Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengenalan Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Sumber Pangan dan Pakan Fungsional di Kwt Melati Muaro Jambi, Jambi Rahmi Dianita; Afriani H; Henny H; A. Rahman Sy.; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8765

Abstract

ABSTRAK Pangan dan pakan fungsional merupakan bahan pangan atau pakan yang tidak hanya berperan sebagai sumber untuk pemenuhan nutrisi bagi manusia dan ternak namun juga mempunyai potensi membantu menjaga metabolism tubuh dan daya yahan tubuh. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Wanita Tani tentang kelor (Moringa oleifera) sebagai pangan dan pakan fungsional di masa pandemi. Kegiatan ini dilaksanakan di KWT Melati Dusun Karang Mulyo, Muaro Jambi, Jambi. Pengenalan kelor dilakukan dengan menyediakan dan memberikan benih dan bibit serta informasi tentang kelor dan manfaatnya dengan metode Pendidikan Masyarakat melalui kegiatan penyuluhan. Setelah kegiatan PPM ini seluruh anggota KWT Melati telah mengetahui lebih banyak manfaat Moringa baik sebagai pangan maupun sebagai pakan ternak. Anggota KWT Melati sangat antusias untuk mengetahui proses fortifikasi pangan dengan Moringa. Anggota KWT Melati mau mengadopsi dengan menanam Moringa di lahan pekarangan setelah mengetahui Moringa sangat mudah untuk dibudidayakan dan manfaatnya sebagai pangan dan pakan fungsional. Kata Kunci: Moringa Oleifera, Pangan Dan Pakan Fungsional, Peningkatan Pengetahuan  ABSTRACT Functional food and feed are food or feed ingredients that not only act as a source of nutrition for humans and livestock but also have the potential to help maintain the body's metabolism and immune system. The purpose of this community service activity was to increase farmer women's understanding of Moringa oleifera as functional food and feed which is very useful during the Covid 19 pandemic. This activity was carried out at the Melati Women Farmers Group (WFG) Karang Mulyo Village, Muaro Jambi Regency, Jambi Province. The introduction of Moringa plants is done by providing Moringa seeds and seedlings as well as information about Moringa and its benefits with Public Education method through outreach activities. XXX. After the outreach activity, all members of WFG of Melati have known more benefits of Moringa for food as well as feed. Members of WFG are very enthusiastic to know how to process Moringa as food fortification. Members of WFG are willing to plant Moringa in their yard after learning that Moringa is very easy to be cultivated and its benefit for functional food and feed. Keywords: Moringa Oleifera, Functional Food And Feed, Knowledge Improvement
Analisis Amonia, Hidrogen Sulfida dan Kebauan Limbah Cair Rumah Potong Hewan Kota Jambi Jalius Jalius; Yurleni Yurleni; M. Rasyid Ridho; Fachroerrozi Hoesni; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.3677

Abstract

This study aims to determine the levels of ammonia and hydrogen sulfide contained in wastewater as well as the degree of odor to the environment around the Jambi City Slaughterhouse. The research design used was Randomized Block Design (RBD) with 4 sampling points as treatment, LI (cow and buffalo wastewater), L-II (swine wastewater), L-III (Mixed cow and buffalo liquid waste) , L-IV (Place of discharge of wastewater into public channels) and 4 replications. The observed variables were ammonia, hydrogen sulfide and environmental odor. Test results on the average ammonia content L-I = 124.75 ± 4.99; L-II = 60.25 ± 6.60; L-III = 108.50 ± 7.73 and L-IV = 95.50 ± 6.24. Test results on the average content of hydrogen sulfide L-I = 0.428 ± 0.08; L-II = 0.068 ± 0.10; L-III = 0.063 ± 0.09 and L-IV = 0.010 ± 0.00. The results showed that the ammonia and hydrogen sulfide content at the final outlet to the common channel decreased (P <0.01). From this study it can be concluded that the handling of Jambi City Slaughterhouse liquid waste when viewed from the ammonia and hydrogen sulfide content at the wastewater outlet to the public channels are 95.50 mg / L and 0.01 mg / L, respectively. The level of odor of the Jambi City Slaughterhouse waste was still smelled up to a distance of 178 m from the Slaughterhouse complex to community housing. Almost all respondents agreed that the level of odor that was smelled up to the level of odor, even from some respondents stated that the waste originating from Slaughterhouse was very smelly.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Susu Sapi Perah Di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara Agustina Pasaribu; F Firmansyah; Nahri Idris
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 18 No. 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.766 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v18i1.2656

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah di Kabupaten Karo. Penelitian ini dilaksanakan pada peternakan sapi perah di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey, pengambilan data dilakukan secara sensus.Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata produksi susu sapi perah FH di Kabupaten Karo yaitu 6,828 liter/hari/ekor. Produksi sapi perah di Kabupaten Karo masih kurang dibandingkan dengan jumlah rata-rata produksi susu sapi perah FH yaitu 10 liter/hari/ekor. Analisis regresi linear berganda menunjukkan nilai koefiesien determinasi (R2) sebesar 0,968 artinya bahwa 96,80% variasi produksi susu sapi perah ditentukan oleh variasi jumlah pakan, jumlah air minum, umur ternak, luas kandang dan interval pemerahan, sementara 3,20% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Pengujian dengan menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa secara simultan jumlah pakan, jumlah air minum, umur ternak, luas kandang dan interval pemerahan berpengaruh nyata terhadap produksi susu sapi perah di Kabupaten Karo. Secara parsial jumlah pakan dan interval pemerahan mempengaruhi produksi susu sapi perah di Kabupaten Karo.
Kelayakan Model Integrasi Usahatani Tebu dengan Usaha Ternak Sapi dalam Menunjang Kesejahetraan Petani Peternak di Kabupaten Kerinci Firmansyah Firmansyah; Afriani Harahap; Rahmi Dianita
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 19 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.099 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v19i1.3108

Abstract

The research aimed was to assess the technical, institutional, commercial, financial and economic feasibility of integration model of cattle production with sugarcane farming and its effect on the prosperity of farmers in Kayu Aro Barat District, Kerinci Regency. The method used was survey method with Stratified Random Sampling technique.  Sampling technque consisted of 2 strata i.e. strata I was sugarcane farmers who integrate to cattle production, and strata II was sugarcane farmers who not integrate to cattle production. Each index used present value from cost and benefit flows that were NPV, Net B/C ratio and IRR. For assessing the effect of integration model of cattle production with sugarcane farming on the prosperity of farmer was used path analysis. The study found that integration cattle production with sugarcane farming in Kayu Aro Barat District, Kerinci Regency  was feasible.  Technical, commercial, financial and economical  aspects were partially affect to farmers’ prosperity  in Kayu Aro Barat District, Kerinci Regency.   Key words : Integration model, catlle production, sugarcane
Model 5C Untuk Meningkatkan Keberhasilan Pola Gaduhan Ternak Sapi Pemerintah Daerah Pada Beberapa Kawasan Sentra Ternak Sapi di Provinsi Jambi: Model Of 5C For Increasing The Success Of Gaduhan Pattern Of Governmental Cow In Some Cattle Livestock Center I firmansyah firmansyah; Afriani Afriani; Ari. K. Hamzah; Radiati Rahmi
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 20 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.965 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v20i2.4861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 5C peternak mempengaruhi kepatuhan peternak dan menyusun model 5C secara efektif agar meningkatkan keberhasilan pola gaduhan ternak pemerintah daerah pada beberapa Kawasan Sentra Ternak Sapi di Provinsi Jambi. Metode penelitian adalah metode survei dengan teknik penarikan sampel Stratified Random Sampling. Character peternak dan Collateral yang dimiliki peternak berpengaruh kepatuhan peternak dalam mengembalikan atau mengulirkan ternak sapi, kepatuhan peternak dalam mengganti ternak sapi yang mati/hilang, kepatuhan peternak dalam mengikuti petunjuk dan bimbingan teknis yang diberikan oleh petugas peternakan, dan kepatuhan peternak dalam menanggung resiko sesuai perjanjian pola gaduhan ternak sapi pemerintah daerah pada beberapa Kawasan Sentra Ternak Sapi di Provinsi Jambi. Model 5C untuk meningkatkan keberhasilan pola gaduhan ternak sapi pemerintah daerah pada beberapa kawasan sentra ternak sapi di Provinsi Jambi memiliki tujuan utama adalah memaksimalkan benefit pola gaduhan ternak sapi, kemudian diikuti penilaian character, capacity, collateral, condition, dan capital yang dimiliki peternak. Alternatif kebijakan yang diambil adalah seleksi karakter peternak atau penggaduh yang ketat Kata Kunci : 5C, Pola Gaduhan, Ternak Sapi, karakter
Analisis Ketimpangan Pendapatan Rumah Tangga Peternak di Kota Jambi: Analysis of Farmers Household Income Inequality in Jambi City Hotmauli Pardosi; Firmansyah Firmansyah; Fachoerrozi Hoesni
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 24 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.992 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v24i1.11965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan pendapatan rumah tangga peternak di Kota Jambi baik peternak ayam, itik, kambing dan sapi serta untuk mengetahui perbedaan tingkat pengeluaran rumah tangga antar peternak. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilakukan di 6 kecamatan yaitu Telanaipura, Kota Baru, Jambi Timur, Paal Merah, Pelayangan dan Danau Teluk. Analisis data menggunakan analisis ketimpangan pendapatan (koefisien gini dan kriteria bank dunia) serta uji-t untuk analisis perbedaan tingkat pengeluaran peternak. Tingkat ketimpangan pendapatan peternak di Kota Jambi tergolong rendah berdasarkan koefisien gini (0,22) ataupun kriteria bank dunia. Nilai koefisien gini peternak ayam, itik, kambing dan sapi yaitu berturut-turut 0,26; 0,17; 0,22 dan 0,17. Hasil uji-t diketahui terdapat perbedaan tingkat pengeluaran rumah tangga peternak ayam dengan itik, peternak ayam dengan kambing, peternak ayam dengan sapi, peternak itik dengan kambing, peternak itik dengan sapi, serta tidak terdapat perbedaan antar peternak kambing dan sapi. Kesimpulannya bahwa tingkat ketimpangan pendapatan rumah tangga peternak di Kota Jambi berdasarkan koefisien gini secara umum ataupun berdasarkan komoditas tergolong rendah. Berdasarkan Kriteria Bank Dunia, ketimpangan distribusi pendapatan menunjukkan ketimpangan pendapatan rendah. Pada uji beda (uji-t), terdapat perbedaan tingkat pengeluaran rumah tangga peternak antar komoditas unggas dan komoditas unggas dengan ruminansia serta tidak ada perbedaan antar ruminansia. Kata kunci: ketimpangan pendapatan; koefisien gini; dan pengeluaran peternak
Analisis Perbedaan Potensi Eksternal dan Internal Antara Pola Pemeliharaan Ternak Sapi di Kebun Sawit Kecamatan Sungai Bahar Ade Zulkarnaen; Firmansyah Firmansyah; Muhammad Farhan
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.178 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i1.15767

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk menganalisis perbedaan potensi internal dan eksternal pola pemeliharaan ekstensif dan semi intensif ternak sapi di Kebun Sawit Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi. Metode penelitian adalah metode survey, selanjutnya data dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa pada potensi internal dari masing-masing pemeliharaan hanya faktor ketersediaan kandang, sistem perkawinan dan jenis pakan yang berbeda dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (P<0,05) dan nilai thitung lebih besar dari ttabel =1,70 (thitung > ttabel). Sementara itu, pada potensi eksternal faktor yang berbeda antara pola pemeliharaan ekstensif dengan semi intensif adalah faktor pembelian ternak, ketersediaan lahan hijauan dan kehilangan ternak dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (P<0,05) dan nilai thitung lebih besar dari ttabel =1,69(thitung > ttabel). Kesimpulan potensi internal dan eksternal pola pemeliharaan ekstensif dan semi intensif ternak sapi di Kebun Sawit Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan hasil yang berbeda.Kata kunci : potensi internal dan eksternal, pemeliharaan ekstensif dan semi intensif
Analisis Perbedaan Penjualan, Harga dan Struktur Pasar Ternak Sapi Kurban Periode Sebelum, Awal dan Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Batang Firmansyah Firmansyah; Muhammad Hafidz Fajri; Wahyu Akbar; Fachroerrozi Hoesni; Afriani H; Farizal Farizal
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 7, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v7i1.1097

Abstract

This study aims to determine the differences in the number and price of sacrificial cattle sold before the pandemic and during the Covid-19 Pandemic and to analyze the market structure for sacrificial cattle in Batang Hari Regency based on the concentration of sellers. This study used a survey method by taking 50% of the total sub-districts in Batang Hari Regency. Then the data was obtained from a sample of sacrificial cattle traders who were taken by the census in the selected sub-districts. In this study seen from the concentration of sellers using the concentration ratio formula (Kr) and market share (market share). Data were analyzed using the data distribution normality test with the Kolmogorov-Smirnov test and the Shapiro-Wilk test. Test the difference using the Non-Parametric Test using the Kruskal Wallis Test followed by the Post Hoc Test using the Mann-Whitney Test. In conclusion, there was a difference in the number of sacrificial cattle sold by sacrificial cattle traders in Batang Hari District before the pandemic and during the Covid-19 Pandemic. There was a difference in the selling price of sacrificial cattle by cattle traders in Batang Hari District before the pandemic and during the Pandemic. Covid-19. The structure of the market for sacrificial cattle in Batang Hari Regency, based on the concentration of sellers, is an oligopoly of moderate concentration
PEMELIHARAAN TERNAK KERBAU RAWA DENGAN SISTEM UMO (Studi Kasus di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari) Firmansyah Firmansyah; Santia Ardila; Ery Andyka Mustofa; Fachroerrozi Hoesni
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i1.1071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Pemeliharaan ternak kerbau dengan sistem UMO. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif partisipatif dengan analisis data menggunakan analisis SWOT (Strenghth, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan analisis Matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matriks). Pemeliharaan ternak kerbau dengan sistem UMO mampu mengatasi kelemahan dengan memanfaatkan kekuatan, dan mampu memanfaatkan peluang dan menghadapi ancaman yang ada. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi dalam pengembangan ternak kerbau pada sistem pemeliharaan UMO di Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari adalah mempertahankan kearifan lokal dalam pengembangan ternak kerbau dengan mempertahan lahan sawah sebagai tempat penggembalaan.
ADOPSI INOVASI PENGOLAHAN LIMBAH USAHA TERNAK SAPI Afriani H; Adriani Adriani; Firmansyah Firmansyah; Bagus Pramusintho
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 7, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v7i1.1072

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi menjadi pupuk organik padat, biourin, dan biogas, serta untuk menganalisis karakteristik inovasi yang mempengaruhi adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi. Tulisan ini menggunakan metode literature review.  Data dan pembahasan bersumber dari literatur, jurnal bereputasi, jurnal nasional terakreditasi dan hasil-hasil penelitian. Data-data yang telah terkumpul disajikan dalam  bentuk deskripsi dan selanjutnya dilakukan analisis dan sintesis literatur. Berdasarkan  pembahasan dapat disimpulkan bahwa adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi oleh peternak masih beragam mulai dari teknologi yang sederhana (pupuk kandang) hingga yang kompleks (kompos, biogas dan biourin). Karakteristik inovasi mempengaruhi adopsi inovasi pengolahan limbah usaha ternak sapi.