Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PILIHAN PRODUK HALAL MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI MALANG Fadloli Fadloli; Widaningsih -; Abdul Chalim
Adbis: Jurnal Administrasi dan Bisnis Vol 15, No 2 (2021): JURNAL ADMINISTRASI DAN BISNIS 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/j-adbis.v15i2.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pilihan produk halal bagi mahasiswa Polinema, bagamana pilihan konsumsi produk berlabel halal serta dampak konsumsi halal terhadap keberkahan hidup.. Pendekatan penelitian ini kualitatif deskriftif. Sumber data adalah mahasiswa Administrasi Niaga dan Akuntansi. Data diperoleh dengan mengunakan kuesioner secara online. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggarbarkan fenomena yang utuh. Dari analisis data diperoleh gambaran, bahwa mahasiswa Politeknik Negeri Malang memiliki pemahaman konsep dasar halal sangat baik yang meliputi halal jenisnya, proses dan penyajiannya. Mahasiswa menyukai dan lebih mengkonsumsi produk yang berlabel halal karena bisa menenangngkan hati, mencerdaskan pikiran dan berdampak pada keberkahan hidup. Akhirnya disimpukan, bahwa pilihan produk halan menjadi gaya hidup mahasiswa, dimulai dengan pemahaman hakikat konsep halal yang utuh sehingga menjadikan label halal menjadi pilihan produk yang dikonsumsi serta akan berdampak pada kecerdasan dan keberkahan hidup.
Agama Sebagai Inspirasi Bukan Aspirasi Abdul Chalim
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.048 KB)

Abstract

Artikel ini akan membahas agama sebagi sumber inspirasi bukan aspirasi. Pada konteks ini, manusia memerlukan agama sebagai sesuatu yang murni dari Tuhan. Sehingga Tuhan dapat mengambil potret abstrak secara signifikan, ketika manusia mampu menerapkan ajaran agama dengan benar dan tepat di kehidupan sehari-hari. Pemahaman agama kontras terhadap opini mengenai agama berasal dari suatu masyarakat itu sendiri. Masalah sosial keagamaan terjadi karena tidak ada kesesuaian antara harapan yang sudah terukir pada keyakinan agama dan realita mengenai fungsi agama pada masyarakat. Itu jelas bahwa permasalahan disebabkan oleh sebuah interpretasi monodimensional terhadap ayat agama. Agama menyajikan sebuah tuntunan menuju sikap yang baik dalam menghormati seseorang yang berbeda keyakinan, bahkan ini juga digunakan sebagai tuntunan untuk meyakinkan orang lain untuk mengikuti kehendak-Nya. Kata kunci : Agama, Inspiasi, Aspirasi
HIDROPONIK SEDERHANA SEBAGAI ALTERNATIF PENGHIJAUAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH (STUDI PADA LINGKUNGAN SEKOLAH TK NURUL I’TISHOM, BINTARA, BEKASI) Abdul Chalim; RL Pangaribowo; Ida Bagus Rabindra; Lailatus Siami
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 2, Nomor 2, Juli 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.782 KB) | DOI: 10.25105/juara.v2i2.9800

Abstract

Community Service in the form of Counseling on the Empowerment of Kindergarten Teachers in the reforestation of school land has been carried out at Nurul I'tishom Kindergarten Kel. Bintara, Kec. Bekasi Barat on Friday, January 29, 2021. Community Service in the form of Counseling on the Empowerment of Kindergarten Teachers in The reforestation of school land has been carried out at Nurul I'tishom Kindergarten Kel. Bintara, Kec. Bekasi Barat on Friday, January 29, 2021. The background of this program is carried out with the aim of the desire of the partners to carry out reforestation which is constrained by the limitations of the remaining outdoor space in the school environment.The hydroponic planting system is an alternative to reforestation on limited land. Extension materials are provided online, consisting of hydroponic planting systems and Hydroponic Plant Arrangement Design. Participants in the activity are teachers, education staff, parents of students and the surrounding community. This activity received a good response as evidenced by the large number of participants and enthusiastic participants in the discussion and question and answer session. From the partners, there is a suggestion that there be further activities in the form of training with a longer number of face-to-face hours. The methods used in the implementation are counseling, demonstration and training
PENGARUH APLIKASI Rhizobium DAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA (CMA) TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI Acasia crassicarpa A. cunn. Ex Benth. PADA MEDIUM TANAH TERDEGRADASI Abdul Chalim
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 4 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.351 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i4.685

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Rhizobium dan aplikasi arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) pada pertumbuhan bibit Acacia rassicarpa. Penelitian dilakukan di rumah kaca pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi Alam dan Hutan Bogor, mulai Januarisampai Juli 2006. Tanah red-yellow podsolic steril yang digunakan sebagai medium berasal dari alam yang terdegradasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Anova dengan Rancangan Acak Lengkap, analisis data menggunakan uji Ducan’s Multiple Range dan korelasi Pearson. Aplikasi Rhizobium dan CMA menunjukkan variasi pada parameter pertumbuhan. Berat kering yang tertinggi dicapai oleh kombinasi galur Rhizobium S 641 dengan Gigaspora, dan kombinasi antara Rhizobium galur S 741 dengan Glomus sp aca Respon tertinggi pada tingkat pertumbuhan dan peningkatan berat kering menunjukkan adanya kompatibilitas simbiosis antara Galur Rhizobium, spesies AMF dan A. crassicarpa.Keywords: A. crassicarpa, AMF, growth response, Rhizobium
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PUPUK BOKASHI UNTUK PKK RT 01/RW 01 POHJENTREK – PASURUAN Abdul Chalim; Achmad Chumaidi; Shabrina Adani Putri; Andi Nina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-ABDIMAS) Vol 9 No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2022
Publisher : Publisher UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jabdimas.v9i1.182

Abstract

Trainings for developing work skills for PKK women in RT 01/RW 01 Pohjentrek Pasuruan are rarely held, so through this PkM activity, residents of RT 01/RW 01 Pohjentrek Pasuruan have been given skills training to be more independent so that they have jobs and a decent life. . One of the skills that can be trained is making bogashi fertilizer. Bokashi fertilizer is a fertilizer made with a composting method that can use an aerobic or anaerobic starter to compost organic matter. This organic material itself can be obtained from household kitchen waste such as leftover vegetables, fruits, rice, etc., so it does not require a fee or tends to be cheap. The PkM was carried out on Friday, October 2, 2020 online as well as team representatives who gave directions and submitted materials for making bokashi fertilizer, video tutorials for making bokashi fertilizer, manuals, composters and bokashi fertilizer products themselves. Publication is carried out on youtube media and the website of the Polynema Chemical Engineering department
Studi Kinetika Reaksi Metanolisis Pembuatan Metil Ester Sulfonat (MES) Menggunakan Reaktor Batch Berpengaduk Abdul Chalim; Agung Ari Wibowo; Ade Sonya Suryandari; Muhammad Muhajjir Syarifuddin; Moh. Tohir
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2017): October 2017
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.599 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v1i1.23

Abstract

Surfactant is a surface active agent which is widely applied in chemical industry related to its ability to stabilize the emulsion between the oil phase and the water phase. Surfactant-based on vegetable oil is a technology developed in the field of surfactant which has been dominated by surfactants made from petroleum. Methyl ester sulfonate (MES) is an anionic surfactant produced by the reaction between fatty acid methyl ester with a sulfonating agent or called as sulfonation reaction. MES undergoes an advanced process called methanolysis and neutralization reactions. This study investigated the effect of reactant molar ratio, reaction time and reaction temperature on MES yield on methanolysis reaction. The highest MES yield of 49.71% was achieved at a reaction temperature of 120°C, the reaction time of 120 minutes and the molar ratio between MES and methanol of 1:3. The rate constants of methanolysis reactions are determined by reacting the reactants in the stirred batch reactor under those operating conditions.
PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL DI ERA GLOBALISASI Abdul Chalim; Khrisna Hadiwinata; Shohib Muslim; Nandaru Ramadhan
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 8: Agustus 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebesaran Agama Islam terletak pada kaidah-kaidah moralitas atau akhlak yang diajarkannya, yang meliputi seluruh aspek aktifitas manusia. Didalam ajaran islam tidak ada yang terlepas dari tuntutan akhlak. Tata cara bergaul, tingkah laku, perasaan atau aspek apapun dari aktifitas manusia baik politik, sosial ekonomi, kesenian dan lain – lain. Semuanya harus selaras dengan akhlak islamiah dan berdasarkan pada tuntutan ibadah kepada Allah SWT. Maka sebagai muslim dalam mengantisipasi kegoncangan moralitas yang dihadapi oleh masyarakat dunia kini, kita harus merasa ditantang untuk bisa memberikan jalan alternatif sebagai solusi atau pemecahan. Apa itu? Kita yakinkan bahwa islam adalah jalan keselamatan. Allah menurunkan islam adalah untuk mengeluarkan umat manusia dari kgelapan menuju jalan terang benerang. Dari kesesatan menuju jalan haq dan kebenaran, dari kerusakan menuju keselamatan. Maka dari itu pengabdian itu bertujuan untuk memberikan bagaimana cara kita memahami dan melaksanakan ibadah sebagaimana yang diwajibkan Allah SWT. melalui firman-firmannya. Sehingga kewajiban menjalin hubungan sosial dalam rangka mewujudkan hablumminannas melalui amal – amal sosial dan upaya–upaya membangun fisabilillah bisa diperlakukan sama dengan kewajiban mendirikan sholat, puasa, dan sebagainya. Artinay, sama – sama diakui sebagai ibadah berjihad dijalan Allah SWT. Sebab kalu berjalan sendiri–sendiri hingga terjadi dikotomi atau pemisahan maka tidak akan sampai pada pengertian ibadah yang utuh
Etika Digital dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam Ikhsan Setiawan; Fadloli; Abdul Chalim; Astrifidha Rahma Amalia
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era has brought significant changes in various aspects of life, including easier access to information and communication. However, negative impacts such as digital addiction, the spread of misinformation, hate speech, and online bullying have also increased. In this context, digital ethics has become an important aspect that users of technology must understand and apply. Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in raising awareness and providing guidance on digital ethics based on Islamic values, such as trust, responsibility, and etiquette in communication. This research aims to formulate the concept of digital ethics from an Islamic perspective and analyze the contribution of PAI in educating students about digital ethics. The method used is qualitative research with a literature study approach, focusing on the analysis of literature from books, academic journals, and relevant previous research. The results indicate that digital ethics in Islam emphasizes values of honesty, politeness, and responsibility in media use. Additionally, PAI plays a crucial role in shaping students' critical attitudes toward digital content and guiding them in using technology ethically. This research is expected to serve as a reference for developing a more adaptive PAI curriculum that meets the challenges of the digital era. Era digital membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kemudahan akses informasi dan komunikasi. Namun, dampak negatif seperti kecanduan digital, penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan perundungan online juga semakin meningkat. Dalam konteks ini, etika digital menjadi aspek penting yang harus dipahami dan diterapkan oleh pengguna teknologi. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan memberikan panduan etika digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti amanah, tanggung jawab, serta adab dalam berkomunikasi.Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep etika digital dalam perspektif Islam serta menganalisis kontribusi PAI dalam mengedukasi mahasiswa tentang etika digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang berfokus pada analisis literatur dari buku, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika digital dalam Islam menekankan nilai-nilai kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab dalam bermedia. Selain itu, PAI memiliki peran penting dalam membentuk sikap kritis mahasiswa terhadap konten digital serta membimbing mereka dalam menggunakan teknologi secara etis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum PAI yang lebih adaptif terhadap tantangan era digital.
Etika Digital dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam Ikhsan Setiawan; Fadloli; Abdul Chalim; Astrifidha Rahma Amalia
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era has brought significant changes in various aspects of life, including easier access to information and communication. However, negative impacts such as digital addiction, the spread of misinformation, hate speech, and online bullying have also increased. In this context, digital ethics has become an important aspect that users of technology must understand and apply. Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in raising awareness and providing guidance on digital ethics based on Islamic values, such as trust, responsibility, and etiquette in communication. This research aims to formulate the concept of digital ethics from an Islamic perspective and analyze the contribution of PAI in educating students about digital ethics. The method used is qualitative research with a literature study approach, focusing on the analysis of literature from books, academic journals, and relevant previous research. The results indicate that digital ethics in Islam emphasizes values of honesty, politeness, and responsibility in media use. Additionally, PAI plays a crucial role in shaping students' critical attitudes toward digital content and guiding them in using technology ethically. This research is expected to serve as a reference for developing a more adaptive PAI curriculum that meets the challenges of the digital era. Era digital membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kemudahan akses informasi dan komunikasi. Namun, dampak negatif seperti kecanduan digital, penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan perundungan online juga semakin meningkat. Dalam konteks ini, etika digital menjadi aspek penting yang harus dipahami dan diterapkan oleh pengguna teknologi. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan memberikan panduan etika digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti amanah, tanggung jawab, serta adab dalam berkomunikasi.Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep etika digital dalam perspektif Islam serta menganalisis kontribusi PAI dalam mengedukasi mahasiswa tentang etika digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang berfokus pada analisis literatur dari buku, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika digital dalam Islam menekankan nilai-nilai kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab dalam bermedia. Selain itu, PAI memiliki peran penting dalam membentuk sikap kritis mahasiswa terhadap konten digital serta membimbing mereka dalam menggunakan teknologi secara etis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum PAI yang lebih adaptif terhadap tantangan era digital.
Building Digital Ethics in the Perspective of Islamic Religious Education Setiawan, Ikhsan; fadloli; Abdul Chalim; Astrifidha Rahma Amalia
Journal of Research in Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Research in Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma`arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jrie.v7i1.5929

Abstract

This article aims to explore the role of Islamic Religious Education (Islamic Religious Education or PAI) in building digital ethics among the younger generation in the modern era. Using a qualitative-descriptive approach, the study analyzes literature and current social phenomena to identify ethical challenges and Islamic perspectives on digital behavior. The findings reveal that digital media has created new ethical dilemmas, including the rise of hoaxes, cyberbullying, hate speech, and moral decline among youth. Islamic ethical principles such as adab, honesty, tabayyun, and responsibility are central in addressing these issues. The discussion emphasizes the need for Islamic education to integrate digital literacy and contemporary ethical discourse into its curriculum and teaching strategies. The study concludes that PAI has a vital impact in shaping ethical digital behavior and offers a spiritual framework for navigating the complexities of online interaction. Strengthening digital ethics through Islamic education can foster a more civil, responsible, and moral digital culture