Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan penggunaan obat tradisional dan suplemen kesehatan untuk meningkatkan imunitas pada masa covid-19: The Effect Of Education On Knowledge Of The Use Of Traditional Medicine And Health Supplements To Increase Immunity In The Time Of Covid-19 Tsamrotul Ilmi; Dinda Eviana; Anggi Restyana; Neni Probosiwi; Nur Fahma Laili
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v4i2.4553

Abstract

Pentingnya daya tahan tubuh di masa pandemi COVID-19 dengan memberikan edukasi penggunaan obat tradisional dan suplemen kesehatan. Sistem imun yang stabil sangat penting bagi tubuh untuk mencegah berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan penggunaan obat tradisional dan suplemen kesehatan dalam meningkatkan imunitas pada masa Covid-19.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi-Experimental, dengan teknik pre-test dan post-test, menggunakan angket dan leaflet sebagai sumber informasi untuk memberikan edukasi. Pendataan dilakukan secara outdoor-to-door melalui metode offline. Berdasarkan hasil analisis data dinyatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19 terjadi peningkatan yang signifikan dalam pemberian edukasi penggunaan obat tradisional dan suplemen kesehatan untuk meningkatkan imunitas tubuh dan nilai signifikan p = 0,000. analisis menunjukkan bahwa tingkat penggunaan obat tradisional adalah 85% setelah pendidikan, dan tingkat penggunaan suplemen kesehatan adalah 99% setelah pendidikan.
The Relationship Between the Perception of Traditional Medicine Use and the Quality of Community Life in Pulungdowo Village, Tumpang Sub-District, Malang Regency Anggi Restyana; Khalimatus Nur Eka Agustanti; Lisa Savitri; Nur Fahma Laili
Journal for Quality in Public Health Vol. 4 No. 1 (2020): Journal for Quality in Public Health
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v4i1.139

Abstract

Background Public interest in use of traditional medicines in Indonesia is high. Community in Pulungdowo is one of them. Use of traditional medicines can support the QoL community for their safety and benefits. Measurement of QoL was carried out using Short Form (SF-36). Purpose was to determine relationship between perception of the use of traditional medicine and QoL of the community in Pulungdowo. Methods used descriptive analytic method with quantitative approach using purposive sampling method. Retrieval of research data used questionnaires distributed to 100 respondents in Pulungdowo. Result perception of the use of traditional medicine obtained a total score of 29; mean = 25.65 and SD = 4.89. On QoL of community showed results of average value of each sub-variable QoL that is more than 50. Analysis test of relationship between perception of the use of traditional medicines with QoL, results obtained with a sig 0,000. Conclusion respondents perceptions on the use of traditional medicines was good which meant that respondents could receive and process information well about the use of traditional medicines. In addition, QoL of community after using traditional medicines was also said to be good. Results of the analysis of relationship between perception of the use of traditional medicine and QoL of Pulungdowo showed that there was a relationship between perception of the use of traditional medicine and QoL community. It is needed to improve health promotion programs such as counselling about introduction of traditional medicine types regarding to large number of people only know herbal medicines.
EDUKASI PENJAMINAN MUTU PEMBUATAN MEDIA MIKROBIOLOGI PADA PEMERIKSAAN SEDIAAN KOSMETIK DI PT. TRISZIE LAB INDONESIA Lisa Savitri; Nur Fahma Laili; Datin An Nisa Sukmawati; Syntia Tanu Juwita; Ester Lianawati Antoro; Ida Septika Wulansari; Juan Vega Mahardhika; Yosep Mosse
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1610

Abstract

Penjaminan mutu dalam pembuatan media mikrobiologi pada pemeriksaan sediaan kosmetik sangat penting dilakukan untuk memastikan hasil yang akurat dan berkualitas. Pemilihan bahan baku yang berkualitas, pengendalian proses produksi, dan pengujian kualitas produk jadi merupakan aspek-aspek penting dari penjaminan mutu dalam pembuatan media mikrobiologi. Secara deskriptif, hasil perhitungan instrumen menunjukkan bahwa 8 responden (40%) mengalami peningkatan tingkat pengetahuan mengenai penjaminan mutu pembuatan media pemeriksaan mikrobiologi pada sediaan kosmetik setelah diberikan edukasi, sedangkan 12 responden (60%) tidak mengalami perubahan tingkat pengetahuan. Tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah edukasi dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 23 untuk mengetahui signifikansi edukasi. Data diuji menggunakan uji Shapiro-Wilk dan hasilnya menunjukkan nilai sig. sebelum dan sesudah edukasi ≤ 0,05, menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dan nilai p sebesar 0,038 ≤ 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Pada tahap simulasi, mitra diberikan kesempatan untuk melakukan pembuatan media pemeriksaan mikrobiologi pada sediaan kosmetik. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden berhasil melakukan proses simulasi dengan benar. Hal ini diharapkan dapat menjadi gambaran dan dapat diaplikasikan langsung dalam proses produksi oleh mitra.
EDUKASI PENJAMINAN MUTU PEMBUATAN MEDIA MIKROBIOLOGI PADA PEMERIKSAAN SEDIAAN KOSMETIK DI PT. TRISZIE LAB INDONESIA Lisa Savitri; Nur Fahma Laili; Datin An Nisa Sukmawati; Syntia Tanu Juwita; Ester Lianawati Antoro; Ida Septika Wulansari; Juan Vega Mahardhika; Yosep Mosse
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1610

Abstract

Penjaminan mutu dalam pembuatan media mikrobiologi pada pemeriksaan sediaan kosmetik sangat penting dilakukan untuk memastikan hasil yang akurat dan berkualitas. Pemilihan bahan baku yang berkualitas, pengendalian proses produksi, dan pengujian kualitas produk jadi merupakan aspek-aspek penting dari penjaminan mutu dalam pembuatan media mikrobiologi. Secara deskriptif, hasil perhitungan instrumen menunjukkan bahwa 8 responden (40%) mengalami peningkatan tingkat pengetahuan mengenai penjaminan mutu pembuatan media pemeriksaan mikrobiologi pada sediaan kosmetik setelah diberikan edukasi, sedangkan 12 responden (60%) tidak mengalami perubahan tingkat pengetahuan. Tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah edukasi dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 23 untuk mengetahui signifikansi edukasi. Data diuji menggunakan uji Shapiro-Wilk dan hasilnya menunjukkan nilai sig. sebelum dan sesudah edukasi ? 0,05, menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dan nilai p sebesar 0,038 ? 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Pada tahap simulasi, mitra diberikan kesempatan untuk melakukan pembuatan media pemeriksaan mikrobiologi pada sediaan kosmetik. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden berhasil melakukan proses simulasi dengan benar. Hal ini diharapkan dapat menjadi gambaran dan dapat diaplikasikan langsung dalam proses produksi oleh mitra.
GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT (GEMA CERMAT) MELALUI EDUKASI TANYA LIMA O DI PUSKESMAS X KABUPATEN KEDIRI Neni Probosiwi; Nur Fahma Laili; Tsamrotul Ilmi; Arifani Siswidiasari; Mujtahid Bin Abd Khadir; Datin An Nisa Sukmawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1460-1465

Abstract

Pedoman layanan farmasi berfungsi sebagai alat bantu dan petunjuk terperinci, bagi para profesional kesehatan yang menawarkan layanan farmasi. (Shankar, et al., 2002). Untuk meningkatkan standar dan kehidupan yang lebih baik bagi pasien, maka diperlukan pelayanan yang berkualitas langsung kepada pasien dan bertanggung jawab terhadap penggunaan sediaan farmasi untuk indikasi penyakit tertentu yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan biaya perawatan di rumah sakit, polusi terhadap lingkungan, peningkatan angka kematian dan tingkat penyakit yang tidak diinginkan Untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, kepedulian, dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat dengan bijaksana, diterapkan program yang disebut Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan program edukasi "Tanya Lima O" yang mewajibkan masyarakat untuk bertanya kepada apoteker tentang lima hal sebelum membeli obat. (1) Nama dan kandungan obat ini apa? (2) Apa khasiat obat ini? (3) Berapa dosis yang disarankan untuk obat ini? (4) Bagaimana cara penggunaannya? (5) Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan obat ini?. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan edukasi dengan peserta 20 kader dari salah satu Desa X Kab. Kediri, diskusi, tanya jawab dan presentasi. Dari hasil evaluasi menunjukkan dari 20 peserta, 15 peserta menjawab dengan tepat semua. Hasil menunjukkan bahwa 75% peserta memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Tiga peserta berhasil menjawab tiga pertanyaan dengan akurasi 60%, sementara hanya dua peserta yang mampu menjawab dua pertanyaan dengan akurasi 40%.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL UNTUK ANTIDIABETES PADA MASYARAKAT DI DESA SELOSARI KABUPATEN KEDIRI Nur Fahma Laili; Datin An Nisa Sukmawati; Neni Probosiwi; Tsamrotul Ilmi; Mujtahid Bin Abd Kadir; Prayoga Fery Yuniarto; Sri Haryuni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.401-406

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan peringkat penyakit terbesar keempat tertinggi di Indonesia. Penyakit diabetes mempengaruhi fungsi normal tubuh dalam mengendalikan glukosa sehingga dapat menyebabkan seseorang terganggu masalah sistem kesehatan tubuh. Sehingga upaya pencegahan kesehatan penyakit ini sangat penting.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman pengetahuan tentang penyakit diabetes mellitus dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai ramuan untuk penyakit diabetes mellitus. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode edukasi dengan sasaran adalah masyarakat di desa selosari kecamatan kandat kabupaten kediri. Pada tahap awal dilakukan sesi pretes. Dilanjutkan tahap pelaksanaan dilakukan edukasi  terkait pengetahuan penyakoit diabetes mellitus dan pemanfaatan tanam herbal. Pada tahap akhir dilakukan post tes.  Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan edukasi yaitu sebesar 40% meningkat setelah dilakukan edukasi sebesar 70%.
EDUKASI FARMASI TERHADAP TINGKAT Arifani Siswidiasari; Neni Probosiwi; Nur Fahma Laili; Sugeng Riyanto; Nurul Nurhanisah
Jurnal Buana Farma Vol. 3 No. 4 (2023): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v3i4.887

Abstract

Asthma control level is one of the indicators to assess the success of asthma therapy. The provision of pharmaceutical education is crucial in changing respondents' attitudes in controlling and preventing recurrent asthma exacerbations. The type of research used is pre-experimental (One group pre-post-test design) which will be conducted through pre-testing first, then giving the intervention, and then providing a post-test to determine the changes that occur before and after the intervention. Data collection is done through interviews and filling out the Asthma Control Test questionnaire. In this study, a sample of 35 respondents was used. The research analysis was conducted using the Wilcoxon test. The demographic data results showed that the majority of respondents were female, 21 respondents (60%), aged 36-45 years, 14 respondents (40%), with high school education, 14 respondents (40%), occupation as a homemaker, 13 respondents (37.1%), and a history of asthma for more than 10 years, 13 respondents (37.1%). Out of 35 respondents, before receiving pharmaceutical education, there were 7 respondents (20%) well-controlled, 13 respondents (37.1%) partially controlled, and 15 respondents (42.9%) uncontrolled. The questionnaire results after providing education showed 12 respondents (34.3%) well-controlled, 17 respondents (48.6%) partially controlled, and 6 respondents (17.1%) uncontrolled. The statistical test results showed that there is an influence of pharmaceutical education on asthma control level with a significance value of 0.003.
Education Compliance Taking Hypertension Medication to Treatment for Residents in RT. 04 RW. 03 Ngerco Village Kediri Regency, East Java Anis Akhwan Dhafin; Elsa Mahardika Putri; Okky Intan Mawarni; Neni Probosiwi; Nur Fahma Laili; Tsamrotul Ilmi; Achmad Wahdi
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i1.711

Abstract

Hypertension is defined as a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. Hypertension occurs when the results of systolic blood pressure measurements are ≥ 140 mmHg or diastolic blood pressure ≥ 90 mmHg. From the prevalence of hypertension of 32.3% do not routinely take medication. This community service activity aims to increase understanding and knowledge of residents in RT. 04 RW. 03 Kel. Ngerco, Kab. Kediri, East Java regarding compliance with taking hypertension medication. The purpose of this Community Service is to increase the knowledge of hypertension sufferers about hypertension and the importance of compliance with taking medication and increase the compliance of hypertension sufferers. The results of the Community Service activity are known to be patient knowledge about hypertension and the importance of compliance with taking medication in RT. 04 RW. 03 Kel. Ngerco. This activity was carried out using the counseling method and question and answer session. based on the results of the counseling, local residents were very enthusiastic in asking questions and understanding the importance of taking hypertension medication regularly.
Edukasi Peluang Dan Tantangan Terkini Pharmacist Dengan Distruksi di Industri Farmasi Fendy Prasetyawan; Mujtahid Bin Abd Kadir; Nur Fahma Laili; Prayoga Fery Yuniarto; Datin An Nisa Sukmawati; Arifani Siswidiasari; Neni Probosiwi; Tsamrotul Ilmi; Elsa Mahardika Putri; Yuneka Saristiana; Okky Intan Mawarni; Winartiana; Nimas Ayu Rahardini; Anis Akhwan Dhafin
Khidmah Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/ghy9th25

Abstract

Tingkat pengangguran yang meningkat setiap tahunnya membuat masyarakat mencari sumber informasi dengan tujuan memperoleh dan mendapatkan lapangan pekerjaan, yang dapat dicapai dengan menempuh pendidikan perguruan tinggi. Jurusan farmasi merupakan jurusan yang banyak diminati karena memiliki prospek yang biak kedepannya dan salah satu jurusan populer. Seorang farmasis dapat bekerja disektor industri, indonesia memiliki sebanyak 230 industri farmasi. Dengan jumlah industri yang banyak sehingga industri farmasi membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama tenaga farmasi yang profesional. Selain peluang kerja di indsutri farmasi namun di era industri 4.0 ini tantangan yang dihadapi semakin besar, sehingga farmasis harus meningkatkan pengetahuan untuk mengimbangi teknologi yang terus maju. Oleh karena itu diperukan pengetahuan untuk meningkat wawasan terkait indutri farmasi.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendorong mahasiswa farmasi agar dapat bekerja di industri farmasi dan memberikan gambaran tentang industri farmasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di gedung AULA FIK Universitas Kadiri hari sabtu, 20 April 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti acara, terlihat dari keikutsertaan mereka dalam mengikuti acara dari awal hingga akhir dan mengajukan pertanyaan selama sesi kuliah pakar berlangsung.Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai berpotensi membantu menginspirasi, mendorong dan informasi bagi mahasiswa farmasi untuk berkarir di industri farmasi.
Strategizing Antiviral Medication Usage for Chronic Kidney Disease Patients with SARS-CoV-2: Insights from Inpatient Pharmacy Practices at Hospital Settings Yuneka Saristiana; Leny Witaning Kusumati; Neni Probosiwi; Tsamrotul Ilmi; Nur Fahma Laili; Fendy Prasetyawan
Journal Health of Indonesian Vol. 2 No. 02 (2024): Journal Health of Indonesian, Edition July 2024
Publisher : Paspama Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/health.v2i02.120

Abstract

The emergence of the SARS-CoV-2 virus in 2020 led to the onset of the COVID-19 pandemic, posing significant challenges globally. As of December 19, 2021, the worldwide confirmed cases surpassed 273 million, with a devastating death toll exceeding 5.3 million. Indonesia reported its first case on March 2, 2020, and has since faced escalating numbers, necessitating urgent attention.Chronic kidney disease (CKD) has emerged as a commonly occurring comorbidity among COVID-19 patients, drawing attention due to the vulnerability of CKD patients to medical complications. Understanding the use of antiviral drugs in CKD patients with COVID-19 is essential, considering the risks of drug toxicity and interactions. This study aims to investigate the frequency of antiviral drug usage in COVID-19 patients with CKD, providing insights into treatment strategies and guiding medical practitioners. Conducted at Dr. Soedomo Trenggalek Regional Hospital, the research utilizes a cross-sectional, non-experimental design and purposive sampling method. Data collection involves patients' medical records, focusing on demographics, antiviral drug usage, disease severity, treatment duration, mortality rates, and potential side effects. The demographic analysis reveals that the majority of COVID-19 patients with CKD are aged 50 and above, with males comprising 74% of the cohort. Age and gender influence disease severity, with older individuals and males at higher risk. Antiviral drug usage predominantly includes favipiravir (64%) and remdesivir (36%), underscoring their importance in treatment protocols. Decisions regarding antiviral therapy in CKD patients with COVID-19 require careful consideration of benefits, risks, and patient characteristics.