Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA KARTU TRUTH OR DARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PPKN KELAS V DI SDN 30 RUMAJU KABUPATEN LUWU Qalbi Aziz; Muhajir; Musdalifah Syahrir
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.3922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media kartu truth or dare PPKn kelas V SDN 30 Rumaju. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V, Analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian diharapkan media kartu truth or dare dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 30 Rumaju. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan inovasi serta Solusi untuk meningkatkan hasil belajar yang rendah. Kata Kunci: Media, Kartu Truth Or Dare , Hasil Belajar, Pembelajaran PPKn
Penerapan Metode Outing Class Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PPKN Pada Murid Kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba Kabupaten Janeponto Mufidatul Asmi; Muhajir Muhajir; Musdalifah Syahrir
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 3: April 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i3.3521

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode Outing Class untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar PPKn pada murid kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui penerapan metode Outing Class dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar PPKn pada murid kelas V UPT SDN 20 Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Prosedur penelitian ini terdiri dari 4 tahap di setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba sebanyak 23 siswa. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pada siklus I hasil motivasi PPKn dari 23 siswa kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba yaitu siswa yang sangat termotivasi 1 siswa, yang termotivasi 12 siswa, kurang termotivasi sebanyak 8 siswa, dan 2 siswa tidak termotivasi dalam pembelajaran PPKn, dengan jumlah rata-rata hanya sebesar 60,09. Sedangkan Siklus II motivasi siswa mengalami peningkatan yaitu 23 siswa diperoleh ada 17 siswa sudah sangat termotivasi dalam belajar PPKn, dengan yang termotivasi berjumlah 6 siswa, kurang termotivasi berjumlah 0 dan tidak termotivasi sama sekali berjumlah sebanyak 0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus II didapatkan hasil motivasi siswa sudah mencapat target yang diharapkan yaitu >65. Dengan jumlah rata-rata sebesar 86,30. Hasil belajar PPKn pada siklus I siswa yang lulus Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) hanya 13 orang dengan presentase 63,45%. Sedangkan pada siklus II terdapat 23 siswa yang lulus memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dengan presentase 81,46% atau berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa metode Outing Class dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar PPKn pada murid kelas V UPT SD Negeri 20 Bontoramba.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Karakter Disiplin Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn UPTD SDN 119 Ir. Wasito Kabupaten Maros Sri ayu ningsi; Jumiati Nur; Musdalifah Syahrir
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.5920

Abstract

This study aims to examine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on the discipline character of students in the Civics (PPKn) subject at SDN 119 Ir. Wasito, Tompobulu District, Maros Regency. The study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design and a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 11 fourth-grade students. Data were collected using a discipline character questionnaire, classroom observations, and documentation. Descriptive analysis revealed an increase in the average discipline score from 119.64 (pretest) to 149.55 (posttest). A paired-samples t-test showed a significance value of p = 0.000 (< 0.05), indicating that the application of the PBL model significantly improves students' discipline character. Therefore, the PBL model is recommended to be implemented as an alternative instructional strategy in Civics education to enhance character development in primary schools.
Pendidikan Karakter Kedisiplinan Melalui Mata Pelajaran PPKN Pada Murid Kelas IV SD Inpres Bontomanai Andini Puteri; Muhajir; Musdalifah Syahrir
COMPASS: Journal of Education and Counselling Vol. 1 No. 1 (2023): Compass: Journal of Education and Counselling, June 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/compass.v1i1.273

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter kedisiplinan melalui mata pelajaran PPKn pada murid kelas IV di SD Inpres Bontomanai, dengan responden yakni kepala sekolah, guru kelas dan murid kelas IV. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data penelitian ini adalah menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, pengimplementasian nilai karakter kedisiplinan dapat dilaksanakan melalui indikator kedisplinan dalam penelitian ini, yaitu mematuhi aturan sekolah, berpakaian sopan dan rapi, menyelesaikan tugas pada waktunya, saling menjaga dengan teman agar semua tugas-tugas kelas terlaksana dengan baik, selalu mengajak teman menjaga ketertiban dalam kelas, dan mengingatkan teman yang melanggar peraturan dengan kata-kata sopan dan tidak menyinggung. Setiap murid memiliki karakter yang berbeda-beda, akan tetapi dengan adanya kedisiplinan yang diajarkan dapat memberikan pengaruh yang baik bagi murid itu sendiri maupun bagi lingkungan sekolah yang dapat dilihat dari terciptanya suasana belajar yang tertib dan nyaman di dalam kelas, murid mematuhi aturan atau tata tertib yang berlaku, serta memiliki rasa disiplin terhadap segala tugas ketika berada di lingkungan sekolah.  
Efektivitas Program Anti Perundungan Berbasis Empati dalam Mewujudkan Sekolah Yang Ramah dan Bersahabat di SD Negeri Kakatua Makassar Idawati Idawati; Musdalifah Syahrir; Andi Arbaina Fariza; Indri Ramadhani; Al Husnul Khatimah Mz; Mahyaya Nur; ST. Rosmi R; Nurul Mawaddah
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.6120

Abstract

Kasus perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi masalah yang berdampak pada kesejahteraan psikologis, hubungan sosial, serta iklim pembelajaran peserta didik. Kondisi ini menuntut adanya upaya kolaboratif antara sekolah, guru, dan pihak terkait untuk membangun lingkungan belajar yang aman, ramah, dan bersahabat melalui penguatan nilai empati dan kepedulian sosial. Berdasarkan kebutuhan tersebut dilaksanakan kegiatan PKM berupa program anti perundungan berbasis di SD Negeri Kakatua Makassar. Program dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan bentuk kegiatan berupa edukasi, pelatihan, deklarasi anti perundungan, dan pemilihan duta anti bullying di sekolah. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM menunjukkan bahwa peserta didik memberikan respons yang sangat positif dengan nilai rata-rata angket sebesar 92%, yang mencerminkan tumbuhnya empati, kepedulian sosial, dan komitmen dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Peningkatan pemahaman peserta didik terhadap materi pencegahan perundungan juga tampak melalui perbandingan hasil pretest dan posttest, di mana nilai setelah program menunjukkan peningkatan yang bersifat signifikan dibandingkan dengan sebelum pelaksanaan program. Selain itu, hasil angket kepuasan mitra (guru atau pihak sekolah) mencapai 97%, yang menunjukkan bahwa program dinilai relevan, bermanfaat, dan mendukung terwujudnya iklim sekolah yang ramah, bersahabat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menegaskan bahwa program anti perundungan berbasis empati yang dilaksanakan berdampak positif dalam memperkuat pemahaman, sikap empati, serta membangun kesadaran peserta didik terhadap pencegahan perundungan, sehingga mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang ramah dan bersahabat di SD Negeri Kakatua Makassar.