Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Jurnal Tomalebbi

PERSEPSI GURU DAN SISWA T ERHADAP PENERAPAN LIMA HARI SEKOLAH (FULL DAY SCHOOL) DI SMKN 1 PINRANG . HADRIANTI; HASNAWI HARIS; . MUSTARI
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.783 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan, (1) untuk mengetahui persepsi guru terhadap penerapan lima hari sekolah (full day school) di SMKN 1 Pinrang. (2) untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan lima hari sekolah (full day school) di SMKN 1 Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekskriktif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang terdiri dari tiga yaitu : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer yaitu terdiri dari 6 guru dan 10 siswa sedangkan data sekunder yaitu dokumen pendukung lainnya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) persepsi guru mengenai penerapan lima hari sekolah (full day school) pada umumnya guru setuju dengan diterapkannya di SMKN 1 Pinrang karena SMKN adalah sekolah kejuruan yang menggunakan waktu yang cukup panjang untuk melakukan kegiatan praktek kejuruan dan perilaku siswa bisa terawasi selama dilingkungan sekolah. (2) persepsi siswa mengenai penerapan lima hari sekolah (full day school) di SMKN 1 Pinrang pada umumnya siswa tidak setuju karena siswa merasa kelelahan, mengantuk dan bosan sehingga aktivitas kelas tidak kondusif dan motivasi belajar siswa menurun serta waktu istirahat siswa tidak menentu. Kata Kunci : Persepsi, Guru, Siswa, 5 Hari Sekolah   ABSTRACT: This study aims, (1) to determine the teacher's perception of the application of five school days (full day school) at SMK 1 Pinrang. (2) to find out students' perceptions of the application of five school days (full day school) at SMK 1 Pinrang. This study uses a qualitative dexcctive approach. The data collection technique consists of three, namely: observation, interviews, and documentation. In addition, the data sources used are primary data and secondary data. Primary data consists of 6 teachers and 10 students while secondary data is other supporting documents. Based on the results of the study showed that: (1) the teacher's perception of the application of the five school days (full day school) in general, the teacher agreed with the application in SMK 1 Pinrang because SMKN is a vocational school that uses a long time to conduct vocational practice and student behavior can be supervised during the school environment. (2) students' perceptions of the application of five school days (full day school) at 1 Pinrang Vocational School in general, students did not agree because students felt tired, sleepy and bored so that class activities were not conducive and students' learning motivation decreased and students' rest periods were erratic. Keywords: Perception, Teacher, Students, 5 School Days  
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NO 6 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN TAKALAR (STUDI TENTANG ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN TAKALAR) NURLIAH .; HASNAWI HARIS
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 2, Juni 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.452 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam melindungi lahan pertanian produktif, 2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasi peraturan daerah No 6 tahun 2012 tentang Rencana tata Ruang Wilayah Kabupaten Takalar terkait tentang alih fungsi lahan pertanian dan 3) Upaya pemerintah dalam mengoptimalisasikan peraturan daerah No 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupten Takalar terkait tentang alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Takalar yang berjumlah 43 orang, dan sampel sebanyak 7 informan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :1) Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Takalar dalam melindungi lahan pertanian agar tidak beralih fungsi yaitu merumuskan kebijakan teknis di bidang perencanaan melalui penelitian, pembinaan dalam pelaksanaan tugas, fungsi pengawasan, melakukan koordinasi dengan instansi lain, dan melakukan evaluasi dan monitoring, 2) Faktor pendukung implementasi Peraturan Daerah No 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten terkait tentang alih fungsi lahan pertaniann di Kabupaten Takalar yatiu : a) Adanya kebijakan otonomi daerah (desentralisasi), b) Adanya dukungan dari lembaga lain, c) Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Sedangkan faktor penghambat yaitu : a) tingginya ego dari beberapa instansi, b) bisnis perumahan semakin berkembang, dan c) kurangnya kesadaran masyarakat, dan 3) Upaya pemerintah dalam mengoptimalisasikan  Peraturan Daerah No 6 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah terkait tentang alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Takalar yaitu: a) melakukan sosialisasi, b) Melakukan pengawasan, dan c) pengenaan disinsentif dalam pemanfaatan ruang.Kata Kunci : Implementasi Peraturan Daerah, Alih fungsi Lahan Pertanian.This study aims to determine: 1) The Role of Regional Development Planning Board in protecting productive agricultural land, 2) the factors supporting and hindering the implementation of local regulations No. 6 of 2012 regarding plans The Spatial KabupatenTakalar related about the conversion of agricultural land and 3) government efforts to optimize local regulation No. 6 of 2012 on Spatial Planning Kabupten related Takalar on agricultural land conversion. This study is a qualitative descriptive study and the population in this study are all servants of Regional Planning and Development Agency KabupatenTakalar numbering 43 people, and a sample of seven informants. By using purposive sampling technique. Data were collected by interview and documentation. The results of this study show that: 1) The Role of Regional Development Planning Board KabupatenTakalar in protecting agricultural land from being converted is to formulate technical policy in the field of planning through research, training in the implementation of the tasks, functions of monitoring, coordinating with other agencies, and conducting evaluations and monitoring, 2) factors supporting the implementation of the regional Regulation No. 6 of 2012 on Spatial Planning District related on land conversion pertaniann in Takalar yatiu: a) The existence of regional autonomy (decentralization), b) Support from other agencies, c ) public participation in development planning. While the inhibiting factors, namely: a) the high ego from several agencies, b) the housing business is growing, and c) lack of public awareness, and 3) Government efforts to optimize the Regional Regulation No. 6 of 2012 on Spatial Planning and the Territory of conversion agricultural land in Takalar namely: a) to disseminate, b) to supervise, and c) the imposition of disincentives in the utilization of space.Keywords: Implementation of local regulation, transformation of agricultural land.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN FORUM KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT (STUDI DI DESA PANCIRO KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA) HARDIYANTI BAHAR; HASNAWI HARIS
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 4, Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.661 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan (1). Mengetahui latar belakang dari eksistensi forum keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. (2). Mengetahui Persepsi masyarakat terhadap eksistensi forum keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.Desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi kasus yang merupakan salah satu strategi dalam sebuah penelitian kualitatif. Untuk mendapatkan data-data tersebut maka dalam penelitian ini menggunakan proses pengumpulan data dengan metode angket, wawancara,dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik analisis deskriptif. sumber data utama yang dapat dijadikan jawaban terhadap masalah penelitian. Sumber data primer yang dimaksudkan adalah informan utama. Penetapan informan tersebut dilakukan dengan cara purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kita memilih orang sebagai sampel dengan memilih orang yang benar-benar mengetahui atau memiliki kompetensi dengan topik penelitian kita atau mereka yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, dan 32 masyarakat yang terpilih sebagai informan tambahan adalah mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1. Latar belakang dari eksistensi Forum Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa disebabkan karena faktor meningkatnya tingkat kejahatan dikalangan masyarakat, kurang seriusnya aparat penegak hukum dalam menanggulangi tindak kejahatan serta berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum 2. Persepsi masyarakat Desa Panciro pada umumnya sangat setuju dan mendukung keberadaan Forum Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dalam upaya  memberantas pencurian, minuman keras, perjudian dan perzinahan, karena dengan adanya Forum Kemanan dan Ketertiban Masyarakat ini keadaan masyarakat aman dan jarang terjadi kejahatan dikalangan masyarakat di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten GowaKata Kunci: Persepsi, Forum Keamanan dan Ketertiban MasyarakatABSTRACT: This study aimed (1). Knowing the background of the existence of public order and security forum in the village Panciro Bajeng District of Gowa. (2). Knowing the public perception of the existence of public order and security forum in the village Panciro Gowa.Desain District Subdistrict Bajeng study is a case study that is one strategy in a qualitative study. To get the data in this study using the data collection process by the method of questionnaires, interviews, documentation. Technical analysis of the data used in this research is descriptive analysis techniques. The main data sources that can be used as an answer to the problem of research. The primary data source is meant key informants. The informant determination by purposive sampling, the sampling technique with a certain consideration. We choose as a sample by selecting people who actually know or have the competence to research topics we or those who are directly involved in social interactions studied, and 32 people were selected as informants extra is that they can provide information, although not directly involved in social interaction under study. The results of this study indicate that 1. Background of the existence of the Public Order and Safety Forum in the village Panciro Bajeng District of Gowa due to factors increasing crime rate among the public, law enforcement officers are less serious in tackling crime and the decreasing public confidence in the law enforcement agencies 2. The public perception Village Panciro generally strongly agree and support the existence of the Forum for Security and public Order in the fight against theft, liquor, gambling and adultery, because with the Forum Security and public Order is the state of the community is safe and rare crime among the people in the village Panciro Subdistrict Bajeng GowaKeywords: Perception, Public Order and Safety Forum
PEMENUHAN HAK PEKERJA ALIH DAYA STUDI KARYAWAN PT.DWIPUTERA ARUNG MANDIRI PADA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR . SYAINAL; . MUSTARI; HASNAWI HARIS
Jurnal Tomalebbi Volume V, Nomor 1, Maret 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.462 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hak-Hak Pekerja Alih Daya Yang Terdapat Dalam Perjanjian Kejra, (2) Pemenuhan Hak Pekerja Aih Daya Studi Karyawan PT.Dwiputera Arung Mandiri Pada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan sumber data primer adalah Pekerja Alih Daya Karyawan PT.Dwiputera Arung Mandiri, Direktur PT.Dwiputera Arung Mandiri dan juga Pimpimam Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar dalam hal ini Dekan.Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakant eknik analisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara umum pemenuhan Hak-hak pekerja alih daya karyawan PT.Dwiputera Arung Mandiri yang berada di fakultas ilmu sosial universitas Negeri Makassar sepenuhnya belum terpehuni. Misal Hak upah lembur dan cuti haid bagi pekerja perempuan, (2) Meskipun kondisi dilapangan dibandingkan dengan regulasi yang ada hak para pekerja alih daya belum sepenuhnya terpenuhi tetapi secara umum mereka puas dengan apa yang mereka dapatkan selama ini Kata Kunci: Pemenuhan Hak Pekerja Alih Daya.   ABSTRACT: This study aims to find out: (1) the Rights of Workers Transferring Out of the Kejra Agreement, (2) Meeting the Rights of Aih Daya Workers to Study Employees of PT.Dwiputera Arung Mandiri at the Faculty of Social Sciences Makassar State University. To achieve this goal the researcher uses data collection techniques through observation, interviews and documentation. With primary data sources are Employee Outsourcing Workers of PT. Dwiputera Arung Mandiri, Director of PT. Dwiputera Arung Mandiri and also Pimpimam Faculty of Social Sciences, Makassar State University, in this case the Dean. Data obtained from the research results were processed using descriptive qualitative analysis techniques. The results showed that: (1) In general, the fulfillment of the rights of employees of PT. Dwiputera Arung Mandiri's employees who were in the social science faculty of Makassar State University was completely unoccupied. For example the rights of overtime pay and menstruation leave for female workers, (2) Even though the conditions in the field compared to the existing regulations the rights of outsourced workers have not been fully fulfilled but in general they are satisfied with what they have received so far Keywords: Fulfillment of Workers' Rights Over Power