Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA KARTU TRUTH OR DARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PPKN KELAS V DI SDN 30 RUMAJU KABUPATEN LUWU Qalbi Aziz; Muhajir; Musdalifah Syahrir
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.3922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media kartu truth or dare PPKn kelas V SDN 30 Rumaju. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V, Analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian diharapkan media kartu truth or dare dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 30 Rumaju. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan inovasi serta Solusi untuk meningkatkan hasil belajar yang rendah. Kata Kunci: Media, Kartu Truth Or Dare , Hasil Belajar, Pembelajaran PPKn
Penerapan Metode Outing Class Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PPKN Pada Murid Kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba Kabupaten Janeponto Mufidatul Asmi; Muhajir Muhajir; Musdalifah Syahrir
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 3: April 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i3.3521

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode Outing Class untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar PPKn pada murid kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui penerapan metode Outing Class dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar PPKn pada murid kelas V UPT SDN 20 Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Prosedur penelitian ini terdiri dari 4 tahap di setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba sebanyak 23 siswa. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pada siklus I hasil motivasi PPKn dari 23 siswa kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba yaitu siswa yang sangat termotivasi 1 siswa, yang termotivasi 12 siswa, kurang termotivasi sebanyak 8 siswa, dan 2 siswa tidak termotivasi dalam pembelajaran PPKn, dengan jumlah rata-rata hanya sebesar 60,09. Sedangkan Siklus II motivasi siswa mengalami peningkatan yaitu 23 siswa diperoleh ada 17 siswa sudah sangat termotivasi dalam belajar PPKn, dengan yang termotivasi berjumlah 6 siswa, kurang termotivasi berjumlah 0 dan tidak termotivasi sama sekali berjumlah sebanyak 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus II didapatkan hasil motivasi siswa sudah mencapat target yang diharapkan yaitu >65. Dengan jumlah rata-rata sebesar 86,30. Hasil belajar PPKn pada siklus I siswa yang lulus Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) hanya 13 orang dengan presentase 63,45%. Sedangkan pada siklus II terdapat 23 siswa yang lulus memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan presentase 81,46% atau berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa metode Outing Class dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar PPKn pada murid kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Karakter Disiplin Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn UPTD SDN 119 Ir. Wasito Kabupaten Maros Sri ayu ningsi; Jumiati Nur; Musdalifah Syahrir
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.5920

Abstract

This study aims to examine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on the discipline character of students in the Civics (PPKn) subject at SDN 119 Ir. Wasito, Tompobulu District, Maros Regency. The study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design and a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 11 fourth-grade students. Data were collected using a discipline character questionnaire, classroom observations, and documentation. Descriptive analysis revealed an increase in the average discipline score from 119.64 (pretest) to 149.55 (posttest). A paired-samples t-test showed a significance value of p = 0.000 (< 0.05), indicating that the application of the PBL model significantly improves students' discipline character. Therefore, the PBL model is recommended to be implemented as an alternative instructional strategy in Civics education to enhance character development in primary schools.
Pendidikan Karakter Kedisiplinan Melalui Mata Pelajaran PPKN Pada Murid Kelas IV SD Inpres Bontomanai Andini Puteri; Muhajir; Musdalifah Syahrir
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 1 No. 1 (2023): Compass: Journal of Education and Counselling, June 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v1i1.273

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui mata pelajaran PPKn pada murid kelas IV di SD Inpres Bontomanai, dengan responden yakni kepala sekolah, guru kelas dan murid kelas IV. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data penelitian ini adalah menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, pengimplementasian nilai karakter kedisiplinan dapat dilaksanakan melalui indikator kedisplinan dalam penelitian ini, yaitu mematuhi aturan sekolah, berpakaian sopan dan rapi, menyelesaikan tugas pada waktunya, saling menjaga dengan teman agar semua tugas-tugas kelas terlaksana dengan baik, selalu mengajak teman menjaga ketertiban dalam kelas, dan mengingatkan teman yang melanggar peraturan dengan kata-kata sopan dan tidak menyinggung. Setiap murid memiliki karakter yang berbeda-beda, akan tetapi dengan adanya kedisiplinan yang diajarkan dapat memberikan pengaruh yang baik bagi murid itu sendiri maupun bagi lingkungan sekolah yang dapat dilihat dari terciptanya suasana belajar yang tertib dan nyaman di dalam kelas, murid mematuhi aturan atau tata tertib yang berlaku, serta memiliki rasa disiplin terhadap segala tugas ketika berada di lingkungan sekolah.  
Efektivitas Program Anti Perundungan Berbasis Empati dalam Mewujudkan Sekolah Yang Ramah dan Bersahabat di SD Negeri Kakatua Makassar Idawati Idawati; Musdalifah Syahrir; Andi Arbaina Fariza; Indri Ramadhani; Al Husnul Khatimah Mz; Mahyaya Nur; ST. Rosmi R; Nurul Mawaddah
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.6120

Abstract

Kasus perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi masalah yang berdampak pada kesejahteraan psikologis, hubungan sosial, serta iklim pembelajaran peserta didik. Kondisi ini menuntut adanya upaya kolaboratif antara sekolah, guru, dan pihak terkait untuk membangun lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bersahabat melalui penguatan nilai empati dan kepedulian sosial. Berdasarkan kebutuhan tersebut dilaksanakan kegiatan PKM berupa program anti perundungan berbasis di SD Negeri Kakatua Makassar. Program dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan bentuk kegiatan berupa edukasi, pelatihan, deklarasi anti perundungan, dan pemilihan duta anti bullying di sekolah. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM menunjukkan bahwa peserta didik memberikan respons yang sangat positif dengan nilai rata-rata angket sebesar 92%, yang mencerminkan tumbuhnya empati, kepedulian sosial, dan komitmen dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi pencegahan perundungan juga tampak melalui perbandingan hasil pretest dan posttest, di mana nilai setelah program menunjukkan peningkatan yang bersifat signifikan dibandingkan dengan sebelum pelaksanaan program. Selain itu, hasil angket kepuasan mitra (guru atau pihak sekolah) mencapai 97%, yang menunjukkan bahwa program dinilai relevan, bermanfaat, dan mendukung terwujudnya iklim sekolah yang ramah, bersahabat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menegaskan bahwa program anti perundungan berbasis empati yang dilaksanakan berdampak positif dalam memperkuat pemahaman, sikap empati, serta membangun kesadaran peserta didik terhadap pencegahan perundungan, sehingga mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang ramah dan bersahabat di SD Negeri Kakatua Makassar.
Penerapan Model Role Playing untuk Meningkatkan Keatifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran PKn di SDN 127 Inpres Moncongloe Syahrawati Syahrawati; Abdul Azis; Musdalifah Syahrir
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.23097

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menerapkan model Role playing dalaam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV dalam pemebelajaran PKn di SDN 127 Inpres Moncongloe. Penelitian ini berjenis Penelitian tindakan kelas (PTK) Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui Penerapan Metode Role Playing dalam Meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pemebelajaran PKn. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV C di SDN 127 Inpres Moncongloe semester genap tahun ajaran 2024 dengan 29 siswa. Pada Hasil penelitian keaktifan dari siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa pembelajaran PKn dengan menggunakan Model Role Playing telah memberikan perubahan peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menerapkan metode Role Playing dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV pada pemebelajaran PKn di SDN 127 Inpres Moncongloe.This research was conducted to apply the role playing model to increase the activity and learning outcomes of class IV students in Civics learning at SDN 127 Inpres Moncongloe. This type of research is classroom action research (PTK) using a qualitative approach with the aim of finding out the application of the Role Playing Method in increasing student activity and learning outcomes in Civics learning. The subjects in this research were class IV C students at SDN 127 Inpres Moncongloe, even semester of the 2024 academic year with 29 students. The results of the activity research from cycle I and cycle II show that Civics learning using the Role Playing Model has provided changes in increasing the activity and learning outcomes of class IV C students. The conclusion of this research is that applying the Role Playing method can increase the activity and learning outcomes of class IV students in Civics learning at SDN 127 Inpres Moncongloe
Pengaruh Model Pembelajaran Tipe Index Card Match Pada Pembelajaran Pendidikan pancasila Terhadap Hasil Belajar Kelas V UPT SPF SD Negeri Sangir Kota Makassar Safika Safika; Abdul Azis; Musdalifah Syahrir
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i1.30269

Abstract

This study aims to solve the problems in elementary schools related to low student learning outcomes so that the Index Card Match Type model is applied to improve student learning outcomes. This study uses a quantitative approach with a Nonequivalent Control Group Design design involving two groups, namely the control and experimental groups. The experimental group was taught with the Index Card Match model, while the control group was taught using conventional methods. Data were collected through pre-test and post-test. The results of the study showed that the average posttest score of the experimental class was higher (81) compared to the control class (69.67). There is an influence of the Index Card Match learning model on the learning outcomes of grade V students with the material of appreciating diversity in the surrounding environment at the SPF UPT SD Negeri Sangir. This is confirmed by the results of the hypothesis test with a sig value <0.001 the use of the Index Card Match learning model significantly improves student learning outcomes compared to conventional methods. The Index Card Match model is effectively applied in Pancasila Education learning to improve student learning outcomes.
Integrating Citizenship Education In The National Curriculum: Challenges And Opportunities Akbar Aba; Ilmiawan Ilmiawan; Musdalifah Syahrir
Jurnal Edukasi Terkini Vol. 3 No. 1 (2026): Janury-March
Publisher : Borneo Novelty Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70310/

Abstract

Purpose-This article analyzes the role of Citizenship Education in shaping intelligent, responsible, and nationally committed citizens. It examines how Civics develops civic literacy, strengthens awareness of rights and obligations, and embeds Pancasila values as the moral foundation for constructive participation in society. Research Methodology/Design/Approach- literature review was conducted by examining scholarly articles, books, curriculum documents, and official publications related to Citizenship Education and character development. This approach enabled a focused synthesis of key concepts, learning objectives, and pedagogical challenges within Civics instruction. Findings-The study finds that Citizenship Education significantly contributes to developing civic knowledge, attitudes, and behaviors aligned with democratic and national values. However, its implementation is often limited by insufficient teacher competence, lack of contextual and innovative teaching methods, and weak integration of Pancasila values into classroom practices. Strengthening teacher roles as facilitators and role models is essential to enhance the effectiveness of Civics learning. Originality/Value-This article provides a concise conceptual understanding of how Citizenship Education can be optimized to foster a generation with strong civic responsibility and national identity, offering insights for improving pedagogical practice and curriculum development.  
Peningkatkan Hasil Belajar Siswa Dan Keaktifan Siswa Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV UPT SPF SD Inpres Bontomanai Raudah Nailati; Abdul Azis; Musdalifah Syahrir
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v2i2.653

Abstract

The research approach used is Classroom Action Research which is carried out in 2 cycles, where each cycle consists of 4 meetings. The learning steps given in the classroom action research approach are paying attention to the teacher's explanation, asking questions during discussions, working with groups, presenting results and conclude the material. The results of the research show that there has been an increase in student learning outcomes seen from the increase in test results obtained by students in each cycle, in addition to that, student activity in class has also increased. This can be seen from the number of percentages in cycle I, the first meeting only got a percentage of 57.6% and 84.61% in the second meeting in cycle II, previously this was because students did not understand the Problem Based Learning (PBL) learning model. It was concluded that by using the Problem Based Learning (PBL) model. In class IV Civics learning at UPT SPF SD Inpres Bontomanai it is able to improve student learning outcomes and student activity
ANALISIS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER JUJUR DAN DISIPLIN SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH 3 MAKASSAR Dini Annasyia A; Abd. Azis; Musdalifah Syahrir
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4793

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam menumbuhkan karakter jujur dan disiplin pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 3 Makassar. Internalisasi nilai karakter melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila merupakan elemen fundamental dalam pembentukan integritas moral generasi penerus bangsa, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terstruktur, angket berskala Likert, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas V dan sebelas siswa yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan metode untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila telah dilaksanakan dengan kategori sangat baik, ditunjukkan oleh skor observasi keseluruhan sebesar 94,4% pada aspek penanaman karakter jujur dan 94,4% pada aspek karakter disiplin. Melalui tiga strategi utama—pembelajaran terintegrasi, keteladanan guru, dan pembiasaan berkelanjutan—guru berhasil menanamkan nilai kejujuran dan kedisiplinan secara efektif. Hasil angket mengonfirmasi dominasi kategori "selalu" pada indikator kejujuran akademik (48,1%) dan disiplin terhadap aturan (43,2%). Hambatan yang ditemukan bersumber dari faktor eksternal, khususnya kurangnya konsistensi pembiasaan di lingkungan keluarga dan pengaruh penggunaan teknologi digital. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya pendekatan terpadu antara sekolah, guru, dan orang tua dalam membangun karakter yang berkelanjutan.