan kriteria lansia berumur 65-80 tahun ke atas, selanjutnya dikumpulkan data menggunakan kuesioner yang berfokus pada pengukuran aspek-aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki kesehatan mental yang baik, terutama pada aspek emosional dan makna hidup. Namun, terdapat variasi signifikan pada aspek sosial dan kemampuan mengatasi masalah, yang menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi. Rata-rata skor pada aspek emosional menunjukkan kestabilan yang cukup baik, sementara aspek sosial dan fisik cenderung lebih rendah, yang mengindikasikan perlunya perhatian lebih terhadap dukungan sosial dan perawatan fisik. Temuan ini memberikan dasar bagi kebijakan dan program yang lebih terfokus pada kesejahteraan mental lansia.Kata Kunci: Kesehatan Mental; Lansia; Agam; Emosional.
Urgensi Pelayanan Bimbingan Dan Konseling Islam Dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar Zuwirda, Zuwirda; Thaheransyah, Thaheransyah; Dewita, Erna; Maiseptian, Fadil
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 APRIL 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5311

Abstract

AbstrakAnak usia sekolah dasar perlu memiliki keterampilan sosial untuk mengoptimalkan tugas perkembangannya. Keterampilan sosial (sosial skill) adalah kemampuan dasar yang dimiliki individu untuk membangun hubungan yang efektif, mempertahankan dan menanagani konflik-konflik interpersonal secara efektif. Tujuan peneliltian ini untuk membahasa urgensi pelayanan bimbingan dan konseling Islam dalam mengembangkan kerjasama, relasi, tanggungjawab, empati, kontrol diri siswa sekolah. Berdasarkan kajian literature ditemukan bahwa keterampilan sosial sangat penting dikembangkan bagi siswa sekolah dasar. Hal ini disebabkan karena anak usia 6-12 merupakan titik awal mulai perkembangan keterampilan sosialnya di masyarakat. Kesimpulan dari kajian literature ini ketika berkembangnya kemampuan keterampilan sosial siswa sekolah dasar maka hal ini dapat menjadi pemicu dalam meningkatkan kecerdasan lainnya.Kata Kunci: Urgensi; Bimbingan dan Konseling Islam; Keterampilan Sosial
Penerapan Teknik Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk Meningkatkan Self-Esteem Remaja Mentawai di Panti Asuhan Al-Falah Kota Padang Maiseptian, Fadil; Qudni, Adril; Dewita, Erna; Wisma, Nur; Marta, Ibnu Andli
Jurnal Pembangunan Nagari Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Badan Penelitian and Pengembangan (Balitbang), Padang, West Sumatra, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30559/jpn.v9i1.441

Abstract

Fenomena yang ditemukan pada remaja Mentawai di Panti Asuhan yang mengalami kesulitan untuk mengembangkan bakat, minat, skill. Hal ini cenderung disebabkan karena rendahnya self-esteem yang mengakibatkan mereka sikap negatif. Tujuan penelitian adalah meningkatkan self-esteem remaja Mentawai sebelum dan sesudah diberikan teknik Cognitive Behavorial Theraphy (CBT). Jenis penelitian ini kuantitatif-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Penelitian berlokasi di Panti Asuhan Al-Falah Kota Padang. Subjek penelitian adalah remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pretest dan posttest self-esteem remaja setelah diberikan teknik CBT. Dalam hal ini teknik CBT efektif meningkatkan self-esteem remaja Mentawai di Panti Asuhan Al-Falah Kota Padang. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah konselor, pengurus panti dan Dinas Sosial dapat merumuskan program konseling untuk meningkatkan keyakinan rasional dan self-esteem remaja dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Self-Healing Pasien dalam Proses Pemulihan dan Implikasi terhadap Bimbingan Konseling Islam Maiseptian, Fadil; Karim, Anul; Dewita, Erna; Mawardi, Mawardi
Syifaul Qulub: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol 5 No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/syifaulqulub.v5i1.8227

Abstract

Based on initial observations at the hospital, it showed that several patients were experiencing mental stress, complaining and not responding patiently to their illnesses. The aim of this research is to describe patient self-healing from the aspects of gratitude, mindfulness and positive self-talk. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The subjects of this research were 22 inpatients using an incidental sampling approach. Data collection techniques in this research are observation, interviews and analysis through data reduction, namely presentation, and verification or conclusions. The results of this research from the gratitude aspect show that inpatients are undergoing the recovery process with a high sense of gratitude to Allah SWT. In the mindfulness aspect, inpatients have full awareness of themselves by treating pain patiently. In the aspect of positive self-talk, the patient has a positive perspective towards himself and towards others. The implication of gratitude in Islamic counseling guidance is that counselors provide tadzkirah guidance to patients in the form of strengthening worship of Allah SWT. The implication of mindfulness in Islamic counseling is that counselors provide individual counseling services about exemplary stories in the Koran. The implication of positive self-talk in Islamic counseling is that the counselor provides direction to the client in the form of prayer to Allah SWT.