Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Utilization of Polypropylene (PP) Plastic Waste with Waste Oil Palm Empty Brunch for an Alternative Fuels Putri Sakinah Harahap; Hutwan Syarifuddin; Ulyarti Ulyarti; Nazarudin Nazarudin
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 7, No 3 (2022): October 2022
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v7.i3.143

Abstract

The need for plastic corresponds with the annual rise in population. Meanwhile, plastic waste that is improperly managed can negatively influence the environment. Therefore, a more promising alternative recycling process is needed to convert this waste into oil by cracking, and the process is possibly assisted by adding empty palm oil bunches. This study examines how modifications in the ratio of oil palm empty bunches to Polypropylene (PP) plastic waste influence the percent liquid produced by cracking and the heating value during the process. It is a completely randomized design (CRD) with variations in the ratio of plastic raw materials: oil palm empty fruit bunches 1:0, 1:1, 1:2, and 1:3 at a temperature of 450°C and 40 minutes duration. This resulted in liquid conversion from cracking of 80% at 1:1 of PP: TTKS 1:1. However, the addition of oil palm empty fruit bunches to polypropylene polymers does not affect the increase in the percent conversion outcomes. The results of the heat test analysis show the value of 6.681 MJ/kg and 1.512 MJ/kg. Keywords: Cracking, catalytic cracking, polypropylene plastic, biomass, alternative energy
Analisis Sistem Pengolahan Limbah Medis Padat Puskesmas Di Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin Desi Andrayani; Hutwan Syarifuddin; Guspianto Guspianto
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v5i1.21196

Abstract

Operasional Puskesmas akan menimbulkan limbah, yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini menganalisis sistem pengolahan limbah medis padat (pemilahan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan, dan pengolahan) sesuai dengan Permen LHK No. 56/Menlhk/2015 pada puskesmas yang ada di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pelaksanaan penelitian pada bulan desember 2021 sampai Mei 2022. Sumber informasi dalam penelitian ini yaitu Kepala puskesmas sebagai informasi kunci (key informan) dokter, perawat, bidan, apoteker, analis, sanitarian, dan Cleaning service. Kecamatan Bayung Lencir memiliki dua puskesmas yaitu puskesmas Bayung Lencir dan puskesmas Suka Jaya, puskesmas memiliki proses pengolahan limbah medis padat dengan tahap yang sama yaitu pemilahan, pewadahan, pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan. Berdasarkan permen LHK Nomor P.56/menLHK-setjen/2015 dan Permen LHK no.P12 tahun 2020 belum terpenuhi dan belum dilaksanakan dengan baik. Pemilahan belum dilakukan secara optimal masih terjadinya pencampuran antara limbah medis padat dengan limbah non medis dan limbah benda tajam, sanitarian melakukan pemilahan kembali yang akan berisiko keselamatan dan kesehatan kerja. Telah tersedia tempat sampah medis dan non medis tetapi masih ditemukan sampah bercampur. Pengangkutan tidak memiliki jalur khusus dan pengangkutan masih manual langsung diambil dari tempat penampungan limbah medis padat sehingga berisiko menjadi penularan, kapasitas tempat penyimpanan sampah sementara (TPS) tidak mencukupi serta belum memiliki izin. Pengolahan limbah medis padat
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Capaian Indikator Kesehatan Lingkungan Dalam Pelaksanaan Program Indonesia Sehat Di Kecamatan Nalo Tantan Kabupaten Merangin Wenni Apriani; Hutwan Syarifuddin; Ilham Ilham
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v5i1.21201

Abstract

Kecamatan Nalo Tantan merupakan Kecamatan terendah terhadap capaian indikator kesehatan lingkungan dalam hal ini kepemilikan dan akses jamban dan air bersih di Kebupaten Merangin. Dengan persentase capaian akses jamban sehat 47,1% dan akses air bersih 60,54%, masih jauh dari target Permenkes RI No 39 Tahun 2016 yaitu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhungan dengan capaian indikator kesehatan lingkungan. Penelitian ini menggunakan rancangan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah kepala keluarga yang ada di Kecamatan Nalo Tantan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 kepala Keluarga dengan teknik pengambilan sampel Proporsionate Statified Random Sampling. Analisis menggunakan uji Chi-square menunjukan ada hubungan pengetahuan (p=0,01) dengan capaian indikator kesehatan lingkungan dan tidak ada hubungan sikap (p=0,32), Pendidikan (p=0,22), dan peran petugas kesehatan (p=0,06) dengan indikator kesehatan lingkungan. Adapun variabel yang paling dominan mempengaruhui capaian indikator kesehatan lingkungan adalah pengetahuan
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Lahan Gambut di Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Studi Kasus: Desa Seponjen dan Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi) Windra Setiawan Pohan; Hutwan Syarifuddin; Hamzah Hamzah
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i1.3293

Abstract

This study aims to analyze the level of community participation and the relationship of between community knowledge with participation in the fire prevention and suppression from peat in Orang Kayo Hitam Grand Forest Parks (TAHURA), Jambi Province. Research uses a mixed method by combining quantitative and qualitative research. The qualitative data sampling uses purposive sampling by collecting data through in-depth interviews. The analytical method used is quantitative descriptive analysis method supported by qualitative and cross tabulation methods. For the analysis of the association relationship using the Spearman Rank correlation formula method with respondents (n)>30. To analyze the comparison of the level of knowledge and community participation, the t-test was performed using the independent t-test. Based on data analysis, it is known that the level of participation for the community of Seponjen Village is at the level of Partnership, while the level of participation of Sungai Aur villagers is at the level of manipulation. The level of knowledge and level of community participation in Seponjen Village is higher than the knowledge of the Sungai Aur Village community. The relationship of knowledge to community participation in Seponjen and Sungai Aur Villages has a strong enough correlation coefficient, rs seponjen = 0,481 and rs sungaiaur = 0,290. Correlation value rs (Spearman Rank correlation coefficient) shows that there is a very significant effect (α = 0.01) between knowledge of the level of community participation in the prevention and control of peatland fires in Orang Kayo Hitam Grand Forest Parks (TAHURA). The strategy to increase and strengthen knowledge and community participation in both villages can be done through assistance to increase knowledge through socialization and community participation through training and improvement of supporting facilities and technical knowledge on the use of various facilities needed in the form of community empowerment to increase knowledge and participation in prevention and control fire peat fires in Orang Kayo Hitam Grand Forest Parks (TAHURA).
Analisis Indeks Kepekaan Ekologi Terhadap Hijauan Pakan Di Bawah Perkebunan Kelapa Sawit Hutwan Syarifuddin; Sri Novianti; Adriani Adriani
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 20 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.913 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v20i1.4770

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sungai Bahar dan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi untuk mengetahui (1) Jenis vegetasi/hijauan yang terdapat di perkebunan kelapa sawit, 2) indeks kepekaan ekologi dalam bentuk indeks nilai penting (INP), dan 3) Keseragaman jenis hijauan pakan ternak yang tumbuh di bawah perkebunan kelapa sawit. Analisis vegetasi menggunakan petak ukur 1x1 m2 sebanyak 60 petak untuk seluruh lokasi penelitian. Dominasi vegetasi berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP). Kecamatan Sungai Bahar Chromolaena odorata(INP=51,13%) dan Kecamatan Sungai Gelam Axonophus compresus (INP=46,19%).Nilai indeks keseragaman (Evenness=J') yang tertinggi 0,55 terdapat di desa Sungai Gelam dengan umur tanaman kelapa sawit 16 tahun. Kata kunci: Hijauan pakan, INP, Kabupaten Muaro Jambi
Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca (CH4 dan N2O) Dari Sektor Peternakan Sapi Dengan Metode Tier-1 IPCC di Kabupaten Muaro Jambi: Inventory of Greenhouse Gas Emissions (CH4 and N2O) From the Livestock Sector Using IPCC Tier-1 Method in Muaro Jambi Regency Hutwan Syarifuddin; A Rahman Sy; Dodi Devitriano
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 22 No. 2 (2019): Nopember 2019
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.661 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v22i2.8351

Abstract

Gas rumah kaca (GRK) dalam bentuk CH4 dan N2O memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Sektor pertanian menyumbang 10-12% dari total GRK antropogenik dari gas CH4 dan N2O. Sedangkan sektor peternakan menyumbang sekitar 18-51% GRK antropogenik. Penelitian bertujuan untuk menganalisis beban emisi gas CH4 dan N2O bersumber dari Peternakan terhadap GRK Di Kabupaten Muara Jambi yang diestimasi dengan menggunakan metode Tier-1 IPCC. Pada metode ini data yang diperlukan adalah populasi ternak dalam satu tahun 2018 dan nilai faktor emisi (FE) setiap gas GRK menurut buku panduan IPCC (2006). Data populasi ternak sapi diambil dari buku statistic peternakan, sedangkan nilai FE diambil dari buku IPCC (2006). Hasil penelitian menunjukkan beban emisi gas CH4 dari fermentasi enterik 1,1227 Gg CH4/tahun, Emisi CH4 dari Pengelolaan kotoran 0,0239 Gg CH4/tahun, emisi N2O langsung dari pengelolaan kotoran 465,85 Kg N2O/tahun dan emisi N2O tidak langsung dari pengelolaan kotoran ternak 69,88 Kg N2O/tahun. Sektor peternakan telah berkontribusi terhadap pemanasan global yang bersumber dari gas CH4 dan NO2 baik dari fermentasi enterik maupun dari pengolaan kotoran ternak sapi.
Kandungan Fraksi Serat Hijauan Pakan Alami yang Tumbuh Diantara Tanaman Hutan Industri Eucalyptus sp pada Umur yang Berbeda Akbar Hira Surbakti; Adriani Adriani; Hutwan Syarifuddin
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.605 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i2.20088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fraksi serat hijauan pakan alami yang tumbuh diantara tanaman hutan industri eucalyptus sp pada umur yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di hutan tanaman industri (HTI) perusahaan Wirakarya Sakti (WKS) Desa Dataran Kempas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi dan Laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah hijauan yang tumbuh dibawah tanaman eucalyptus sp pada umur yang berbeda yaitu 1,5, 2,5 dan 3,5 tahun yang terdapat pada hutan tanaman industri (HTI) yang meliputi (rumput, legume dan gulma). Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah plot atau petak yang berukuran 2m x 2m, gunting, kantong, karung, timbangan, kalkulator, GPS, tali plastik, cutter, camera, tally sheet, lightmeter, soil tester. Alat alat laboratorium yang digunakan untuk analisis van soest dan proksimat. Parameter yang diukur yaitu NDF, ADF dan LK. Hasil penelitian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan NDF dan ADF gulma terendah ada pada petak tanaman eucalyptus sp umur 2,5 tahun (38,98% NDF dan 24,38% ADF) .Kandungan LK gulma terendah ada pada petak umur 3,5 tahun dengan persentase LK sebesar 2,4%. Kandungan NDF dan ADF rumput terendah ada pada petak umur 1,5 tahun dengan persentase sebesar 71,28%(NDF) dan 40,62% (ADF) . Kandungan LK rumput terendah ada pada petak umur 2,5 tahun dengan persentase sebesar 2,93%. Hijauan jenis leguminosa tidak ditemukan pada ketiga petak tanaman eucalyptus sp. Pada petak umur 3,5 tahun tidak ditemukannya sama sekali hijauan jenis rumput sehingga mempengaruhi kandungan NDF, ADF dan LK yang ada pada petak umur 3,5 tahun lebih tinggi dibandingkan dengan petak yang lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah kandungan NDF dan ADF gulma terbaik ada pada petak tanaman eucalyptus sp umur 2,5 tahun sedangkan kandungan NDF dan ADF rumput terbaik ada pada petak tanaman eucalyptus sp umur 1,5 tahun
Inventories of Methane Emission for Enteric and Decomposition Gasses from Cattle Manure and Its Mitigation Strategies Dodi Devitriano; Hutwan Syarifuddin; Jalius Jalius; Yudha Gusti Wibowo
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 20, No 1 (2023): March 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v20i1.196-207

Abstract

Livestock is a significant contributor to global methane (CH4) emissions, accounting for 18% to 51% of total emissions worldwide. The purpose of this study is to estimate the CH4 emissions from livestock in Jambi Province, using the Tier-1 method recommended by the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). The results show that CH4 emissions range from 7,464,728 to 7,833,349 tons per year, with feces management contributing 160,261 to 166,667 tons per year, and buffalo enteric emissions contributing 2,511,135 to 2,616,185 tons per year. These findings highlight the significant impact of the livestock sector in Jambi Province on global warming. Moreover, this study presents a brief overview of mitigation strategies that can be implemented to reduce CH4 emissions from the livestock sector.
The Carrying of Capacity of the Pangkal Babu Mangrove Forest on the Abundance of Fish Resources and the Economy of the People of Tungkal Satu Village, Tanjung Jabung Barat Tedy Azmi Nasution; Tedjo Sukmono; Rifli Rindes; Hutwan Syarifuddin; Darlim Darmawi; Ucop Haroen
Jurnal Natur Indonesia Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.21.1.21-28

Abstract

The Pangkal Babu Mangrove Forest has an important role in a fish habitat that is closely related to the livelihoods of fishermen so it has an overall economic relationship. This study aims to analyze the condition of mangrove forests, the triangulation relationship between mangrove forests and fish resources, and the community's economy as well as forms of local wisdom in protecting and preserving mangrove forests. This research was conducted in the Pangkal Babu Mangrove forest area, Tungkal Ilir District, West Tanjung Jabung Regency. The method in this study is a survey method. The sampling technique for the condition of the mangrove forest was using the Line Transect Plot method at 3 different stations. The data analyzed included the density of mangrove forests, fishery resources, the economy, and the local wisdom of the community. The results showed that at station I the condition of mangrove vegetation in Pangkal Babu was in moderate criteria with 1,467 trees/ha, station II was in very dense criteria with 3,367 trees/ha, and station III was in moderate criteria with 1,000 trees/ha. Fishery production for 5 years is 93,221 kg with many trips of 2,115 and a CPUE value of 44.13 kg/trip. Fishery production has exceeded the sustainable potential both biologically (MSY = 82,297 kg) and economically (MEY = 82,296 kg). The value of the coefficient of determination (R2) is 0.82 or 82%, which indicates that the fluctuation in fishery production is caused by the area of mangrove forests by 82%.
Analisis Pengelolaan Perhutanan Sosial di Sarolangun Provinsi Jambi Doni Satria; Hutwan Syarifuddin; Marwoto
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengelolaan hutan terdiri dari perencanaan, perlindungan, pemanfaatan dan Evaluasi. Perhutanan sosial merupakan program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan dan pemanfaatan hutan. Rumusan dalam penelitian ini adalah mengalalisis kegiatan pengelolaan hutan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat pada kegiatan pengelolaan hutan. Penelitian ini dengan bentuk deskripti kwantitatif teknik sampling secara purposive sejumlah 83 sampel responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemanfaatan hutan memiliki partisipasi yang paling tinggi dan kegiatan evaluasi menunjukkan partisipasi yang paling rendah. Tingkat partisipasi masyarakat diperoleh dengan kategori sangat tinggi 22 %, tinggi, 26%, cukup 19%, rendah 14% dan sangat rendah 2%.