Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DESA RINDU HATI DALAM PENGEMASAN PRODUK UNGGULAN Yessilia Osira; Evanila Sivia; Septri Widiono
DHARMA RAFLESIA Vol 17, No 2 (2019): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v17i2.10062

Abstract

Community capacity building is an effort to increase the ability, skills, understanding, attitudes, values, relationships, behavior, motivation, resources, and conditions that enable each individual, organization, network and wider system to carry out functions them and achieve the stated development goals from time to time. Based on this understanding, Bengkulu University through community service activities made efforts to increase the capacity of residents of Rindu Hati Village in Processing Superior Products. The method used in the activity was the socialization of a Home Industry Product (PIRT) permit and the introduction and practice of packaging superior products in the form of processed papaya foods and processed red picking coffee. The results of this activity show that there is a growing awareness that packaging superior village products and PIRT management are requirements that the products produced can be widely marketed to the community.
PELATIHAN TERAPI KOGNITIF PERILAKU BAGI PEKERJA SOSIAL ANAK DI KOTA BENGKULU Nurhayati Darubekti; Desy Afrita; Yessilia Osira
DHARMA RAFLESIA Vol 18, No 1 (2020): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v18i1.11015

Abstract

Penanganan lima klaster anak, yaitu anak terlantar, anak jalanan, anak dengan kecacatan, anak balita terlantar, anak yang berhadapan dengan hukum, dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus, memerlukan keterampilan melakukan Terapi Kognitif-Perilaku. Pelatihan ini bertujuan agar pekerja sosial dan pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Propinsi Bengkulu mampu memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat segera terhadap kasus anak yang dianggap berat. Strategi penerapan IPTEK yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melalui pelatihan. Pelatihan ini menerapkan metode ceramah, diskusi, studi kasus dan penyusunan rencana tindak lanjut (action plan). Pelatihan menggunakan modul pelatihan sederhana. Pelaksanaan selama 2 hari, jumlah keseluruhan 21 Jam Pelajaran. Sebelum peserta mengikuti pelatihan di kelas, peserta terlebih dahulu mengikuti pembelajaran dengan metode e-learning. Secara umum telah terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan tentang terapi kognitif perilaku. Indikator yang cukup bisa dijadikan acuan diantaranya: (1) ketika seluruh peserta diberi kesempatan praktik, menunjukkan hasil yang baik; (2). adanya peningkatan hasil post test dari seluruh peserta pelatihan. Rata-rata kenaikan nilai hasil pos-test terhadap pre-test sebesar 28.18 atau memiliki persentase kenaikaan sebesar 62.63.
Pengembangan Kapasitas Manajemen LKSA Guyub Rukun Kota Bengkulu Yessilia Osira; Nurlianti Muzni
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 1 No. 1: December 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.555 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v1i1.19137

Abstract

Development of Management Capacity of LKSA Guyub Rukun Bengkulu City. Capacity building is a process, which is carried out at three levels, namely individuals, groups, and institutions or organizations, in this case, the LKSA Guyub Rukun. This process is carried out to ensure the continuity of the organization through the achievement of the goals and objectives of the organization concerned. In this regard, the community service activities carried out as a form of follow-up to the cooperation agreement between the Faculty of social and Political Sciences, Bengkulu University, and LKSA Guyub Rukun Bengkulu City, have the following objectives: 1) Assist the LKSA Guyub Rukun Management in managing the administration of the institution's activities. 2) Assist the LKSA Guyub Rukun Management in scheduling various children's activities at the institution. 3) Assist the LKSA Guyub Rukun Management in preparing the process of implementing institutional accreditation. The results of service activities are ultimately a form of assistance in the accreditation process carried out by LKSA Guyub Rukun, which includes an assessment of 6 accreditation standards: standard 1 (services to inmates), standard 2 (the process of social worker practice service), standard 3 (organizational management), standard 4 (human resources), standard 5 (facilities and infrastructure, and standard 6 (outcomes of institutional services). Keywords: Capacity building, LKSA management, accreditation
Pemberdayaan Masyarakat Desa Tapak Gedung Melalui Pengolahan Kulit Buah Kopi Menjadi Teh Kaskara Dony Apriansyah1; Yessilia Osira 2; Anisa Rozzaqiah; Yuanda Wahyuningrum; Aras Adzro Afifah
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 1: June 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.415 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i1.21752

Abstract

Desa Tapak Gedung Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu memiliki 1600 ha perkebunan buah kopi yang mampu menghasilkan 700 ton kopi dalam setahun. Selama ini, kopi tersebut hanya dijual dalam bentuk biji kopi, bahkan kulit kopipun hanya dibuang saja dan belum dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan serta sarana pengolahannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka Universitas Bengkulu melalui Program PHP2D melakukan serangkaian kegiatan pemberdayaan masayarakat Desa Tapak Gedung melalui pengolahan limbah kulit buah kopi menjadi teh kaskara. Pemberdayaan masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi teh kaskara, pelatihan masyarakat tentang pembuatan teh kaskara, pengkemasan dan pengenalan pemasaran produk teh kaskara. Hasil kegiatan pemberdayaan ini menunjukkan bahwa: 1) Limbah kulit buah kopi di Desa Tapak Gedung bisa diolah menjadi teh kaskara yang nikmat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. 2) Antuasisme masyarakat Tapak Gedung, terutama generasi muda merupakan potensi yang bisa dioptimalkan dalam pengolahan teh kasakara. 3) Perlunya dukungan pemerintahan, akademisi dan sektor swasta untuk pengembangan produk teh kaskara sehingga menjadi produk yang mempunyai nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat
“INDUK SEMANG” SEBUAH MODEL PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI KELOMPOK NELAYAN JAKAT MAKMUR KOTA BENGKULU TAHUN 2013 Yessilia Osira; Desy Afrita; Novi Hendrika Jayaputra
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 13 No 1 (2014): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v13i1.35

Abstract

Abstract Pantai Jakat is located in Kelurahan Bajak and Kelurahan Pasar Bengkulu in Bengkulu Municipality. In this area, there will be found informal activities done by workmen in which they are rentant of risk economically and socially, it means that they need any protection. One of informal sector in this areas are fishermen. This study is to analyze the model of social protection for that fisherman.This article was result of an action research with qualitative approach. Data collected from interview, observation, group focused discussion, and library research. It using to analyze the model of protection for fishermen including such as (1) fishermen profile, (2) problems/need of fishermen as an informal sector workmen, (3) potency and source of social protection for these workmen, (4) planning the following steps for the protection. The data valided by credibility test, transferrability test, dependebility test, and confirmability test. Data processed and analyzed as qualitatively.The result showed that fishermen had got risks economically and socially. Most of the risk was natural disasters such as stromy, losing canoe and net, and trawl. However, these workmen, has got potency, ability, and source for protection to anticipate the risks by grouping in a group of fishermen, group of vendor, wider access to the social insurance from government, assitancy from government and society. By comparing the problems/needs, potency, and source system, it was formulated a model for these workmen, especially fishermen. This model was modified from the system of ”induk semang” that combined to the capacity of fishermen through groups organizing was done by involving actively the group of fishermen, induk semang, society, government, and so on. Keywords: social protection, “induk semang”, fishermenAbstrakPantai Jakat berada di wilayah Kelurahan Bajak dan Kelurahan Pasar Bengkulu Kota Bengkulu. Pada kawasan ini ditemukan aktifitas pekerja sektor informal yang mengalami berbagai kerentanan, baik secara ekonomi maupun sosial sehingga membutuhkan berbagai upaya perlindungan sosial. Salah satu pekerja sektor informal di kawasan ini adalah nelayan. Secara khusus penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk perlindungan sosial bagi nelayan di Kawasan Pantai Jakat Kota Bengkulu.Artikel ini merupakan hasil penelitian tindakan (action research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data mengggunakan teknik wawancara, observasi, diskusi kelompok terfokus dan studi dokumentasi untuk mengkaji tentang: 1) profil nelayan, 2) masalah/kebutuhan nelayan, 3) potensi dan sumber perlindungan sosial bagi nelayan dan 4) menyusun rencana tindak lanjut perlindungan sosial bagi nelayan. Validasi data dilakukan melalui uji kredibilitas, dan uji dependability. Data kemudian diolah dan dianalisa secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan mengalami berbagai kerentanan, seperti halnya pekerja sektor informal lainnya yang tidak terlindungi secara ekonomi maupun sosial.  Bagi nelayan, kerentanan tersebut lebih diakibatkan oleh risiko kondisi alam yang tidak menentu seperti badai, risiko kerusakan/hilangnya kapal dan jaring, risiko persaingan usaha dengan adanya kapal trawl yang menggunakan pukat harimau, yang kesemuanya mempengaruhi hasil tangkapan. Meskipun demikian, nelayan juga mempunyai potensi, kemampuan dan sumber perlindungan sosial untuk mengantisipasi risiko-risiko yang ada, seperti adanya kelompok nelayan, kelompok pedagang, adanya “induk semang” bagi nelayan-nelayan yang tidak mempunyai kapal dan jaring sendiri, adanya peluang akses terhadap jaminan kesehatan masyarakat dari pemerintah, serta  berbagai bantuan pemerintah dan masyarakat. Dengan menyandingkan antara permasalahan/kebutuhan, potensi, dan sistem sumber yang dapat dijangkau, maka dapat dirumuskan alternatif model perlindungan bagi pekerja informal khususnya nelayan. Model ini merupakan modifikasi dari sistem” induk semang” yang dipadukan dengan penguatan kapasitas nelayan melalui kelompok. Pengorganisasian ini dilakukan dengan melibatkan secara aktif kelompok nelayan, induk semang, masyarakat, pemerintah dan pihak lain yang terkait. Kata kunci: perlindungan sosial, induk semang, nelayan
SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DI KELURAHAN SUMBER JAYA KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU Osira, Yessilia; Adi Putra Munthe, Haposan; Nurhayati Karolinska Manik, Maribeth; Rajaguguk, Rismon; Prasetyo Agung, Syawal; Irsyat Kesuma, Muhammad; Cashiragi, Rohdeardo; Dwi Putra, Desmon; Evita Pratiwi, Yosie; Siburian, Novita
TRIBUTE: JOURNAL OF COMMUNITY SERVICES Vol. 4 No. 2
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/tribute.v4i2.28003

Abstract

Kekerasan terhadap anak dan perempuan merupakan salah satu topik bahasan utama dalam rangka membangun ketahanan keluarga. Data di lapangan menunjukkan kasus kekerasan terhadap anak masih banyak ditemukan di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Oleh karena itu, Kuliah Kerja Nyata dengan tema “One Student Save One Family” atau lebih dikenal dengan sebutan KKN OSSOF Universitas Bengkulu tahun 2023 memfokuskan pada tema tersebut. Hasil asesmen yang dilakukan melalui pertemuan warga, dan wawancara mendalam terhadap keluarga dampingan di lokasi KKN, diketahui bahwa anak -anak rentan mengalami kekerasan baik verbal maupun non verbal yang dilakukan di lingkungan masyarakat, bahkan dalam lingkungan keluarganya. Berdasarkan permasalahan dan kerentanan yang dialami masyarakat, serta memperhatikan potensi dan sumber yang tersedia, maka dilakukanlah kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Sosialisasi dilaksanakan dengan metode: 1) Penyebaran poster tentang pencegahan kekerasan terhadap anak 2) Ceramah dan diksusi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak, dengan peserta perwakilan keluarga dampingan dan tokoh masyarakat. Sosialisasi ini mendapatkan respon positif dari sasaran kegiatan, dan berharap ada kegiatan yang berkesinambungan agar kekerasan terhadap anak di Kelurahan Sumber Jaya dapat dikurangi atau dihilangkan.
PEMBERDAYAAN LANJUT USIA POTENSIAL MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN HERBAL DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL LANJUT USIA (LKSLU) PAYUNG BESUREK KOTA BENGKULU Osira, Yessilia; Sriwanty, Hilda
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/scsej.v2i1.23

Abstract

Lanjut Usia merupakan tahapan perkembangan kehidupan manusia pada usia 60 tahun keatas, yang ditandai dengan berbagai permasalahan dan kerentanan hidup baik aspek kesehatan fisik, mental, sosial, maupun aspek ekonomi. Meskipun demikian, tidak semua lansia hanya menjalani hidup sebagai beban keluarga maupun masyarakat, terbukti para lansia dampingan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) Payung Besurek Kota Bengkulu masih banyak yang potensial untuk melakukan kegiatan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilaksanakanlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul; “Pemberdayaan Lanjut Usia Potensial Melalui Pelatihan Pembuatan Minuman Herbal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) Payung Besurek Kota Bengkulu”. Kegiatan dilakukan dengan mendatangkan narasumber dari Republik SLE, yang bertugas memberikan pengetahuan dan keterampilan pembuatan minuman herbal kepada para lansia potensial. Bahan pembuatan herbal berasal dari bumbu dapur yang gambang didapati, seperti jahe, kapulaga, cengkeh, jeruk purut, nenas dan kayu manis. Serta gula aren. Melalui kegiatan ini para lansia yang hadir bersepakat akan menindaklanjuti pelatihan ini dengan cara membuat minuman herbal, selain untuk konsumsi sendiri tapi juga diproduksi untuk dijual. Hasil penjualan akan digunakan untuk dana pengembangan komunitas mereka. Kegiatan ini juga dapat memberikan aktifitas produktif bagi lansia potensial, selain bermanfaat bagi kesehatan lansia dan juga bagi peningkatan ekonomi produktif lansia.
Pelayanan Sosial bagi Lanjut Usia dalam Perspektif Suku Rejang Osira, Yessilia; Dhanurseto Hadiprashada
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2025): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i2.3369

Abstract

Orang lanjut usia (lansia) secara umum memiliki berbagai permasalahan dan kerentanan, baik aspek kesehatan, mental psikologis, aspek sosial dan aspek ekonomi. Situasi lansia tersebut membutuhkan model pelayanan sosial yang tepat sesuai dengan karakteristik masing-masing lansia, baik suku, agama, adat budaya dan kebiasaan masing-masing lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pelayanan sosial yang tepat bagi lansia, khususnya Suku Rejang di Provinsi Bengkulu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus dengan tokoh Adat Masyarakat Rejang di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara. Selain itu juga dilakukan studi dokumentasi untuk mengkaji pelayanan sosial bagi lansia. Hasil pendataan diolah dan dianalisa secara kualitatif sehingga mendapatkan gambaran yang jelas tentang pelayanan sosial bagi lansia dalam perpektif Suku Rejang. Hasil penelitian menunjukkan ada ditemukan nilai-nilai kearifan lokal Suku Rejang tentang bagaimana masyarakat memberikan pelayanan sosial bagi orang lansia. Pelayanan sosial bagi lansia yang dilaksanakan oleh masyarakat Rejang terbagi dua menjadi pelayanan yang dilakukan keluarga dan pelayanan yang dilakukan oleh komunitas atau kelompok dalam wujud lembaga adat. Dalam lingkup keluarga, pelayanan terhadap lansia dilakukan dalam bentuk memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan; makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sementara pelayanan lansia yang dilakukan oleh lembaga adat, dilakukan dalam bentuk aturan yang memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan lansia oleh keluarga, dan manakala keluarga tidak memenuhi, maka akan mendapatkan sanksi dari lembaga adat. Berdasarkan hasil penelitian ini, kami merekomendasikan beberapa hal untuk ditindaklanjuti: a) Pentingnya pemeritah daerah, terutama dinas yang menangani lansia, untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kembali nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Rejang dalam memberikan pelanyanan sosial lansia, baik dipergunakan dalam pelayanan di luar institusi maupun pelayanan di dalam institusi. b) Pentingnya lembaga adat dan tokoh masyarakat Rejang untuk menghidupkan dan mengembangkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Suku Rejang sebagai acuan kehidupan bermasyarakat dalam merawat lansia dan memberikan pelayanan sosial bagi lansia
Fundraising Strategies in Improving Student Organizations At Al-Maun Shelter in Bengkulu City Fadlurrohim, Ishak; Rosi L Vini Siregar; Yessilia Osira
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol.5 No.2, April 2025
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v5i2.808

Abstract

Community service activities are carried out by providing knowledge and skills about fundraising strategies in improving student organizations at the al-maun shelter in Bengkulu City. Fundraising strategy is one of the efforts that can be made to obtain funding sources in carrying out activities and activity programs, through this fundraising strategy can reduce dependence on major donor institutions. The method applied during the service activity is qualitative descriptive using the case study menggunakan tools the PRA (Participatory Rural Appraisal) and Focus Group Discussion approach by determining purposive sampling informants with the criteria of 40 volunteers who are active at the Al-Maun Shelter House in Bengkulu City, improve and analyze knowledge about fundraising strategies. data collection through FGD, in-depth interviews, and field surveys. There are 2 strategies that have been implemented but need to be improved, namely, first, the Donor Retention and Development Strategy, fund collecting units and bookkeeping are needed for transparency to donors and the involvement of community leaders. Second, Multichannel Fundraising Strategy is needed to expand information networks and the role of community leaders can play an important role in providing understanding to the community. Corporate Fundraising dan Strategi Dialogue Fundraising have limitations in the implementation of activities that depend on other institutions/organizations. So, a written agreement is needed.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi melalui Sosialisasi bagi Siswa Sekolah Dasar di Pulau Enggano, Bengkulu Azizah, Wafiq; Osira, Yessilia; Agustina, Indria
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v19i1.46038

Abstract

This study aims to describe the process of reproductive health knowledge socialization among students at SDN 051 Bengkulu Utara, located in Enggano Island, one of the outermost regions of Bengkulu Province, Indonesia, which faces limited access to information, healthcare services, and formal education. A qualitative approach with a case study design was employed. The informants consisted of 35 students from grades I to III and three teachers, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings reveal that, before the intervention, students had minimal understanding of basic reproductive health concepts. This limited knowledge was attributed to the lack of structured reproductive health education in schools, cultural taboos that discourage open discussion of reproductive topics, and limited parental involvement. Students were unable to identify private body parts accurately, distinguish between appropriate and inappropriate touch, or describe proper hygiene practices. After participating in an interactive and age-appropriate socialization program that included videos, educational songs, and practical demonstrations, students showed significant improvement in cognitive, affective, and psychomotor domains. This study highlights the urgent need for comprehensive reproductive health education at the primary school level, particularly in underserved and remote areas such as Enggano Island. Sustainable educational programs involving teachers, parents, and healthcare workers are essential to build a safe and informed environment for children. The findings provide a foundation for the development of targeted policies and educational interventions aimed at preventing early marriage, reducing sexual violence, and improving children's overall well-being.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses sosialisasi pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswa SDN 051 Bengkulu Utara. Sekolah ini terletak di Pulau Enggano, wilayah terluar Provinsi Bengkulu yang mengalami keterbatasan akses terhadap informasi, layanan kesehatan, dan pendidikan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri dari 35 siswa kelas I hingga III dan tiga guru yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum kegiatan sosialisasi dilakukan, mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang sangat terbatas mengenai kesehatan reproduksi. Keterbatasan ini disebabkan oleh minimnya edukasi dari lingkungan keluarga, stigma budaya yang menganggap pembahasan topik reproduksi sebagai hal tabu, serta belum adanya program pendidikan kesehatan reproduksi yang terstruktur di sekolah. Anak-anak belum mampu mengenali bagian tubuh pribadi, belum memahami pentingnya menjaga kebersihan alat reproduksi, dan tidak mengetahui batasan sentuhan yang aman dan tidak aman. Setelah sosialisasi dilakukan dengan pendekatan interaktif melalui media video, lagu edukatif, dan praktik langsung, terjadi peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan kognitif, sikap afektif, dan keterampilan psikomotorik. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi perlu diberikan sejak usia dini, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses seperti Pulau Enggano. Program edukasi yang kontekstual, berkelanjutan, dan melibatkan peran aktif guru, orang tua, serta tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk membentuk pemahaman dasar anak dalam menjaga diri dan mencegah risiko seperti kekerasan seksual dan pernikahan dini. Temuan ini diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan dan intervensi pendidikan yang lebih tepat sasaran.