Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Edukasi Terapeutik untuk Meningkatkan Kepatuhan Pembatasan Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronik Marini, Lutfiana Arum Putri; Enikmawati, Anik; Suyanti, Suyanti; Widyastuti, Yuli
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 1 (2024): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i1.1516

Abstract

Latar belakang : Ketidakpatuhan pada pasien hemodialisa dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satu ketidakpatuhan yang sering terjadi yaitu mengenai kepatuhan pembatasan cairan. Akibat dari ketidakpatuhan tersebut dapat menyebabkan penumpukan cairan didalam tubuh dan zat lainya sehingga menyebabkan pasien merasa tidak nyaman hingga berakhir kematian. Warga kota Surakarta yang menjalani hemodialisa terdaftar sebagai penerima JKN berjumlah 586.166 jiwa. Oleh karena itu, Upaya yang dapat dilakukan salah satunya pemberian edukasi yang efektif. Edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan dapat membantu pasien menigkatkan kepatuhan dan kualitas hidup. Tujuan : Untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi terapeutik terhadap kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa terhadap pembatasan cairan. Metode : penelitian ini  menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan one group pre-test – post-test design. Pengambilan sample penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 36 responden dan menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner data demografi dan lembar observasi interdialytic body weight gains (IDWG). Hasil : penelitian ini menunjukan hasil nilai kepatuhan pembatasan cairan IDWG sebanyak 75% dan hasil uji analisis 0,004 yang dimana p=<0,05. Kesimpulan : Edukasi terapeutik meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan pasien gagal ginjal kronik terhadap pembatasan cairan, mengurangi risiko komplikasi seperti edema, hipertensi dan masalah jantung, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
Efektivitas Kombinasi Buah Nanas Dan Rimpang Kencur Sebagai Alternatif Upaya Dalam Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Handayani, Sri; Enikmawati, Anik; Wjayanti, Wjayanti
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.3720

Abstract

Hypertension is a significant global health problem, with high prevalence in Indonesia, especially in Sukoharjo Regency. This study aims to evaluate the effectiveness of a combination of pineapple (Ananas comosus) and galangal rhizome (Kaempferia galanga) as a non-pharmacological alternative in lowering blood pressure in hypertension sufferers. Using a quasi-experimental one group pre-post test design, this study involved 24 respondents in Polokarto District, Sukoharjo Regency. The intervention consisted of giving boiled 10 grams of pineapple fruit and 5 grams of galangal rhizome in 200 ml of water, consumed three times a day for seven days. Blood pressure was measured before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. Data analysis used the Paired Sample t-Test. The results showed a significant reduction in systolic (from 159.29 ± 12.31 mmHg to 145.67 ± 9.48 mmHg, p < 0.000) and diastolic (from 94.67 ± 11.52 mmHg to 84.71 ± 8.29 mmHg, p < 0.000) blood pressure. The effectiveness of this combination is associated with the bromelain content in pineapple which has anti-inflammatory and diuretic effects, as well as the potassium content and diuretic compounds in galangal. This research concludes that the combination of pineapple and galangal rhizome is effective in lowering blood pressure in hypertension sufferers, offering a potential natural alternative in hypertension management. However, further research is needed to explore the mechanism of action, optimal dosage, and long-term effectiveness of this combination in broader clinical use.
OPTIMALISASI PROGRAM POSYANTREN (POSYANDU PESANTREN) LANSIA UNTUK MEWUJUDKAN LANSIA SEHAT DAN BERTAQWA Handayani, Sri; Enikmawati, Anik
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.588

Abstract

Populasi lanjut usia saat ini semakin meningkat. Oleh karena itu, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan lanjut usia yang ditujukan untuk mencapai masa tua bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Sebagai wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada kelompok lanjut usia ini, pemerintah telah mencanangkan pelayanan di tingkat masyarakat yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lansia. Berdasarkan data dari wawancara dengan ketua Posyandu Lansia RW 09 Tanjung, diketahui bahwa pengelolaan posyandu masih seadanya karena keterbatasan tenaga dan fasilitas. Selain itu, banyak lansia yang kurang sadar akan kesehatan dan masih berorientasi pada kehidupan dunia. Keterbatasan pengelola juga menjadi faktor, karena pengurus hanya terdiri dari tiga orang tanpa adanya kader yang memadai. Partisipasi lansia juga rendah, dengan hanya 20-25 lansia yang aktif dari total 107 lansia terdaftar pada Februari 2024. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memberikan pelatihan manajemen posyandu lansia dan membentuk program pesantren lansia dengan kurikulum yang terstruktur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah studi pendahuluan, koordinasi dengan mitra, dan pelaksanaan pelatihan. Setelah pelatihan, pengetahuan tentang manajemen posyandu lansia meningkat secara signifikan. Sebelum pelatihan, 80% peserta memiliki pengetahuan yang kurang, namun setelah pelatihan, 80% peserta memiliki pengetahuan yang baik. Diharapkan, program ini dapat membantu mewujudkan lansia yang sehat secara fisik dan mental serta lebih bertaqwa.