Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Deteksi Cemaran Bakteri dan Logam Berat pada Liquid Foundation Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry; Azahra, Sresta
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12426

Abstract

Penggunaan dan penyimpanan kosmetik yang kurang tepat dapat menyebabkan kosmetik rentan terkontaminasi bakteri. Proses pengolahan kosmetik juga dapat menyebabkan terjadinya cemaran logam berat. Paparan logam berat dapat mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cemaran bakteri dan logam berat pada liquid foundation. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diambil secara purposive samping, berupa 10 merk liquid foundation yang telah digunakan selama 3 bulan. Pengujian cemaran bakteri menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) dan cemaran logam berat timbal dan kadmium dianalisis menggunakan spektrofotometri serapan atom. Hasil uji ALT menunjukkan bahwa sembilan sampel memenuhi standar <103 koloni/gr dan satu sampel (F2) melebihi standar, yaitu 2,96x104 koloni/gr, dan terdapat cemaran Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji cemaran logam berat menunjukkan kandungan timbal pada sembilan sampel dalam batas aman < 20 mg/kg dan satu sampel (F2) melebihi standar, yaitu 31,37 mg/kg. Kandungan kadmium pada seluruh sampel masih dalam batas aman, yaitu <5 mg/kg. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa 9 dari 10 sampel diketahui memenuhi standar BPOM No. 12 Tahun 2019 sehingga layak digunakan.
Uji Cemaran dan Identifikasi Bakteri Staphylococcus aureus pada Bumbu Giling di Pasar Tradisional Kota Samarinda Aisyah Mutia Iskandar; Supri Hartini; Sresta Azahra; Tiara Dini Harlita
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i3.8720

Abstract

Ground spice paste is a widely consumed food product sold in traditional markets with varying environmental conditions. Differences between wet and dry stalls may affect environmental sanitation and the microbiological safety of the product, including contamination by Staphylococcus aureus. This study aimed to determine the Total Plate Count (TPC) and identify S. aureus in cooked ground spice pastes sold in traditional markets in Samarinda City. A descriptive observational study was conducted using 12 samples consisting of rendang, soup, and rawon spice pastes collected from wet and dry stalls. TPC was determined using the pour plate method on Plate Count Agar (PCA), while S. aureus was identified using Mannitol Salt Agar (MSA) followed by biochemical tests. Environmental sanitation conditions were assessed through direct observation, and the data were analyzed descriptively. The results showed that all samples met acceptable organoleptic criteria; however, several samples exceeded the maximum TPC limit established by SNI 7388:2009 and were contaminated with S. aureus. Samples exceeding the maximum TPC limit were more frequent in wet stalls (83.3%) than in dry stalls (66.7%), with the highest count found in rendang spice paste. Meanwhile, S. aureus was detected more frequently in wet stalls (50.0%) than in dry stalls (33.3%). The higher descriptive proportions of microbiological contamination in wet stalls coincided with poorer sanitation conditions, including standing water, high humidity, and open storage. These findings indicate that cooked ground spice pastes sold in traditional markets are susceptible to microbiological contamination, particularly in stalls with inadequate sanitation.
Hubungan Lama Menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 terhadap Pertumbuhan Mikroba sebagai Faktor Predisposisi Infeksi Rongga Mulut Sresta Azahra; Tiara Dini Harlita; Deanita Rabiatul Zhadiah Puspitasari; Hutami Putri Pase
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1090

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik. Kadar glukosa saliva pada penderita DM yang meningkat dapat menjadi faktor predisposisi terhadap pertumbuhan mikroba (bakteri dan jamur) yang dapat menyebabkan infeksi rongga mulut. Tujuan: Mengetahui hubungan lama menderita DM tipe 2 terhadap pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut. Metode: Metode penelitian yaitu observasional analitik dan desain cross sectional. Populasi berjumlah 57 penderita DM tipe 2 Puskesmas Harapan Baru, Samarinda dan 33 saliva yang diambil dengan teknik purposive sampling. Identifikasi bakteri dengan media Blood Agar Plate (BAP), pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Identifikasi jamur dilakukan menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), chromagar, pewarnaan LPCB, dan uji germ tube. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil pertumbuhan positif jamur Candida sp. pada 29 responden (87,8 %) dan pertumbuhan positif bakteri Gram positif pada 30 responden (90,9%). Hasil positif pertumbuhan mikroba pada pasien DM  yang menderita ≥3 tahun sebanyak 24 responden (72,7%). Hasil uji statistik didapatkan hasil nilai p= 0,036 (<0,05), artinya terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM dengan pertumbuhan mikroba. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM tipe 2 dengan pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut.
Studi In Vivo Kombinasi Herbal Keji Beling, Binahong, dan Madu Kelulut terhadap Penyembuhan Luka Diabetik Hewan Model Ganea Qorry Aina; Nursalinda Kusumawati; Tiara Dini Harlita; Wirid Triana Dawam
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.847

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) akibat penurunan sekresi insulin oleh pankreas, berkurangnya sensitifitas insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah gangrene/ulkus, yaitu terjadi kerusakan integritas pada kulit yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi perifer sehingga jaringan sekitar luka akan mati atau nekrotik dan mengalami pembusukan. Penggunaan bahan herbal sebagai obat luka terus dikembangkan dalam penelitian maupun pemanfaatannya, diantaranya adalah daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), dan madu kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian ekstrak daun binahong, daun keji beling, dan madu kelulut terhadap penyembuhan luka diabetik menggunakan hewan uji yaitu mencit putih jantan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen murni. Setelah mencit diberi perlakuan, pengukuran diameter luka dimulai pada hari ke-0, 5, 10 dan 15. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji statistik dengan uji One Way Anovamenunjukan nilai p <0,05 yaitu 0,000 yang berarti pemberian kombinasi herbal memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka diabetes. Selanjutnya dilanjutkan uji lanjutan yaitu Uji Duncan’s Multiple Range Test dengan hasil perlakuan yang paling efektif yaitu pemberian kombinasi ekstrak daun binahong dan daun keji beling.
Skrining Fitokimia dan Formulasi Serbuk Effervescent Kombinasi Ekstrak Bawang Dayak dan Jahe Merah sebagai Minuman Kesehatan Saluran Cerna Ganea Qorry Aina; Tiara Dini Harlita
Sinteza Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.295 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i2.7308

Abstract

Infeksi saluran cerna merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat.  Pengendalian suatu penyakit akibat infeksi bakteri dapat juga dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan memanfaatkan tanaman-tanaman obat. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan jahe merah (Zingiber officinale Rosc.  Var.  Rubrum) merupakan tanaman obat yang populer digunakan sebagai obat tradisional untuk saluran cerna. Formulasi herbal kombinasi bawang dayak dan jahe merah dalam bentuk sediaan effervescent sangat menguntungkan. Bentuk sediaan ini mudah diabsorbsi dalam tubuh serta praktis dan menarik untuk dikonsumsi dengan warna, bau, rasa yang enak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dan mendapatkan formulasi yang tepat untuk sediaan serbuk effervescent kombinasi ekstrak bawang dayak dan jahe merah sebagai minuman kesehatan untuk saluran cerna. Skrining fitokimia dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Sedangkan formulasi serbuk effervescent dibuat dalam 3 kelompok dengan formulasi komposisi effervescent mix (asam tartrat, asam sitrat, dan Na bikarbonat) yang berbeda yaitu 50%, 55%, dan 60%. Tahapan penelitian yang dilaksanakan meliputi pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, pembuatan serbuk effervescent, pengamatan organoleptis, dan pengujian sifat fisika kimia serbuk (uji kadar air, kecepatan alir, kompresibilitas, waktu larut, dan pH larutan). Dari hasil skrining fitokimia yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan ekstrak bawang dayak dan jahe merah mengandung golongan senyawa terpenoid, polifenol (fenolik), dan flavonoid yang bersifat antibakteri. Sedangkan dari uji sifat fisik sediaan serbuk effervescent yang menggunakan effervescent mix sebanyak 50% (formula A) menjadi formula terbaik di antara ketiga formula yang dirancang.
Edukasi Keamanan Kosmetik bagi Remaja di Wilayah Harapan Baru Kota Samarinda: Cosmetic Safety Education for Adolescents in Harapan Baru, Samarinda City Tiara Dini Harlita; Ganea Qorry Aina; Sresta Azahra; Nursalinda Kusumawati; Dewi Saraswati
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 7 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i7.12541

Abstract

The increase in cosmetic use among adolescents is supported by the development of social media and the ease of purchasing cosmetic products online. A wide range of information on beauty trends is readily accessible to adolescents, encouraging them to experiment with various cosmetic products. However, not all adolescents fully understand the safety aspects and potential risks of contamination, including heavy metals and microbes, associated with the cosmetics they use, especially with long-term use. This situation underscores the importance of providing educational interventions to enable adolescents to make informed decisions and use cosmetic products safely and legally. The purpose of this community service program was to enhance adolescents’ knowledge and awareness of cosmetic safety, particularly among adolescents in Harapan Baru, Samarinda City. The education was conducted face-to-face through interactive lectures and discussions, followed by pretest and posttest evaluations involving 25 participants. The results showed an increase in the average score from 7.24 to 17.12 after the intervention, with a mean improvement of 9.88 points. The Wilcoxon test indicated a statistically significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.001). Communicative and contextual education has proven effective in improving adolescents’ understanding of cosmetic safety.
Deteksi Cemaran Bakteri Pada Susu UHT Kemasan Dengan Variasi Merek, Suhu, Dan Waktu Penyimpanan Nadiya Putri; Tiara Dini Harlita; Ganea Qorry Aina; Dwi Hendriani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1474

Abstract

Pendahuluan: Susu Ultra High Temperature (UHT) memiliki masa simpan panjang dalam kemasan tertutup, namun berisiko mengalami kontaminasi mikroba setelah kemasan dibuka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeteksi cemaran bakteri pada susu UHT berdasarkan variasi merek, suhu, dan lama penyimpanan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorik deskriptif dengan rancangan observasi serial waktu (time series observation). Penelitian menggunakan 36 unit pengamatan yang terdiri atas tiga merek susu UHT, dua kondisi suhu penyimpanan (23–26 °C dan 5–7 °C), serta enam waktu pengamatan (hari ke-0 hingga hari ke-5). Pemeriksaan meliputi pH, organoleptik, Angka Lempeng Total (ALT), dan identifikasi Staphylococcus aureus. Hasil: Nilai pH susu berkisar 6,108–6,934 dengan kecenderungan menurun selama penyimpanan. Perubahan organoleptik ditemukan pada penyimpanan suhu ruang hari ke-4 dan ke-5. Nilai ALT meningkat seiring bertambahnya lama penyimpanan dan lebih cepat pada suhu ruang dibandingkan suhu kulkas. Sebagian sampel mencapai kategori Terlalu Banyak Untuk Dihitung (TBUD) pada hari ke-4 dan ke-5. S. aureus mulai terdeteksi sejak hari ke-3 penyimpanan dan lebih cepat ditemukan pada suhu ruang. Kesimpulan: Suhu dan lama penyimpanan memengaruhi kualitas fisik dan mikrobiologis susu UHT setelah kemasan dibuka. Penyimpanan pada suhu kulkas lebih efektif mempertahankan kualitas susu dibandingkan suhu ruang.