Articles
KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DAN TINGKAT KECEMASAN PADA WANITA DENGAN MIOMA UTERI DAN KISTA OVARIUM
Ita Nur Itsna
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mioma uteri dan kista ovarium adalah tumor jinak yang paling umum dan salah satu penyebab timbulnya situasi stress atau kecemasan pada wanita usia reproduktif. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan rohani karena spiritualitas merupakan salah satu komponen penting dalam coping terhadap stress. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kesejahteraan spiritual dan tingkat kecemasan pada wanita dengan mioma uteri dan kista ovarium. Penelitian kuantitatif ini berdesign komparasi dengan menggunakan total sampling ini, melibatkan semua wanita yang telah terdiagnosis mioma uteri sebanyak 17 orang dan kista ovarium sebanyak 15 orang selama periode pengambilan data (11 Mei-20 Juni 2015). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner: Spiritual Health & Life Orientation Measure (SHALOM) untuk mengukur kesejahteraan spiritual dan State Anxiety Inventory (SAI) untuk mengukur kecemasan serta dianalisis dengan Mean, Weighted Mean, Spearman Rho, Yate’s Correlation, Chi-Square dan T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan spiritual kedua grup dalam kategori sangat tinggi (53,12%) dan dengan kecemasan yang rendah (75%) sehingga tidak ada perbedaan dalam kesejahteraan spiritual (p= 0,728 > 0,05) dan tingkat kecemasan (p= 0,580 > 0,05) antara kedua grup responden. Penelitian lanjutan perlu dilakukan pada pasien dengan variasi jumlah, ukuran dan lokasi tumor serta dibandingkan dengan pasien kanker (keganasan)
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN METODE DEMONSTRASI DAN BOOKLET PADA SISWA KELAS VI SDN KALISAPU 04 SLAWI
Ita Nur Itsna;
Woro Hapsari;
Arriani Indrastuti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun untuk menjadi bersih dan juga merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit. Anak sekolah merupakan kelompok umur yang mudah menerima inovasi baru dan punya keinginan kuat untuk menyampaikan pengetahuan dan informasi yang diterimanya kepada orang lain. Sekolah sebagai salah satu sasaran PHBS di tatanan institusi pendidikan perlu mendapatkan perhatian, mengingat usia sekolah bagi anak juga merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit. Pemilihan metode dan media yang tepat merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran dalam pemberian pendidikan kesehatan khususnya pada anak sekolah. Penelitian kuantitatif ini berdesain Two Group Pretest-Posttest Without Control Design, menggunakan total sampling dengan melibatkan semua siswa kelas VI sebanyak 39 siswa (Kelompok 1 = 20 siswa dan Kelompok 2 = 19 siswa). Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi pelaksanaan CTPS berstandar dari WHO (2009) serta dianalisis dengan Paired t-test dan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan keterampilan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) antara sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan media booklet (p value = 0,057).
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FORMAT PENGKAJIAN BERDASARKAN MASALAH PADA IBU POSTPARTUM PERVAGINAM DI RUANG NUSA INDAH RSUD Dr. SOESELO SLAWI KABUPATEN TEGAL
Ita Nur Itsna;
Anisa Oktiawati;
Yessy Paramita Widodo
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : STIKES BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ibu dalam masa postpartum akan mengalami perubahan fisik dan psikologis.Perubahan ini normal terjadi, namun seringkali menyebabkan timbulnya beberapa masalahpenyesuaian. Masalah tersebut antara lain : nyeri perineum, afterpain, gangguan eliminasiurin dan fekal, postpartum blues, dan lainnya. Pengkajian yang teliti memungkinkan perawatmencatat hasil pengkajian yang normal dan mengenali serta melaporkan dengan segerasetiap komplikasi. Kemampuan perawat untuk menentukan masalah keperawatan melaluipengkajian yang terfokus dan komprehensif sangat penting dalam proses asuhankeperawatan karena akan mempengaruhi ketepatan intervensi yang perlu dilakukan perawat.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan format pengkajian berdasarkanmasalah pada ibu postpartum pervaginam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifdengan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakanteknik Purposive Sampling, yaitu perawat dan bidan yang bertugas di Ruang Nusa Indahsebanyak 17 orang yang terdiri dari 5 perawat dan 12 bidan. Perawat dan bidan dimintauntuk menggunakan format pengkajian tersebut, lalu mereka mengisi kuesioner untukmengetahui efektivitas format pengkajian. Data-data dianalisis dengan perhitungan meanserta prosentase (%). Hasil penelitian menunjukan sebanyak 17 orang responden (100 %)menyatakan cara pengisian, bentuk dan isi format pengkajian tersebut efektif karenamemudahkan mereka dalam melakukan pengkajian dan penentuan masalah keperawatan.Waktu yang diperlukan perawat dan bidan untuk pengkajian dan menentukan masalahkeperawatan adalah 30 menit. Seluruh responden (100%) menyatakan bahwa penggunaanformat pengkajian berdasarkan masalah pada ibu postpartum pervaginam adalah efektifdan mereka membutuhkan waktu 30 menit untuk melakukan pengkajian dan penentuanmasalah keperawatan. RSUD Dr Soeselo Slawi disarankan menggunakan format pengkajianberdasarkan masalah bagi pasien di ruang kebidanan
Pengaruh Aromaterapi Jasmine Essential Oil Terhadap Skala Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Di Ruang Anyelir Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal
Nadia Riski Anisa;
Ita Nur Itsna;
Tri Susriyati
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: USADA NUSANTARA
Publisher : Institut Nalanda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47861/usd.v2i1.580
Sectio caesarea is a surgical procedure in which the fetus is born through incisions in the abdominal wall and uterus of the mother, this operation can be done urgently or scheduled. The impact that can cause sectio caesarea is pain. Pain is an unpleasant emotional and sensory experience but it can be alleviated with aromatherapy jasmine essential oil. This study physical examination, documentation and research instruments. Those were presented in the form of narrative text. The pain scale before jasmine essential oil aromatherapy was 6 in respondent 1, the pain scale was 4 in respondent 2. After being given jasmine essential oil aromatherapy for 3 days, there was a decrease in the pain scale to 3 in respondent animed to determine the effect of giving jasmine essential oil aromatherapy to reduce pain scale in post sectio caesarea patients.This study was descriptive research with a case study approach. The subjects of the study were postoperative patients sectio caesarea.Data were obtained through interviews, observation and 1 and the pain scale to 2 in respondent 2. It can be concluded that there was a decreasing effect of pain scale after giving jasmine essential oil aromatherapy. Health workers are expected to carry out non- pharmacological therapies and provide nursing care by providing jasmine essential oil aromatherapy to reduce pain scale in post sectio caesarea
Edukasi Pencegahan Covid-19 Berbasis Video bagi Remaja di Rumah Yatim Bina Anak Sholeh
Khodijah Khodijah;
Ita Nur Itsna;
Anisa Oktiawati
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36565/jak.v3i1.143
Coronavirus is a group of viruses that can cause disease in animals or humans. Several types of coronavirus are known to cause respiratory infections in humans ranging from coughs and colds to more serious ones such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). One way that can be done to help the government break the increasing chain of COVID-19 transmission is to get used to the implementation of Clean and Healthy Behavior (PHBS) in all groups, both parents and children. The results of interviews with adolescents at the Bina Anak Sholeh Orphanage showed that they had not received clear information on COVID-19 prevention, so they wanted information about COVID-19 directly. Objective: Increase knowledge of adolescents about the prevention of COVID-19 based on video for teenagers at the Sholeh orphanage. Method: Implementation of community service by providing education to adolescents with COVID-19 prevention videos was held on Thursday, October 8, 2020. Results: The results of the evaluation of the activities that have been carried out show that youth are very enthusiastic about participating in extension activities from beginning to end. The results of the questions and answers carried out by the moderator after the delivery of counseling materials confirmed that most participants had understood the COVID-19 material and that they could re-practice proper hand washing as a form of prevention from COVID-19. Conclusion: This service is expected to be able to increase knowledge about the prevention of COVID - 19 and be able to implement clean and healthy living habits in everyday life
KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DAN TINGKAT KECEMASAN PADA WANITA DENGAN MIOMA UTERI DAN KISTA OVARIUM
Ita Nur Itsna
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mioma uteri dan kista ovarium adalah tumor jinak yang paling umum dan salah satu penyebab timbulnya situasi stress atau kecemasan pada wanita usia reproduktif. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan rohani karena spiritualitas merupakan salah satu komponen penting dalam coping terhadap stress. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kesejahteraan spiritual dan tingkat kecemasan pada wanita dengan mioma uteri dan kista ovarium. Penelitian kuantitatif ini berdesign komparasi dengan menggunakan total sampling ini, melibatkan semua wanita yang telah terdiagnosis mioma uteri sebanyak 17 orang dan kista ovarium sebanyak 15 orang selama periode pengambilan data (11 Mei-20 Juni 2015). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner: Spiritual Health & Life Orientation Measure (SHALOM) untuk mengukur kesejahteraan spiritual dan State Anxiety Inventory (SAI) untuk mengukur kecemasan serta dianalisis dengan Mean, Weighted Mean, Spearman Rho, Yate’s Correlation, Chi-Square dan T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan spiritual kedua grup dalam kategori sangat tinggi (53,12%) dan dengan kecemasan yang rendah (75%) sehingga tidak ada perbedaan dalam kesejahteraan spiritual (p= 0,728 > 0,05) dan tingkat kecemasan (p= 0,580 > 0,05) antara kedua grup responden. Penelitian lanjutan perlu dilakukan pada pasien dengan variasi jumlah, ukuran dan lokasi tumor serta dibandingkan dengan pasien kanker (keganasan)
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN METODE DEMONSTRASI DAN BOOKLET PADA SISWA KELAS VI SDN KALISAPU 04 SLAWI
Ita Nur Itsna;
Woro Hapsari;
Arriani Indrastuti
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun untuk menjadi bersih dan juga merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit. Anak sekolah merupakan kelompok umur yang mudah menerima inovasi baru dan punya keinginan kuat untuk menyampaikan pengetahuan dan informasi yang diterimanya kepada orang lain. Sekolah sebagai salah satu sasaran PHBS di tatanan institusi pendidikan perlu mendapatkan perhatian, mengingat usia sekolah bagi anak juga merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit. Pemilihan metode dan media yang tepat merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran dalam pemberian pendidikan kesehatan khususnya pada anak sekolah. Penelitian kuantitatif ini berdesain Two Group Pretest-Posttest Without Control Design, menggunakan total sampling dengan melibatkan semua siswa kelas VI sebanyak 39 siswa (Kelompok 1 = 20 siswa dan Kelompok 2 = 19 siswa). Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi pelaksanaan CTPS berstandar dari WHO (2009) serta dianalisis dengan Paired t-test dan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan keterampilan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) antara sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan media booklet (p value = 0,057).
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FORMAT PENGKAJIAN BERDASARKAN MASALAH PADA IBU POSTPARTUM PERVAGINAM DI RUANG NUSA INDAH RSUD Dr. SOESELO SLAWI KABUPATEN TEGAL
Ita Nur Itsna;
Anisa Oktiawati;
Yessy Paramita Widodo
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ibu dalam masa postpartum akan mengalami perubahan fisik dan psikologis.Perubahan ini normal terjadi, namun seringkali menyebabkan timbulnya beberapa masalahpenyesuaian. Masalah tersebut antara lain : nyeri perineum, afterpain, gangguan eliminasiurin dan fekal, postpartum blues, dan lainnya. Pengkajian yang teliti memungkinkan perawatmencatat hasil pengkajian yang normal dan mengenali serta melaporkan dengan segerasetiap komplikasi. Kemampuan perawat untuk menentukan masalah keperawatan melaluipengkajian yang terfokus dan komprehensif sangat penting dalam proses asuhankeperawatan karena akan mempengaruhi ketepatan intervensi yang perlu dilakukan perawat.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan format pengkajian berdasarkanmasalah pada ibu postpartum pervaginam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifdengan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakanteknik Purposive Sampling, yaitu perawat dan bidan yang bertugas di Ruang Nusa Indahsebanyak 17 orang yang terdiri dari 5 perawat dan 12 bidan. Perawat dan bidan dimintauntuk menggunakan format pengkajian tersebut, lalu mereka mengisi kuesioner untukmengetahui efektivitas format pengkajian. Data-data dianalisis dengan perhitungan meanserta prosentase (%). Hasil penelitian menunjukan sebanyak 17 orang responden (100 %)menyatakan cara pengisian, bentuk dan isi format pengkajian tersebut efektif karenamemudahkan mereka dalam melakukan pengkajian dan penentuan masalah keperawatan.Waktu yang diperlukan perawat dan bidan untuk pengkajian dan menentukan masalahkeperawatan adalah 30 menit. Seluruh responden (100%) menyatakan bahwa penggunaanformat pengkajian berdasarkan masalah pada ibu postpartum pervaginam adalah efektifdan mereka membutuhkan waktu 30 menit untuk melakukan pengkajian dan penentuanmasalah keperawatan. RSUD Dr Soeselo Slawi disarankan menggunakan format pengkajianberdasarkan masalah bagi pasien di ruang kebidanan
Pelatihan Dan Simulasi Mitigasi Bencana Longsor Berbasis Masyarakat Di Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal
Anisa Oktiawati;
Ita Nur Itsna;
Risnanto Risnanto
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 1 (2020): Februari
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/abp.v1i1.177
Law No. 24 of 2007 concerning Disaster Management by the Government of Indonesia on April 26, 2007, has brought a new dimension in disaster management in Indonesia. Disaster management has become a preventive activity, so that disaster can be prevented or minimized (mitigation) so that the risk can be reduced. Indonesia is one of the countries that are very vulnerable to disasters. Government policies are needed to reduce the risk of disasters such as disaster mitigation. Landslides that occurred in Dermasuci Village occurred due to the accumulation of high rainfall. A land movement occurred 3 years ago in the north of the current disaster site and resulted in 6 housing being damaged. The aim of community service is that the community is expected to be able to increase awareness of environmental sustainability, life safety, and the potential hazards of landslides in the surrounding areas. The target of this activity is all levels of society in Dermasuci Village. The results are namely the success of the target number of trainees can be judged good, given the target number of trainees of 35 people, meanwhile in the implementation of training activities both the first and second days that can be present as many as 30 people (85%). The limited-time provided means that not all subjects can be delivered in detail. Many of them were only delivered in a broad outline, so it is very possible that participants with different educational backgrounds still lack understanding of the knowledge provided by the service team.
Focus Group Discussion (FGD) “Pencegahan Fatalitas
anisa oktiawati;
Ita Nur Itsna;
Sri Hidayati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v1i2.209
The Ministry of Health is promoting community empowerment through the Community Movement (Germas) to care for health, one of which minimizes the death of accident victims, especially on the streets (traffic). Communities that are often exposed to traffic accidents need to gain knowledge and skills in handling emergency cases to minimize the fatality of traffic accident victims before victims get further assistance at the nearest health facility (puskesmas and or hospital). The method of implementation is done by the method of observation, coordination, program socialization, program implementation. From the evaluation results it was found that the success of the target number of FGD participants can be considered very good, given the target number of participants as many as 100 people, while in the implementation of activities that were present as many as 129 people. The ability of participants in mastering the material can be judged quite good (70%), this is because the delivery of material and simulations are short with limited time so that it can cause participants to not understand the material presented by the resource persons. This service program is expected to be sustainable to improve the understanding and skills of citizens from various circles to be able to handle traffic accident victims according to their competence.