Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR RAMAH LINGKUNGAN DI CIBIRU WETAN Emma Trinurani Sofyan; Yuliati Machfud; Oviyanti Mulyani
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.088 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i4.14819

Abstract

Pemberdayaan masyarakat pada Kelompok Wanita Tani dalam Pembuatan dan Pegelolaan Pupuk Organik Berbasis Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Lokal di desa Cibiru Wetan dilaksanakan dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang ada di Desa tersebut; 1) agar mengerti dan memahami serta menerapkan beberapa metode pembuatan pupuk organik. 2) Selain itu diharapkan Kelompok Wanita Tani mampu menerapkan hasil pupuk organik yang telah dibuat pada tanaman konsumsi dan tanaman yang diusahakan pada daerah tersebut dengan harapan menambah peningkatan produktifitas baik secara agronomi maupun ekonomi.Metode yang dilakukan adalah mengenai proses pembuatan kompos, pupuk cair organik dari urine ternak dan Mikoorganimse Lokal (MOL). Untuk mewujudkan tujuan tersebut beberapa langkah yang dilakukan adalah; 1) memberikan pelatihan pada Kegiatan Penyuluhan, tanya jawab dan diskusi dan bimbingan tentang cara pembuatan pupuk kompos, pupuk organik cair dari fermentasi urine (sapi, kerbau dan kambing) dan MOL meliputi pengertian tentang pupuk organik, manfaatnya bagi tanah dan tanaman, bahan-bahan yang bisa digunakan serta pemanfaatannya bagi beberapa komoditas tanaman pangan dan hortikultura (sayuran). 2) memberikan pelatihan dengan praktek langsung pembuatan kompos padat dan pupuk cair/MOL Kelompok Wanita Tani.Target Luaran Pemberdayaan Masyarakat pada kelompok wanita tani  di Desa Cibiru Wetan  adalah ; Terciptanya  metode pembuatan pupuk organik cair dari urin sapi dan dari bahan setempat. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini juga diharapkan dapat memberikan sarana promosi Mitra yang nantinya diharapkan dapat diikuti oleh masyarakat dalam meningkatkan produktifitas tanamannya melaluhi penerapan pupuk organik.Hasil yang dicapai dari kegiatan ; 1). Meningkatnya partisipasi anggota kelompok wanita tani “Kudangdaunan” mencapai 75%  dalam kegiatan ini. 2) anggota kelompok wanita tani “Kudangdaunan” menerapkan POC pada tanaman konsumsi dan tanaman rimpang seperti jahe 3). Anggota kelompok tani (mencapai 70 %) juga Trampil dalam pembuatan Pupuk cair berbasis Urine dan  Mikroorganisme lokal (MOL).   
Role of soil bacterial consortia on glyphosate degradation and growth of maize seedlings Reginawanti Hindersah; Probo Condrosari; Aten Komarya; Pujawati Suryatmana; Oviyanti Mulyani; Harry Rum Haryadi
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2021.082.2569

Abstract

Pre-growing weed control by glyphosate herbicides is effective for increasing yield, but glyphosate residues in the soil might reduce soil quality and can accumulate in agricultural products. Naturally, microbes are able to breakdown glyphosate into nontoxic substances orthophosphate and glycine. Glyphosate degradation in soil by single soil microbes are reported elsewhere, but the information about glyphosate removal by soil bacterial consortia was limited. The objective of this research was to determine the effect of carbon (C), nitrogen (N), and phosphorus (P) composition in liquid media to increase glyphosate degradation and its degradation product by soil bacterial consortia and 2) verify the effect of bacterial consortia on maize seedlings growth, their N and P uptake, as well as total and soluble P in soil. Glyphosate degradation test was set up by incubating bacterial consortia in a different composition of C-N-P liquid basal media. Greenhouse experiment has been performed in a randomized block design to treat maize grown in Inceptisols with bacterial and glyphosate application. The results showed that C-N-P composition of liquid media affected the concentration of glyphosate, as well as orthophosphate and glycine as by-products. In-planta experiment verified that inoculation of glyphosate-degrading bacterial to maize seedling grown in glyphosate-contaminated soil enabled to enhance shoot dry weight of maize seedling and N and P uptake at 4 weeks after inoculation.
THE ROLE OF HYDROGEL AND INCUBATION TIME TOWADS PH, C-ORGANIK, AND N-TOTAL SOIL Atih Winingsih; Abraham Suriadikusumah; Oviyanti Mulyani; Anne Nurbaity; Emma Trinuranisofyan
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 1: April 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.683 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i1.20868

Abstract

The study was aimed at determining the role of hydrogels and the incubation time on pH, organic C and N-total soil with indicators of sweet corn plants (Zea mays Saccharata Sturt) on Jatinangor inceptisols. The study was conducted from February 2018 to April 2018 at the Ciparanje Experimental Field, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University. The study used a Randomized Block Design (RBD) with nine treatments and three replications, consisting of controls; mixed hydrogels and urea incubation and urea only incubation . The parameters observed were pH using the Potentiometric method, C-Organic using the Walkey and Black and N-Total using the Kjeldahl method. The data then were analyzed by variance. Significant testing was conducted to determine the effect of treatment using the Fisher Test at the level of 5%. The results show that there is an effect of hydrogels and the incubation time of hydrogels on pH, organic C and N-total soil. The control treatment shows the highest pH of 6.88. The urea treatment and incubation hydrogel of 20 days shows the highest organic C at 2.80% and the highest N-total is found in the treatment of urea and 40 day incubation hydrogel which is 0.34%.PERAN HIDROGEL DAN WAKTU INKUBASINYA TERHADAP pH, C-ORGANIK, DAN N-TOTAL TANAHPenelitian bertujuan untuk mengetahui peran hidrogel dan waktu inkubasinya terhadap pH, C-organik dan N-total tanah dengan indikator tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt) pada inceptisols Jatinangor. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari 2018 hingga April 2018 di Lahan Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan dan tiga kali ulangan, yang terdiri atas kontrol; hidrogel dan urea inkubasi serta urea inkubasi. Parameter yang diamati adalah pH dengan menggunakan metode Potensiometri, C-Organik dengan menggunakan metode Walkey and Black dan N-Total dengan menggunakan metode Kjeldahl. Data hasil pengamatan pada penelitian akan dianalisis dengan sidik ragam. Pengujian signifikan untuk mengetahui pengaruh perlakuan digunakan Uji Fisher pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh hidrogel dan waktu inkubasi hidrogel terhadap pH, C-organik dan N-total tanah. Perlakuan kontrol menunjukkan pH tertinggi yaitu 6,88. Perlakuan urea dan hidrogel inkubasi 20 hari menunjukkan C-organik tertinggi yaitu 2,80% dan N-total tertinggi yaitu perlakuan urea dan hidrogel inkubasi 40 hari yaitu 0,34%. 
PEMANFAATAN BAHAN ORGANIK SEBAGAI BAHAN PEMBAWA INOKULAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA ANNE NURBAITY; DIYAN HERDIYANTORO; OVIYANTI MULYANI
Jurnal Biologi Udayana Vol 13 No 1 (2009): JURNAL BIOLOGI
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.487 KB)

Abstract

Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) is known as one type of biofertilizer. The carrier for this biofertilizer is usually made from inorganic material such as zeolite. Currently, it is important to find the alternative materials that can be used as biofertilizers’ carrier due to the need of lower cost and easily available, such organic matter. Rice straw and husk are some of the organic matter sources that can be used as a carrier of AMF. A glass house experiment was conducted to determine the effectiveness of different type of organic matter as a carrier of AMF’s inoculum. The experiment was arranged in factorial randomized block design with two factors, i.e. type of organic matter (zeolite as a control, straw, burnt-rice’s husk and combination of straw and rice husk 50/50 v/v) and type of different hosts of AMF’s (Jatropha sp. and Sorghum sp.). The results showed that application of burnt-rice’s husk was better carrier of AMF inoculum instead of straw or combination of straw and burnt-rice’s husk. The quality of AMF inoculum with burnt-rice’s husk as a carrier was as good as the control inoculum that used zeolite, in terms of the number of spores, the percentage of root colonization, root length colonized and root fresh weight. In summary, burnt-rice’s husk has a good potential carrier of AMF biofertilizer.
THE EFFECT OF MICRO PARTICLE STEEL SLAG ON P-RETENTION AND PH ON ANDISOL Ai Ening Rostini; Rina Devnita; Oviyanti Mulyani; Benny Joy
Jurnal Penelitian Saintek Vol 24, No 2: Oktober 2019
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.683 KB) | DOI: 10.21831/jps.v24i2.20374

Abstract

This study was aimed at determining the effect of microparticles steel slag towards P retention, soil acidity in Andisol from Ciater, West Java. The research was conducted in November 2017 until January 2018. The andisol was taken from the PTPN XIII-Ciater Tea Plantation, Subang, while steel slag was obtained from PT. Krakatau Steel Indonesia. The study used a Completely Randomized Design consisting of 11 treatments and 3 replications so that the total of all treatments was 33 experimental polybags. The treatments given were  500 mesh steel slag and 1.7 µm steel slag. The incubation media were stored in the Soil Physics Laboratory of the Faculty of Agriculture at UNPAD for 2 months. The observed parameters were P retention analyzed by the Blakemore method and soil pH which was analyzed by the electrometry method. The results show that the steel slag microparticles significantly affected the reduction in P retention and increased pH in Andisols. The best dose for increasing the pH is 7%. Steel slag with a size of 1.7 µm is able to increase the pH from 4.53 to 7.99 after a two-month incubation.PENGARUH PARTIKEL MIKRO TERAK BAJA TERHADAP RETENSI P DAN PH PADA ANDISOLPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian partikel mikro terak baja terhadap retensi P, kemasaman tanah pada Andisol asal Ciater, Jawa Barat. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai dengan Januari 2018. Andisol berasal dari Perkebunan Teh PTPN XIII-Ciater, Kabupaten Subang, sedangkan terak baja diperoleh dari PT. Krakatau Steel Indonesia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 11 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total seluruh perlakuan adalah 33 polibeg percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol, terak baja ukuran 500 mesh dan terak baja ukuran 1,7 µm. Media inkubasi disimpan di Laboratorium Fisika Tanah Fakultas Pertanian UNPAD dan diinkubasikan selama 2 bulan.Parameter yang diamati adalah Retensi P dianalisis dengan metode Blakemore, dan pH tanah dianalisis dengan metode elektrometri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian partikel mikro terak baja berpengaruh nyata terhadap penurunan retensi P dan peningkatan pH pada Andisol asal Ciater, Jawa Barat. Sedangkan dosis terbaik dalam meningkatkan pH yakni 7% terak baja dengan ukuran 1,7 µm mampu meningkatkan pH dari 4,53 menjadi 7,99 setelah dua bulan inkubasi.
Pengaruh Jenis Amelioran Dalam Berbagai Taraf Pemberian Dosis Cd Terhadap Tanah Dan Tanaman Oviyanti Mulyani; Emma Trinurani Sofyan; Anne Nurbaity
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.33 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1163

Abstract

Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang dihasilkan dari efek negatif sistem budidaya pertanian.Aplikasi pemupukan dan penggunaan pestisida berlebih dapat menyumbangkan kandungan Cd yang tinggi sehinggadapat menurunkan produktivitas tanah dan mutu hasil pertanian. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpengaruh macam amelioran dalam pemberian berbagai taraf dosis Cd terhadap C Organik, Cd total tanah, serapanCd serta hasil tanaman selada (Lactuca sativa L) pada Andisols asal Lembang. Rancangan yang dilakukan dalampenelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua puluh perlakuan dan dua kali ulangan, sehinggaseluruhnya berjumlah empat puluh perlakuan. Faktor pertama yaitu macam amelioran yang terdiri dari tanpaamelioran (kontrol), kompos serasah daun jagung, arang sekam, zeolit dan dolomit. Sedangkan faktor kedua yaituberbagai taraf dosis Cd, yang terdiri dari larutan Cd 0 ppm, larutan Cd 1 ppm, larutan Cd 2 ppm dan larutan Cd 3ppm. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara macam amelioran dan taraf dosis Cdterhadap semua parameter akan tetapi memberikan pengaruh secara mandiri untuk Cd total, serapan Cd dan hasiltanaman selada. Pada perlakuan amelioran dolomit, dapat memberikan rata-rata hasil tanaman selada tertinggi yaitu41,58 gr.Kata Kunci : Amelioran, keberlanjutan, pencemaran tanah
Pengaruh Kombinasi Organomineral Terhadap C-Organik, P Dan K-Tersedia Serta Hasil Kedelai Pada Ultisols Asal Jatinangor Nicky Oktav Fauziah; Benny Joy; Yuliati Machfud; Emma T. Sofyan; Oviyanti Mulyani
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.485 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1378

Abstract

Organomineral merupakan produk yang berasal dari bahan organik dan mineral yang dapat menambah nutrisi bagi tanaman.Kombinasi organomineral ini dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara P dan K melalui penglepasan ikatan Fe serta meningkatkan kadar C-organik dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi organomineral (Asam Humat, Zeolit, Dolomit, dan Fosfat Alam) terhadap C-organik, P dan K-tersedia serta hasil kedelai yang ditanam pada Ultisols asal Jatinangor. Percobaan ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018 di Kebun Percobaan Ciparanje, Jatinangor dan Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sepuluh kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan, yaitu Asam Humat (6; 8; 10 kg.ha-1); Zeolit (150; 200; 250 kg.ha-1); Dolomit (100; 150; 200 kg.ha-1); dan Fosfat Alam (250; 300; 350 kg.ha-1) dengan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat kombinasi perlakuan terbaik, akan tetapi kecenderungan perlakuanJ (kombinasi Asam Humat 10kg.ha-1+ Zeolit 250 kg.ha-1+ Dolomit 200 kg.ha-1 +Fosfat Alam 350 kg.ha-1) berpengaruh terhadap peningkatan P dan K-tersedia serta bobot kering biji kedelai pertanaman, tetapi tidak terhadap C-organik. Kata Kunci: Asam humat, Dolomit, Fosfat alam, Zeolit
PENGARUH PUPUK Si DAN N, P, K TERHADAP KANDUNGAN Si DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccaharata) Emma Trinurani Sofyan; Oviyanti Mulyani; Ilma Agnia; Abdul Rahmi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7528

Abstract

Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai karakteristik tanah terutama kesuburan tanah yang berkaitan dengan ketersediaan unsur hara. Pengelolaan kesuburan  tanah harus diperhatikan agar tanah dapat menyokong pertumbuhan dan hasil tanaman yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Percobaan ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk Si terbaik terhadap perubahan kandungan unsur hara tanah, pertumbuhan tanaman dan hasil panen tanaman jagung manis. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang pada bulan Mei sampai Agustus 2021. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu: kontrol; N, P, K rekomendasi; ¼ dosis pupuk Si + 1 dosis N, P, K rekomendasi; ½ dosis pupuk Si + 1 dosis N, P, K rekomendasi; ¾ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; 1 dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; 1 ¼ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; 1 ½ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K; dan 1 ¾ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 1 ½ dosis pupuk Si + 1 dosis pupuk N, P, K mampu memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan kandungan Si tanah dan meningkatkan hasil panen tanaman jagung manis.
Fungsi Hubungan Sifat Kimia Tanah dan Penggunaan Pestisida dengan Kandungan Kadmium Pada Lahan Sawah Mulyani, Oviyanti; Machfud, Yuliati; solihin, Muhammad Amir
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.46370

Abstract

Polusi logam berat pada tanah pertanian merupakan salah satu tantangan berat dalam budi daya pertanian berkelanjutan. Akan tetapi, seringkali penggunaannya tidak dapat dihindarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) fungsi hubungan yang memberikan pendekatan terbaik terhadap sifat kimia tanah dan pemberian pestisida terhadap kandungan Cd di tanah; dan (2) mekanisme hubungan seperti apakah yang terjadi antara sifat kimia tanah dan penggunaan pestisida terhadap kandungan logam berat Cd di tanah.  Metode penelitian mengacu kepada metode kualitatif dan kuantitatif seperti C organik, pH, Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan kandungan Cd di tanah sawah Desa Batu Karut Ciparay yang diujikan pada 6 model yang berbeda baik linier maupun non linier. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji T dan uji F untuk melihat pengaruh penggunaan pestisida dan sifat kimia tanah terhadap Cd di tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model campuran adalah yang paling baik untuk menggambarkan hubungan antara penggunaan pestisida dan beberapa sifat tanahnya, dilihat dari faktor signifikansinya terhadap semua faktor dibandingkan model yang lainnya, Berdasarkan model campuran tersebut, seluruh variabel pestisida dan variabel pH, KTK dan Cd tanah memiliki hubungan positif dengan signifikansi yang tinggi dari setiap variabel peubah bebasnya terhadap kandungan Cd di dalam tanah. Pada kajian ini juga memperlihatkan kandungan Cd dipengaruhi oleh variasi penggunaan pestisida pada sistem budi daya dan variabel  pH dan KTK di dalam  tanah.
Perbandingan Respon Tanaman Terhadap Aplikasi Pupuk Majemuk: Analisis dan Temuan Utama Mulyani, Oviyanti; Joy, Benny; Remona, Rizkiyani
Soilrens Vol 22, No 1 (2024)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v22i1.57233

Abstract

The use of compound inorganic fertilizers in plant cultivation systems is on the rise because of their practicality, more comprehensive and homogeneous nutrient availability, and potential to reduce production costs. Different combinations of compound fertilizer products can generate a variety of responses in terms of plant growth. The aim of this investigation was to assess how plants responded to the components of their results, specifically the variations in two distinct compositions of compound fertilizers. This investigation divided 60 experimental sites into two groups, each using two distinct types of compound fertilizers. The macronutrient content of the compound fertilizers (NK and NP), distinguished them. This study employed nine treatments, which included a control (without fertilizer treatment), conventional NPK fertilizer, a combination of NPK fertilizers (3/4, and 1) doses with (1/2, 3/4, 1 and 1) doses of compound fertilizer, and a randomized block design Each treatment was repeated three times. The results of this study suggest that the application of compound fertilizer with two distinct compositions has a substantially different effect than the control treatment. In comparison to compound fertilizers with a higher potassium content, which have a yield component value of RAE 134%, the application of compound fertilizers with a higher phosphorus content can provide a higher yield component value of RAE 127.92%. The function of applying potassium-containing nutrients can produce better outcomes for corn plant than those with higher phosforus content, making it an interesting study that should be investigated further in the future