Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Karakter Religius dan Motivasi Belajar Peserta Didik terhadap Profil Pelajar Pancasila di SDIT-Kersana Yuhanit Nur Khabibah; Rila Melyana Fitri; Laelia Nurpratiwiningsih
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jipsd.v11i2.48799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh karakter religius peserta didik terhadap profil pelajar pancasila di SDIT-Kersana; (2) mengetahui pengaruh motivasi belajar peserta didik terhadap profil pelajar pancasila di SDIT-Kersana; dan (3) mengetahui pengaruh karakter religius dan motivasi belajar peserta didik terhadap profil pelajar pancasila di SDIT-Kersana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif survei. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas IV SDIT Nurul Hidayah Kersana Brebes. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji t, F, dan analisis koefisien determinasi. Hasil yang diperoleh yaitu (1) karakter religius peserta didik berpengaruh signifikan terhadap profil pelajar pancasila di SDIT-Kersana; (2) motivasi belajar peserta didik berpengaruh signifikan terhadap profil pelajar pancasila di SDIT-Kersana; dan (3) karakter religius dan motivasi belajar peserta didik berpengaruh signifikan terhadap profil pelajar pancasila di SDIT-Kersana. Perolehan pengaruh tersebut sebanyak 71% yang mengandung makna bahwa pengaruh karakter religius dan motivasi belajar peserta didik terhadap profil pelajar pancasila di SDIT-Kersana adalah pengaruh yang kuat
Analisis Penggunaan Aplikasi Tiktok Terhadap Konsentrasi Siswa di SD Negeri Brebes 01 Rani Nur Fauziah; Laelia Nurpratiwiningsih; Moh. Toharudin
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jipsd.v11i2.48910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan aplikasi TikTok terhadap konsentrasi belajar siswa di SD Negeri Brebes 01 dengan menggunakan metode kualitatif. TikTok, sebagai salah satu platform media sosial yang populer di kalangan anak-anak dan remaja, memiliki potensi untuk mempengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk kemampuan konsentrasi dalam belajar. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap siswa dan guru di SD Negeri Brebes 01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok secara berlebihan dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa, disebabkan oleh beberapa faktor seperti gangguan perhatian, kurangnya waktu untuk belajar, dan peningkatan kecenderungan untuk menunda-nunda pekerjaan sekolah. Namun, beberapa siswa juga melaporkan bahwa TikTok dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi jika digunakan secara bijak. Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengawasan dan pembatasan penggunaan aplikasi TikTok oleh orang tua dan guru untuk meminimalisir dampak negatifnya terhadap konsentrasi belajar siswa
Analisis Keterkaitan Gaya Belajar Visual Auditori Kinesteteik pada Pembelajaran SBdP Kelas IV SDN Buara 02 Uswatun Khasanah; Moh Toharudin; Laelia Nurpratiwiningsih
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6656

Abstract

Teachers often do not apply learning strategies that suit students' learning styles. This is very important, especially in learning Arts, Culture and Crafts (SBdP). This research aims to analyze the relationship between learning styles in SBdP class IV SDN Buara 02. This research focuses on the role of teachers in SBdP learning, student obstacles and teacher solutions so that learning runs well. Researchers used qualitative methods with a case study approach. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The results of this research are that teachers play a very active role in learning activities with students and teachers also pay attention to the learning styles of students and implement the three visual auditory kinesthetic learning styles in one learning time. The teacher's role is very important in SBdP learning. The teacher is not only the main source so that learning runs smoothly, but also acts as a facilitator who meets all the needs of students during learning activities.
Analisis Kegiatan Ice Breaking Pada Pembelajaran IPAS di SD Negeri Pengaradan 02 Dhita Fajriyani Agustin; Laelia Nurpratiwiningsih; Didik Tri setiyoko
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6845

Abstract

The purpose of this research is to examine the analysis of ice breaking activities in science lessons at SD Negeri Pengaradan 02. The main focus of this study is on how ice breaking activities are conducted in science classes at SD Negeri Pengaradan 02, the factors that influence and hinder the success of these activities. This research uses a qualitative descriptive approach by utilizing documentation, observation, and interviews as data collection methods. Analysis techniques such as data collection, editing, processing, and verification are used. The findings indicate that incorporating ice-breaking activities in science education can improve student learning outcomes by reducing dropout rates and increasing concentration. Common ice breakers used by teachers include songs, sports, and games held at the end or during breaks between classes. The implementation of ice breaking in science lessons can make students more engaged, confident, and cooperative during the learning process. However, in the process of implementing ice breaking, teachers must consider the classroom environment and students' learning styles to determine whether the activities can be carried out or not. Factors affecting ice breaking have the potential to streamline the learning process and make classes more interesting and enjoyable. The main benefit of ice breaking activities is the teacher's creative ability to explain the various types of ice breaking that occur in the classroom.
Pengembangan Kapasitas Pengurus Desa Inklusi melalui Pelatihan Peer Counseling dan Keterampilan berbasis Sustainable Development Goals Sri Adi Nurhayati; Anin Eka Sulistyawati; Laelia Nurpratiwiningsih; Ike Desi Florina; Sesya Dias Mumpuni
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1302

Abstract

Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025 ini merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya tentang penguatan modal sosial melalui konseling sebaya disabilitas menuju desa inklusi berkelanjutan. Mitra kegiatan adalah Difabel Slawi Mandiri, sebuah organisasi masyarakat yang berdiri sejak 2010 dan berbadan hukum sejak 2015. Selama ini, organisasi telah aktif dalam advokasi disabilitas dan mendorong terbentuknya desa inklusi di Kabupaten Tegal. Namun, masih terdapat kendala dalam pengembangan kapasitas internal, terutama keterampilan konseling sebaya dan pengelolaan organisasi, termasuk bagi anggota baru yang belum pernah mendapat pelatihan secara luring maupun daring. PKM 2025 ini berfokus pada dua permasalahan utama: (1) keterbatasan penguasaan keterampilan konseling sebaya di kalangan anggota, dan (2) kebutuhan penguatan kapasitas organisasi agar berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi keterampilan dasar konseling, peningkatan literasi digital untuk konseling daring, pelatihan dinamika kelompok, penguatan kesadaran gender, hingga praktik konseling sebaya secara langsung. Peserta berjumlah 20 orang, terdiri atas penyandang disabilitas, difabel perempuan, orang yang pernah mengalami kusta, serta perwakilan desa inklusi. Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yakni tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan), tujuan 5 (Kesetaraan Gender), dan tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kompetensi anggota dalam konseling sebaya, terbangunnya kapasitas organisasi yang lebih kuat, serta terciptanya pondasi bagi pemberdayaan masyarakat inklusi yang berkesinambungan. Peningkatan level keberdayaan mitra pada aspek sosial kemasyarakatan sebesar 44,0% dan aspek manajemen sebesar 46,2%.
EFEKTIVITAS FITUR SAMBU APLIKASI SAPULADA TERHADAP PENGADUAN DAN PELAYANAN PUBLIK KABUPATEN BREBES Gina Salsabila; Felis Jiliyanti; Salsabila Azzahrah; Laelia Nurpratiwiningsih
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 9 No 1 (2025): JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan efektivitas pelayanan publik di era digital, khususnya dalam pembangunan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Brebes mengembangkan aplikasi SAPULADA dengan fitur SAMBU (Sambat Maring Bupati) sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan, kritik, dan ide secara lugas kepada pemerintah daerah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penggunaan fitur SAMBU dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Brebes dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), yaitu pengumpulan dan analisis data dari berbagai publikasi, literatur, dan data statistik terkait kesehatan masyarakat menggunakan aplikasi SAPULADA. Hasil studi menunjukkan bahwa sistem pengelolaan pengaduan melalui fitur SAMBU sangat efektif, terbukti dari persentase pengaduan yang mencapai 89%–94% dalam beberapa tahun terakhir. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberhasilan ini antara lain dukung kebijakan daerah, komitmen pimpinan, dan sumber daya manusia pengelola. Namun, masih terdapat tantangan utama, seperti kurangnya literasi digital masyarakat umum, kurangnya infrastruktur teknologi, dan kurangnya sosialisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa SAMBU memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam pelayanan masyarakat. Untuk meningkatkan efektivitas layanan publik digital di Kabupaten Brebes, optimalisasi sistem, literasi digital, dan sosialisasi menjadi sangat penting