Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi Metode Lean Healthcare untuk Mengurangi Waktu Tunggu Pasien: Implementation of Lean Healthcare Methods to Reduce Patient Waiting Time Arif, Yulastri; Muthmainnah, Muthmainnah; Putri, Zifriyanthi Minanda; Maisa, Esthika Ariany; Nelwati, Nelwati; Susmiati, Susmiati; Ananda, Yuanita; Sidaria, Sidaria; Murni, Dewi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 7 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i7.8973

Abstract

Outpatient waiting time is one of the national quality indicators. Most patients visiting outpatient clinics in Indonesian hospitals complain about the long waiting time before receiving healthcare services. Over the decades, the persistent issue of long waiting times and unresolved patient dissatisfaction has led hospitals worldwide to adopt Lean Healthcare management systems. These systems focus on improving the efficiency and effectiveness of service operations by eliminating waste. Siti Rahmah Hospital is a private type-C hospital facing outpatient waiting time issues exceeding 60 minutes. This community service aims to enhance nurses' knowledge and reduce service waiting times. This community service was conducted using a quantitative approach with an experimental design, and the primary data collection technique was through questionnaires. The implementation consisted of four main stages: preparation, socialization of lean healthcare methods, identification of waiting times, and mapping types of time waste in services. Nurses' knowledge about lean healthcare management increased significantly by 56.70% after the training, as shown by a pretest score of 36.6% and a post-test score of 93.3%. The knowledge components that improved substantially included understanding the outpatient waiting time standard of less than 60 minutes, identifying time-wasting activities in services, and using electronic medical records as a lean healthcare strategy to reduce service waiting times. The lean healthcare method is effective in reducing patient waiting times in outpatient care.
The Influence of Ethical Climate on The Organizational Commitment of Nurses in Government Hospitals in Padang, Indonesia Sidaria, Sidaria; Fahmy, Rahmi; Merdawati, Leni
Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69989/edv5y820

Abstract

Commitment of nurses to hospitals remains a challenge in human resource management. One factor influencing organizational commitment is ethical climate, an individual's perception of values, norms, and moral standards in the work environment. A positive ethical climate is believed to increase nurses' loyalty and emotional attachment to the institution. This study aims to analyze the effect of ethical climate on organizational commitment among nurses in government hospitals in Padang City, Indonesia. This is a quantitative explanatory study with a sample of 69 nurses who met the inclusion criteria, taken by proportional random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed with SmartPLS. The results showed a significant positive effect of the ethical climate of benevolence and principles (caring, independent, law and code, rules) on organizational commitment (T-statistic 7.715; P value 0.000; sample mean 0.745, R square 0.440), and there was no effect of instrumental climate on organizational commitment. A positive ethical climate that reflects caring, compliance with rules, and the principle that every action and decision is based on personal or professional standards can strengthen nurses' commitment to the organization. Strengthening ethical culture is important in building sustainable and quality-oriented health services.
Efektifitas Sosialisasi Supervisi 4S dalam Rangka Peningkatan Budaya Keselamatan Pasien: Effectiveness of Socialization 4S Supervision to Improve Patient Safety Culture Arif, Yulastri; Khairina, Ilfa; Susmiati, Susmiati; Nelwati, Nelwati; Puteri, Zifriyanthi Minanda; Ananda, Yuanita; Murni, Dewi; Sidaria, Sidaria; Muthmainnah, Muthmainnah; Maisa, Esthika Ariany
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i2.6041

Abstract

Healthcare facilities must adhere to patient safety principles to reduce the risk of harm. Prof. Dr. M.A. Hanafiah SM Batusangkar Hospital is among the healthcare providers in West Sumatra, necessitating endeavors to enhance and sustain service quality, especially regarding patient safety. The effectiveness of the patient safety culture depends on the 4 S supervision elements, including Structure, Skill, Support, and Sustainability. The 4S supervision model guides and aids nurses in advancing their skills related to patient safety. Survey findings at the hospital revealed that the promotion of 4S supervision was suboptimal, manifesting as nurses' limited grasp of the concept. On July 28-29, 2023, a structured socialization, education, and mentorship program was conducted for nursing executives and managers. The objective was to empower nurses to incorporate multilayered supervision into patient care and oversee the implementation of patient safety in inpatient, outpatient, and emergency room settings, aiming to enhance the patient safety culture.
Self Care dan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Jantung Koroner Sidaria, Sidaria; Huriani, Emil; Nasution, Salmi Dianita
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2023): JIK-April Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v7i1.631

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas tertinggi di dunia bahkan di Indonesia. Untuk mengurangi gejala kekambuhan, meningkatkan atau mengelola kesehatan dalam kehidupan sehari-hari pasien memerlukan self care yang optimal sehingga kualitas hidup dapat meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara self care dengan kualitas hidup pada pasien dengan PJK masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 86 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan pendekatan accidental sampling dan dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment. Instrumen yang digunakan Self-Care of Coronary Heart Disease Inventory (SC-CHID) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata self care 55,24 dan kualitas hidup 53,94 dengan interpretasi self care dan kualitas hidup berada pada tingkat sedang. Hasil analisis statistik ditemukan terdapat hubungan self care dengan kualitas hidup (p =0,001) dengan korelasi kuat (r = 0,719) dan arah positif.
ANALISIS FAKTOR PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN MELALUI METODE SISTEM PEMBERIAN PELAYANAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (SP2KP) RSI SWASTA PADANG Murni, Dewi; Sidaria, Sidaria
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.2168

Abstract

Pendahuluan : Bidang kesehatan tentunya selalu berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan fasilitas kesehatan. Indikator mutu pelayanan keperawatan dapat ditingkatkan dengan cara salah satunya ialah penerapan standar pelayanan keperawatan professional seperti penerapan sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Professional (SP2KP). Penerapan sistem SP2KP tersebut melibatkan kerjasama yang professional antara kepala ruangan, perawat primer (PP) dan perawat asosiet (PA) serta CCM (Clinical Care Management). Motivasi kerja merupakan sebuah kondisi yang berpengaruh untuk mengarahkan, membangkitkan, dan memelihara perilaku yang erat hubungannya dengan lingkungan kerja. Perawat tentunya akan selalu mengembangkan karir yang bertujuan meningkatkan moral kerja dan mengurangi kebutuhan karier. Terdapat 4 indikator sebagai dasar pengaturan pengorganisasian yaitu pembagian sesuai tugas, sesuai pekerjaan, penentuan relasi dan penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktivitas antar bagian dalam organisasi atau koordinasi. Secara optimal, pengorganisasian dapat menentukan mutu pelayanan. Pembagian tugas harus diperhatikan adanya keseimbangan wewenang dan tanggung jawab staff. Serta pembagian tugas dan pendelegasian wewenang dapat diketahui hubungan organisator antara suatu staf satu dengan yang lainnya dalam organisasi.Tujuan Penelitian: mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan di bidang keperawatan, dengan fokus pada penerapan Sistem Pemberian Pelayanan Keperawatan Professional (SP2KP). Bahan dan Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross-Sectional Study, teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling, sampelnya adalah 67 perawat praktik yang bekerja di ruang rawat inap dengan menggunakan Metode Professional Nursing Service Delivery System. Penelitian dilakukan di salah satu rumah sakit Swasta di Padang. Data dianalisis menggunakan Smart PLS Structural Equation Modeling (SEM) dengan outer model melalui CFA 3rd Order. Analisis Faktor Konfirmatori terhadap variabel faktor Internal untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui penerapan metode Professional Nursing Service Delivery System. Hasil: Berdasarkan hasil analisis, Dimensi yang paling dominan berhubungan dengan faktor peningkatan kualitas pelayanan adalah dimensi pengakuan dengan nilai loading faktor sebesar 0,849. Kesimpulan: Dimensi pengakuan memiliki peran yang sangat dominan dalam mempengaruhi peningkatan kualitas pelayanan di bidang keperawatan. implementasi kebijakan atau strategi yang memperkuat aspek pengakuan dalam lingkungan kerja perawatan dapat dianggap sebagai langkah yang krusial dalam meningkatkan mutu pelayanan. Pengakuan dapat mencakup penghargaan terhadap prestasi kerja, apresiasi terhadap kontribusi perawat, dan peningkatan komunikasi positif antara anggota tim kesehatan Keywords: Metode, Pemberian Pelayanan Keperawatan Professional, Perawat
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Siti Rahmah Padang : Factors Affecting Job Satisfaction of Nurses at Siti Rahmah Padang Hospital Dewi Murni; Sidaria; Annisa; Maharani
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2022): NJK Volume 18, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v18i1.99

Abstract

Job satisfaction is an individual’s general attitude towards the work he does. Nurses’ job satisfaction will reflect the level where a nurse has responsibility and likes work. Selecting the work given or assigned will positively impact both the nurse herself and the patient. Job satisfaction is (job satisfaction) an affective or emotional response to various aspects of one's work. The factors that influence the job satisfaction of nurses are motivation, environment, and the role of the manager. This type of research is quantitative with a cross-sectional model approach. The population of this study was all nurses who served in the inpatient room of RSI Siti Rahmah Padang, with a total sample of 50 nurses. The sampling technique used is proportional stratified random sampling, which meets the sample criteria. Data was taken using a questionnaire containing the item, job satisfaction of nurses. The motivation variable is the dominant factor that affects the job satisfaction of nurses, with a value of = 0.007. It is hoped that the hospital will review the motivations that can increase the job satisfaction of nurses and the policies taken and make decisions.
PEMANFAATAN MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS DIVERSIFIKASI DADIAH PADA IBU HAMIL DAN PELATIHAN PEMANTAUAN STATUS GIZI PADA PETUGAS KESEHATAN Susmiati Susmiati; Helmizar Helmizar; Asrawati Nurdin; Zifriyanti Minanda Putri; Esthika Ariany Maisa; Yuanita Ananda; Muthamainah Muthamainah; Sidaria Sidaria; Ilfa Khairina
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 4.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.a.317

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi dalam waktu lama terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi bayi. Stunting akan mengakibatkan anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak, beresiko mengidap penyakit metabolik dan degeneratif dikemudian hari. Salah satu program lokal berbasis masyarakat yang mungkin dilakukan adalah pemberian makanan tambahan pada ibu hamil yang merupakan usaha peningkatan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Salah satu makanan yang sangat tinggi nilai gizi baik protein, lemak dan probiotiknya yang mudah didapatkan di daerah Lintau Buo adalah dadiah. Pemberian makanan tambahan ini tidak efektif bila tidak diikuti dengan pemantauan tumbuh kembang oleh petugas kesehatan. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang PMT dan peningkatan pengetahuan petugas tentang pemantauan tumbuh kembang bayi dan anak. Pengabdian berupa penyuluhan tentang pemanfaatan pemberian makanan tambahan berbasis dadiah pada ibu hamil serta pelatihan pemantauan tumbuh kembang pada petugas kesehatan di Nagari tanjung bonai Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah datar yang terkenal sebagai penghasil dadiah yang tinggi kandungan bakteri asam laktat. Sasaran Pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil dan petugas kesehatan di wilayah Lintau Buo Utara. Metode pelaksanaan program ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan berupa persiapan izin lokasi, pembuatan modul penyuluhan. Tahap kedua yaitu pelaksanaan penyuluhan atau desiminasi ilmu dan peragaan pemantauan tumbuh kembang bayi dan anak. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan. Dari kegiatan ini memberi nilai tambah pengetahuan ibu hamil dan petugas kesehatan sehingga diharapkan angka kejadian stunting dapat ditekan.
TANTANGAN YANG DIHADAPI NERS FRESH GRADUATE SAAT BEKERJA PERTAMA KALI DI RUMAH SAKIT Esthika Ariany Maisa; Nelwati Nelwati; Zifriyanthi Minanda Putri; Sidaria Sidaria
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2933

Abstract

Pelayanan keperawatan terus dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik dan profesional. Instansi pelayanan berusaha memperkerjakan personil yang dapat memenuhi kriteria profesional seperti yang diharapkan, yaitu lulusan perawat profesi (ners). Seiring dengan hal ini, permasalahan lain yang muncul adalah bagaimana ners fresh graduate dengan minimal pengalaman kerja memenuhi tuntutan pekerjaan saat pertama kali bekerja. Penelitian ini bertujuan menggali tantangan lulusan ners fresh graduate saat bekerja pertama kali di rumah sakit. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dan pendekatan studi fenomenologi, perawat yang bekerja di sebuah Rumah Sakit Pemerintah di Kota Padang, Sumatera Barat, dipilih seabgai partisipan dalam penelitian ini berdasarkan teknik purposive sampling. Didapatkan enam perawat yang berlatar belakang pendidikan Ners fresh graduate yang diwawancarai mengenai pengalaman mereka bekerja pertama kali di rumah sakit dengan menggunakan metode in-depth interview. Rekaman wawancara disalin menjadi bentuk transkrip verbatim, kemudian dilakukan diektraksi menjadi kategori dan subkategori. Penelitian ini mendapatkan tiga kategori, yaitu merasakan beban peran dan tanggung jawab yang besar, masalah komunikasi dengan sejawat, dan menemukan gap antara yang dipelajari di perkuliahan dengan yang dihadapi di rumah sakit. Diharapkan manajemen keperawatan di rumah sakit dapat menguatkan program orientasi bagi ners fresh graduate agar bisa menghadapi tantangan kerja saat bekerja pertama kali di rumah sakit.