Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Supportive Educational Personal Hygiene Pelatihan Kelompok Guru PAUD di Kota Semarang: Supportive Educational Personal Hygiene Group Training of PAUD Teachers in The City of Semarang Heny prasetyorini Heny; Dyah Restuning Prihati; Maulidta Karunianingwirawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.992 KB)

Abstract

Abstrak: Upaya penyuluhan kesehatan saat ini memang lebih banyak memilih orang dewasa sebagai sasaran utama, masih jarang dilakukan edukasi pada kelompok anak usia dini. Kegiatan yang dilakukan pada anak usia dini selama ini hanya berupa kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti deteksi tumbuh kembang dan  screening yang meliputi pemeriksaan antopometri dan pemeriksaan gigi. Padahal anak usia dini lebih mudah menyerap ilmu  apabila di ajarkan sejak usia dini. Tujuan PKM ini mengajarkan pada kelompok guru PAUD tentang  edukasi perilaku hidup bersih dan sehat  pada anak usia dini dengan cara bermain peran  sehingga dapat  menumbuhkan imajinasi pada anak. Metode yang digunakan adalah dengan metode bercerita, demonstrasi dan bernyanyi. Hasil kegiatan ini semua guru PAUD yang ada di PAUD Bina Amal dan Pondok Beringin 19 responden (100%) akan memasukan kurikulum materi tentang Edukasi kesehatan dengan cara bermain peran agar anak usia dini disetiap semester mendapatkan materi tentang perilaku hidup bersih dan sehat . Guru PAUD dapat menerapkan bagaimana cara mengajarkan anak cara personal  hygiene dengan bermain peran sehingga anak lebih tertarik dan dapat langsung mengaplikasikan disaat mereka melakukan aktivitasnya. Bermain peran akan membuat anak – anak lebih mudah untuk mengingat karena cara pembelajaran dilakukan sambil bermain, bercerita, dan juga langsung ada contoh bergambar serta boneka untuk pembelajaran. Abstract: Current health education efforts are indeed choosing adults as the main target, education is still rarely carried out in the early childhood group. Activities carried out for early childhood have only been in the form of health check-ups, such as growth and development detection and screening, which include anthropometric examinations and dental examinations. Whereas early childhood is easier to absorb knowledge if it is taught from an early age. The purpose of this PKM is to teach groups of PAUD teachers about educating clean and healthy living behavior in early childhood by playing a role so that it can foster imagination in children. The method used is the method of telling stories, demonstrations and singing. The results of this activity are all PAUD teachers in PAUD Bina Amal and Pondok Beringin 19 respondents (100%) will include curriculum material on health education by way of role playing so that early childhood children in each semester get material about clean and healthy living behavior. PAUD teachers can apply how to teach children personal hygiene by playing a role so that children are more interested and can apply it directly when they do their activities. Role playing will make it easier for children to remember because learning is done while playing, telling stories, and there are also direct illustrated examples and dolls for learning.      
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Deteksi Dini Stroke dengan Metode F.A.S.T di Kecamatan Tugu Dyah Restuning Prihati; Heny Prasetyorini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9764

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah penyakit yang menyerang sistem saraf manusia yang sangat mengancam jiwa. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan yang dapat kecacatan. Golden time pasien stroke terutama stroke iskemik adalah 3 jam setelah stroke. Salah satu upaya yang berperan penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengenalan gejala-gejala stroke dan penanganan stroke secara dini yang dimulai dari penanganan prahospital yang cepat dan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada kelompok kader kesehatan di wilayah kecamatan Tugu, diharapkan mereka mampu mengaplikasikan deteksi dini dan pencegahan stroke dengan metode F.A.S.T. Pengukuran tekanan darah, pemberian materi tentang deteksi dini Metode F.A.S.T dan pencegahan stroke, demonstrasi senam pencegahan stroke dan pendampingan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan kuisioner pengetahuan tentang deteksi dini dan pencegahan stroke. Terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 90% peserta setelah dilakukan edukasi tentang deteksi dini Metode F.A.S.T dan pencegahan stroke. Peserta kooperatif selama mengikuti kegiatan PKM. Pembuatan luaran meliputi publikasi jurnal, publikasi di media online dan HKI poster. Edukasi tentang deteksi dini dan pencegahan stroke dapat meningkatkan pengetahuan kader, agar menggerakkan masyarakat dalam upaya pencegahan stroke. Kata Kunci: Deteksi Dini Metode FAST, Kader Kesehatan, Stroke  ABSTRACT Introduction: Stroke is a disease that attacks the human nervous system and is very life-threatening. This disease is a health problem that can be disabled. The golden time for stroke patients, especially ischemic stroke, is 3 hours after stroke. One of the efforts that play an important role in achieving this goal is the recognition of stroke symptoms and early treatment of stroke starting with prehospital treatment that is fast and appropriate. Purpose: Community service activities are given to groups of health cadres in the Tugu sub-district, it is hoped that they will be able to apply the early detection and prevention of stroke using the F.A.S.T method. Methods: Measuring blood pressure, providing material on early detection of the F.A.S.T Method and stroke prevention, demonstrating stroke prevention exercise and mentoring. Evaluation of activities is carried out by providing knowledge questionnaires about the early detection and prevention of stroke. Result: there was an increase in knowledge of 90% of participants after education about the F.A.S.T Method's early detection and stroke prevention. Cooperative participants during the PKM activities. Production of outputs includes publications in journals, publications in online media, and HKI posters. Conclusion: Education about early detection and prevention of stroke can increase the knowledge of cadres so that they can mobilize the community in stroke prevention efforts. Keywords: FAST Method Early Detection, Health Cadres, Stroke
Peningkatan Perilaku Foot Care Pasien Ulkus Diabetikum dengan Edukasi Berbasis Self Efficacy Febrianti, Afansa; Prihati, Dyah Restuning; Aini, Dwi Nur
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.1.2024.187-194

Abstract

Kondisi hiperglikemi menjadi salah satu penyebab terjadinya neuropati, penyakit arteri perifer, ganggren pada kaki. Karena klien tidak memakai sepatu, yang dapat meningkatkan risiko luka, perawatan kaki mereka dianggap kurang baik. Tujuan dari penerapan efikasi diri pada pasien ulkus diabetikum adalah untuk meningkatkan perilaku mereka dalam melaksanakan rejimen perawatan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa praktik perawatan kaki pasien ulkus diabetikum setelah mereka menerima instruksi berbasis efikasi diri. Jenis penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok dan bersifat kuasi-eksperimental kuantitatif. Sampel penelitian ini terdiri dari 51 orang yang menerima perawatan luka di Semarang dengan ulkus diabetikum. Pengambilan sampel menggunakan rangkaian sampel. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Temuan menunjukkan bahwa semua responden mengalami peningkatan setelah menerima edukasi berbasis efikasi diri; selain itu, pasien dengan ulkus diabetikum menunjukkan perilaku perawatan kaki yang berbeda sebelum dan sesudah menerima jenis instruksi ini, dengan uji Wilcoxon yang menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000.
The effect of lavender aromatherapy and deep breathing exercise on anxietas level in hemodialysis patients Retnaningsih, Dwi; Jumiati, Jumiati; Prihati, Dyah Restuning
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 3: September 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i3.23569

Abstract

Chronic kidney failure is a chronic disease that requires treatment and hemodialysis therapy. Hemodialysis therapy has physical and psychological impacts on patients, such as stress. Patients who experience stress require management techniques such as lavender aromatherapy and deep breathing relaxation. The purpose of the study was to compare the effects of lavender aromatherapy and deep breathing relaxation on patients receiving hemodialysis who were experiencing the stress of chronic kidney failure. The study's quasi-experimental design includes two groups for the pretest and posttest. The 32 patients with chronic renal failure receiving hemodialysis made up the research sample; 16 of them participated in the lavender aromatherapy intervention and 16 were part of the deep breathing relaxation group. The research instrument used is the perceived stress scale (PSS) questionnaire. With a p-value of 0.000, data analysis employing an independent t-test reveals a difference between the deep breathing relaxation and lavender aromatherapy interventions on the stress of chronic renal failure patients receiving hemodialysis. Lavender aromatherapy and breathing relaxation can reduce stress in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. Lavender aromatherapy reduces stress in chronic kidney failure patients more effectively than deep breathing relaxation. Lavender aromatherapy can be an alternative therapy to reduce stress while undergoing hemodialysis.
Hubungan Lamanya Terapi Hemodialisa terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa Mufidah, Nurul; Aini, Dwi Nur; Prihati, Dyah Restuning
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.2077

Abstract

Penyakit CKD (Chronic Kidney Disease) didunia saat ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penyakit ini memerlukan tindakan menggantikan fungsi ginjal yaitu terapi hemodialisa yang harus dijalani seumur hidupnya. Adapun dampak dari terapi hemodialisa ini berupa fisik dan psikologis sehingga terjadi kecemasan. Karakteristik yang mempengaruhi jenis kelamin, umur, pendidikan dan juga pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan lamanya terapi hemodialisa terhadap tingkat kecemasan pada Pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif  analitik korelasional. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional dengan 70 responden. Analisa data univariat menggunakan uji distribusi frekuensi yang disajikan dalam bentuk frekuensi serta presentase dari tiap variabel, sedangkan uji bivariat menggunakan uji rank-spearman. Sebagian besar responden menjalani terapi hemodialisa > 24 bulan sebanyak 36 responden (51.4%) dan rata rata responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 53 responden (75.7%). Hasil uji statistik P value 0.000 < 0.05. maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya ada hubungan lamanya terapi hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada Pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran.
Pruritus and long-term hemodialysis among patients with chronic renal failure Retnaningsih, Dwi; Puspitasari, Putri; Prihati, Dyah Restuning
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i3.23067

Abstract

Patients with hypertension and diabetes are at risk of developing chronic kidney failure. A common occurrence in patients with chronic kidney disease is pruritus. Pruritus can affect all parts of the body, which can have an emotional impact on the patient, affect the quality of sleep and mood of the patient, and cause discomfort. The study's goal was to determine whether there was a long-term link between hemodialysis and the onset of pruritus among patients with chronic renal failure who were receiving hemodialysis. Quantitative research with the cross-sectional method A total of 45 patients are in the RSI Sultan Agung Semarang Hemodialisa Unit, Central Java, Indonesia. The instrument in this study was the 5D pruritus scale. Data analysis was done using SPSS version 24. The Spearman rank test was conducted to test the relationship between two variables of the study, namely the duration of hemodialysis and the occurrence of pruritus. The study was conducted in April–June 2022, along with the ethical test. The results of the study obtained a p value of 0.004≤0.05, which means there is a relationship between long-term hemodialysis and the occurrence of pruritus in patients with chronic kidney failure. In conducting treatment, it is important to pay attention to basic needs and comfort, as well as implement pruritus management.
PKM PENYULUHAN KELILING MENGHADAPI NEW NORMAL COVID 19 DAN PEMBAGIAN MASKER PADA KELOMPOK IBU PKK DI RW X DAN XI KELURAHAN TAMBAK AJI” maulidta karunianingtyas wirawati; Dyah Restuning Prihati; Endang Supriyanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v2i2.33

Abstract

ABSTRAKCoronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan SarsCoV-2. COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19. Peningkatan kasus covid tersebut disebabkan karena karena adanya Kebijakan kenormalan baru. Kebijakan kenormalan baru berdampak pada menggeliatnya aktivitas masyarakat. New normal adalah perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.  Dikelurahan Tambak aji Kecamatan Ngaliyan Semarang, angka kasus Covid 19 semakin meningkat. Kelurahan tambakaji mempunyai jarak 4 km dengan Univeritas Widya Husada Semarang. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat penyuluhan keliling dengan media booklet dan pembagian masker di wilayah mitra berdampak pada peningkatan pengetahuan yang diikuti adanya peningkatan pemahaman ,kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam beraktivitas kondisi new normal dalam pencegahan penyebaran virus corona. Kata Kunci : penyuluhan keliling, covid 19, New Normal
Promosi Kesehatan Tentang Pencegahan Tuberkulosis Paru Pada Warga Di Desa Menjangan Prihati, Dyah Restuning; Wati, Lidya Septiana; Kusdiyanto, Kusdiyanto; Romansari, Anita; Suryati, Suryati; Sunitin, Sunitin
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.168

Abstract

Pengendalian penyebaran tuberkulosis paru sangat penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, ekonomi, dan kualitas hidup. Pengendalian penyebaran Tuberkulosis melibatkan deteksi dini kasus baru dan pengobatan yang efektif untuk mengurangi risiko penyebaran ke orang lain. Hasil skrining Tuberkulosis  bulan April 2024 di Desa Menjangan jumlah penderita sebanyak 12 orang, sebagian masyarakat banyak yang mengalami putus obat dan kambuh akibat pengobatan yang tidak tuntas atau juga karena bosan atau lupa tidak minum obat  Tuberkulosis akibat kesibukan kerja. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang pencegahan tuberkulosis. Metode: pemberian materi dengan ceramah tentang penyakit Tuberkulosis, demonstrasi inhalasi sederhana dan etika batuk yang benar. Evaluasi kegiatan dilaksanakan dengan membagikan kuisioner pengetahuan mengenai pencegahan tuberkulosis. Hasil: mayoritas warga memiliki tingkat pengetahuan kurang sebesar 70%, sedangkan sesudah diberikan materi tentang pencegahan tuberkulosis mayoritas warga memiliki tingkat pengetahuan baik sebesar 90%. Hasil luaran yaitu publikasi jurnal. Kesimpulan: Promosi kesehatan dengan pemberikan informasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan warga desa Menjangan tentang pencegahan tuberkulosis. Masyarakat diharapkan mampu melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap anggota keluarga yang memiliki resiko penyakit Tuberkulosis Paru.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Menuju Desa Siaga di Desa Pancarejo Semanu Gunung Kidul Yogyakarta Wirawati, Maulidta Karunianingtyas; Aini, Dwi Nur; Prasetyorini, Heny; Prihati, Dyah Restuning; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Pramono, Wijanarko Heru; Prasetiya, Chandra Hadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.869

Abstract

Pancarejo Village, Semanu, Gunung Kidul, is an area with high disaster vulnerability. This training aims to empower the community with basic knowledge and skills in disaster management, thereby reducing the risk of loss of life and material loss, which is the first step in realizing a Disaster Preparedness Village. The objectives of this community service activity include providing the community with a comprehensive understanding of the types of disasters that may occur and training them in appropriate emergency measures, such as self-evacuation, first aid, and the use of safety equipment. A total of 25 participants participated in this activity, consisting of village officials and disaster preparedness cadres. After the training, understanding increased from 58.4% to 87.2%. The community service activities conducted demonstrated that community-based emergency response training can be an effective strategy in increasing community disaster preparedness.
PERBEDAAN PIJAT REFLEKSI KAKI DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI Retnaningsih, Dwi; Dody, Asep; Prihati, Dyah Restuning
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i1.1981

Abstract

Latar belakang: komplikasi dari hipertensi juga merupakan faktor yang menyebabkan kecemasan pada pasien. Upaya yang dapat dilakukan yaitu menggunakan terapi farmakologi dan non farmakolgi. Terapi farmakologi menggunakan obat-obatan sedangkan terapi non farmakologi tanpa obat-obatan seperti relaksasi nafas dalam maupun pijat refleksi kaki. Tujuan: menganalisis perbedaan pijat refleksi kaki dan relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Metode: Desain rancangan yang digunakan adalah two group pretest posttest without control group design. Sampel dalam penelitian pada masing-masing kelompok 17 responden untuk kelompok relaksasi nafas dalam dan 17 responden untuk kelompok pijat refleksi. Teknik dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive random sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Kemayoran. Analisis yang digunakan adalah Man Whitney. Hasil: tingkat kecemasan sebelum intervensi relaksasi nafas dalam dengan rata-rata 15,53 dan sesudah intervensi dengan rata-rata 11,47. Tingkat kecemasan sebelum intervensi pijat kaki refleksi dengan rata-rata 16,06 dan sesudah intervensi dengan rata-rata 8,76. Kesimpulan: ada perbedaan pijat refleksi kaki dan relaksasi nafas dalam terhadap tingkat kecemasan pada penderita hipertensi dengan p value sebesar 0,028.