Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Palu pada Materi Himpunan Berdasarkan Adversity Quotient Ni Kadek Devi Sancini; I Nyoman Murdiana; Tegoeh S. Karniman; Nurhayadi Nurhayadi
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 13 No. 3 (2026): Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jepmt.v13i3.5019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP Negeri 2 Palu pada materi himpunan ditinjau dari Adversity Quotient (AQ). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan tiga subjek siswa yang dipilih berdasarkan hasil kuesioner Adversity Response Profile (ARP) untuk mewakili tipe Quitter, Camper, dan Climber. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner ARP, tes tertulis, dan wawancara, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa tipe Quitter mampu mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan namun belum menggunakan simbol matematika dalam bentuk representasi; (2) siswa tipe Camper mampu menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan menggunakan simbol matematika meskipun belum lengkap, serta mampu menggambar dan menjelaskan diagram Venn secara tepat untuk mendeskripsikan ide dan hubungan matematis secara lisan; (3) siswa tipe Climber menunjukkan kemampuan komunikasi matematis terbaik, meliputi keakuratan penulisan informasi menggunakan simbol matematika secara lengkap, ketepatan menggambar diagram Venn, serta pemahaman dalam mengekspresikan ide matematis baik secara lisan maupun tulisan. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat Adversity Quotient memengaruhi variasi kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi himpunan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII B SMP Negeri 19 Palu pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar Resky Amalia; Ibnu Hadjar; I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 13 No. 3 (2026): Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako (JEPMT)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jepmt.v13i3.5274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII B SMP Negeri 19 Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Desain penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi tersebut melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) tahap pendahuluan, di mana guru menjelaskan aktivitas yang akan dilakukan pada setiap fase pembelajaran dan menyajikan materi; (2) tahap think (berpikir), di mana guru memberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan meminta siswa memikirkan jawaban pertanyaan secara individual; (3) tahap pair (berpasangan), di mana guru meminta siswa bergabung dengan kelompok yang telah ditentukan untuk mendiskusikan hasil pemikiran individual dan menyepakati jawaban yang benar; (4) tahap share (berbagi), di mana guru mengundang beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas; serta (5) tahap penutup, di mana guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
A Developmental Study of Junior High School Mathematics Instructional Media Guided from Humanity-Value of Learning Model (MPNK) to Prevent Juvenile Delinquency I Nyoman Murdiana; Rita Lefrida
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol. 24 No. 1 (2017)
Publisher : Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran, Universitas Negeri Malang in Collaboration with Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Research and Development study aimed to develop a instructional media for math lesson using valid, practical, and effective humanity-value teaching model to prevent juvenile delinquency. To achieve the objective, the prototypical study was conducted using 3 phase development, namely (1) early assessment phase or front-end analysis, (2) the development phase consisting of expert validation and tryout I, and (3) the evaluation phase through tryout II using a quasi experiment design with anacova data analysis. The result from the first year development (2015) was the instructional media for junior high school using a valid humanity-value teaching model to prevent various kinds of juvenile delinquency. The products developed from the current research were in the form of lesson plan, teacher’s book, student book, and student worksheets. The products were in the form of draft of the instructional set which was valid.
Profil Lapisan Pemahaman Konsep Bilangan Berpangkat Berdasarkan Teori Pirie-Kieren Ditinjau dari Kemampuan Matematis Wanda Yunisa Balqis; Mubarik Mubarik; Pathuddin Pathuddin; I Nyoman Murdiana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4983

Abstract

Pemahaman konsep sangat penting dalam pembelajaran matematika. Namun, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa banyak siswa SMP Negeri 14 Palu masih kesulitan memahami konsep yang berkaitan dengan materi bilangan berpangkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang profil lapisan pemahaman konsep bilangan berpangkat berdasarkan teori Pirie-Kieren ditinjau dari kemampuan matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 14 Palu dengan subjek penelitian yang terdiri 2 siswa kelas VIII yang mewakili kemampuan matematis tinggi dan kemampuan matematis sedang. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematis tinggi mampu mencapai seluruh lapisan pemahaman teori Pirie-Kieren, mulai dari Primitive Knowing hingga Inventising. Siswa tersebut mampu memahami konsep bilangan berpangkat, menggunakan sifat-sifat bilangan berpangkat dengan tepat, serta menjelaskan alasan penggunaan konsep dalam menyelesaikan soal. Sementara itu, siswa dengan kemampuan matematis sedang hanya mencapai lapisan Primitive Knowing, Image Making dan Image Having. Siswa mampu memahami konsep dasar bilangan berpangkat, tetapi masih mengalami kesulitan dalam mengenali sifat-sifat bilangan berpangkat dan menjelaskan konsep secara lebih mendalan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan matematis mempengaruhi perkembangan pemahaman konsep bilangan berpangkat siswa, sehingga pembelajaran matematika harus dirancang agar siswa tidak hanya menguasai prosedur tetapi juga memperoleh pemahaman konseptual yang lebih mendalam hingga mereka dapat mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak subjek dengan tingkat kemampuan matematis yang berbeda serta materi yang lebih beragam untuk memperluas kajian mengenai perkembangan lapisan pemahaman siswa berdasarkan teori Pirie-Kieren.