Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENERAPAN METODE GERAKAN DALAM MENGHAFAL HADITS PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI RA DARUL ULUM MUNIR LAMPUNG UTARA Zahroul Chasanah; Dwi Bhakti Indri M
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode gerakan dalam proses menghafal hadis pada anak usia 4-6 tahun. Metode gerakan merupakan pendekatan yang menggabungkan gerakan fisik dengan pengulangan kata-kata atau kalimat-kalimat hadis, dengan harapan dapat meningkatkan daya tangkap dan retensi anak-anak dalam menghafal hadis. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan sekelompok anak usia 4-6 tahun dalam sebuah lembaga pendidikan.Penelitian ini terdiri dari tiga unsur utama, yaitu persiapan hadis, pelaksanaan hadis di dalam kelas, dan evaluasi dalam menghafal hadis. Pertama, persiapan hadis melibatkan seleksi hadis yang sesuai dengan pemahaman dan tingkat usia anak-anak. Hadis-hadis yang dipilih kemudian disusun dalam urutan yang sistematis dan terstruktur. Kedua, pelaksanaan hadis di dalam kelas melibatkan penggunaan metode gerakan. Guru menggunakan gerakan fisik yang terkait dengan makna atau konsep hadis, sambil mengulang-ulang kalimat hadis. Anak-anak diajak untuk ikut serta dalam gerakan tersebut, sehingga mereka terlibat secara fisik dan mental dalam proses menghafal hadis. Ketiga, evaluasi dalam menghafal hadis dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti kuis, permainan peran, dan latihan menghafal secara individu maupun kelompok. Hasil evaluasi digunakan untuk mengukur kemajuan anak-anak dalam menghafal hadis dan memberikan umpan balik yang konstruktif untuk meningkatkan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga kesimpulan utama. Pertama, penerapan metode gerakan dalam menghafal hadis pada anak usia 4-6 tahun efektif dalam meningkatkan daya tangkap dan retensi mereka terhadap hadis. Keterlibatan fisik dalam proses pembelajaran memberikan pengalaman yang menarik dan memperkuat pengingatan. Kedua, persiapan hadis yang tepat sangat penting untuk kesuksesan metode ini. Pemilihan hadis yang sesuai dengan tingkat usia dan pemahaman anak-anak memastikan bahwa mereka dapat mengikuti dengan baik dan memahami makna hadis yang mereka hafal. Ketiga, evaluasi secara teratur membantu dalam melacak kemajuan anak-anak dan memberikan umpan balik yang diperlukan. Dengan memperhatikan kelebihan dan kelemahan dalam menghafal hadis, guru dapat menyesuaikan metode pengajaran dan memberikan dukungan tambahan yang diperlukan bagi perkembangan optimal anak-anak. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran menghafal hadis yang efektif pada anak usia dini. Metode gerakan dapat dianggap sebagai alternatif yang menarik dalam menghadapi tantangan menghafal hadis pada anak-anak usia 4-6 tahun, dengan fokus pada keterlibatan fisik dan pengulangan yang intensif. Kata Kunci : Metode Gerakan, Menghafal Hadis, Anak Usia Dini
The Influence of Self-Concept on The Learning Achievement of Children Aged 5-6 Years at RA Perwanida Bendunganjati Pacet Muhammadiyah, Ina Maria; M, Dwi Bhakti Indri
Jurnal Pendidikan Anak Vol 3 No 3 (2021): Child Education Journal: Desember
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v3i3.2438

Abstract

Learning achievement of early childhood indicates how much a child can fulfill his developmental assignment according to the child's age stage. Therefore, a child's learning achievement must be maximized so that this golden age does not pass unnoticed. Various factors influence a child's level of achievement, one of which is the self-concept. Field data indicate that some behaviors indicate a negative self-concept. On the other side, a child's learning level has not been evenly distributed. This study aims to know: 1) profile of self-concept of aged 5-6 years old children; 2) Profile of learning achievement of 5-6 years old children; and 3) the effect of self-concept on the learning achievement of 5-6 years old children in RA Perwanida Bendunganjati Pacet. This study used the correlational quantitative research method. The population in this study was 5-6 years old children at RA Perwanida Bendunganjati with 23 children sample specified by purposive sampling technique. The results showed an effect of self-concept on the learning achievement of 5-6 years old children in RA Perwanida Bendunganjati Pacet positively and significantly. This can be seen from the result of a simple linear regression equation that amounted to Y = 190,631 + 1.376X. The positive validity regression coefficient showed its positive direction of the variable effects X to Y, meaning the higher the value of the variable X, it will be higher the value of the Y variable. The percentage of the effects of self-concept on learning achievement is 36.2%.
Keterlibatan Orang Tua Dalam Membentuk Kedisiplinan Pada Anak Kelompok B1 Di RA AL HUDA Wonoploso Dwi Bhakti Indri M; Hany Aulia
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 2 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i2.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan orang tua dalam membentuk kedisiplinan pada anak usia dini, dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi kedisiplinan pada anak kelompok B1 RA Al Huda Wonoploso. Melalui pendekatan kualitatifdengan subjek penelitian orang tua wali murid dan guru kelas kelompok B1 RA Al Huda Wonoploso. Untuk tehnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dan juga guru menerapkan kedisiplinan dengan anak menggunakan bentuk keterlibatan yang diterapkan dalam teori Epteins yaitu Pengasuhan, Komunikasi, Sukarela di sekolah, Pembelajaran Di rumah, Pengambilan keputusan, dan Kolaborasi dengan komunitas, dengan adanya bentuk keterlibatan ini dapat memudahkan orang tua dan juga guru dalam menanamkan kedisiplinan anak sejak usia dini. Faktor yang dialami berkesinambungan dengan didikan keluarga dan lingkungan sekitar sehingga sekolah dapat membantu dengan mengajak orang tua bekerja sama demi membentuk kedisiplinan anak sejak dini. Oleh karena itu keterlibatan orang tua sangatlah penting.
Manajemen Kinerja Berbasis Budaya Religius Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ihsan Sarang Burung Kabupaten Muaro Jambi Harianto; Dwi Bhakti Indri
Journal of Social, Educational and Religious Studies Vol. 1 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jsers.v1i3.31

Abstract

Religious culture management is crucial, especially in the world of education. Where management based on religious culture, which essentially guides, directs, and shows the path that is pleasing to Allah SWT, has an important role in improving teacher professionalism. This study aims to find out; 1) How performance management based on religious culture improves teacher professionalism at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ihsan Sarang Burung Muaro Jambi, 2) What are the roles of performance management based on religious culture in improving teacher professionalism at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ihsan Sarang Burung Muaro Jambi, 3) What are the inhibiting and supporting factors in the implementation of performance management based on religious culture in improving teacher professionalism at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ihsan Sarang Burung Muaro Jambi. Using qualitative research methods, data were obtained through observation, interviews, and documentation. The researcher found that; 1) Performance management based on religious culture is the Application of Integration of Religious Values, habituation, and Spiritual Guidance, Teacher Competency Development, evaluation, and Appreciation, 2) Inhibiting factors for the head of the madrasah are Limited Human Resources, Limited Activity Time, Differences of Opinion in Decision Making. The supporting factors are; Headmaster's Commitment, Competency Development. 3) While the efforts made by the head of the madrasah include; Developing Spiritual Guidance Programs, Improving the Quality of Worship, Developing an Islamic School Environment.
Education Management for Islamic Teacher in the Digital Era: Integrating Innovation and Child Development Needs Nur Cholid; Fadly Usman; Dwi Bhakti Indri; Azman Haji Kassim; Nuur Halimatus Saadiah Masrukhin; Rahmat Rahmat; Maidatus Sholihah
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v7i1.2090

Abstract

The digital era has transformed the way children interact with the world, including in the context of early childhood education (ECE). This study examines the principles of sound early childhood education in the digital era, including the role of technology, social interaction, and the roles of educators and parents in supporting children's learning. Emphasis is placed on the importance of balancing technology use with the development of children's socio-emotional, cognitive, and motor skills. This study uses a quantitative descriptive approach utilizing the SAMR (Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition) framework to evaluate technology integration in ECE learning in Mojokerto. Data were collected through a Likert-scale questionnaire from 55 ECE teachers and analyzed to determine the extent to which the implementation of technology supports learning transformation. This study also employed SEM-PLS to examine the respondents' answers and the relationships between variables. More respondents were needed for the SEM-PLS analysis because the study included more than three constructs. For the SEM PLS analysis, the sample consisted of 158 ECE teachers. The results indicate that, although challenges remain in the initial stages of substituting and redesigning learning, most teachers demonstrate a high acceptance of the use of innovative technology that supports child engagement. This study provides practical and conceptual insights for educators and policymakers in designing learning strategies that align with digital development and children’s developmental needs.
Keterlibatan Orang Tua Dalam Membentuk Kedisiplinan Pada Anak Kelompok B1 Di RA AL HUDA Wonoploso : Keterlibatan Orang Tua Dalam Membentuk Kedisiplinan Pada Anak Kelompok B1 Di RA AL HUDA Wonoploso Dwi Bhakti Indri M; Hany Aulia
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 5 No 2 (2025): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v5i2.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan orang tua dalam membentuk kedisiplinan pada anak usia dini, dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi kedisiplinan pada anak kelompok B1 RA Al Huda Wonoploso. Melalui pendekatan kualitatifdengan subjek penelitian orang tua wali murid dan guru kelas kelompok B1 RA Al Huda Wonoploso. Untuk tehnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dan juga guru menerapkan kedisiplinan dengan anak menggunakan bentuk keterlibatan yang diterapkan dalam teori Epteins yaitu Pengasuhan, Komunikasi, Sukarela di sekolah, Pembelajaran Di rumah, Pengambilan keputusan, dan Kolaborasi dengan komunitas, dengan adanya bentuk keterlibatan ini dapat memudahkan orang tua dan juga guru dalam menanamkan kedisiplinan anak sejak usia dini. Faktor yang dialami berkesinambungan dengan didikan keluarga dan lingkungan sekitar sehingga sekolah dapat membantu dengan mengajak orang tua bekerja sama demi membentuk kedisiplinan anak sejak dini. Oleh karena itu keterlibatan orang tua sangatlah penting.
Filsafat Ilmu Bimbingan Dan Konseling Di Indonesia : Telaah Kritis Teori Dan Praktis Dwi Bhakti Indri M.
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 1 No. 2 (2021): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v1i2.371

Abstract

Bimbingan dan konseling memegang peranan penting dalam sistem pendidikan, baik formal, informal, maupun non-formal, karena berkontribusi pada optimalisasi potensi peserta didik di berbagai aspek. Terutama di era Industri 4.0, di mana perubahan teknologi dan sosial memerlukan pengembangan karakter dan keterampilan hidup yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi esensi dan kontribusi layanan bimbingan dan konseling dalam mendukung perkembangan karakter peserta didik di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur, penelitian ini mengumpulkan, menelaah, dan mensintesis berbagai sumber pustaka terkait, termasuk buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan. Prosedur pengumpulan data mencakup penentuan kata kunci, penelusuran sumber pustaka, seleksi literatur, dan pengelompokan tematik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi konsep utama, temuan relevan, dan hubungan antar gagasan dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berperan penting dalam memfasilitasi perkembangan akademik, sosial, emosional, dan karakter peserta didik. Berbagai metode, seperti bimbingan kelompok, bimbingan belajar, serta konseling individual dan kelompok, terbukti efektif dalam membantu peserta didik memahami diri dan membuat keputusan yang bijaksana. Penelitian ini juga menemukan bahwa implementasi bimbingan dan konseling perlu dilakukan oleh profesional yang memenuhi kualifikasi tertentu, dan keilmuan ini harus terus dikembangkan melalui penelitian lanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di Indonesia.
The Effectiveness of Flashcard Media in Improving Javanese Vocabulary Among Kindergarten A Students Dwi Bhakti Indri; Ajeng Vika Faradina; Hany Aulia
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2630

Abstract

This study is motivated by the low level of students’ ability to recognize Javanese vocabulary, mainly due to the lack of appropriate learning materials. To address this issue, flashcards were used to stimulate students’ interest and improve their recognition of Javanese vocabulary. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design to improve Javanese vocabulary mastery among Kindergarten-A students using flashcards. The problem arose from monotonous, less varied learning conditions that were still dominated by lecture methods and unengaging instructional media. The study focused on two variables: Javanese vocabulary mastery as the dependent variable and the use of flashcards as the independent variable. The population comprised all 15 Kindergarten-A students at TK Nuruddinul Islam, selected through purposive sampling. The findings indicate an improvement in students’ vocabulary skills following the implementation of flashcards. In the pre-cycle stage, most students (60%) were classified as Fair, whereas the remainder were classified as Poor or Very Poor. In Cycle I, all students showed progress and reached the Fair category, with no students remaining in the lower categories. More significant progress was observed in Cycle II, in which six students (40%) achieved the Good category, and only one student continued to demonstrate limited ability. These results demonstrate that flashcards are effective learning aids for enhancing Javanese vocabulary mastery among Kindergarten-A students.