Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR

HUBUNGAN BERAT LAHIR DENGAN KEJADIAN IKTERUS DI RUMAH SAKIT DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2016 Furwasyih, Dian
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i1.66

Abstract

Ikterus merupakan salah satu fenomena yang sering ditemukan pada bayi baru lahir, kejadian ikterus pada bayi baru lahir berkisar antara 25 – 50% pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi kurang bulan. Ada 3 faktor penyebab yang mempengaruhi kejadian ikterus yaitu faktor neonatus, perinatal, dan maternal. Dampak biologis yang diderita bayi seperti kulit berwarna kuning, keadaan lemah, dan dampak psikologis berupa sering menangis atau rewel, gerakan tidak menentu, dan jika tidak segera ditangani dapat terjadi gangguan syaraf otak. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian ikterus. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan desain case-control. Sampel penelitian berjumlah 75 bayi yang dirawat di ruangan perinatologi pada bulan Januari hingga Juni 2016, dengan 25 bayi pada kelompok kasus dan 50 bayi pada kelompok kontrol. Jenis data yaitu data sekunder. Hasil penelitian mengungkapkan 44% (33 bayi) dari responden mempunyai berat lahir rendah, dan 56% (42 bayi) sisanya mempunyai berat lahir normal. Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan nilai p value = 0,007 < 0,05 berarti ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian ikterus. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu dan bayi, terutama dalam penapisan risiko kejadian ikterus dari sejak kehamilan dan setelah kelahiran bayi guna menurunkan morbiditas bayi karena ikterus.
STUDI EKSPLORATIF TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DI RUANGAN RAWAT GABUNG RSUP DR. M.DJAMIL PADANG TAHUN 2018 Dian Furwasyih
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.81 KB) | DOI: 10.36984/jkm.v2i1.18

Abstract

Abstract In the last 2 (two) decades, coverage of deliveries in health facilities has increased; however, the decline in maternal and newborn mortality was remain slow. With the increase in the number of deliveries in health facilities, the attention of health workers is turning to the quality of services, because poor service quality contributes to maternal and infant morbidity and mortality (World Health Organization (WHO), 2016). Service quality has a very strong significant relationship with patient satisfaction. (Juliana, 2017). The aim of the study was to explore the level of patient satisfaction in the maternity room of Dr. M. Djamil Padang in 2018. The scope of the research was the process indicators. The research design was a cross-sectional study with qualitative methods. The informants were 71 people. The sampling technique is convenient sampling. Data collection was conducted from February 1 to March 31, 2018 with in-depth interview techniques. Data collection is assisted by 2 (two) interviewers. Each interview takes ± 12 minutes and was recorded using a mobile phone. Interviews were conducted in Indonesian. Data analysis with NVIVO QSR 10 application. The results showed that almost 30% of informants were between 31-35 years old, more than half (50.75%) of informants with secondary education, a small proportion of informants (16.42%) were working mothers, and more than 80% of informants were treated for more than 5 days. In the analysis of the level of patient satisfaction with the service obtained more than half (71.64%) informants expressed satisfaction with the services of health workers in the room. Nearly 16% of informants stated that they were not satisfied with the services received in the room. Suggestions for improvement focus on the attitude of officers when providing services, comfort during care, providing care information, and responding to the patient's complaints. There is a need for follow-up from the hospital regarding suggestions for these improvements to enhance the quality of services in the room. Keywords : patient satisfaction, maternity room, healthcare services
HUBUNGAN BERAT LAHIR DENGAN KEJADIAN IKTERUS DI RUMAH SAKIT DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2016 Dian Furwasyih; Tria Wulandari; Ratu Melia Suci
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i1.66

Abstract

Ikterus merupakan salah satu fenomena yang sering ditemukan pada bayi baru lahir, kejadian ikterus pada bayi baru lahir berkisar antara 25 – 50% pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi kurang bulan. Ada 3 faktor penyebab yang mempengaruhi kejadian ikterus yaitu faktor neonatus, perinatal, dan maternal. Dampak biologis yang diderita bayi seperti kulit berwarna kuning, keadaan lemah, dan dampak psikologis berupa sering menangis atau rewel, gerakan tidak menentu, dan jika tidak segera ditangani dapat terjadi gangguan syaraf otak. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian ikterus. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan desain case-control. Sampel penelitian berjumlah 75 bayi yang dirawat di ruangan perinatologi pada bulan Januari hingga Juni 2016, dengan 25 bayi pada kelompok kasus dan 50 bayi pada kelompok kontrol. Jenis data yaitu data sekunder. Hasil penelitian mengungkapkan 44% (33 bayi) dari responden mempunyai berat lahir rendah, dan 56% (42 bayi) sisanya mempunyai berat lahir normal. Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan nilai p value = 0,007 < 0,05 berarti ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian ikterus. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada ibu dan bayi, terutama dalam penapisan risiko kejadian ikterus dari sejak kehamilan dan setelah kelahiran bayi guna menurunkan morbiditas bayi karena ikterus.
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KLASIFIKASI ISTILAH KASUS PASIEN COVID-19 (STUDI DESKRIPTIF) Eka Putri Prima Sari; Dian Furwasyih; Refki Riyantori
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v4i1.91

Abstract

COVID-19 or Corona Virus Disease-19 is a disease that caused by a new type of corona virus. In March 2020 WHO declared a pandemic COVID-19. In Indonesia, cases of COVID-19 were first reported on March 2, 2020 and until September, 2020 it has passed 200,000 confirmed cases. Poor health literacy, coupled with the absence of synergy and the lack of knowledge regarding the COVID-19 outbreak made the handling of the outbreak carried out by the government stutter. One of the important information for the general public is the definition of the terms cases related to COVID-19. This study aims to determine the level of public knowledge about the definition of case terms related to COVID-19. Data dollection was done online by using google form. The sampling technique was quota sampling, the response rate (RR) of this study was 91% of the target 100 samples. Data were analyzed using IBP SPSS Statistic version 10. The results obtained were related to 5 questions regarding the definition of the terms PPT, OTG, ODP, PDP and confirmation cases, respondents gave the percentage of correct answers below the average (62.4%) percentage of the overall questions. A massive education is needed considering the low level of public knowledge about the issues in this research. It takes cross-sectional and cross-programmatic collaboration to solve this problem quickly.
ASESMEN TINGKAT KEPUASAN DAN PERSEPSI ASUHAN ANTENATAL PADA IBU – IBU TUNANETRA DI KOTA PADANG (STUDI KASUS) Sunesni Sunesni; Dian Furwasyih
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i2.155

Abstract

ASESMEN TINGKAT KEPUASAN DAN PERSEPSI ASUHAN ANTENATAL PADA IBU – IBU TUNANETRA DI KOTA PADANG (STUDI KASUS) Sunesni1, Dian Furwasyih2 (1,2Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Bidan Program Profesi, STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG) Abstrak International Agency for The Prevention of Blindness menyatakan dua pertiga dari penyandang tuna netra di dunia adalah perempuan. Kelompok ini sangat jarang melakukan kunjungan antenatal. Hal ini mengakibatkan buruknya kesejahteraan ibu dan bayi serta outcome kehamilan jika dibandingkan dengan populasi pada umumnya. Selain itu, seringkali tenaga kesehatan tidak kompeten dalam memberikan pelayanan pada kelompok ini sehingga menjadikan pelayanan antenatal yang diberikan tidak berkualitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat kepuasan dan persepsi ibu hamil tunanetra terhadap pelayanan antenatal di Kota Padang. Desain penelitian adalah deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Informan penelitian berjumlah 16 orang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 12,5% informan menyatakan tidak puas terhadap pelayanan antenatal dan 54% menyatakan persepsi negatif terhadap pelayanan antenatal. Perlakuan diskriminatif dan komunikasi petugas yang sulit dipahami, serta tidak tersedianya jalur khusus disabilitas pada konter pelayanan merupakan beberapa keluhan yang dikemukakan informan saat wawancara. Dapat disimpulkan bahwa sebagian kecil informan merasa tidak puas terhadap pelayanan kehamilan yang didapatkan dan lebih dari separuh informan mempunyai persepsi negatif terhadap pelayanan kehamilan yang diperoleh. Disarankan pada pemerintah dan swasta untuk menempatkan isu pelayanan kesehatan pada kelompok berkebutuhan khusus sebagai salah satu program prioritas bidang kesehatan sehingga menjamin perlindungan sosial dan kesehatan pada kelompok ini. Kata Kunci : ibu hamil, tunanetra, penyandang disabilitas, persepsi, pelayanan antenatal
Pengaruh Pemberian Edukasi Tentang Pendidikan Seksual pada Anak Berkebutuhan Khusus Dengan Tingkat Pengetahuan Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Dian Furwasyih; Sunesni; Ilham Akerda Edyyul
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v5i2.308

Abstract

Ketidakmampuan untuk bisa hidup mandiri dengan keterbatasan kecerdasan pada anak tunagrahita membuat kelompok ini rentan terhadap masalah, termasuk masalah kesehatan reproduksi. Seiring dengan minimnya pendidikan seks bagi penyandang tunagrahita ini menjadikan sebagian diantara mereka cenderung untuk dimanipulasi sehingga kerap dijadikan objek pelecehan dan pelampiasan seksual. Guru memiliki tanggungjawab untuk mengajarkan tentang pendidikan seksual di sekolah mulai dari usia dini sampai ke perguruan tinggi. Hingga saat ini, pendidikan seksual yang komprehensif masih belum terintegrasi ke dalam kurikulum sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi seksual terhadap tingkat pengetahuan guru sekolah luar biasa (SLB) Kota Padang. Desain penelitian adalah one group pretest-posttest dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan formulir digital dengan perlakuan berupa pemberian materi edukasi pendidikan seks dan seksualitas pada guru SLB. Analisis data univariat dan bivariat dengan Microsoft Excel 2010. Didapatkan response rate penelitian 84,2%, dengan karakteristik responden hampir seluruh responden dengan level pendidikan sarjana atau lebih, separuh berada pada kelompok umur diatas 40 tahun, hampir seluruh responden berjenis kelamin perempuan, dan separuh dengan pengalaman kerja diatas 13 tahun. Hasil uji T didapatkan p-value 0,00010 < α (0,05) dimana ini berari ada pengaruh signifikan antara pemberian edukasi dengan tingkat pengetahuan guru SLB tentang seks dan seksualitas anak tunagrahita. Direkomendasikan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan rutin di sekolah sehingga pemahaman guru menjadi lebih baik dan dapat menyampaikan informasi ini dengan tepat kepada peserta didik.