Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KONSUMSI DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN AYAM BROILER (Gallus domesticus) YANG DIBERI TEPUNG LIMBAH WORTEL (Daucus carota L) DENGAN LEVEL BERBEDA Yuwinancy, Marshanda; Dwi Novieta, Intan; Irmayani, Irmayani
Journal Gallus Gallus Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Gallus Gallus (2024)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/gallusgallus.v2i2.477

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung limbah wortel (Daucus carota L) terhad ap konsumsi dan pertambahan berat badan ayam broiler dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga kelompok. P0: Tanpa perlakuan kontrol 0%. P1: Tepung limbah wortel (Daucus carota L) 3% dari jumlah pakan. P2: Tepung limbah wortel (Daucus carota L) 6% dari jumlah pakan. P3: Tepung limbah wortel (Daucus carota L) 9% dari jumlah pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung limbah wortel pada level yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan pertamabahan berat badan. Rata-rata nilai konsumsi PO (82.3 gr/ekor), P1 (83.01 gr/ekor), P2 (82.92 gr/ekor) dan P3 (82.30 gr/ekor dan pertambahan berat badan PO (3.47 gr/ekor), P1 (3.64 gr/ekor), P2 (3.62 gr/ekor) dan P3 (3.74 gr/ekor). Adapun perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan P3 dengan penambahan tepung limbah wortel sebanyak 9%.
KANDUNGAN SELULOSA, HEMISELULOSA DAN LIGNIN SILASE BERBAHAN DASAR RUMPUT GAJAH (Pennisetum Purpureum), DENGAN PENAMBAHAN AMPAS TAHU SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA Fatwa Jamaluddin, Nurul; Dwi Novieta, Intan; Irmayani, Irmayani
Journal Gallus Gallus Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Gallus Gallus (2024)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin silase berbahan dasar rumput gajah (pennisetum purpureum) setelah penambahan ampas tahu sebagai pakan ternak ruminansia. Penelitian silase menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun formulasi pakan komplit yang di terapkan pada penelitian ini adalah : S1= 50% Rumput Gajah+30% Ampas Tahu+19% Dedak Padi+1% Mineral Mix, S2= 50% Rumput Gajah+25% Ampas Tahu+24% Dedak Padi+1% Mineral Mix, S3= 50% Rumput Gajah+20% Ampas Tahu+29% Dedak Padi+1% Mineral Mix, S4= 50% Rumput Gajah+15% Ampas Tahu+34% Dedak Padi+1% Mineral Mix. Berdasarkan hasil yang didapat diketahui bahwa penambahan Ampas Tahu dapat mempengaruhi kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin pakan komplit. Adapun perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan S1 dengan penambahan Ampas tahu sebanyak 30%.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KROKOT (PORTULACE OLERACEA) DALAM RANSUM TERHADAP KONVERSI DAN EFISIENSI RANSUM BURUNG PUYUH (COTURNIX-COTURNIX JAPONICA) Irmayani, Irmayani; Aidil, Anjas; Amin, Nurul
Journal Gallus Gallus Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Gallus Gallus (2024)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/gallusgallus.v2i2.483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Tepung Daun Krokot (Portulace Oleracea) Dalam Ransum Terhadap Konversi Dan Efisiensi Ransum Burung Puyuh (Coturnix-Coturnix Japonica) Penelitian ini menggunakan Rancangan Acal Kelompok (RAL) dengan 4 perlakuan serta ulangan 3 kali, antara lain dengan pemberian P0= (tanpa perlakuan control) P1= penambahan tepung Daun Krokot 3%, P2= Penambahan tepung Daun Krokot 6%, P3= Penambahan tepung tepung Daun Krokot 9%. Hasil penelitian dan penambahan tepung Daun Krokot tidak mempengaruhi Konversi dan Efisiensi pakan puyuh. Adapun perlakuan yang terbaik adalah P0 dengan penambahan (0%) pada Konversi ( 19.33 gr) dan P3 dengan Penambahan (6%) pada Efisiensi pakan (53.91 gr).
Pengaruh Penambahan Tepung Murbei (Morus Alba) Pada pakan Ayam Broiler (Gallus Domesticus) Terhadap Konsumsi dan Pertambahan Berat Badan Siampe, Yuspiana; Novieta, Intan Dwi; Rasbawati, Rasbawati; Amin, Nurul; Irmayani, Irmayani
Journal Gallus Gallus Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Gallus Gallus (2024)
Publisher : Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/gallusgallus.v2i3.488

Abstract

Penelitian bertujuan Untuk mengetahui Pengaruh Penambahan Tepung Murbei (Morus Alba) Pada Pakan Ayam Broiler (Domestic Gallus) Terhadap Konsumsi Dan Pertambahan Berat Badan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. PO: Tanpa perlakuan kontrol, P1: Tepung murbei 1%, P2: tepung murbei 3% dan P3: Tepung murbei 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung murbei pada level yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan berat badan ayam broiler. Rata-rata konsumsi pakan ayam broiler P0 (78,19 gr/ekor/hari), P1 (79,43 gr/ekor/hari), P2 (76,81 gr/ekor/hari), dan P3 (68,21 gr/ekor/hari), sedangkan pertambahan berat badan ayam broiler P0 (42,59 gr/ekor/hari), P1 (43,51 gr/ekor/hari), P2 (41,51 gr/ekor/hari), P3 (33,16 gr/ekor/hari). Adapun perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan P1 dengan penambahan tepung limbah wortel sebanyak 1%.
Karakteristik Organoleptik dan Nilai pH Yoghurt dengan Penambahan Sari Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L) Rasbawati, Rasbawati; Irmayani, Irmayani; Novieta, I. D.; Nurmiati, Nurmiati
Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan
Publisher : Department of Animal Production and Technology, Faculty of Animal Science, IPB University in associated with Animal Scientist's Society of Indonesia (HILPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogurt is a processed product which is the fermentation of milk by lactic acid bacteria. The use of noni fruit in the process of making yogurt is one of the efforts to diversify food. This study aims to determine the effect of Morinda citrifolia L level extract on the characteristics and pH value of yogurt. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments (P0: 0%, P1: 5%; P2: 10% and P3: 15%) and the treatment was repeated 3 times. Observations were analyzed using variance analysis (ANOVA) and if there were significant differences, it would be followed by Duncan's Real Distance Difference test (Duncan's Multiple Range Test) to determine which treatment level gave a significant difference. The results showed that the addition of noni fruit extract had a very significant effect (P <0.01) on the organoleptic characteristics and pH value of yogurt. The best results obtained in this study were the addition of noni fruit extract with a level of 10%.
Improvement Productivity Chicken Village through Implementation Modern Cages and Feed Fermentation Based Material Local Irmayani Irmayani; Rasbawati Rasbawati; Sri Nurqadri
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 2 (2026): Juni-November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i2.2717

Abstract

This community service activity was initiated in response to the low productivity of native chickens caused by traditional management practices and limited farmer knowledge this is feed and housing management. The program aims to enhance productivity through the application of improved housing system and fermented feed based on locally available ingredients. The approach involved the provision of simple but more hygienic chicken housing, distribution of chickens and feed, and training accompanied by continuous assistance for farmers on proper management practices and the preparation of fermented feed using rice bran, ground corn, concentrate, and moringa leaf meal [processed with probiotic solutions. The results indicated a significant improvement in farmers' knowledge and skills, reflected in better feeling management, improved sanitation of housing , and reduced mortality rates. Furthermore, the use of fermented feed contributed to better feed efficiency and supported improved growth performance of the chickens. Farmers also gained an understanding of basic marketing strategies to increase the economic value of their products. In conclusion, the implementation of improved housing and fermented feed based on local resources provides a positive impact on increasing native chicken productivity and supports the development of sustainable and independent agricultural -scale farming practices
Strategi Adaptif dan Kolaboratif Berbasis Nilai Lokal dalam Penguatan Resiliensi Agribisnis Kopi di Desa Latimojong: Adaptive and Collaborative Strategies Based on Local Values in Strengthening Coffee Agribusiness Resilience in Latimojong Village Putriani Putriani; Irmayani Irmayani; Abd Rahim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8028

Abstract

Agribisnis kopi merupakan subsektor strategis yang menopang perekonomian pedesaan, khususnya di wilayah pegunungan. Namun, sistem agribisnis kopi di daerah terpencil masih menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, bencana alam, fluktuasi harga, serta keterbatasan kelembagaan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai lokal yang dapat dioptimalkan dalam penguatan resiliensi agribisnis kopi serta mengidentifikasi tingkat kerentanan sistem agribisnis kopi terhadap ancaman perubahan iklim di Desa Latimojong, Kabupaten Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman dengan kerangka ADAPT-ASIST yang mencakup dimensi agroekologi, sosial, institusional, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal seperti gotong royong (Sikombongan), solidaritas komunitas, serta pengetahuan turun-temurun dalam pembibitan dan penentuan waktu tanam menjadi modal sosial utama dalam menopang resiliensi agribisnis kopi. Namun demikian, agribisnis kopi di Desa Latimojong masih memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap perubahan iklim dan bencana alam, yang diperparah oleh lemahnya kelembagaan formal dan keterbatasan akses teknologi pertanian adaptif. Berdasarkan kerangka ADAPT-ASIST, dimensi sosial merupakan aspek terkuat, sementara dimensi agroekologi, institusional, dan teknologi masih memerlukan penguatan. Oleh karena itu, pengembangan agribisnis kopi memerlukan strategi adaptif dan kolaboratif yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan dukungan kelembagaan dan teknologi guna mewujudkan sistem agribisnis kopi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Coffee agribusiness is a strategic subsector supporting rural economies, particularly in mountainous areas. However, coffee agribusiness systems in remote regions face multiple challenges, including climate change, natural disasters, price volatility, and limited institutional and technological capacity. This study aims to analyze local values that can be optimized to strengthen coffee agribusiness resilience and to identify the level of vulnerability of the coffee agribusiness system to climate change threats in Latimojong Village, Enrekang Regency. A qualitative approach with an intrinsic case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), participatory observation, and documentation involving 15 purposively selected informants. Data analysis followed the Miles and Huberman model using the ADAPT-ASIST framework, encompassing agroecological, social, institutional, and technological dimensions. The results indicate that local values such as mutual cooperation (Sikombongan), community solidarity, and inherited knowledge in seedling management and planting time determination serve as key social capital in supporting coffee agribusiness resilience. Nevertheless, the coffee agribusiness system remains highly vulnerable to climate change and natural disasters, exacerbated by weak formal institutions and limited access to adaptive agricultural technologies. Based on the ADAPT-ASIST framework, the social dimension is the strongest, while agroecological, institutional, and technological dimensions require further strengthening. Therefore, adaptive and collaborative strategies integrating local values with institutional and technological support are essential to achieve a more resilient and sustainable coffee agribusiness system.
Resiliensi Petani Kemiri di Desa Kaseralau Kecematan Batulappa Kabupaten Pinrang: Adaptasi Terhadap Tantangan di Era Modern: Resilience of Candlenut Farmers in Kaseralau Village, Batulappa District, Pinrang Regency: Adapting to Chalengesin the Modern Era Sukmawati Sukmawati; Irmayani Irmayani; Abd Rahim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 14 No. 1 (2026): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v14i1.8029

Abstract

Petani Indonesia menghadapi tantangan multidimensi berupa konversi lahan, dominasi petani kecil, kerugian pascapanen, krisis regenerasi pemuda, dan dampak ekstrem perubahan iklim. Penelitian ini menganalisis resiliensi petani kemiri (Aleuritas maluccana) di Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang melalui pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data November 2025–Januari 2026 menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang melibatkan petani kemiri aktif, tokoh masyarakat, pejabat desa, serta penyuluh pertanian. Hasil menunjukkan petani memiliki pengalaman bertani 31 tahun dengan pengetahuan lokal yang kuat, namun pendapatan rumah tangga bulanan rata-rata Rp1,2 juta tidak mencukupi kebutuhan dasar sehingga strategi adaptasi utama dilakukan melalui diversifikasi tanam jagung yang menghasilkan Rp10 juta per musim. Tantangan utama meliputi fluktuasi harga, perubahan iklim berupa kenaikan suhu 0,4–0,8 °C dan pola curah hujan tidak menentu, serta keterbatasan teknologi pengupas kulit kemiri manual. Resiliensi sosiokultural yang berbasis transmisi pengetahuan antargenerasi dan solidaritas komunitas terbukti tangguh, namun resiliensi ekonomi masih lemah signifikan. Praktik pengolahan manual di Kaseralau serupa dengan petani kemiri lainnya. Penguatan institusi, adopsi teknologi tepat guna, peningkatan akses pasar, dan kemitraan pengolahan menjadi prasyarat esensial transformasi resiliensi petani menuju kemakmuran rumah tangga berkelanjutan dan kemajuan sistem pertanian kemiri. Indonesian farmers face multidimensional challenges, including land conversion, smallholder dominance, post-harvest losses, youth regeneration crisis, and extreme climate change impacts. This study analyzes resilience dynamics of candlenut (Aleuritas maluccana) farmers in Kaseralau Village, Batulappa District, Pinrang Regency using a qualitative case study approach with data collection from November 2025 to January 2026 through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving active candlenut farmers, community leaders, village officials, and agricultural extension workers. Findings reveal farmers possess 31 years farming experience with strong local knowledge systems yet average monthly household income of IDR 1.2 million proves insufficient for basic needs, prompting primary adaptation strategy through corn diversification, yielding IDR 10 million per season. Major challenges encompass price volatility, climate change effects, evidenced by 0.4-0.8°C temperature increase and erratic rainfall patterns, and limitations in manual candlenut peeling technology. Sociocultural resilience based on intergenerational knowledge transmission and community solidarity has proven resilient, but economic resilience remains significantly weak. Manual processing practices in Kaseralau are similar to those of other candlenut farmers. Strengthening institutions, adopting appropriate technology, improving market access, and developing processing partnerships are essential prerequisites for transforming farmer resilience toward sustainable household prosperity and advancing the candlenut farming system.
Persepsi dan Respon Petani Terhadap Pemanfaatan Teknologi Tabela Usahatani Padi Di Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang Nurlina Nurlina; Irmayani Irmayani; Yusriadi Yusriadi
Jurnal Agribis Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Agribis
Publisher : Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/agribis.v10i2.1437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan respon petani pemanfaatan teknologi tabela, yang diamati yaitu persepsi petani terhadap penggunanaan tabela dan respon petani terhadap dampak penggunaan tabela. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September sampai pada bulan November 2021 pada petani di Desa Batulappa Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 42 orang responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode skala likert dengan skala pengukurang (4). Sangat setuju, (3). Setuju, (2). Kurang setuju, (1). Tidak setuju. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) persepsi petani terhadap penggunaan tabela dalam segi keuntungan relative termasuk dalam kategori setuju dengan persentase 92,39 % (2) persepsi petani terhadap penggunaan tabela dari segi kemudahana termasuk dalam kategori setuju dengan persentase 88,10 % (3) persepsi petani terhadap penggunaan tabela dari segi biaya termasuk dalam kategori setuju dengan persentase 62,05 % (4) respon petani terhadap ampak pengunaan tabela dari segi kognitif termasuk dalam kategori setuju dengan persentase 79,52 % (5) respon petaniterhadap dampak penggunaan tabela dari segi afektif termasuk dalam kategori setuju dengan persentase 70,95 % (6) respon petani terhadap dampak pengunaan tabela dari segi konatif termasuk dalam kategori setuju dengan persentase 81,90 %. Hal ini menunjukkan bahwa sistem tabela cocok untuk di kembangkan pada petani karena dapat menguntungkan petani.
Analisis Pendapatan Usahatani Beras Lokal Di Desa Sanglepongan Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang Israyuddin Israyuddin; Irmayani Irmayani; Nurhaedah Nurhaedah
Jurnal Agribis Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Agribis
Publisher : Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/agribis.v10i2.1438

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor yang sangat penting perananya dalam Perekonomian di sebagian besar negara-negara yang sedang berkembang. Komuditi padi lokal sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat karna komuditi ini merupakan sumber pendapatan .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani padi lokal di Desa Sanglepongan Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang.Metode yang digunakandalam penelitian adalah metode Kuantitatif.Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder .Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi,Interview dan dokumentas.Hasil penelitian ini menunjukka bahwa pendapatan rata rata usaha tani padi lokal di desa sanglepongankecamatan curio kabupaten enrekang sebesar Rp.4.780.000 dan usaha tani ter sebut menguntungkan dengan hasil B/C ratio sebesar 2,13.