Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Berkelanjutan(Continuity Of Care) Pada Ibu Inpartu Ny.D Dengan Ruptur Perenium Derajat II Di Klinik Pratama Sarfina Kec,Medan Polonia Provinsi Sumatra Utara Tahun 2026 Mei Elizabeth Simatupang; Ribur Sinaga; Rumondang Sitorus; Siska Suci Triana Ginting; Sarfina Sembiring
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62297

Abstract

Latar Belakang: Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan agar kesehatan ibu dan bayi semakin baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah asuhan kebidanan Continuity of Care (CoC), yaitu pendampingan ibu secara berkelanjutan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Berdasarkan survei di Klinik Pratama Sarfina Sembiring Kecamatan Medan Polonia Tahun 2025, ditemukan Ny.D usia 25 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 26 minggu 4 hari, dengan kunjungan ANC yang belum sesuai standar dan mengalami ruptur perineum derajat II saat persalinan. Tujuan: Melaksanakan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada Ny.D menggunakan manajemen kebidanan Helen Varney dan dokumentasi SOAP. Metode:Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care melalui pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan dokumentasi. Hasil: Asuhan diberikan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Persalinan berlangsung normal dengan bayi lahir spontan berat badan 3.200 gram, namun terjadi ruptur perineum derajat II yang ditangani dengan penjahitan luka. Kondisi ibu dan bayi selama nifas dan masa neonatal tetap baik tanpa komplikasi. Kesimpulan: Asuhan kebidanan Continuity of Care membantu memberikan pelayanan yang menyeluruh serta mendukung deteksi dan penanganan masalah sejak dini pada ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity Of Care) Pada Ibu Hamil Ny.D Dengan Hipertensi Gestasional di Klinik Praktek Mandiribidan Deby Cyntiakec. Medan Amplas Sumatra Utara Tahun 2026 Lisa Amelia Nurhadina; Ribur Sinaga; Rumondang Sitorus; Siska Suci Triana Ginting; Deby Cyntia Yun
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62315

Abstract

Tingginya angka komplikasi akibat hipertensi dalam kehamilan memerlukan deteksi dini dan penatalaksanaan sesuai standar kebidanan guna mendukung pencapaian target SDG 3. Hipertensi gestasional ditandai dengan peningkatan tekanan darah  setelah usia kehamilan 20 minggu tanpa proteinuria. Tujuan mampu melaksanakan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. D secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana dengan pendekatan manajemen Helen Varney dan pendokumentasian SOAP di PMB Deby Cyntia Medan Amplas Tahun 2026. Metode penelitian deskriptif dengan desain studi kasus menggunakan pendekatan Continuity of Care (CoC) dan manajemen 7 langkah Helen Varney serta pendokumentasian SOAP. Subjek penelitian adalah Ny. D usia 33 tahun G3P2A0. Hasil asuhan kehamilan pada usia gestasi 27 minggu 1 hari menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg tanpa proteinuria, terdiagnosa hipertensi gestasional. Penatalaksanaan yang diberikan meliputi pemantauan TTV rutin, diet rendah garam, istirahat cukup, dan relaksasi. Pada kunjungan selanjutnya tekanan darah terkontrol (130/90 mmHg). Proses persalinan berlangsung spontan dan normal tanpa komplikasi. Masa nifas, BBL, dan pelayanan KB berjalan normal dan teratur. Kesimpulan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) terbukti efektif dalam memantau, mencegah komplikasi, serta menstabilkan kondisi ibu hamil dengan hipertensi gestasional hingga masa nifas dan pelayanan KB.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan(Continuity Of Care) Pada Ibu Inpartu Ny.D Dengan Ruptur Perenium Derajat II di Klinik Pratama Sarfina Kec,Medan Polonia Provinsi Sumatra Utara Tahun 2026 Kristina Kristina; Siska Suci Triana Ginting; Rosmani Sinaga; Basaria Manurung; Desna Elfita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62316

Abstract

Indonesia menetapkan target SDGs ke-3 untuk menurunkan angka kematian neonatus menjadi 12 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Pada tahun 2019, tercatat 20.244 kematian neonatus, dengan 5.464 kasus (27%) disebabkan oleh asfiksia neonatorum. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care) pada bayi baru lahir dengan asfiksia ringan di Praktik Mandiri Bidan Desna Elfita Tahun 2026 melalui pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan dokumentasi asuhan dari kehamilan hingga keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney dan dokumentasi SOAP melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif dan berkelanjutan membantu penanganan asfiksia ringan, ditandai dengan perbaikan kondisi bayi setelah dilakukan penjagaan kehangatan, pengisapan lendir, pemantauan pernapasan, dan asuhan sesuai standar, serta pemberian edukasi kepada ibu mengenai perawatan bayi, ASI eksklusif, tanda bahaya, dan kunjungan ulang. Saran asuhan kebidanan Continuity of Care diberikan kepada Ny. S mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir.
Asuhan Manajemen Berkelanjutan Pada Ny. M dengan Ruptur Perineum Derajat II Evi Masri Rumaijuk; Siska Suci Triana Ginting; Siti Nurmawan Sinaga; Isyos Sari Sembiring; Elvi Diana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62481

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), setiap harinya sekitar 830 ibu di seluruh dunia meninggal akibat komplikasi yang terjadi selama kehamilan dan persalinan. Di Indonesia, sekitar 75% kematian ibu disebabkan oleh perdarahan, hipertensi, dan infeksi (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2019). Data Kementerian Kesehatan tahun 2022 menunjukkan bahwa angka kematian ibu (AKI) di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021, jumlah kematian ibu meningkat hingga 59,69% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyebab utama yang paling banyak adalah perdarahan sebanyak 1.330 kasus.(KEMENKES, 2022). Berdasarkan laporan profil kesehatan ibu dan anak, pada tahun 2020 tercatat sekitar 6 juta persalinan,dengan 30% diantaranya mengalami pendarahan tersebut adalah robekan perenum yang menyumbang sekitar 305 dari kasusperdarahan Tujuan memberikan asuhan kebidanan yang komperehensif secara berksinambungan (continuity of care ) pada ibu hamil, bersalin,ibu nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana melalui pendekatan dan pengkajian dengan menggunakan 7 langkah helen varney dan dokumentasi SOAP. Metode desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan jenis penelitian studi kasus. Subyek penelitian adalah ibu hamil normal dengan usia kehamilan 28  minggu 5 hari. Waktu penelitian dilakukan pada Bulan oktober sampai dengan januari  2026. Hasil adanya terjadi kasus pada ny.m pada persalinan kala IV dengan rupture perenium derajat II dan telah teratasi. Saran: Bagi klinik pratama elvi diana diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir sehingga menjadi klinik yang lebih baik.
Implementation of Continuity of Midwifery Care for Pregnant Women With Mild Anemia: A Case Study Niska Wati Waruwu; Nur Azizah; Siska Suci Triana Ginting; Kamelia Sinaga; Desna Elfita Sari
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v6i2.6642

Abstract

Anemia during pregnancy remains one of the most common nutritional and public health problems worldwide and is associated with increased maternal and neonatal morbidity. It is clinically defined as a hemoglobin (Hb) level below 11 g/dL during pregnancy, indicating an insufficient number of red blood cells to meet the oxygen demands of both the mother and the fetus. Based on hemoglobin concentration, anemia is classified into three categories: mild anemia (Hb 10.0–10.9 g/dL), moderate anemia (Hb 7.0–9.9 g/dL), and severe anemia (Hb <7.0 g/dL). Pregnant women with anemia are at greater risk of fatigue, dizziness, infection, postpartum hemorrhage, preterm birth, low birth weight, and other adverse pregnancy outcomes. According to the World Health Organization, anemia continues to affect a substantial proportion of pregnant women globally, making early detection and appropriate management essential. Continuity of Midwifery Care (CoMC) is a comprehensive, woman-centered approach that provides continuous and integrated care throughout pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborn care, and family planning. This model promotes early identification of maternal health problems, timely interventions, and ongoing health education to improve maternal and neonatal outcomes. Therefore, implementing Continuity of Midwifery Care for pregnant women with mild anemia is expected to optimize maternal health status, reduce pregnancy-related complications, and ensure safe and high-quality maternity care.