Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Identifikasi Tutupan Terumbu Karang Di Gili Meno Auliya Akraboelittaqwa; Sri Astuty; Ayi Yustiati; Wardatul Jannah
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol 1 No 1 (2020): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.579 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi dan mengetahui kondisi ekosistem terumbu karang, menggunakan metode survei dengan melakukan pengamatan tutupan terumbu karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT), Untuk pengukuran parameter fisika-kimia air dilakukan secara insitu pada tiap stasiun dengan masing-masing dilakukan pada setiap stasiun penelitian. Data yang diperoleh diolah kemudian dianalisis secara deskriptif tiap stasiunnya untuk menentukan kondisi terumbu karang didukung dengan kondisi fisika-kimia perairan. Kondisi terumbu karang di perairan Gili Meno secara rata-rata masuk dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil pengamatan dengan metode Line Intercept Transect (LIT) persentase karang keras (hard coral) di perairan Gili Meno secara rata-rata memiliki persentase sebesar 24,19% sedangkan karang mati (dead coral) sebesar 12,82%. Rata-rata persentase tutupan komponen algae yakni sebesar 0%, sedangkan komponen other fauna dan abiotic berturut-turut sebesar 12,17% dan 56,41%. Keadaan perairan di Gili Meno cukup optimal bagi kehidupan ekosistem terumbu karang. Suhu yang optimal, salinitas yang normal serta kecerahan yang mencapai 100% serta oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh biota laut menunjang untuk keberlangsungan hidup ekosistem terumbu karang. Kondisi fisika kimia perairan di Gili Meno banyak dipengaruhi oleh Arus Lintas Indonesia (Arlindo) karena Selat Lombok merupakan salah satu jalur dari Arlindo. Abstract: This research aims to inventory and determine the condition of the coral reef ecosystem, used a survey method by observing coral reef cover using the Line Intercept Transect (LIT) method. The measurement of the physico-chemical parameters of water was carried out in-situ at each station with each carried out at each research station. The data obtained were processed then analyzed descriptively for each station to determine the condition of coral reefs supported by the physico-chemical conditions of the waters. On average, the condition of coral reefs in Gili Meno waters is in the medium category. Based on observations using the Line Intercept Transect (LIT) method, the percentage of hard corals in Gili Meno waters has an average percentage of 24.19% while dead coral is 12.82%. The average percentage cover of the algae component is 0%, while the other fauna and abiotic components are 12.17% and 56.41%,. The condition of the waters in Gili Meno is quite optimal for the life of the coral reef ecosystem. Optimal temperature, normal salinity and brightness that reaches 100% and dissolved oxygen needed by marine life support the survival of coral reef ecosystems. The physical and chemical conditions of the waters in Gili Meno are heavily influenced by the Indonesian Cross Flow (Arlindo) because the Lombok Strait is one of the routes from Arlindo.
Produktivitas Budidaya Ikan dalam Berbagai Konstruksi Sistem Akuaponik (Review) Hasna Nabila Shobihah; Ayi Yustiati; Yuli Andriani
Akuatika Indonesia Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v7i1.39441

Abstract

Sistem Akuaponik merupakan sistem saling menguntungkan antara tanaman dan ikan, sistem terintegrasi sederhana antara akuakultur dengan hidroponik dimana limbah budidaya ikan berupa sisa metabolisme dan sisa pakan dijadikan sebagai pupuk untuk tanaman. Prinsipnya, akuaponik menggunakan sistem resirkulasi dimana air yang berasal dari wadah pemeliharaan ikan akan dialirkan kembali ke dalam wadah tersebut melalui proses filtrasi. Saat ini terdapat beragam konstruksi akuaponik diantaranya deep water culture (DWC), nutrient film technique (NFT) dan media bed. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis konstruksi sistem akuaponik yang paling efektif digunakan untuk kegiatan budidaya ikan sehingga menghasilkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif dari berbagai literatur dan hasil-hasil penelitian yang telah dipublikasikan, baik dari buku, jurnal nasional ataupun jurnal internasional. Berdasarkan perbandingan dari hasil penelitian terdahulu dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem akuaponik dengan konstruksi NFT lebih efektif dibandingkan dengan konstruksi lainnya yaitu DWC dan media bed. Sistem akuaponik dengan model konstruksi NFT menghasilkan pertambahan berat pada ikan lele sebanyak 11,25 gram/ekor dengan kelangsungan hidup benih ikan lele sebesar 93%, pada ikan nila menghasilkan rata-rata tingkat kelangsungan hidup sebesar 95%, dan pada ikan muray cod menghasilkan kelangsungan hidup 100% dengan laju pertumbuhan spesifik 1,09%/hari.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Cara Budidaya Ikan Hias di Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung Alifia Ajmala Palsa; Ayi Yustiati
Media Kontak Tani Ternak Vol 5, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v5i2.45591

Abstract

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya memberdayakan suatu kelompok yang rentan terhadap kemiskinan. Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan pelatihan. Budidaya ikan hias kini sedang menjadi primadona di sektor perikanan. Hal ini menjadi pendorong Bidang Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kota Bandung dalam memberdayakan masyarakat Kecamatan Cibeunying Kaler mengenai cara budidaya ikan hias yang baik dan benar. Kegiatan pelatihan di Kantor Kecamatan Cibeunying Kaler dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2022. Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah memperluas pengetahuan mengenai cara budidaya ikan hias, memberdayakan masyarakat dalam peningkatan keterampilan, dan memberikan ide peluang usaha yang dapat menambah pendapatan. Metode yang digunakan adalah presentasi, tanya jawab, dan praktik langsung cara berbudidaya ikan hias. Kegiatan pelatihan ini dimulai dari tahap persiapan, pemberian materi, dan praktik langsung. Kegiatan pelatihan cara budidaya ikan hias di Kecamatan Cibeunying Kaler dapat diselenggarakan dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun. Peserta kegiatan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan cara budidaya ikan hias ini. Peserta aktif bertanya selama proses diskusi berlangsung. Kegiatan pelatihan ini menambah wawasan dan menumbuhkan ketertarikan peserta terhadap budidaya ikan hias platy, corydoras, duboisi, dan denisonii. Selain itu, menumbuhkan pula semangat wirausaha peserta yang sudah pernah berbudidaya ikan untuk hobi.
Fish Community Structure The Dry Season in The Cipeles River, Sumedang Regency, West Java Province, Indonesia Ayi Yustiati; Rostika Rostika; Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi; Titin Herawati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 16, No 2 (2023): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v16i2.30665

Abstract

AbstractCipeles River is a sub-watershed of the Cimanuk River that flows in Sumedang Regency, Indonesia. The upstream is located in Sukasari District and flows into Tomo District. This study aimed to determine the fish community structure in the Cipeles River during the dry season. This research was conducted from September to December 2020 using field observation methods and purposive sampling techniques at three stations (Station 1 at 6°48′59.5″S and 108°01′22.5″E; Station 2 at 6°48′56.2″S and 108°01′32.3″E; and Station 3 at 6°47′3.7″S and 108°05′44″E) data analysis employed descriptive-comparative. Parameters observed are abundance, diversity, dominance, uniformity, community structure, and water quality. The results showed that from 566 caught fish the diversity index is low with a value of 0.86–0.89, a moderate dominance index with a value of 0.55–0.62, and a low uniformity index of 0.16–0.17. Based on the three index values, it can be concluded that the fish community structure the dry season in the Cipeles River is categorized as depressed, caused by the high influence of total suspended solids that have exceeded the water quality threshold value for fisheries (according to regulation of the Government of the Republic of Indonesia Number 22 of 2021 on Spatial Management) with concentrations ranging from 67 mgL-1 to 74 mgL-1.AbstrakSungai Cipeles merupakan sub DAS dari Sungai Cimanuk yang mengalir di Kabupaten Sumedang, Indonesia. Hulunya terletak di Kecamatan Sukasari dan mengalir ke Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas ikan di Sungai Cipeles pada musim kemarau. Penelitian dilakukan pada bulan September hingga Desember 2020 dengan menggunakan metode pengamatan lapangan dan teknik purposive sampling pada tiga stasiun (Stasiun 1 di 6°48′59.5″LS dan 108°01′22.5″BT, Stasiun 2 di 6°48′56.2″ S dan 108°01′32.3″BT, dan Stasiun 3 di 6°47′3.7″LS dan 108°05′44″E). Analisis data menggunakan deskriptif-komparatif. Parameter yang diamati adalah kelimpahan, keragaman, dominasi, keseragaman, struktur komunitas, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 566 ikan yang ditangkap indeks keragamannya rendah dengan nilai 0,86–0,89, indeks dominansi sedang dengan nilai 0,55–0,62, dan indeks keseragaman rendah 0,16–0,17. Berdasarkan ketiga nilai indeks tersebut dapat disimpulkan bahwa struktur komunitas ikan pada musim kemarau di Sungai Cipeles dikategorikan tertekan, disebabkan oleh tingginya pengaruh total padatan tersuspensi yang telah melebihi nilai ambang batas kualitas air untuk perikanan (menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penataan Ruang) dengan konsentrasi berkisar antara 67 mgL-1 sampai dengan 74 mgL-1.