Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Peluang Dan Tantangan Terkini Pharmacist Dengan Distruksi di Industri Farmasi Fendy Prasetyawan; Mujtahid Bin Abd Kadir; Nur Fahma Laili; Prayoga Fery Yuniarto; Datin An Nisa Sukmawati; Arifani Siswidiasari; Neni Probosiwi; Tsamrotul Ilmi; Elsa Mahardika Putri; Yuneka Saristiana; Okky Intan Mawarni; Winartiana; Nimas Ayu Rahardini; Anis Akhwan Dhafin
Khidmah Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/ghy9th25

Abstract

Tingkat pengangguran yang meningkat setiap tahunnya membuat masyarakat mencari sumber informasi dengan tujuan memperoleh dan mendapatkan lapangan pekerjaan, yang dapat dicapai dengan menempuh pendidikan perguruan tinggi. Jurusan farmasi merupakan jurusan yang banyak diminati karena memiliki prospek yang biak kedepannya dan salah satu jurusan populer. Seorang farmasis dapat bekerja disektor industri, indonesia memiliki sebanyak 230 industri farmasi. Dengan jumlah industri yang banyak sehingga industri farmasi membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama tenaga farmasi yang profesional. Selain peluang kerja di indsutri farmasi namun di era industri 4.0 ini tantangan yang dihadapi semakin besar, sehingga farmasis harus meningkatkan pengetahuan untuk mengimbangi teknologi yang terus maju. Oleh karena itu diperukan pengetahuan untuk meningkat wawasan terkait indutri farmasi.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendorong mahasiswa farmasi agar dapat bekerja di industri farmasi dan memberikan gambaran tentang industri farmasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di gedung AULA FIK Universitas Kadiri hari sabtu, 20 April 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti acara, terlihat dari keikutsertaan mereka dalam mengikuti acara dari awal hingga akhir dan mengajukan pertanyaan selama sesi kuliah pakar berlangsung.Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai berpotensi membantu menginspirasi, mendorong dan informasi bagi mahasiswa farmasi untuk berkarir di industri farmasi.
Korelasi Komponen Health Belief Model dengan Tingkat Kepatuhan Regimen Farmakoterapi Hipertensi Melalui MARS: The Relationship between Health Belief Model Component and the Level of Adherence to Hypertension Pharmacotherapy Regimens Using MARS Neni Probosiwi; Nur Fahma Laili; Lailatul Hidayah; Dian Indrayanti; Dian Nurmawati; Maringan Lambert
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7 Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i2.7711

Abstract

Kepatuhan regimen farmakoterapi menjadi determinan krusial dalam mengendalikan tekanan darah dan menekan angka mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular pada penderita hipertensi. Perilaku patuh tersebut sangat dipengaruhi oleh aspek psikososial, salah satunya adalah keyakinan subjektif pasien terhadap penyakit dan pengobatannya yang diidentifikasi melalui teori Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil kepatuhan minum obat serta menganalisis korelasi antara dimensi-dimensi Health Belief Model (persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, isyarat bertindak, dan efikasi diri) dengan tingkat kepatuhan regimen farmakoterapi pada pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 pasien hipertensi rawat jalan di RS X Kota Kediri dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling Medication Adherence Report Scale (MARS) untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik demografi dan variabel penelitian. Uji statistik bivariat yang diterapkan untuk menguji hipotesis hubungan antar variabel kategorikal-ordinal ini adalah uji korelasi Spearman-rank test melalui program SPSS. Hasil analisis data menggunakan kuesioner MARS didapatkan kepatuhan pasien sebanyak 55% patuh, 40% cukup patuh dan sebanyak 5% tidak patuh. Hasil uji  korelasi bivariat menunjukkan bahwa Health Belief Model secara simultan memiliki korelasi signifikan dengan tingkat kepatuhan (p = 0,033) dengan koefisien korelasi positif yang lemah (r = 0,249). Tetapi pengujian parsial pada masing-masing komponen HBM : Persepsi kerentanan (p = 0,176), Persepsi Keparahan (p = 0,815), Persepsi manfaat (p = 0,169), Persepsi hambatan (p = 0,066), Isyarat untuk bertindak (p = 0,473), dan Kemampuan diri (p = 0,712) tidak menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik.