Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Edukasi Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir Menuju Ketahanan Pangan Keluarga Di Masa Pandemi Covid 19 Yarmaliza Yarmaliza; Teungku Nih Farisni; Fitriani Fitriani; Zakiyuddin Zakiyuddin; Fitrah Reynaldi; Veni Nella Syahputri; Rinaldy Rinaldy
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): MEI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i3.142

Abstract

The very rapid spread of the COVID-19 pandemic outbreak has had an impact on the world economy, including in the food and agriculture sectors. A 1% decline in China's economic growth in 2020 could have an impact of around 0.3% on the existing economy in Indonesia, including in Aceh. Therefore, the creative economic stimulus is one of the most appropriate alternatives in overcoming the economic problems of the community, by utilizing local commodities through the innovation of tempeh powder broth as family food security in Purwodadi Village, Nagan Raya Regency. The purpose of this activity is to provide creative economy education to coastal communities, especially poor families towards family food security during the COVID 19 pandemic. The method of activities used is through 5 approaches, namely coaching, formation, implementation, monitoring, assistance and evaluation. The result of this service is the formation of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in coastal communities, especially in poor families, so that it can be one of the efforts towards family food security during the COVID 19 pandemi.
PERAN POSYANDU DALAM MENANGANI STUNTING DI DESA ARONGAN KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Rozatul Wardah; Fitrah Reynaldi
Jurnal Biology Education Vol 10, No 1 (2022): Volume 10 Nomor 1 Edisi Khusus Tahun 2022
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.859 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v10i1.4123

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan pembangunan nasional di Indonesia yang dapat terhambatnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kemiskinan dan ketimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran posyandu dalam menangani stunting di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Jenis pendekatan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian yaitu seluruh penyelenggara posyandu dan warga Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya yang terlibat sebagai peserta posyandu. Sedangkan sampel yaitu ketua posyandu 1 orang, kader posyandu orang 5, dan peserta posyandu 14 sehingga berjumlah 20 orang dengan teknik pengambilan yaitu purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi (lembar pedoman observasi), wawancara (lembar pedoman wawancara), dan dokumentasi (alat dokumentasi). Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yaitu: (1)  pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian data; dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diketahui bahwa posyandu di Desa Arongan kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya sangat berperan dalam menengani stunting dimana posyandu tersebut memiliki kader yang sudah mengikuti pelatihan, berpengetahuan dan aktif, partisipasi peserta yang tinggi, dan mampu menurunkan jumlah angka stunting. Adapun program yang dijalankan untuk menagani stunting diantaranya (1) pemberian Makanan Tambahan (PMT); (2) pemberian vitamin A pendamping ASI; (3) pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk ibu hamil; (4) imunisasi dasar lengkap; (5) pemantauan pertumbuhan balita; dan (6) sanitasi lingkungan.
HUBUNGAN PERILAKU SISWA TENTANG MAKANAN JAJANAN TERHADAP STATUS GIZI ANAK DI SD NEGERI 2 TEUNOM Rahma Yani; Fitrah Reynaldi
Jurnal Biology Education Vol 10, No 1 (2022): Volume 10 Nomor 1 Edisi Khusus Tahun 2022
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.924 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v10i1.4117

Abstract

Terdapat banyak siswa di SD Negeri 2 Teunom yang membeli makanan janjanan yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Salah satu dampak buruk dari kegiatan tersebut yaitu mempengaruhi status gizi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku siswa tentang makanan jajanan terhadap status gizi anak di SD Negeri 2 Teunom yang terdiri dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Teunom tepatnya di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya pada Bulan November 2021. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas III dan IV sebanyak 30 siswa. Sampel yaitu 30 siswa dengan teknik pengambilan yaitu total sampling. Pengumpulan data yaitu wawancara dengan instrumen lembar pedoman wawancara, dan observasi dengan instrumen lembar pedoman observasi. Analisis data dilakukan secara analisis statistik yaitu uji Chi-square dengan taraf signifikansi (α) = 0,05. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara pengetahuan tentang makanan jajanan terhadap status gizi anak di SD Negeri 2 Teunom (-pvalue = 0,000 α = 0,05), terdapat hubungan antara sikap tentang makanan jajanan terhadap status gizi anak di SD Negeri 2 Teunom (p-value = 0,000 α = 0,05), dan terdapat hubungan antara tindakan  tentang makanan jajanan terhadap status gizi anak di SD Negeri 2 Teunom (p-value = 0,000 α = 0,05).
Meningkatkan Program Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Zakiyuddin Zakiyuddin; Firzan Firzan; Yarmaliza Yarmaliza; Teungku Nih Farsini; Fitriani Fitriani; Fitrah Reynaldi; Maiza Duana; Sufyan Anwar
COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): COMSEP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.955 KB) | DOI: 10.54951/comsep.v2i1.62

Abstract

Women in low socioeconomic societies are sometimes in a disadvantageous condition and even tend to be in a helpless position due to the lack of support from various parties. This helpless situation can be seen from the lack of opportunity in making a decision in his life including in making decisions relating to himself and the Family Planning program. This helplessness makes women in a marginal condition in the element of society. The lack of encouragement from women can also be seen in the participation of family planning programs. The decision to use contraception is more often determined by men. Even to become a family planning acceptor is also determined by other parties, especially men. Meanwhile, very few men are family planning acceptors. This phenomenon is due to the decision to become a KB acceptor in the hands of men, so there is reluctance if the men become KB acceptors. Family planning services are not only related to being a family planning acceptor, but also many programs relating to empowerment, especially women. Women's empowerment programs in family planning programs are related to empowerment activities which are subsequently linked to family life. The results with family planning programs are still few that can empower women. This consideration is due to the still strong dominance of men in the norms of everyday society.  
PERAN POSYANDU DALAM MENANGANI STUNTING DI DESA ARONGAN KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Rozatul Wardah; Fitrah Reynaldi
Jurnal Biology Education Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Biology Education Edisi Khusus
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.859 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v10i1.4123

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan pembangunan nasional di Indonesia yang dapat terhambatnya pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kemiskinan dan ketimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran posyandu dalam menangani stunting di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Jenis pendekatan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian yaitu seluruh penyelenggara posyandu dan warga Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya yang terlibat sebagai peserta posyandu. Sedangkan sampel yaitu ketua posyandu 1 orang, kader posyandu orang 5, dan peserta posyandu 14 sehingga berjumlah 20 orang dengan teknik pengambilan yaitu purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi (lembar pedoman observasi), wawancara (lembar pedoman wawancara), dan dokumentasi (alat dokumentasi). Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yaitu: (1)  pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian data; dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diketahui bahwa posyandu di Desa Arongan kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya sangat berperan dalam menengani stunting dimana posyandu tersebut memiliki kader yang sudah mengikuti pelatihan, berpengetahuan dan aktif, partisipasi peserta yang tinggi, dan mampu menurunkan jumlah angka stunting. Adapun program yang dijalankan untuk menagani stunting diantaranya (1) pemberian Makanan Tambahan (PMT); (2) pemberian vitamin A pendamping ASI; (3) pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk ibu hamil; (4) imunisasi dasar lengkap; (5) pemantauan pertumbuhan balita; dan (6) sanitasi lingkungan.
HUBUNGAN PERILAKU SISWA TENTANG MAKANAN JAJANAN TERHADAP STATUS GIZI ANAK DI SD NEGERI 2 TEUNOM Rahma Yani; Fitrah Reynaldi
Jurnal Biology Education Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Biology Education Edisi Khusus
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.924 KB) | DOI: 10.32672/jbe.v10i1.4117

Abstract

Terdapat banyak siswa di SD Negeri 2 Teunom yang membeli makanan janjanan yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Salah satu dampak buruk dari kegiatan tersebut yaitu mempengaruhi status gizi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku siswa tentang makanan jajanan terhadap status gizi anak di SD Negeri 2 Teunom yang terdiri dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Teunom tepatnya di Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya pada Bulan November 2021. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas III dan IV sebanyak 30 siswa. Sampel yaitu 30 siswa dengan teknik pengambilan yaitu total sampling. Pengumpulan data yaitu wawancara dengan instrumen lembar pedoman wawancara, dan observasi dengan instrumen lembar pedoman observasi. Analisis data dilakukan secara analisis statistik yaitu uji Chi-square dengan taraf signifikansi (α) = 0,05. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara pengetahuan tentang makanan jajanan terhadap status gizi anak di SD Negeri 2 Teunom (-pvalue = 0,000 α = 0,05), terdapat hubungan antara sikap tentang makanan jajanan terhadap status gizi anak di SD Negeri 2 Teunom (p-value = 0,000 α = 0,05), dan terdapat hubungan antara tindakan  tentang makanan jajanan terhadap status gizi anak di SD Negeri 2 Teunom (p-value = 0,000 α = 0,05).
Strategies for Handling Stunting in Nagan Raya Districts Leni Fazila; Siti Maisyaroh Fitri Siregar; Fitrah Reynaldi; Arfah Husna
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 9, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v9i1.4707

Abstract

Stunting is when a person's height is less than average based on age and gender. This study aims to determine the strategy of the Nagan Raya Health Office in reducing stunting rates. This type of research used qualitative research. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Research informants were the Head of the Health Service, Head of Public Health, Head of Family Health and Nutrition, Head of Promotion and Community Empowerment, Head of Environmental Health, Occupational Health, and Sports. Data analysis techniques are data reduction, data management, and concluding. The results showed that the Nagan Raya health department's strategy for reducing stunting rates was quite good. With eight integrated stunting reduction interventions, specific nutrition interventions, and sensitive nutrition interventions collaborated with cross-sectoral involvement. In conclusion, from 8 integrated stunting reduction interventions, the basis is stunting consultation. The obstacles are that it is difficult to use the budget for stunting, uniting stakeholders' perceptions, and the village government lacks knowledge. Supporting resources are sufficient, namely human resources (HR), facilities, and infrastructure, but it is still insufficient in terms of the budget. Suggestions that socialization is given to the village government. It is hoped that the Health Service and government organizations involved will remain consistent and unite their perceptions and maximize their budget.
Nutritional Value Content in Mangrove Syrup From Sonneratia alba Fruit Wintah Wintah; Kiswanto Kiswanto; Endah Sulistiyowati; Fitrah Reynaldi
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 8, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/j-kesmas.v8i2.4066

Abstract

Pedada fruit (Sonneratia alba) is a fruit of mangrove plants whose utilization can be improved through simple technology, namely the processing of Sonneratia alba fruit into syrup. Mangrove plants produce fruit that can be utilized as a processed beverage, one of which is Sonneratia alba fruit that has a sour taste and can be processed into fresh drinks in the form of mangrove syrup. The purpose of the study was to find out the nutritional value content of mangrove syrup from Sonneratia alba fruit. Research methods are experiments. We use proximal analysis, which includes tests on protein, fat, carbohydrate, and vitamin C. Proximal analysis is carried out at the organic chemistry laboratory, Faculty of MIPA Universitas Jenderal Soedirman. The results of our research show Processed mangrove syrup from Sonneratia alba fruit has nutritional content: protein 1.20%, fat 0.20%, carbohydrates 3.50%, and vitamin C 55.30%. Mangrove fruit from Sonneratia alba processed into syrup has a high nutritional and antioxidant value and is rich in fiber, which is good for health
THE STUDY OF BEHAVIOR EVALUATION SURVEY: FAMILY HEALTH Teungku Nih Farisni; Yarmaliza Yarmaliza; Fitriani Fitriani; Fitrah Reynaldi
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 5, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.438 KB) | DOI: 10.35308/j-kesmas.v5i2.1180

Abstract

The Family health is one of the efforts in health development to encourage overall human development which needs to be considered early on. Ministry of Health 2013, households in Indonesia with PHBS reached 55.6%. Bale Village has health problems that are not paying attention to the cleanliness of the surrounding environment, such as littering, food waste that causes flies and can cause various diseases such as diarrhea. This survey research was conducted in July 2018 which aims to see how behavioral evaluations will affect family health. The research population of all communities in PT. Mifa Brothers in West Aceh Regency as many as 261 houses with a sample using total sampling, which is 261 houses with the target interview (Indep Interview) is the head of the family and mother. Data were analyzed univariately and by measurement of a healthy family index. The results of the study found that the low healthy living behavior of the community by not using family planning was 143 households (54.8%), while for smokers' families were 245 households (93.9%). It can be concluded that the number of unhealthy families is 178 households (68.2%), the number of healthy families is 83 households (31.8%), the total number of healthy families index is 31.8% of all unhealthy families. It is expected that the community will be able to increase knowledge of healthy behaviors that will affect family health by coordinating with relevant agencies in various health programs.
The Relationship of Knowledge and Parents’ Attitudes with Children’s Potty Training in Gampong Ujong Drien Fitrah Reynaldi; Safrizal Safrizal; Yarmaliza Yarmaliza; Teungku Nih Farisni; Fitriani Fitriani; Zakiyuddin Zakiyuddin; Darmawi Darmawi
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.865 KB) | DOI: 10.35308/j-kesmas.v6i1.1189

Abstract

One of the ideals of a nation is to produce a healthy and smart generation. Good generations in the future are formed from the first 1000 days of life to the age of 5 years. An important stimulus is to foster a child's independence in urinating and defecating in the toilet. The strategy that can be done by parents in teaching their children BAB and BAK is through potty training. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge and attitudes with potty training in under three years child’s. This research is analytic with cross sectional design. A sample of 40 toddler parents were taken using the total population technique. Chi Square test the relationship of parental knowledge with potty training obtained P Value 0.002 <0.05 so that parental knowledge with the implementation of potty training has a significant relationship. Chi Square test the relationship between parental attitudes with potty training obtained P Value 0.004 <0.05 so that parental attitudes with the implementation of potty training have a significant relationship. The conclusion of this study is that knowledge and attitudes have a significant relationship with potty training in under three years child’s. It is recommended to the Puskesmas to make an introduction to potty training programs for parents so that the implementation of potty training can be achieved optimally.