Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Langling Kabupaten Merangin dengan SWOT Dhea Ussarvi; Hutwan Syarifuddin; Damris M
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v6i1.27969

Abstract

Penelitian in bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan sampah di TPA Langling Kabupaten Merangin, yang dikelola oleh UPTD TPA Langling pada Instansi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. informan yang terlibat adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Merangin, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Merangin, KepalaBidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) Instansi DLH Kabupaten Merangin, Kepala UPTD TPA Sampah Langling, kepala UPTD Balai Benih Tanaman Perkebunan, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Energi Instansi ESDM Provinsi Jambi, Sekretaris Camat di Kecamatan Bangko, Kepala Desa Langling dan warga sekitar yang dijadikan sebagai informan penelitian. Wawancara dan dokumentasi digunakan dalam perolehan data dan informasi. Dengan mempertimbangkan semua karakteristik internal dan eksternal yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, maka teknik analisis data menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis SWOT, TPA Langling berada pada kuadran pertama (positif, positif) posisi ini menunjukkan kekuatan dan peluang memliliki nilai positif dan positif artinya TPA dalam pengelolaannya menghadapi peluang sangat besar, untuk itu digunakan kekuatan semaksimal mungkin dalam meraih peluang. Sehingga saran strategi pada posisi ini adalah strategi agresif,
Faktor – faktor Pendorong Keberlanjutan Habitat Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh Provinsi Jambi rendi Nofiandi; Hutwan Syarifuddin; Hamzah
Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpb.v6i1.27977

Abstract

Indonesia. Terdapat sekitar 140 ekor populasi gajah yang hidup di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atributatribut sensitif terhadap status Status Keberlanjutan Habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Bentang Alam Bukit Tiga Puluh. Penelitian ini menggunakan responden sebanyak 32responden dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan atribut/indikator yang telah diidentifikasi kemudian diberi rentang skor antara 0-2 menyesuaikan dengan kriteria-kriteria yang ada. Rentang skor paling rendah/buruk adalah 0 dan paling sesuai/baik adalah 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa Atribut pengungkit dimensi ekologi diantaranya adalah 1) tekanan terhadap habitat Gajah, 2) areal bernilai konservasi tinggi, 3) kesesuaian peruntukan habitat Gajah dan 3) Daya dukung habitat Gajah. Atribut pengungkit dimensi ekonomi diantaranya adalah 1) Pembatasan masuk ke habitat gajah dan 2) Penyerapan tenaga kerja. Atribut pengungkit dimensi sosial diantaranya adalah 1) Konflik Tenurial dan 2) Resistensi terhadap kebijakan pemerintah terkait konflik gajah Atribut pengungkit dimensi kelembagaan diantaranya adalah 1) Ketersediaan peraturan pengelolaan, 2) Penyuluhan peraturan terkait aturan pengelolaan habitat gajah, 3) Mitra Konservasi, 4) Penegakan hukum, 5) Keterlibatan masyarakat dan 6) Koordinasi antar Lembaga pengelolaan satwa dan habitat gajah.
Emerging Strategies for Mitigating Acid Mine Drainage Formation and Environmental Impacts: A Comprehensive Review of Recent Advances Yudha Gusti Wibowo; Muhammad Fauzul Imron; Setyo Budi Kurniawan; Bimastyaji Surya Ramadan; Tarmizi Taher; Alvian Hayu Sudibya; Hutwan Syarifuddin; Khairurrijal Khairurrijal; Jarwinda
Science and Technology Indonesia Vol. 8 No. 4 (2023): October
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2023.8.4.516-541

Abstract

Acid mine drainage (AMD) is a significant threat to the environment due to its high acidity and metal ion content. To effectively eliminate pollutants from AMD, various approaches are necessary. This review aims to provide a comprehensive understanding of recent advances in AMD mitigation. While treatment technologies have developed to eliminate AMD, they often produce sludge as a by-product and require expensive maintenance. As a cost-effective alternative, the recovery of AMD resources can reduce toxicity and promote reuse of heavy metals and rare earth elements. This review also analyzes the challenges and prospects of AMD mitigation implementation, including current mitigation conditions and knowledge gaps. Researchers can benefit from this review by gaining insight into research progress in this area, identifying strengths and weaknesses of current AMD mitigation applications, and exploring future research directions.
Pengetahuan dan Persepsi Masyarakat Terhadap Konflik Gajah Sumatera di Desa Lubuk Mandarsah: (Knowledge and Public Perception of Sumatran Elephant Conflict in Lubuk Mandarsah Village) Ginda Bahari; Hutwan Syarifuddin; Hamzah Hamzah
BIODIK Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v8i1.16028

Abstract

The condition of the Bukit Tigapuluh National Park, which is directly adjacent to agricultural land and residential areas of the Lubuk Mandarsah Village community as well as the existence of a concession permit causes a high potential for conflict between Sumatran elephants and the community. The decline in biodiversity due to overexploitation of natural resources, the conversion of company land around the Bukit Tigapuluh National Park has a negative impact on the conservation of Sumatran elephants and the survival of the people living around the buffer area of ​​the Bukit Tigapuluh National Park. With this problem, it will certainly cause conflict between humans and Sumatran elephants. The purpose of this study was to determine the knowledge and perceptions of the community towards conflicts with Sumatran elephants. This research is research using mixed method or mix method, which combines qualitative and quantitative methods. Based on this research, it was found that the level of community knowledge in the hamlet of Lubuk Mandarsah Village regarding Sumatran Elephants was classified as high (39-48) with a percentage of 82% and the perception of people in Lubuk Mandarsah Village regarding Sumatran elephants was classified as bad with a percentage of 78%. Key words: knowledge, perception, public, Sumatran Elephant   Abstrak. Kondisi Taman Nasionnal Bukit Tigapuluh yang berbatasan langsung dengan lahan pertanian dan pemukiman masyarakat Desa Lubuk Mandarsah  serta adanya perizinan konsesi menyebabkan tingginya potensi konflik gajah sumatera dengan masyarakat. Penurunan keanekaragaman hayati akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, konversi lahan perusahaan sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh menimbulkan dampak negatif terhadap konservasi gajah sumatera dan keberlangsungan hidup masyarakat yang hidup disekitar daerah penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Dengan adanya permaslaahan ini tentu akan menimbulkan konflik antara manusia dan gajah sumatera. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan dan persepsi dari masyarakat terhadap konflik dengan gajah sumatera. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan metode campuran atan mix method dimana mengkombinasikan metode Kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan penelitian ini dihasilkan bahwa Tingkat Pengetahuan Masyarakat di dusun Desa Lubuk Mandarsah terkait Gajah Sumatera sudah tergolong Tinggi (39-48) dengan persentase sebesar 82 % dan persepsi masyarakat di Desa Lubuk Mandarsah terkait gajah sumatera masik tergolong tidak baik dengan persentase 78%.  Kata kunci: Pengetahuan, Persepsi, Masyarakat, Gajah Sumatera
PENGELOLAAN SAMPAH DI TPS3R PANDAN BERSIH DESA PUDAK KECAMATAN KUMPEH Hutwan Syarifuddin; Hamzah Hamzah; Jalius Jalius; Afreni Hamidah; Dodi Devitriano; A. Yani
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v4i2.3399

Abstract

Program penanganan sampah merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran. Kegiatan pelatihan pengelolaan sampah dan budidaya maggot melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan kepedulian terhadap lingkungan dan kewirausahaan desa melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pandan Bersih. Kegiatan Pengabdian Masyarakat memberikan keterampilan kepada KSM dan masyarakat sekitar untuk mengolah sampah (organik dan anorganik) dan budidaya maggot, sehingga meningkatkan nilai jual dan produk ramah lingkungan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap peserta pelatihan, kegiatan ini sangat dibutuhkan terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi bau busuk dari sampah. Peserta merasa bahwa selama ini pengetahuan mereka masih sangat terbatas. Ke depan, diharapkan program-program lain dalam pengolahan sampah anorganik, seperti plastik menjadi eco bricks, paving block dan bahan bakar, serta crafts yang ramah lingkungan.
The Carrying of Capacity of the Pangkal Babu Mangrove Forest on the Abundance of Fish Resources and the Economy of the People of Tungkal Satu Village, Tanjung Jabung Barat Tedy Azmi Nasution; Tedjo Sukmono; Rifli Rindes; Hutwan Syarifuddin; Darlim Darmawi; Ucop Haroen
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The Pangkal Babu Mangrove Forest has an important role in a fish habitat that is closely related to the livelihoods of fishermen so it has an overall economic relationship. This study aims to analyze the condition of mangrove forests, the triangulation relationship between mangrove forests and fish resources, and the community's economy as well as forms of local wisdom in protecting and preserving mangrove forests. This research was conducted in the Pangkal Babu Mangrove forest area, Tungkal Ilir District, West Tanjung Jabung Regency. The method in this study is a survey method. The sampling technique for the condition of the mangrove forest was using the Line Transect Plot method at 3 different stations. The data analyzed included the density of mangrove forests, fishery resources, the economy, and the local wisdom of the community. The results showed that at station I the condition of mangrove vegetation in Pangkal Babu was in moderate criteria with 1,467 trees/ha, station II was in very dense criteria with 3,367 trees/ha, and station III was in moderate criteria with 1,000 trees/ha. Fishery production for 5 years is 93,221 kg with many trips of 2,115 and a CPUE value of 44.13 kg/trip. Fishery production has exceeded the sustainable potential both biologically (MSY = 82,297 kg) and economically (MEY = 82,296 kg). The value of the coefficient of determination (R2) is 0.82 or 82%, which indicates that the fluctuation in fishery production is caused by the area of mangrove forests by 82%.
The Carrying of Capacity of the Pangkal Babu Mangrove Forest on the Abundance of Fish Resources and the Economy of the People of Tungkal Satu Village, Tanjung Jabung Barat Tedy Azmi Nasution; Tedjo Sukmono; Rifli Rindes; Hutwan Syarifuddin
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.21.1.21-28

Abstract

The Pangkal Babu Mangrove Forest has an important role in a fish habitat that is closely related to the livelihoods of fishermen so it has an overall economic relationship. This study aims to analyze the condition of mangrove forests, the triangulation relationship between mangrove forests and fish resources, and the community's economy as well as forms of local wisdom in protecting and preserving mangrove forests. This research was conducted in the Pangkal Babu Mangrove forest area, Tungkal Ilir District, West Tanjung Jabung Regency. The method in this study is a survey method. The sampling technique for the condition of the mangrove forest was using the Line Transect Plot method at 3 different stations. The data analyzed included the density of mangrove forests, fishery resources, the economy, and the local wisdom of the community. The results showed that at station I the condition of mangrove vegetation in Pangkal Babu was in moderate criteria with 1,467 trees/ha, station II was in very dense criteria with 3,367 trees/ha, and station III was in moderate criteria with 1,000 trees/ha. Fishery production for 5 years is 93,221 kg with many trips of 2,115 and a CPUE value of 44.13 kg/trip. Fishery production has exceeded the sustainable potential both biologically (MSY = 82,297 kg) and economically (MEY = 82,296 kg). The value of the coefficient of determination (R2) is 0.82 or 82%, which indicates that the fluctuation in fishery production is caused by the area of mangrove forests by 82%.