Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Utilization of Polypropylene (PP) Plastic Waste with Waste Oil Palm Empty Brunch for an Alternative Fuels Putri Sakinah Harahap; Hutwan Syarifuddin; Ulyarti Ulyarti; Nazarudin Nazarudin
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v7.i3.143

Abstract

The need for plastic corresponds with the annual rise in population. Meanwhile, plastic waste that is improperly managed can negatively influence the environment. Therefore, a more promising alternative recycling process is needed to convert this waste into oil by cracking, and the process is possibly assisted by adding empty palm oil bunches. This study examines how modifications in the ratio of oil palm empty bunches to Polypropylene (PP) plastic waste influence the percent liquid produced by cracking and the heating value during the process. It is a completely randomized design (CRD) with variations in the ratio of plastic raw materials: oil palm empty fruit bunches 1:0, 1:1, 1:2, and 1:3 at a temperature of 450°C and 40 minutes duration. This resulted in liquid conversion from cracking of 80% at 1:1 of PP: TTKS 1:1. However, the addition of oil palm empty fruit bunches to polypropylene polymers does not affect the increase in the percent conversion outcomes. The results of the heat test analysis show the value of 6.681 MJ/kg and 1.512 MJ/kg. Keywords: Cracking, catalytic cracking, polypropylene plastic, biomass, alternative energy
Analisis Sistem Pengolahan Limbah Medis Padat Puskesmas Di Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin Desi Andrayani; Hutwan Syarifuddin; Guspianto Guspianto
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v5i1.21196

Abstract

Operasional Puskesmas akan menimbulkan limbah, yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini menganalisis sistem pengolahan limbah medis padat (pemilahan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan) sesuai dengan Permen LHK No. 56/Menlhk/2015 pada puskesmas yang ada di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pelaksanaan penelitian pada bulan desember 2021 sampai Mei 2022. Sumber informasi dalam penelitian ini yaitu Kepala puskesmas sebagai informasi kunci (key informan) dokter, perawat, bidan, apoteker, analis, sanitarian, dan Cleaning service. Kecamatan Bayung Lencir memiliki dua puskesmas yaitu puskesmas Bayung Lencir dan puskesmas Suka Jaya, puskesmas memiliki proses pengolahan limbah medis padat dengan tahap yang sama yaitu pemilahan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan. Berdasarkan permen LHK Nomor P.56/menLHK-setjen/2015 dan Permen LHK no.P12 tahun 2020 belum terpenuhi dan belum dilaksanakan dengan baik. Pemilahan belum dilakukan secara optimal masih terjadinya pencampuran antara limbah medis padat dengan limbah non medis dan limbah benda tajam, sanitarian melakukan pemilahan kembali yang akan berisiko keselamatan dan kesehatan kerja. Telah tersedia tempat sampah medis dan non medis tetapi masih ditemukan sampah bercampur. Pengangkutan tidak memiliki jalur khusus dan pengangkutan masih manual langsung diambil dari tempat penampungan limbah medis padat sehingga berisiko menjadi penularan, kapasitas tempat penyimpanan sampah sementara (TPS) tidak mencukupi serta belum memiliki izin. Pengolahan limbah medis padat
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Capaian Indikator Kesehatan Lingkungan Dalam Pelaksanaan Program Indonesia Sehat Di Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin Wenni Apriani; Hutwan Syarifuddin; Ilham Ilham
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v5i1.21201

Abstract

Kecamatan Nalo Tantan merupakan Kecamatan terendah terhadap capaian indikator kesehatan lingkungan dalam hal ini kepemilikan dan akses jamban dan air bersih di Kebupaten Merangin. Dengan persentase capaian akses jamban sehat 47,1% dan akses air bersih 60,54%, masih jauh dari target Permenkes RI No 39 Tahun 2016 yaitu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhungan dengan capaian indikator kesehatan lingkungan. Penelitian ini menggunakan rancangan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah kepala keluarga yang ada di Kecamatan Nalo Tantan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 kepala Keluarga dengan teknik pengambilan sampel Proporsionate Statified Random Sampling. Analisis menggunakan uji Chi-square menunjukan ada hubungan pengetahuan (p=0,01) dengan capaian indikator kesehatan lingkungan dan tidak ada hubungan sikap (p=0,32), Pendidikan (p=0,22), dan peran petugas kesehatan (p=0,06) dengan indikator kesehatan lingkungan. Adapun variabel yang paling dominan mempengaruhui capaian indikator kesehatan lingkungan adalah pengetahuan
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Lahan Gambut di Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Studi Kasus: Desa Seponjen dan Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi) Windra Setiawan Pohan; Hutwan Syarifuddin; Hamzah Hamzah
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.3293

Abstract

This study aims to analyze the level of community participation and the relationship of between community knowledge with participation in the fire prevention and suppression from peat in Orang Kayo Hitam Grand Forest Parks (TAHURA), Jambi Province. Research uses a mixed method by combining quantitative and qualitative research. The qualitative data sampling uses purposive sampling by collecting data through in-depth interviews. The analytical method used is quantitative descriptive analysis method supported by qualitative and cross tabulation methods. For the analysis of the association relationship using the Spearman Rank correlation formula method with respondents (n)>30. To analyze the comparison of the level of knowledge and community participation, the t-test was performed using the independent t-test. Based on data analysis, it is known that the level of participation for the community of Seponjen Village is at the level of Partnership, while the level of participation of Sungai Aur villagers is at the level of manipulation. The level of knowledge and level of community participation in Seponjen Village is higher than the knowledge of the Sungai Aur Village community. The relationship of knowledge to community participation in Seponjen and Sungai Aur Villages has a strong enough correlation coefficient, rs seponjen = 0,481 and rs sungaiaur = 0,290. Correlation value rs (Spearman Rank correlation coefficient) shows that there is a very significant effect (α = 0.01) between knowledge of the level of community participation in the prevention and control of peatland fires in Orang Kayo Hitam Grand Forest Parks (TAHURA). The strategy to increase and strengthen knowledge and community participation in both villages can be done through assistance to increase knowledge through socialization and community participation through training and improvement of supporting facilities and technical knowledge on the use of various facilities needed in the form of community empowerment to increase knowledge and participation in prevention and control fire peat fires in Orang Kayo Hitam Grand Forest Parks (TAHURA).
Inventories of Methane Emission for Enteric and Decomposition Gasses from Cattle Manure and Its Mitigation Strategies Dodi Devitriano; Hutwan Syarifuddin; Jalius Jalius; Yudha Gusti Wibowo
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i1.196-207

Abstract

Livestock is a significant contributor to global methane (CH4) emissions, accounting for 18% to 51% of total emissions worldwide. The purpose of this study is to estimate the CH4 emissions from livestock in Jambi Province, using the Tier-1 method recommended by the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). The results show that CH4 emissions range from 7,464,728 to 7,833,349 tons per year, with feces management contributing 160,261 to 166,667 tons per year, and buffalo enteric emissions contributing 2,511,135 to 2,616,185 tons per year. These findings highlight the significant impact of the livestock sector in Jambi Province on global warming. Moreover, this study presents a brief overview of mitigation strategies that can be implemented to reduce CH4 emissions from the livestock sector.
The Carrying of Capacity of the Pangkal Babu Mangrove Forest on the Abundance of Fish Resources and the Economy of the People of Tungkal Satu Village, Tanjung Jabung Barat Tedy Azmi Nasution; Tedjo Sukmono; Rifli Rindes; Hutwan Syarifuddin; Darlim Darmawi; Ucop Haroen
Jurnal Natur Indonesia Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.21.1.21-28

Abstract

The Pangkal Babu Mangrove Forest has an important role in a fish habitat that is closely related to the livelihoods of fishermen so it has an overall economic relationship. This study aims to analyze the condition of mangrove forests, the triangulation relationship between mangrove forests and fish resources, and the community's economy as well as forms of local wisdom in protecting and preserving mangrove forests. This research was conducted in the Pangkal Babu Mangrove forest area, Tungkal Ilir District, West Tanjung Jabung Regency. The method in this study is a survey method. The sampling technique for the condition of the mangrove forest was using the Line Transect Plot method at 3 different stations. The data analyzed included the density of mangrove forests, fishery resources, the economy, and the local wisdom of the community. The results showed that at station I the condition of mangrove vegetation in Pangkal Babu was in moderate criteria with 1,467 trees/ha, station II was in very dense criteria with 3,367 trees/ha, and station III was in moderate criteria with 1,000 trees/ha. Fishery production for 5 years is 93,221 kg with many trips of 2,115 and a CPUE value of 44.13 kg/trip. Fishery production has exceeded the sustainable potential both biologically (MSY = 82,297 kg) and economically (MEY = 82,296 kg). The value of the coefficient of determination (R2) is 0.82 or 82%, which indicates that the fluctuation in fishery production is caused by the area of mangrove forests by 82%.
Analisis Pengelolaan Perhutanan Sosial di Sarolangun Provinsi Jambi Doni Satria; Hutwan Syarifuddin; Marwoto
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengelolaan hutan terdiri dari perencanaan, perlindungan, pemanfaatan dan Evaluasi. Perhutanan sosial merupakan program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dan pemanfaatan hutan. Rumusan dalam penelitian ini adalah mengalalisis kegiatan pengelolaan hutan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat pada kegiatan pengelolaan hutan. Penelitian ini dengan bentuk deskripti kwantitatif teknik sampling secara purposive sejumlah 83 sampel responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemanfaatan hutan memiliki partisipasi yang paling tinggi dan kegiatan evaluasi menunjukkan partisipasi yang paling rendah. Tingkat partisipasi masyarakat diperoleh dengan kategori sangat tinggi 22 %, tinggi, 26%, cukup 19%, rendah 14% dan sangat rendah 2%.
Strategi Pengelolaan Sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Langling Kabupaten Merangin dengan SWOT Dhea Ussarvi; Hutwan Syarifuddin; Damris M
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v6i1.27969

Abstract

Penelitian in bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan sampah di TPA Langling Kabupaten Merangin, yang dikelola oleh UPTD TPA Langling pada Instansi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. informan yang terlibat adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Merangin, KepalaBidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Instansi DLH Kabupaten Merangin, Kepala UPTD TPA Sampah Langling, kepala UPTD Balai Benih Tanaman Perkebunan, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Energi Instansi ESDM Provinsi Jambi, Sekretaris Camat di Kecamatan Bangko, Kepala Desa Langling dan warga sekitar yang dijadikan sebagai informan penelitian. Wawancara dan dokumentasi digunakan dalam perolehan data dan informasi. Dengan mempertimbangkan semua karakteristik internal dan eksternal yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, maka teknik analisis data menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis SWOT, TPA Langling berada pada kuadran pertama (positif, positif) posisi ini menunjukkan kekuatan dan peluang memliliki nilai positif dan positif artinya TPA dalam pengelolaannya menghadapi peluang sangat besar, untuk itu digunakan kekuatan semaksimal mungkin dalam meraih peluang. Sehingga saran strategi pada posisi ini adalah strategi agresif,
Faktor – faktor Pendorong Keberlanjutan Habitat Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh Provinsi Jambi rendi Nofiandi; Hutwan Syarifuddin; Hamzah
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v6i1.27977

Abstract

Indonesia. Terdapat sekitar 140 ekor populasi gajah yang hidup di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atributatribut sensitif terhadap status Status Keberlanjutan Habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Penelitian ini menggunakan responden sebanyak 32responden dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan atribut/indikator yang telah diidentifikasi kemudian diberi rentang skor antara 0-2 menyesuaikan dengan kriteria-kriteria yang ada. Rentang skor paling rendah/buruk adalah 0 dan paling sesuai/baik adalah 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa Atribut pengungkit dimensi ekologi diantaranya adalah 1) tekanan terhadap habitat Gajah, 2) areal bernilai konservasi tinggi, 3) kesesuaian peruntukan habitat Gajah dan 3) Daya dukung habitat Gajah. Atribut pengungkit dimensi ekonomi diantaranya adalah 1) Pembatasan masuk ke habitat gajah dan 2) Penyerapan tenaga kerja. Atribut pengungkit dimensi sosial diantaranya adalah 1) Konflik Tenurial dan 2) Resistensi terhadap kebijakan pemerintah terkait konflik gajah Atribut pengungkit dimensi kelembagaan diantaranya adalah 1) Ketersediaan peraturan pengelolaan, 2) Penyuluhan peraturan terkait aturan pengelolaan habitat gajah, 3) Mitra Konservasi, 4) Penegakan hukum, 5) Keterlibatan masyarakat dan 6) Koordinasi antar Lembaga pengelolaan satwa dan habitat gajah.
Emerging Strategies for Mitigating Acid Mine Drainage Formation and Environmental Impacts: A Comprehensive Review of Recent Advances Yudha Gusti Wibowo; Muhammad Fauzul Imron; Setyo Budi Kurniawan; Bimastyaji Surya Ramadan; Tarmizi Taher; Alvian Hayu Sudibya; Hutwan Syarifuddin; Khairurrijal Khairurrijal; Jarwinda
Science and Technology Indonesia Vol. 8 No. 4 (2023): October
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2023.8.4.516-541

Abstract

Acid mine drainage (AMD) is a significant threat to the environment due to its high acidity and metal ion content. To effectively eliminate pollutants from AMD, various approaches are necessary. This review aims to provide a comprehensive understanding of recent advances in AMD mitigation. While treatment technologies have developed to eliminate AMD, they often produce sludge as a by-product and require expensive maintenance. As a cost-effective alternative, the recovery of AMD resources can reduce toxicity and promote reuse of heavy metals and rare earth elements. This review also analyzes the challenges and prospects of AMD mitigation implementation, including current mitigation conditions and knowledge gaps. Researchers can benefit from this review by gaining insight into research progress in this area, identifying strengths and weaknesses of current AMD mitigation applications, and exploring future research directions.