Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERAN KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK STUNTING MELALUI PIJAT TUINA DAN PMBA CURUP TENGAH Yenni Puspita; Indah Fitri Andini; Lydia Febrina; Farida Esmiati; Yossy Utario
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v7i1.1671

Abstract

Stunting must be a priority because its impact is very broad. Stunting has an impact on increasing the risk of morbidity and death, delayed motor development and hampered mental growth, increasing the risk of overweight and obesity, increasing the risk of degenerative diseases. The nutritional needs of toddlers will not be met if toddlers experience problems with eating and feeding children. One way to overcome this is through community service activities to empower posyandu cadres in the form of training to increase knowledge and skills in performing tuina massage and feeding babies and children. The target of the activity was 35 posyandu cadres in the District Work Area of Rejang Lebong in 2021. Training activities were carried out offline. The results of the participants' pretest and posttest showed an increase in knowledge of 27.0 and the results of the skills assessment using the checklist obtained an average score of 87. The community service activities by empowering posyandu cadres through training and mentoring can increase the knowledge and skills of posyandu cadres in carrying out tuina massage and IYCF.
PENINGKATAN PERAN KADER POSYANDU DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING MELALUI EDUKASI PEMBERIAN ZAT GIZI MIKRO Indah Fitri Andini; Lydia Febrina; Yeni Puspita; Farida Esmianti; Ayu Pravita Sari
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v6i3.2181

Abstract

Accelerating stunting reduction is the government's focus in the health sector. The micronutrients given to pregnant women are in the form of blood supplement tablets containing iron and folic acid. Meanwhile, nutrition for toddlers is in the form of two vitamin A capsules according to the dosage and giving Zinc tablets and ORS according to the management for toddlers suffering from diarrhea. The efforts made to recognize, prevent and overcome nutritional problems include regularly weighing, giving breast milk to babies from birth to 6 months of age, varying food menus, using iodized salt, and providing nutritional supplements as recommended by health workers. Increasing the knowledge and skills of cadres through training was a method of implementing this community service activity. The method for developing this activity was by providing training and refreshing for posyandu cadres and village midwives as well as assisting cadres during the implementation of the activity. Monitoring and evaluation was carried out by the implementation team for cadres. This activity achieved results, namely the formation of a stunting care cadre group, the availability of facilities and infrastructure to support activities such as modules, tools and materials to increase cadres' knowledge and skills. After the training, there was an increase in cadres' knowledge and skills regarding Micronutrients needed by pregnant women and toddlers.
Buah Kurma (Phoenix Dactylifera) dan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri di SMAN 2 Rejang Lebong Levimah Levimah; Lydia Febrina; Kurniyati Kurniyati; Indah Fitri Andini; Wenny Indah Purnama Eka Sari
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2024): JIK-April Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i1.847

Abstract

Keadaan di mana jumlah eritrosit atau kadar HB dalam darah kurang dari normal (kurang dari 12 g%) dikenal sebagai anemia. Di Indonesia. tingkat anemia adalah 21.7%. dengan 26.4% pada usia 5–14 tahun dan 18.4% pada usia 15–24. Remaja putri lebih rentan terhadap anemia. Salah satu dampak anemia pada remaja adalah penurunan produktivitas kerja dan kemampuan akademik karena kurangnya gairah dan konsentrasi untuk belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah buah kurma dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen dengan rancangan penelitian two group pretest-posttest design with control group. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 remaja putri diambil dengan teknik purposive sampling. dimana 18 kelompok intervensi dan 18 kontrol dengan instrument penelitian alat ukur HB Digital. Data analisis menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pemberian buah kurma. Nilai p value 0.006 < 0.05 menunjukkan bahwa peningkatan kadar hemoglobin pre-test sebesar 1.18 gram lebih besar dari peningkatan kadar hemoglobin post-test sebesar 0.56 gram pada kelompok kontrol artinya ada pengaruh yang signifikan pemberian buah kurma (phoenix dactylifera) terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA N 2 Rejang Lebong.
Baby Spa dan Baby Massage Terhadap Berat Badan Bayi Usia 3-6 Bulan di Praktek Mandiri Bidan Kabupaten Rejang Lebong Indah Fitri Andini; Eva Susanti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2024): JIK-April Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i1.929

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan Bayi di Indosesia berdasarkan data World Health Organization(WHO) Tahun 2019 terdapat 13%- 18% anak balita di Indonesia mengalami kelainan pertumbuhan dan perkembangan Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang bayi tersebut. Berat badan bayi merupakan salah satu pertumbuhan bayi yang harus dipantau dan distimulasi agar sesuai dengan umur bayi tersebut. bentuk stimulasi yang dapat dilakukan seperti Baby Spa. Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Baby SPA (Intervensi) dan Baby Massage (Kontrol) Terhadap Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 3-6 Bulan. Desain penelitian ini menggunakan desain Quasie Experimen design dengan rancangan two grup pretest-posttest desain with control grub. Pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 42 bayi, 21 bayi kelompok intervensi dan 21 bayi kelompok kontrol. Data dianalisa menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Paired sample T-test dan uji T-test Independent. Hasil penelitian ini diketahui bahwa rata rata berat badan bayi usia 3-6 bulan pada kelompok intervensi didapatkan selisih peningkatan sebesar 540,48 gram dan kelompok kontrol rata-rata peningkatan sebesar 206,48 gram. Hasil uji Paired Sample T-test p-value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pemberian Baby spa maupun Baby Massage terhadap berat badan bayi usia 3-6 Bulan hasil uji independent T-test p-value 0,022 < 0,05 artinya ada perbedaan signifikan antara Baby Spa dengan Baby Massage terhadap Berat Badan Bayi Usia 3-6 Bulan, dimana pemberian Baby Spa lebih baik dibandingkan dengan Baby Massage. Saran diharapkan bidan dapat menjadikan Baby Spa sebagai strategi promosi kesehatan yang tepat untuk meningkatkan berat badan bayi.
Pijat Bayi Menggunakan Virgin Coconut Oil Terhadap Berat Badan Bayi Usia 3-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Curup Kelurahan Talang Benih Marlinda Marlinda; Indah Fitri Andini; Kurniyati Kurniyati
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2024): JIK-Oktober Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v8i2.888

Abstract

Penggunaan VCO pada bayi dapat meningkatkan berat badan dengan cara teknik pijat bayi karena dapat memberikan kehangatan selain itu juga terdapat nutrisi pada minyak VCO yaitu terdapat asam lemak rantai sedang yang mudah dimetabolisme tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi menggunakan virgin coconut oil terhadap berat badan bayi pada usia 3-6 bulan. Desain penelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment dengan rancangan two grup pretest-posttest with control group. Pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 22 bayi, 11 bayi kelompok intervensi dan 11 bayi kelompok kontrol. Data dianalisa menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon sign rank dan uji mann whitney. Hasil penelitian ini diketahui bahwa rata rata berat badan bayi usia 3-6 bulan pada kelompok intervensi didapatkan selisih peningkatan sebesar 250,909 gram dan kelompok kontrol rata-rata peningkatan sebesar 144,727. Hasil uji mann whitney p-value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh pemberian pijat bayi menggunakan VCO pada bayi. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian pijat bayi menggunakan VCO dapat meningkatkan rata-rata berat badan bayi lebih tinggi dari baby oil. Saran diharapkan bidan dapat terus memotivasi ibu untuk melakukan pijat bayi menggunakan VCO dan dapat menjadi referensi tambahan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswi kebidanan sebagai strategi intervensi untuk promosi kesehatan yang tepat untuk meningkatkan berat badan bayi.
Pendampingan Kader Lansia dalam Edukasi Kram Perut dengan Kompres Hangat pada Daerah Perut Rustam Aji Rochmat; Dewi Lusiani; Wiwiek Mulyani; Sherly Ratih Frichesyarius Santi Ajhie; Roro Ajhie Ayuningtyas; Indah Fitri Andini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Vol. 3 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/pengabmaskes.v3i1.249

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of elderly health cadres in providing first aid for abdominal cramps using a warm compress. The implementation method included health education through interactive lectures, discussions, and live demonstrations of warm compress techniques, followed by participant practice under facilitator guidance. The target audience consisted of six elderly health cadres and twenty-one elderly participants from the “Sekolah Lansia Tangguh” (Resilient Elderly School) in Dusun Curup Village, Rejang Lebong Regency. The results showed that after the counseling and practice sessions, 2 out of 6 elderly cadres (33.3%) and 4 out of 21 elderly participants (19.0%) were able to correctly demonstrate how to relieve abdominal cramps using a warm compress. In conclusion, education and mentoring for elderly health cadres have the potential to enhance community capacity in applying warm compresses as first aid for abdominal cramps. It is recommended that similar activities be carried out continuously to broaden the reach of knowledge and skills within the community.
Influence of Nurses’ and Teachers’ Roles in Health Education on Dengue Prevention Behavior Changes in Schools Rustam Aji Rochmat; Dewi Lusiani; Tonny Cortis Maigoda; Wiwiek Mulyani; Darwis; Indah Fitri Andini; Sherly Ratih Frichesyarius Santi Ajhie; Roro Ajhie Ayuningtyas
Journal of Applied Holistic Nursing Science Vol. 2 No. 1 (2025): October 2025
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jahns.v2i1.248

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in tropical regions, including Indonesia, due to high morbidity rates and environmental factors that support mosquito breeding. This study aimed to determine the influence of nurses and teachers in health education on changes in dengue prevention behavior in schools. Methods: This research used a single-group pretest-posttest experimental design with 90 respondents selected purposively. Changes in knowledge and behavior were assessed before and after the intervention. The intervention involved health education on dengue prevention, focusing on the 3M Plus method: draining, covering, recycling, and using larvicide. Results: The results showed a significant increase in the proportion of respondents with good preventive behavior, rising from 15.6% in the pretest to 91.1% in the posttest (p-value = 0.000). This indicates that health education significantly improves public knowledge and encourages positive behavioral changes in dengue prevention. Conclusion: Health education significantly improves dengue prevention behavior, raising good practices from 15.6% to 91.1%. Sustained community involvement and policy support are crucial for lasting impact.
THE EFFECT OF FIRST AID SKILLS TRAINING ON RING-JUSTED FINGER MANEUVERS Aji, Rustam; Dewi Lusiani; Sherly Ratih Frichesarius Santy Aji; Roro Ajjie Ayuningtyas; Tonny Cortis Maigoda; Indah Fitri Andini; Sulistiyani, Sulistiyani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 5: Oktober 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i5.8748

Abstract

Finger injuries due to being caught in a ring, if stuck for too long can inhibit blood circulation to the finger, thereby risking causing serious permanent damage. The research subjects are class VI students at SDN 7 Rejang Lebong, with long experience as UKS members according to predetermined criteria. This research used primary data from 36 students, who were willing and agreed to become respondents. Observational research, cross sectional study design. The data results were analyzed using the chi-square test. The results of Chi-square analysis obtained a value of P = 0.04 < α 0.05. So Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that statistically there is a significant relationship between first aid skills and the maneuver of a finger caught in a ring. So that students who have been trained can be active members of the UKS and PMR teams, to be helpers if there is a case of a finger being caught in a ring. It is recommended to plan regular training activities specifically for other classes.