Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Waktu Penyimpanan terhadap Angka Lempeng Total pada Beberapa Jenis Tahu Widyanti, Pramita Rosela Eka; Harlita, Tiara Dini; Lamri, Lamri
Sinteza Vol. 3 No. 1 (2023): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.859 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v3i1.7917

Abstract

Tahu merupakan sumber protein nabati yang terbuat dari ekstrak kedelai yang digumpalkan dengan asam, ion kalsium atau bahan penggumpal lainnya. Sebagai salah satu bahan makanan yang memiliki kandungan protein yang tinggi, tahu rentan ditumbuhi mikroorganisme. Sumber pencemaran tahu dapat berasal dari bahan baku kedelai atau air yang digunakan selama proses pembuatan tahu. Banyak konsumen tidak langsung mengolah atau membersihkan tahu setelah pembelian menjadi permasalahan yang ditemukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui angka lempeng total bakteri pada tahu berdasarkan waktu penyimpanan yang dijual di Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan melakukan pemeriksaan Angka Lempeng Total. Sampel pada penelitian ini adalah 9 jenis tahu yang berbeda yang dijual di Kota Samarinda dengan metode pengambilan total sampling. Masing-masing tahu diberi perlakuan 2 jenis percobaan yaitu segera dan penundaan 24 jam. Adapun jumlah perlakuan sebanyak 18 kali percobaan yang masing-masing dilakukan dengan 4 kali pengenceran dan 2 pengulangan, maka total perlakuan sebanyak 144 unit percobaan. Kemudian data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil pemeriksaan angka lempeng total pada tahu dari 9 sampel diketahui sebagian besar (6 sampel) memenuhi syarat dan (3 sampel) tidak memenuhi syarat, sesuai SNI 3142 tahun 1992 dengan persyaratan Angka Lempeng Total pada tahu maks. 1,0 x 106. Angka lempeng total tertinggi terdapat pada sampel W2T7 (24 jam) yaitu 4,3 x 106 koloni/g dan terendah pada sampel W1T1 (segera) yaitu 9 x 101 koloni/g. Simpulan dari pemeriksaan angka lempeng total pada tahu berdasarkan waktu penyimpanan yang dijual di Kota Samarinda adalah memenuhi syarat pada perlakuan segera dan tidak memenuhi syarat pada penundaan 24 jam. Dengan hasil tersebut diharapkan bagi konsumen agar lebih memperhatikan proses penyimpanan tahu dan lebih baik tahu yang dibeli segera diolah.
Efektivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan Keji Beling (Strobilanthes crispus Blume) terhadap Escherichia coli pada Ulkus Diabetikum Dwi Pramesti, Deva Amelia; Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 8 No. 1 (2024): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v8i1.790

Abstract

Abstrak Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronik diabetes melitus tipe 2. Salah satu bakteri penyerta yang menginvasif ulkus diabetikum adalah Escherichia coli. Daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan daun keji beling (Strobilanthes crispus Blume.) berpotensi sebagai antibakteri alami karena kandungan senyawa bioaktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun binahong dan keji beling terhadap Escherichia coli. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental menggunakan kombinasi ekstrak perbandingan 1:1 dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Setiap konsentrasi diuji efektivitasnya terhadap Escherichia coli menggunakan metode difusi Kirby Bauer dengan kontrol positif Ciprofloxacin 5 µg dan kontrol negatif aquadest steril. Analisis data yang digunakan adalah uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kombinasi ekstrak terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli. Konsentrasi yang paling efektif dari kombinasi ekstrak adalah 100% sebesar 10,50 mm dan efektivitasnya sebesar 36,84% dengan kontrol positif Ciprofloxacin 5 µg sebesar 28,50 mm. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun binahong dan daun keji beling memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap Escherichia coli, namun potensinya masih di bawah Ciprofloxacin 5 µg. Kata kunci: efektivitas antibakteri, Escherichia coli, ulkus diabetikum   Abstract Diabetic ulcer is a chronic complication of type 2 diabetes mellitus. One of the accompanying bacteria invading diabetic ulcers is Escherichia coli. Binahong leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) and keji beling leaf (Strobilanthes crispus BIume) have potential as natural antibacterials. This study aims to determine the antibacterial effectiveness of combination binahong and keji beling leaf extracts against Escherichia coli. The type of research used is true experimental using a combination of extracts in a 1:1 ratio with concentration variations of 25%, 50%, 75%, and 100%. Each concentration was tested for effectiveness against Escherichia coli using the Kirby Bauer diffusion method with positive control Ciprofloxacin 5 µg and negative control sterile aquadest. Data analysis used was One Way ANOVA Test and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that there was an effect of combination extracts to inhibit the growth of Escherichia coli. The most effective concentration is 100% at 10.50 mm, and its effectiveness is 36.84% with positive control Ciprofloxacin 5 µg at 28.50 mm. It can be concluded that the combination of binahong and keji beling extracts has potential as a natural antibacterial against Escherichia coli, but its potential is still below Ciprofloxacin 5 µg. Keywords: antibacterial effectiveness, Escherichia coli, diabetic ulcer
Uji Efektivitas Eco-enzyme sebagai Hand Sanitizer Alami dalam Meminimalisir Angka Kuman pada Tangan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Nirmala, Nirmala; Harlita, Tiara Dini; Aina, Ganea Qorry; Sukarya , I Gede Andika
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10407

Abstract

Kebersihan tangan merupakan langka penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Hand sanitizer berbahan alkohol efektif membunuh kuman, namun penggunaannya secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu, alternatif berbasis bahan alami seperti eco-enzyme yang berasal dari fermentasi limbah organik seperti kulit jeruk nipis dan daun singkong dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eco-enzyme sebagai hand sanitizer alami dalam meminimalisir angka kuman pada tangan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Penelitian menggunakan metode Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 30 responden. Sampel diambil menggunakan metode swab sebelum dan sesudah penggunaan hand sanitizer alami berbasis eco-enzyme, lalu dikultur pada media PCA menggunakan metode tuang. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan metode Uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan rata-rata angka kuman sebelum penggunaan hand sanitizer alami adalah 9 CFU/cm² dan setelah penggunaan menurun menjadi 5 CFU/cm². Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,006 (p<0,05), maka hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada jumlah angka kuman sebelum dan sesudah penggunaan hand sanitizer berbasis eco-enzyme pada tangan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Dengan demikian, hand sanitizer berbasis eco-enzyme efektif dalam menurunkan angka kuman pada tangan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak dan Rimpang Jahe Merah terhadap Escherichia coli Harlita, Tiara Dini; Astiara, Astiara
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10416

Abstract

Resistensi antibiotik pada penyakit infeksi bakteri saluran cerna dapat diatasi dengan alternatif menggunakan tanaman obat seperti umbi bawang dayak dan rimpang jahe merah. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol umbi bawang dayak dengan rimpang jahe merah serta efektivitasnya dalam menghambat pertumbuhan E. coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu kombinasi ekstrak etanol umbi bawang dayak dan rimpang jahe merah dengan 3 variasi perbandingan 1 : 1, 1 : 2 dan 2 : 1 pada konsentrasi 75 mg/mL. Uji dilakukan terhadap bakteri E. coli menggunakan teknik difusi Kirby Bauer, adapun kontrol positifnya Kloramfenikol 30 μg/mL dan kontrol negatifnya aquadest steril dan Polysorbat 80. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas penghambatan terbaik yang terbentuk dari kombinasi ekstrak perbandingan 2:1 (90,74 %) dengan efektivitas (38,13%). Pada uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai signifikan (p < 0,05) dapat disimpulkan bahwa seluruh perbandingan kombinasi ekstrak yang digunakan memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli, namun potensinya dibawah Kloramfenikol 30 μg/mL. Oleh karena itu, kombinasi ekstrak tidak dapat menggantikan Kloramfenikol 30 μg/mL sebagai antidiare, namun dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit diare yang disebabkan oleh E. coli.
Perbedaan Angka Khamir Saliva Perokok Aktif Konvensional dan Elektrik pada Pekerja Tambang Merrydian S, Gladys; Azahra, Sresta; Harlita, Tiara Dini; Wahyutri, Endah
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10769

Abstract

Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut, termasuk meningkatkan risiko pertumbuhan jamur seperti Candida albicans yang menyebabkan kandidiasis oral. Rokok menghasilkan asap konvensional dari pembakaran tembakau yang mengandung nikotin, tar, karbon monoksida dan logam berat, sedangkan rokok elektrik menghasilkan uap dari cairan nikotin tanpa proses pembakaran. Perbedaan utama pada komposisi kimia dan mekanisme kerja kedua jenis rokok tersebut dapat memberikan dampak yang berbeda terhadap kolonisasi khamir dalam air liur. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan angka khamir air liur perokok aktif konvensional dan elektrik pada pekerja tambang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berupa 50 orang air liur pekerja tambang, terdiri dari 25 orang perokok konvensional dan 25 orang perokok elektrik, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Sampel dianalisis di laboratorium menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), kemudian dihitung dalam satuan CFU/ml. Analisis data menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden usia dewasa awal sebanyak 24 (48%), lama pemakaian rokok ≥ 1 tahun berjumlah 42 (84%). Angka khamir positif lebih banyak ditemukan pada perokok konvensional dengan rata-rata koloni sebesar 431,304 CFU/ml, sedangkan pada perokok elektrik hanya sebesar 0,6 CFU/ml. Pertumbuhan khamir lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa awal sebanyak 10 (20%) dan merokok ≥ 1 tahun sebanyak 21 (42%). Hasil Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0.022 (p<0,05) yang terdapat perbedaan signifikan antara perokok konvensional dan elektrik, dengan angka khamir lebih tinggi ditemukan pada perokok konvensional.
Potensi Kombinasi Ekstrak Keji Beling dan Binahong Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Gram Negatif Penyebab Ulkus Diabetikum HARLITA, TIARA DINI; AINA, GANEA QORRY; AZAHRA, SRESTA
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.844

Abstract

Ulkus diabetikum adalah satu keluhan yang terjadi pada pasien diabetes melitus yang sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan infeksi bakteri hingga gangren diabetik. Penggunaan antibiotik jangka waktu lama dan dosis yang tidak sesuai dapat menimbulkan ketahanan bakteri yang berdampak pada meningkatkan biaya pengobatan dan angka kematian. Oleh karena itu, penggunaan tanaman obat sebagai alternatif untuk pengobatan mulai banyak dimanfaatkan karena lebih aman dalam penggunaan jangka waktu lama seperti pada tanaman binahong dan keji beling berpotensi sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi senyawa yang diperoleh dari ekstrak etanol tanaman keji beling dan bihanong sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram negatif penyebab ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby Bauer terhadap Proteus sp. dan Escherichia coli, kemudian data dianalisis dengan uji ANOVA. Berdasarkan hasil yang didapatkan, baik ekstrak tunggal maupun kombinasi keji beling dan binahong dengan perbandingan 2:1 pada konsentrasi 100 mg/mL memberikan daya hambat terbesar terhadap kedua bakteri. Analisis statistik menunjukkan variasi konsentrasi dan kombinasi berpengaruh nyata (p<0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi kedua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri alami dan berpotensi sebagai agen pendukung penghambatan bakteri penyebab ulkus diabetikum.
Studi In Vivo Kombinasi Herbal Keji Beling, Binahong, dan Madu Kelulut terhadap Penyembuhan Luka Diabetik Hewan Model Aina, Ganea Qorry; Kusumawati, Nursalinda; Harlita, Tiara Dini; Dawam, Wirid Triana
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.847

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) akibat penurunan sekresi insulin oleh pankreas, berkurangnya sensitifitas insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah gangrene/ulkus, yaitu terjadi kerusakan integritas pada kulit yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi perifer sehingga jaringan sekitar luka akan mati atau nekrotik dan mengalami pembusukan. Penggunaan bahan herbal sebagai obat luka terus dikembangkan dalam penelitian maupun pemanfaatannya, diantaranya adalah daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), dan madu kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian ekstrak daun binahong, daun keji beling, dan madu kelulut terhadap penyembuhan luka diabetik menggunakan hewan uji yaitu mencit putih jantan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen murni. Setelah mencit diberi perlakuan, pengukuran diameter luka dimulai pada hari ke-0, 5, 10 dan 15. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji statistik dengan uji One Way Anovamenunjukan nilai p <0,05 yaitu 0,000 yang berarti pemberian kombinasi herbal memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka diabetes. Selanjutnya dilanjutkan uji lanjutan yaitu Uji Duncan’s Multiple Range Test dengan hasil perlakuan yang paling efektif yaitu pemberian kombinasi ekstrak daun binahong dan daun keji beling.