Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Aplikasi Telemedicine terhadap Perubahan Perilaku Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi Wirawati, Maulidta Karunianingtyas; Prihati, Dyah Restuning; Sugiharto, Sigit
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 10 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i10.4636

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi masih menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian hipertensi. Perkembangan teknologi digital, khususnya telemedicine, menawarkan solusi inovatif melalui fitur pengingat minum obat, pencatatan tekanan darah, serta komunikasi jarak jauh dengan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan aplikasi telemedicine terhadap perubahan kepatuhan minum obat dan tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tambakaji. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre–post test design without control. Sebanyak 20 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dilibatkan. Data kepatuhan obat dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test, sedangkan perubahan tekanan darah dianalisis dengan Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi telemedicine mampu meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat (Z = -2,111 dengan p = 0,035). Sebanyak 7 responden mengalami peningkatan kepatuhan, 12 tetap, dan 1 menurun. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik (p = 0,501) maupun diastolik (p = 0,278) sebelum dan sesudah intervensi. Penggunaan telemedicine meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi, tetapi belum berdampak signifikan terhadap perubahan tekanan darah dalam periode penelitian ini. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel lebih besar dan durasi intervensi lebih panjang diperlukan untuk memperkuat temuan ini.
MANAJEMEN LUKA TEKAN PADA CAREGIVER DAN LANSIA DI PANTI WREDA HARAPAN IBU Carolina, Cindy Nuranita; Prihati, Dyah Restuning
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 1 (Maret) (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i1.134

Abstract

Lansia merupakan masa berkurangnya kemampuan mental dan fisik yang diawali dengan perubahan hidup. Lansia pada kelompok rawan ini terjadi karena melemahnya daya tahan tubuh pada lansia. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan fungsi degeneratif yang meningkatkan kejadian penyakit kronis dan kecacatan. Luka tekan (Pressure Ulcer) pada lanjut usia masih ditemukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan caregiver dan lansia tentang manajemen luka tekan di Panti Wreda Harapan Ibu. Pemberian promosi kesehatan tentang manajemen luka tekan dalam bentuk ceramah dan demonstrasi. Evaluasi kegiatan dilakukan pre test dan post test. Setelah diberikan promosi kesehatan terkait luka tekan terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 80% untuk yang memiliki pengetahuan baik dan mengalami penurunan 20% untuk yang memiliki pengetahuan kurang. Promosi kesehatan pada caregiver dan lansia tentang manajemen luka tekan dilakukan untuk menambah pengetahuan serta mampu mengaplikasikan cara perawatan luka tekan di Panti Wreda Harapan Ibu.Kata Kunci : Caregiver, Lansia, Manajement Luka Tekan
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN TENTANG DIABETES SELF MANAGEMENT DI KECAMATAN TUGU Prihati, Dyah Restuning; Prasetyorini, Heny
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.150

Abstract

Hyperglycaemia causes circulatory obstruction especially in the lower legs. Blockages that appear in the flow of medium or large blood vessels in the legs cause diabetic gangrene. Self-management of diabetes for DM patients includes dietary management, daily activities and exercise, regular medication and avoiding stress. Objective: Community service activities are expected to increase the knowledge of health cadres about diabetes self management. Methods: provision of material on diabetes self management and demonstration of stress management in DM patients with progressive muscle relaxation. Evaluation of activities is carried out by distributing knowledge questionnaires about diabetes self management. Results: PKM participants before being given material about diabetes self management mostly lacked 70% knowledge level. Meanwhile, after being given material about diabetes self management, most of the knowledge levels were good at 90%. The output results include journal publications and publications in online media. Conclusion: Education about diabetes self management can increase the knowledge of cadres in the Tugu District area, besides that it is expected to be able to identify and prevent people who have a risk of DM disease.
PKM Promkes Kelompok Masyarakat Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Masa Pandemi COVID-19 di Kelurahan Bangetayu Wetan Supriyanti, Endang; Prihati, Dyah Restuning; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i1.50

Abstract

Adaptasi kebiasaan baru adalah tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Salah satu upaya untuk mewujudkan penerapan  adaptasi kebiasaan baru oleh semua masyarakat adalah dengan sosialisasi yaitu memberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Masyarakat kelurahan Bangetayu Wetan belum tahu tentang arti dari adapatasi kebiasaan baru karena belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang perilaku adaptasi kebiasaan baru. Kelurahan Bangetayu Wetan terletak sekitar 18 KM dari Universitas Widya Husada Semarang, merupakan kelurahan dengan kasus konfirmasi positif COVID-19 cukup tinggi. Sebagian besar masyarakat tidak patuh memakai masker pada saat keluar rumah dan beranggapan bahwa new normal adalah kembali hidup normal seperti sebelum terjadi pandemi covid-19. Tujuan dari pelaksanaan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan dan mengembangkan perilaku sehat untuk mencegah penularan COVID -19 khususnya di wilayah RT 11 RW 02 Bangetayu Wetan. Setelah dilakukan kegiatan PKM ini terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat RT 11 RW 02 Bangetayu Wetan khususnya memakai masker dan mencuci tangan. Akan tetapi perubahan perilaku belum optimal karena masyarakat beranggapan wilayahnya masih aman dari COVID-19.
PROMKES PERAWATAN PENYAKIT KULIT DAN CACINGAN PANTI SOSIAL ANAK Prihati, Dyah Restuning; Supriyanti, Endang; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i1.55

Abstract

Faktor penyebab terjadinya penyakit kulit adalah kurang kebersihan pribadi meliputi kebersihan kulit, kebersihan rambut dan kulit kepala, serta kebersihan kuku. Kebiasaan personal hygiene yang kurang baik disebabkan oleh faktor keterbatasan informasi karena kurangnya pendidikan kesehatan di Panti asuhan. Panti asuhan memiliki risiko penularan penyakit kulit di antara penghuni panti asuhan. Identifikasi permasalahan yang berhubungan mitra yaitu pengetahuan penghuni panti sosial anak tentang masalah penyakit kulit dan cacingan masih kurang, belum ada penyuluhan tentang masalah penyakit kulit dan cacingan oleh petugas kesehatan, serta tidak adanya kader kesehatan di Panti Sosial yang membantu memberikan edukasi tentang penyakit kulit dan cacingan. Tujuan kegiatan PKM ini untuk menambah pengetahuan penghuni Panti Sosial Anak Kyai Ageng Fatah tentang penyakit kulit dan cacingan. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan yang meliputi penyuluhan penyakit kulit dan cacingan, pembentukan kader kesehatan, dan demonstrasi cuci tangan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan sebanyak 30 (75%) anak mengalami peningkatan pengetahuan tentang penyakit kulit dan cacingan serta sebanyak 40 (100%) anak mampu melakukan cuci tangan. Upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran penghuni Panti Sosial Anak Kyai Ageng Fatah dan mengembangkan upaya deteksi dini untuk menurunkan morbiditas akibat kurangnya personal hygiene.
Pengaruh Pelaksanaan Peer Grup Education terhadap Pencegahan Kehamilan Beresiko Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kecamatan Tugu Semarang Prasetyorini, Heny; Prihati, Dyah Restuning
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i3.11694

Abstract

ABSTRACT Peer group education is an alternative in natural learning efforts with peers who have something in common so that they are able to strengthen each other and learn from each other and share experiences related to the knowledge possessed by the Government. with the efforts of pregnant women classes. From the strategic plan, several inhibiting factors were found in achieving success, including the uneven availability of health workers and health facilities, especially in remote, border and island areas, so that assistance is still needed through peer group education for pregnant women. To determine the effect before and after the implementation of peer group education on preventing risky pregnancies in pregnant women in the Tugu sub-district area of Semarang. This study used a pre-experimental research design with a one group pretest-posttest design. Peer group education in pregnant women was measured before and after to prevent risky pregnancies. The study population consisted of 39 people. The time of the study was March – August 2023. In this study, the researchers collected data using an instrument in the form of a questionnaire covering the characteristics of the respondents, knowledge about preventing risky pregnancies. The results of this study indicate that there is an increase in knowledge before and after being given peer group education to pregnant women in efforts to prevent high-risk pregnancies. And the results from the Wilcoxon test obtained a Z value of -5.588 and Asymp. Sig (2-tailed) 0.000 or equal to p-value <0.05, which means that there is an effect of peer group education on the level of knowledge of pregnant women. The results of the Pilla's Trace test for age, education, occupation and history of at-risk pregnancies affect the level of knowledge of pregnant women after being given peer group education interventions in efforts to prevent at-risk pregnancies. That age, education, occupation and history of risky pregnancies affect the level of knowledge of pregnant women after being given peer group education interventions in efforts to prevent at-risk pregnancies. Keywords: Peer Group Education, Prevention of Risky Pregnancy  ABSTRAK Peer grup  education menjadi sebuah alternatif dalam upaya pembelajaran secara alamiah bersama teman sebaya yang memiliki kesamaan sehingga mampu saling menguatkan dan saling belajar serta berbagi pengalaman terkait dengan pengetahuan yang dimiliki Pemerintah telah melakukan upaya dalam pencegahan kehamilan beresiko dengan membuat rencana strategi Kemenkes tahun 2020-2024 yaitu dengan adanya upaya kelas ibu hamil. Dari rencana strategi tersebut masih ditemukan beberapa factor penghambat dalam capaian keberhasilan diantara nya adalah ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang belum merata, terutama di daerah-daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan sehingga masih diperlukan pendampingan melalui peer grup education pada ibu hamil. Untuk mengetahui pengaruh sebelum dan setelah pelaksanaan peer group education terhadap pencegahan kehamilan beresiko pada ibu hamil di wilayah kecamatan Tugu Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Peer grup education pada ibu hamil diukur sebelum dan setelah untuk mencegah terjadinya kehamilan beresiko Populasi pada penelitian sebanyak 39 orang. Waktu penelitian bulan Maret – Agustus 2023. Pada penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner meliputi karakteristik responden, pengetahuan tentang pencegahan kehamilan beresiko. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah di berikan peer group education pada ibu hamil dalam Upaya pencegahan kehamilan beresiko. Dan  hasil dari uji Wilcoxon didapatkan nilai Z -5,588 dan Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 atau sama dengan p-value < 0,05 yang artinya ada pengaruh peer group education terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil. Hasil dari uji Pilla’sTrace usia, Pendidikan, pekerjaan dan Riwayat kehamilan beresiko berpengaruh  terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil setelah diberikan intervensi peer group education dalam Upaya pencegahan kehamilan  beresiko. Bahwa usia, Pendidikan, pekerjaan dan Riwayat kehamilan beresiko berpengaruh  terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil setelah diberikan intervensi peer group education dalam Upaya pencegahan kehamilan  beresiko. Kata Kunci: Peer Group Education,Pencegahan Kehamilan Beresiko
Hubungan Depresi Dengan Kelelahan Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Syafira, Deby Ayu; Prihati, Dyah Restuning; Aini, Dwi Nur
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 8 No. 1 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v8i1.393

Abstract

The body's digestive products are distributed and excreted by the kidneys. Reduced kidney function will disrupt the body's balance, causing a buildup of waste products, especially urea (which causes uremia), fluid balance disorders, and excess fluid and electrolytes. Patients undergoing hemodialysis therapy can experience psychological and physical side effects. The aim of the study was to determine the relationship between depression and fatigue in patients undergoing hemodialysis. In this cross-sectional study, 43 participants were randomly selected. The questionnaire to measure the level of fatigue uses the Fatigue Severity Scale (FSS) and Beck Depression Inventory (BDI) to assess depressive symptoms. This research uses a non-parametric test with Spearman Rank. The results of the study explained that 14 respondents who underwent hemodialysis experienced mild depression and fatigue. From these results, a significance value of 0.005 was obtained and a sperm correlation value of 0.422. In conclusion, the data shows a positive correlation of moderate strength between the level of fatigue and depression experienced by hemodialysis patients. This shows that the more tired patients undergoing hemodialysis are, the more likely they are to experience depression. The results of this study are used as evidence-based in conducting interventions in treating patients with chronic kidney failure who experience fatigue and depression while undergoing hemodialysis.