Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Kinerja Pada UKM Kerudung Menggunakan Metode Supply Chain Operator Reference (SCOR) Dan AHP Nadifa Yusrianafi; Said Salim Dahdah
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v3i2.1774

Abstract

The supply chain is very important in the sustainability of an industry. Not only large-scale industries, an SME must be able to run and develop its business supply chain well in order to have good sustainability. Because SMEs operate in a limited manner and have a flat structure, the level of complexity in implementing the supply chain model is also simple but also complex. Measurement of supply chain performance will be very helpful for SMEs in running and developing their supply chains. The purpose of this study is to measure the supply chain performance of the veil SMEs with the make to stock type in order to develop their performance and be able to compete with other competitors. In this performance measurement, Supply Chain Operation Reference (SCOR) version 12.0 and Analytical Hierarchy Process (AHP) are used for the development of performance measurementmodels and decision making. There are 30 matrix indicators for KPI (Key Performance Indicator). Creating an appropriate initial hierarchical model for SMEs Kerudung, then calculating the normalization of the normalization and calculation of AHP to determine the weight using the Expert Choice 11 Software. In the core process, which has the greatest influence is the source performance value of 28.65918439 and the lowest value is the enable performance value of 4.7.Rantai pasok menjadi suatu hal yang sangat penting dalam keberlangsungan sebuah industri. Tidak hanya industri skala besar, sebuah UKM harus dapat menjalankan dan mengembangkan rantai pasok bisnisnya dengan baik supaya mempunyai keberlanjutan yang baik. Karena UKM beroperasi terbatas dan memiliki struktur yang datar, sehingga tingkat kerumitan dalam pelaksanaan model rantai pasok nya juga sederhana tapi juga kompleks. Pengukuran kinerja rantai pasok akan sangat membantu bagi UKM dalam menjalankan dan mengembangkan rantai pasoknya. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kinerja rantai pasok pada UKM kerudung dengan tipe make to stok agar dapat mengembangkan kinerjanya dan dapat bersaing dengan kompetitor lainnya. Dalam pengukuran kinerja ini, Supply Chain Operation Reference (SCOR) versi 12.0 dan Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk pengembangan model pengukuran kinerja dan pengambilan keputusan. Penentuan KPI (Key Performance Indicator) ada 30 indikator matrik. Membuat model hierarki awal yang sesuai pada UKM Kerudung, kemudian dilakukan perhitungan normalisasi snorm de boer dan perhitungan AHP untuk menentukan bobot dengan Software Choice Expert 11. Hasil dari pengukuran kinerja Supply Chain didapatkan nilai akhir yaitu 81,23 yang termasuk kategori Good. pada proses inti, yang memiliki pengaruh terbesar yaitu nilai kinerja source sebesar 28,65918439 dan memiliki nilai terendah yaitu nilai kinerja enable sebesar 4,7. 
Analisis Kriteria Kinerja Rantai Pasok Ikan dengan Metode Analytic Hierarchy Process Farizul Rahim; Said Salim Dahdah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.308 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7414

Abstract

Tujuan utama dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui komponen utama dalam proses fish chain yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Nusantara cabang Brondong. Proses rantai ikan terbagi menjadi beberapa komponen antara lain pihak nelayan sebagai pihak yang bertugas untuk mencari ikan, pihak bongkar sebagai pihak yang memilah jenis dan berat ikan, pihak lelang sebagai pihak yang menawarkan ikan, serta pihak personalia TPI/KUD sebagai pihak yang melakukan pengecekan dan pendistribusian ikan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi pustaka, dengan sumber yang didapatkan berasal dari studi literatur, observasi, serta wawancara dengan pihak nelayan, pihak personalia TPI/KUD, agen bongkar, dan agen lelang. Penelitian ini menggunakan perhitungan proses hierarki analitik untuk menilai komponen utama dan sub komponen. Berdasarkan perbandingan skor komponen utama dapat diketahui bahwa komponen biaya memiliki skor tertinggi diikuti oleh logistik infrastruktur, pemerintah, dan sumber daya manusia. Sedangkan pada sub komponen utama yaitu pada biaya-biaya terlihat bahwa biaya transportasi menempati posisi nilai skor tertinggi sebesar 0,315. Hal ini menunjukkan bahwa dalam proses rantai ikan komponen biaya terutama biaya transportasi merupakan hal yang paling utama yang harus diperhatikan, karena biaya transportasi ini mencakup terkait dengan pendistribusian hasil produksi.
Analisis Potensi Bahaya Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control di PT. Sumbermas Indah Plywood Moch Ivan Eka Surya Rachmana; Moch Nuruddin; Said Salim Dahda
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.626 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.8047

Abstract

Sumber Mas Indah Plywood merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang pengolahan kayu lapis yang memiliki kualitas tinggi. Setelah melakukan wawancara dengan supervisor bagian produksi masih sering dijumpai kecelakaan kerja di PT. Sumber Mas Indah Plywood yang berarti K3 dibagian produksi masih belum bekerja dengan baik. Setelah mengetahui permasalahan yang ada metode yang cocok untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan adalah metode Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control atau biasa dikenal dengan HIRARC. HIRARC adalah suatu program yang didesain untuk lebih mengenali potensi bahaya yang ada disekitar tempat kerja, membuat identifikasi bahaya dan mengetahui nilai dari risiko bahaya kemudian melakukan upaya pengendalian potensi bahaya yang ditemukan. Tujuan HIRARC adalah untuk mencari bahaya yang sering diabaikan oleh pekerja yang memiliki potensi untuk mencelakai pekerja dan memberikan pengendalian misalnya dengan memberikan APD yang sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk menemukan potensi bahaya dan memberikan cara penanggulangan degan baik dan benar agar kedepanya tidak lagi ditemukan kecelakaan kerja pada saat bekerja. ditemukan 10 potensi bahaya dengan rincian terdapat 5 potensi bahaya yang memiliki nilai High kemudian 3 potensi bahaya bernilai Moderate dan masing – masing 1 potensi bahaya yang memiliki nilai Low dan Extreme yang berarti diperlukan proses pengendalian risiko agar kedepanya dapat mengurangi potensi kecelakaan kerja. Contoh dari pengendalian administratif adalah memberikan briefing sebelum memulai pekerjaan, menyediakan kotak P3K, dan contoh pada pengendalian teknis adalah memberikan safety sign, untuk pemberian APD kepada pekerja contoh APD nya adalah sepatu safety, sarung tangan, google glass, helm safety, dan ear plug.
Analisis Risiko Proses Bongkar Muat Curah Kering Dengan Menggunakan Metode FMEA (Failure Mode And Effect Analysis) Di PT.XYZ Aqil Firdaus Aufa; Said Salim Dahda
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.7078

Abstract

Pelabuhan merupakan suatu lokasi yang memiliki peran penting dan krusial dalam perkembangan industri dan perdagangan di suatu wilayah, serta merupakan salah satu kegiatan perdagangan yang berpotensi memberikan kontribusi bagi pertumbuhan dan perkembangan suatu negara. Hal ini berdampak pada pengelolaan sektor usaha kepelabuhanan yang harus dibenahi sebelum kegiatan operasional dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan profesional. Hanya dengan begitu layanan pelabuhan dapat disediakan dengan cara yang bebas gangguan, aman, dan cepat dengan harga yang wajar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengestimasi nilai RPN (Risk Priority Number) untuk risiko kegagalan proses bongkar muat; dan (2) memberikan ide untuk meminimalkan yang terjadi selama proses bongkar muat. Kedua tujuan ini akan dicapai melalui pengumpulan data dan penggunaan analisis statistik. Pendekatan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) akan digunakan untuk tujuan penelitian ini. Hal ini dimaksudkan agar tingkat resiko yang tinggi dapat diketahui, dan penanggulangan dapat dilaksanakan, sehingga tidak mengganggu proses bongkar muat. Berdasarkan nilai RPN (Risk Priority Number), terdapat 3 (tiga) jenis risiko yang paling tinggi, yaitu salah satunya sirkulasi truk tidak lancar dengan nilai 192; lainnya adalah pengaruh cuaca, yang memiliki nilai 105; dan yang ketiga adalah adanya kendala saat penimbangan yaitu nilai 84. Dan setelah itu dilakukan prosedur settlement untuk resiko terbesar yaitu alokasi stockpile atau gudang yang dekat dengan pelabuhan perusahaan jika barang terlalu jauh atau terblokir di perusahaan. Kata Kunci: Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Risk Priority Number (RPN), Stock Pile
Penentuan Prioritas Perbaikan Atribut Produk Bandeng Presto Menggunakan Metode Kano Vivin Indah Oktaviani; Said Salim Dahda
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 2 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i2.7105

Abstract

UMKM Presto Joss adalah UMKM yang bergerak dibidang kuliner dengan sajian utama adalah bandeng, Adapun permasalahan yang menjadi fokus penelitian, yaitu UD. Presto Joss masih belum pernah melakukan penelitian terhadap konsumennya mengenai atribut apa yang dibutuhkan oleh pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi atribut produk bandeng presto joss, dan juga mengidentifikasi penerapan metode Kano dalam memenuhi kepuasan pelanggan produk bandeng presto joss yang sesuai dengan keinginan pelanggan. Dengan hasil Atribut yang dinginkan pelanggan bandeng presto joss ada 13 atribut, dan Berdasarkan penerapan metode kano yang dilakukan diketahui atribut yang perlu mendapat prioritas untuk perbaikan yang diinginkan pelanggan adalah Atribut P10 (keutuhan bentuk bandeng presto) yang tergolong dalam kategori One-Dimention, setelah kategori One-Dimention terpenuhi, kategori selanjutnya yaitu peningkatan kualitas atribut P8 dan P9 (aroma bandeng presto dan rasa bandeng presto) pada kategori Attractive, serta atribut P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P11, P12 dan P13 pada kategori Indefferent. Untuk UD. Presto Joss untuk memperhatikan keinginan pelanggan dengan mengutamakan perbaikan keutuhan bentuk, aroma dan rasa bandeng presto sesuai hasil analisis yang dilakukan pada penelitian. Kata Kunci: Atribut Produk, Bandeng Presto, Metode Kano
Pengukuran Tingkat Beban Mental dengan Metode NASA-TLX Pada Pekerja Alihdaya Departemen Phonska di PT.FJM Aisyah Jannatin; Said Salim Dahdah
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i4.6729

Abstract

Beban kerja mental adalah beban kerja yang diterima oleh pekerja setelah melakukan kerja mental atau psikologis. Beban kerja mental dapat berupa sejauh mana tingkat keahlian dan prestasi kerja yang dimiliki individu dengan individu lainnya. PT. FJM merupakan perusahaan penyedia jasa dan K3 untuk kesehatan dan keselamatan pekerja dan juga berfokus pada persediaan SDM yang dibutuhkan oleh PT. Petrokimia Gresik. Setiap aktivitas ada keseimbangan antara beban kerja mental dengan beban kerja fisik. Operator harus memantau kargo Mesin yang jalan setiap jam dan mengisi timesheet. Banyaknya dari kegiatan ini membutuhkan energi dan konsentrasi tingkat tinggi yang menciptakan beban kerja mental tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengukuran seberapa rendah dan tinggi beban kerja yang dialami. Hasil penelitian ini ialah tingkat beban kerja mental yang rendah dan dapat membantu meningkatkan keselamatan, kesehatan dan kinerja pekerja.
Analisis Kualitas FAME Menggunakan Metode Seven Tools dan FMEA Pada Departemen Laboratorium (Studi Kasus: PT. XYZ) Sayyid Atho' Muzakki; Said Salim Dahda
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i4.6795

Abstract

PT. XYZ is an industry that processes palm oil into oil to manufacture Fatty Acid Methyl Ester. Fatty Acid Methyl Ester (FAME) or commonly known as Biodiesel. This study aims to identify and analyze the factors that cause FAME products not to comply with standard specifications which can then be given proposals for improvement and resolution related to product quality defects. The incidence of defects that exceed the quality specification limit for FAME in moisture content parameters is 30.83%, soap content 3.33%, total glycerol 5% for 1 month. The solution method used uses seven tools and FMEA. With the use of the seven tools method, it is known that defective quality parameters are still within reasonable thresholds, and some of the factors that influence them are people, machines, methods, and raw materials. From the FMEA method, it is known that the material that must be repaired first with a value of RPN 320.
Implementasi Metode House Of Risk Pada Evaluasi Keterlambatan Proyek Cable Tray Support di PT.SSS Muhammad Dany Fauzi; Said Salim Dahda
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i4.6671

Abstract

PT SSS is a company in the field of steel construction. In the Cable Tray Support project, delays occurred that affected the duration outside the contract. Projects have cost, quality, and time objectives that must be achieved. It requires good management of finance, equipment, materials, labor, and time. Therefore, project management is critical to the smoothness and success of the project. This research aims to identify delay problems through the House of Risk method, which analyzes risks, causative agents of delay, and mitigation strategies. There are 18 risks of delay with 21 causes identified, resulting in ten prioritized strategies, namely applying the material requirement planning method to find out more details of the lead time of each material, buying a lot at a lower price, looking for suppliers closer, overestimating the procurement index of certain types of materials, conducting strict and structured supervision to ensure the supply of appropriate goods from suppliers, evaluating the causes of delays and applying new methods to plan the arrival of materials, making a checklist of design drawings that have / have not been sent, making procedures for making and changing designs, updating the material list to facilitate material selection, improving coordination between consultants and field workers so that the design drawings can be said to be valid.
Penentuan Interval Penggantian Komponen Mesin Pengayakan BatuBara Dengan Metode Age Replacement Ahmad Badriez Zamani; Moch. Nuruddin; Said Salim Dahda
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5016

Abstract

PT X is a manufacturing industry company, where one of the machines used is the Coal Sieving Machine. Krena machines are used continuously meneurs, so regular maintenance is required. This machine has two critical components, namely the gearbox component and the V-Belt Conveyor. During this time, PT. X carries out suboptimal repair activities, namely technicians only replace components when there is damage that can cause downtime. The purpose of this study is to determine alternative time intervals for machine component replacement and analyze the implementation of appropriate preventive maintenance to reduce the total downtime that occurs with the age replacement method approach. The results of the study obtained the replacement time interval for Gearbox components at intervals of 14 days while on the V-Belt Conveyor components, namely at intervals of 16 days. The total cost of replacing gearbox components due to damage amounted to Rp. 3,286,955 and for the calculation of the total maintenance cost (TC*) of Rp. 56,549,187. As for the replacement of V-Belt Conveyor components due to damage amounting to Rp. 3,101,104 and for the calculation of the total maintenance cost (TC*) of Rp. 58,260,118.
Pemberdayaan UMKM Dengan Model Bisnis Canvas Melaui Metode Participatory Learning And Action Said Salim Dahda; Yanuar Pandu Negoro
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v2i3.1281

Abstract

MSMEs have a lot to contribute to increasing GDP and absorbing a large workforce. The development of technology and globalization opens up many business opportunities for larger MSMEs. With all the limitations and challenges, MSMEs must also continue to develop business models. MSME in Sidayu sub-district, Gresik have not been able to determine the direction of their business development. By taking the theme of introducing and developing business models, it is hoped that it can answer the problems of MSMEs. The canvas business model has been widely studied and applied to MSMEs because this business model is easier to understand and create. By using the lecture method and Participatory Learning and Action (PLA) MSME business actors are expected to have the understanding and ability to create a canvas business model. Implementation of creating a business model canvas, MSME players learn many new things related to developing value, determining consumer needs, taking advantage of external opportunities, obtaining resources and generating better income. The actors' enthusiasm in asking questions and creating a business model canvas about their MSMEs is an indicator of participants' understanding in participating in this activity.
Co-Authors Aan Kristiyanto Abdul Azis Alghushan Abdul Lathif Abdul Muid Abdullah Sidik Abdulloh Faqih Achmad Firdaus FIrmansyah Achmed Ersyad Luthfi Fahmi Aditiya Pradana Putra Ahmad Badriez Zamani Ahmad Nurul Hidayat Ahmad Rido M Ahmad Tirto Alamsyah Aisyah Jannatin Akhmad Wasiur Rizqi albana, ali Alif Rachmad Hidayatullah Amiril Mukminin Andy Kurniawan Anjas Herlangga Putra Aqil Firdaus Aufa Arwin Firman Rahmanto Deny Andesta Dhidu Usrin Yadani Dian Safitri Dwi Tirta Sutrisno Arwanda Dzakiyah Widyaningrum Efta Dhartikasari Priyana EftaDhartikasari Priyana Eko Budi Leksono Elly Ismiah Elly Ismiyah Fakhrudin Ma’ruf Fakhrudin Ma’ruf Farid Andi Kusuma Farizul Rahim Fath Iqbal Alfarisi Firli Nur Annisa' Firman Hadi Setiawan Fitria Dama Yanti Hanif Rahma Saputra Hendra Pratama Imroatul Fadlilah Indra Ikhsan Praja Khusnul Khotimah Khusnul Ma’arif Kiki Amilia Kiki Irnanda Safitri Lilis Ratna Sari Lutfan Nabil M Adhen Bagas Starda M. Bachtiar Maghrobi Muzzaky Pratama Makhrudy, Khoirul Aman Maulana Maghfur Miftach Farid Mirza Firdiansah Isnanta Moch Ivan Eka Surya Rachmana Moch Nuruddin Moch. Nuruddin Mochammad Nuruddin Moh Rizqi Moh. Dian Kurniawan Moh. Jufriyanto Mohammad Firdaus Masyhuri Romadlon Muhamat Rizal Abidin Muhammad Afifuddin Muhammad Alhafa Ardhy Muhammad Bagus Ismail Muhammad Bashori Alwi Muhammad Dany Fauzi Muhammad Ersanto Nugroho muhammad syaifudin Muhammad Syaifudin Muhammad Zainuddin Fathoni mulyasari, Wisda Nadifa Yusrianafi Ndaru Singgih Pratama Nizar Adlany novi miranda sari Novi Nur Hidayanti Prayoga Rizky Hermawan Pregiwati Pusporini Puspitasari Puspitasari Putri Aprilia Rahmat Nova Andi Priantoro Riezna Wahyuny Manto Rifki Apriyoga Prasetyo rizal hadi rizky bagus kuncoro Sabtulyadani, Dhidu usrin Sayyid Atho' Muzakki Siti Zuriatul Fittriyah Soffiana Agustin, Soffiana Sukma Dwi Yuliana Puspitasari Sanggup Syamsul Huda Tsaqofi Bintang Muslimah Vito Prisma, Jatilaksana Vivin Indah Oktaviani Wisda Mulyasari@gmail.com Wujud Sampurno Yanuar Pandu Negoro Yanuar Pandu Negoro Yanuar Pandu, Negoro Zulfikar Alwasly