Evie Awuy
Universitas Tadulako

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI RUMUS-RUMUS TRIGONOMETRI JUMLAH DAN SELISIH DUA SUDUT SISWA KELAS XI IPA1 SMA NEGERI 9 PALU Dwi Siti Rahayu A; Baharuddin Paloloang; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar pada materi rumus-rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 9 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi rumus-rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut mengikuti fase-fase, yaitu 1) penomoran, 2) mengajukan pertanyaan, 3) berpikir bersama, dan 4) menjawab. Hasil penelitian: 1) ketuntasan belajar klasikal siswa pada tes akhir tindakan siklus I yaitu 54,55%, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 80,95%, 2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I mencapai 76% dengan kriteria baik, dan pada siklus II mencapai 90% dengan kriteria sangat baik, dan 3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklu I mencapai 72% dengan kriteria baik, dan pada siklus II mencapai 88% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Hasil Belajar, Rumus-rumus Trigonometri Jumlah dan Selisih Dua Sudut Abstract: The purpose of this study is to obtain a description of the application of cooperative learning model type Numbered Heads Together (NHT) that can improve learning outcomes on the material trigonometric formula Addition and Subtraction of two angles of students class XI IPA1 SMA Negeri 9 Palu. This research is a classroom action research that refers to Kemmis and Mc's research design. Taggart ie planning, action execution, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of NHT type cooperative learning model can improve student learning outcomes on the material of trigonometric formulas the Addition and Subtraction of two angles follow the phases, namely 1) numbering, 2) asking questions, 3) thinking together, and 4) answering . Result of research: 1) student's learning completeness at the end test of action cycle I is 54,55%, and experience improvement in cycle II that is 80,95%; 2) result of observation of activity of teacher in cycle I reach 76% with good criterion, and in the second cycle reached 90% with very good criteria, and 3) the observation of student activity on siklu I reached 72% with good criteria, and in cycle II reached 88% with very good criteria. Keywords: Cooperative Learning Model Numbered Heads Together (NHT), Learning Outcomes, Trigonometric Formulas Addition and Subtraction Two Angles
PENGARUH KEMAMPUAN PENALARAN TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI HIMPUNAN Nur Ainun; Bakri Mallo; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan penalaran terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita materi himpunan pada siswa kelas VII MTs. Alkhairaat Pakuli. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu kemampuan penalaran berpengaruh terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita materi himpunan pada siswa kelas VII MTs. Alkhairaat Pakuli. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs. Alkhairaat Pakuli yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas VII A dan kelas VII B. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berupa tes kemampuan penalaran dan tes kemampuan menyelesaikan soal cerita. Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis menggunakan uji F dengan taraf signifikan 5%. Hasil pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung = 34,14 > Ftabel = 4,11, sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran berpengaruh terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita materi himpunan. Kata Kunci: Kemampuan penalaran, Kemampuan menyelesaikan soal cerita Abstract: The Aim of this research was to determine the influence of reasoning ability on the capability to solve narrative question of set on Students of VII class in MTs. Alkhairaat Pakuli. The research hypothesis was the reasoning ability influences the capability to solve narrative question of set on Students of VII class in MTs. Alkhairaat Pakuli. The population in this research was the students of grade VII MTs. Alkhairaat Pakuli registered in the 2017/2018 academic. The sampling technique has been done by random sampling. The sampling class was VII A class and VII B class. The data collection was carried out by using reasoning ability test and narrative question solving ability test. The collected research data were analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis techniques. The testing of hypothesis used the F test with a significant level of 5%. The results of the research hypothesis testing showed that the value of F-count = 34.14 > F-table = 4.11. Therefore, H1 is accepted and H0 is rejected. Based on these results, it can be concluded that reasoning ability influences the narrative question solving ability. Keywords: reasoning ability, narrative question solving ability
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Hardiyanti; Evie Awuy; Anggraini
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran berbasis masalah(PBM)yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mnyelesaikan soal cerita keliling dan luas daerah persegi panjang di kelas VII C MTsN 1 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model PBM dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu (1) orientasi siswa pada masalah menggunakan power point, hasil yang didapatkan pada fase ini adalah hampir semua siswa memperhatikan penyampaian guru dan aktif mencari tahu cara penyelesaian masalah keliling persegi panjang pada siklus I dan luas daerah persegi panjang pada siklus II dengan memberikan tanggapan terhadap masalah yang diberikan oleh guru.(2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, hasil yang didapatkan pada fase ini di siklus I adalah masih ada siswa yang menunjukkan ketidaksetujuannya kepada guru tentang anggota kelompoknya yang telah ditentukan. Hasil yang didapatkan pada fase ini di siklus II adalah semua siswa langsung membentuk kelompok sesuai dengan anggota kelompok yang telah ditentukan oleh guru. (3) membantu penyelidikan individual maupun kelompok. Hasil yang didapatkan pada fase ini adalah siswa mampu untuk mengungkapkan ide-ide mereka dalam menjawab masalah yang ada dalam LKS melalui diskusi kelompok. Selain itu, siswa sudah dapat menggunakan rumus keliling persegi panjang dengan bantuan seperlunya dari guru jika siswa mengalami kesulitan pada siklus II. (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, Hasil yang didapatkan pada fase ini di siklus I adalah siswa sudah mampu mempresentasikan hasil pekerjaan kelompoknya dengan penguasaan topik dan proses pengerjaan yang cukup baik. (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, Hasil yang didapatkan pada fase ini adalah siswa sudah mampu menganalisis hasil proses pemecahan masalah keliling persegi panjang di siklus I dan masalah luas daerah persegi panjang di siklus II. Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah(PBM); hasil belajar; soal cerita keliling dan luas daerah persegi panjang
KOLABORASI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DAN KOOPERATIF TIPE NHT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PROGRAM LINEAR Hidayahni Z Musa; Evie Awuy; Muh Rizal
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan kolaborasi model pembelajaran Quantum Teaching dengan kooperatif tipe Number Head Together (NHT) pada materi program linear untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri 5 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri 5 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019. Jumlah subjek penelitian ini adalah 28 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Pada penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri 5 Palu pada materi program linear mengalami peningkatan, yaitu hasil observasi aktivitas guru dan siswa siklus I berada pada kategori baik sedangkan pada siklus II hasil observasi aktivitas guru dan siswa berada pada kategori sangat baik. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal adalah 71% sedangkan siklus II persentase ketuntasan klasikal adalah 76%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan kolaborasi model pembelajaran Quantum Teaching dengan kooperatif tipe Number Head Together (NHT)dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi program linear kelas XI MIA 4 SMA Negeri 5 Palu. Langkah-langkah kolaborasi model pembelajaran Quantum Teaching dan kooperatif tipe NHT, yaitu: (1) fase tumbuhkan (Quantum Teaching), (2) kolaborasi fase alami (Quantum Teaching) dengan fase penomoran (NHT) dan fase mengajukan pertanyaan (NHT), (3) kolaborasi fase namai (Quantum Teaching) dengan fase berpikir bersama (NHT), (4) kolaborasi fase demonstrasikan (Quantum Teaching) dengan fase memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban (NHT), (5) fase ulangi (Quantum Teaching ), (6) fase rayakan (Quantum Teaching). Kata Kunci: Quantum Teaching, Kooperatif Tipe NHT, Hasil Belajar, Program Linear Abstrack: This study aims to obtain a description of the application of collaborative Quantum Teaching learning models with cooperative type Number Head Together (NHT) on linear program material to improve learning outcomes of XI MIA 4 students in SMA Negeri 5 Palu. This research is Classroom Action Research (CAR) which refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, namely planning, action, observation, and reflection. This research was conducted in two cycles. The subjects of this study were students of class XI MIA 4 of SMA 5 Palu who were registered in the 2018/2019 school year. The number of subjects in this study were 28 students and three students were selected as informants. In the research that has been carried out, it is obtained that the learning outcomes of class XI MIA 4 students of SMA 5 Palu in the linear program material have increased, namely the results of observations of the activities of teachers and students in the first category in the second cycle. very good category. In the first cycle the percentage of classical completeness was 71% while the second cycle of classical completeness was 76%. Based on these results it can be concluded that the application of collaborative Quantum Teaching learning model cooperatively type Number Head Together (NHT) can improve student learning outcomes in the linear XI MIA 4 class program material at SMA Negeri 5 Palu. The steps for collaborating the Quantum Teaching and cooperative learning model of the NHT type, namely: (1) the growing phase (Quantum Teaching), (2) natural phase collaboration (Quantum Teaching) with the numbering phase (NHT) and the questioning phase (NHT), ( 3) named phase collaboration (Quantum Teaching) with the shared thinking phase (NHT), (4) demonstration phase collaboration (Quantum Teaching) with phases calling member numbers or giving answers (NHT), (5) repeat phase (Quantum Teaching), (6) celebration phase (Quantum Teaching). Keywords: Quantum Teaching, Cooperative NHT Types, Learning Outcomes, Linear Programs
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH LAYANG-LAYANG Riska Alfana Petingko; Baharuddin Paloloang; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model Problem Based Learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi, dan 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas guru siklus I dan siklus II memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan baik, dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu memperoleh kriteria taraf keberhasilan sangat baik. Persentase ketuntasan belajar klasikal siklus I 41,17% dan siklus II sebesar 76,47%. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VIIA SMP Negeri 13 Sigi, dengan mengikuti fase-fase PBL yaitu: 1) orientasi siswa pada masalah, 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, 3) membimbing penyelidikan siswa secara mandiri maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah. Kata Kunci: Problem Based Learning, hasil belajar, keliling dan luas daerah layang-layang. Abstract: This research aim to description about applying model Problem Based Learning in an attempt improve student learning outcomes on perimeter and area of kite in class VIIA SMP Negeri 13 Sigi. This research in classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart research design that including are are 1) planning, 2) doing, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the results of observations of teacher activity in cycle I and cycle II obtained very good criteria for success. The results of observations of the activities of students in cycle I are obtaining good success criteria, and have increased in cycle II, namely obtaining very good success criteria. The percentage of classical learning completeness in cycle I is 41,17% and has in cycle II by 76,47%. From the results of the research, it can be concluded that the application of Problem Based Learning can improve student learning outcome on circle in class VIIA SMP Negeri 13 Sigi it following PBL the phases: 1) student orientation, 2) organize students to learn, 3) developing independent student and group research, 4) developing and presenting the work, and 5) analyzing and evaluating problem solving. Keywords: Problem Based Learning, learning outcomes, perimeter and area of kite.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA HIMPUNAN DI KELAS VII B SMP KATOLIK St. PAULUS PALU Agnes Desy Leliana; Sutji Rochaminah; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak :Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita himpunan kelas VII B SMP Katolik St. Paulus Palu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP Katolik St. Paulus Palu. Dari subjek penelitian tersebut dipilih 3 orang informan dengan kemampuan rendah. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti tahap-tahap model pembelajaran kooperatif tipe STAD, yakni: (1) penyajian kelas, (2) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, (3) membimbing siswa belajar dan bekerja, (4) tes individual, dan (5) pemberian penghargaan. Kata kunci: kooperatif,STAD, hasil belajar, soal cerita, himpunan. Abstrak : This researches purpose is to improve the learning outcomes in solving the set story problem of students of class VII B Saint Andrew Chatolic Junior High School Palu. This type of research is classroom action research (CAR). The research design refers to the design of research conducted Kemmis and Mc. Taggart is comprised by of four components: (1) planning, (2) actions, (3) observation, and (4) reflection. The subject of this research is student of class VII B Saint Andrew Chatolic Junior High School Palu. The research subjects chosen from 3 informants with low ability. The data of this research was qualitative and quantitative data. Techniques of data collection were observation, tests, interviews, and field notes. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of learning models of cooperative STAD assisted tools can improve student learning outcomes by following the phases of the learning model Cooperative STAD, namely: (1) Presentation classes, (2) organize the students into groups learning, (3) guiding students to learn and work, (4) the test individual, and (5) giving the award. Keywords : cooperative, STAD learning result, story problem.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SPLDV DI KELAS VIII A MTs NEGERI 4 PALU Ika Wahyuni; Ibnu Hadjar; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) think, (2) talk, (3) write. Hasil penelitian: (1) persentase ketuntasan belajar klasikal tes akhir tindakan pada siklus I mencapai 61,2% dan pada siklus II mencapai 74,19%, (2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor total 51 atau berada pada kategori baik, dan siklus II memperoleh skor total 59 atau berada pada kategori sangat baik. (3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor total 47 atau berada pada kategori baik. dan siklus II memperoleh skor total 54 atau berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Kata Kunci: Model pembelajaran, kooperatif, think talk write, hasil belajar, soal cerita, SPLDV
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIFTIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FUNGSI KOMPOSISI PADA SISWA KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 5 PALU Mariana; Sukayasa; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada soal fungsi komposisi yang disebabkan karena siswa keliru dalam mengkomposisikan dua fungsi serta siswa kesulitan dalam menentukan fungsi pembentuk suatu fungsi komposisi dan juga siswa bersikap pasif dalam pembelajaran serta terkesan tidak saling mempedulikan dalam proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA I SMA Negeri 5 Palu pada materi fungsi komposisi. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan pada tes akhir siklus I menunjukkan bahwa ada 14 siswa yang tuntas dari 24 siswa yang mengikuti tes yang memperoleh nilai ketuntasan 58,33%. Sedangkan pada siklus II menunjukkan bahwa 22 siswa yang tuntas dari 26 siswa dengan nilai ketuntasan 84,62%. Kesimpulan bahwapembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi komposisi di kelas X MIA1 SMAN 5 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, 2) fase penyajian informasi, 3) fase penomoran, 4) fase pengajuan pertanyaan, 5) fase berpikir bersama, 6) fase pemberian jawaban, 7) fase pemberian penghargaan. Abstract: The main problem in this study is the low student learning outcomes on the matter of compotision function caused bacause students are mistaken in composing the two functions and students difficulty in determining the function of forming a function of the composition and also the students are passive in learning and seem not to care for each other in the learning process. The purpose of this study is to obtain a description of the application of cooperative learning model type numbered heads together to improve student learning outcomes class X MIA 1 SMAN 5 Palu on the material composition function. The type of research is classroom action research. The research design refers to the Kemmis and Mc Taggart models. They are planning, action execution, observation and reflection. The study was conducted in two cycles. The study was conducted in two cycles. The results showed that in the final test of cycle one showed that there were 14 students who graduated from 24 students who took the test that got the score 58,33%. While in cycle two shows that 22 students who graduated from 26 students with 84,62% complete score. The conclusion that cooperative learning of type Numbered Heads Together can improve students learning outcomes in the material of composition function in class X MIA 1 SMAN 5 Palu by following the phases: 1) the phaseof delivery of goals and motivating students, 2) the presentation phase of information, 3) numbering phase, 4) questioning phase, 5) mutual thingking phase, 6) response phase, 7) awarding phase. Keywords : Cooperative Learning Numbered Heads Together; Learning Outcomes; Composition Functions.
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI LINGKARAN Fitrianingsih; Marinus Barra Tandiayuk; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dan penyebab kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Palu dalam menyelesaikan soal cerita pada materi lingkaran. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri atas 4 subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konseptual yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan dalam menggunakan rumus panjang busur dan rumus luas juring lingkaran, (2) kesalahan dalam melakukan konsep operasi perkalian desimal, (3) kesalahan dalam menuliskan apa yang diketahui, (4) kesalahan dalam menuliskan satuan luas lingkaran, (5) kesalahan tidak menuliskan satuan luas dan satuan keliling lingkaran. Sedangkan kesalahan prosedural yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal, (2) kesalahan dalam melakukan operasi perkalian, (3) kesalahan tidak melanjutkan jawaban. Adapun faktor penyebab kesalahan konseptual yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan dalam menggunakan rumus panjang busur dan rumus luas juring lingkaran, hal ini disebabkan karena siswa tidak memahami maksud dari soal. (2) kesalahan dalam melakukan konsep operasi perkalian desimal, hal ini disebabkan karena siswa bingung pada saat meletakkan tanda koma. (3) kesalahan dalam menuliskan apa yang diketahui dari soal, hal ini disebabkan karena siswa tidak memahami soal dengan baik. (4) kesalahan dalam menuliskan satuan luas lingkaran, hal ini disebabkan karena siswa tidak paham konsep satuan luas. (5) kesalahan tidak menuliskan satuan luas dan satuan keliling lingkaran, hal ini disebabkan karena siswa tidak memahami konsep satuan. Sedangkan faktor penyebab untuk kesalahan prosedural yang dilakukan oleh siswa yaitu : (1) kesalahan tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal, hal ini disebabkan karena siswa lupa menuliskannya. (2) kesalahan perhitungan dalam melakukan operasi perkalian, hal ini disebabkan karena siswa kurang teliti dalam melakukan perkalian. (3) kesalahan tidak melanjutkan jawaban, hal ini disebabkan karena siswa hanya mengetahui sebagian maksud dari soal.