Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH TOPOGRAFI LAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PT. DHARMA INTISAWIT NUGRAHA MUARA WAHAU KABUPATEN KUTAI TIMUR Humairo Aziza; Sri Ngapiyatun; Muhammad Arifin; Wartomo Wartomo; Rusli Anwar
JURNAL AGRIMENT Vol 6 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.096 KB) | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v6i1.494

Abstract

Oil palm is one of the potential commodities whose cultivation trend began in 2003 in EastKalimantan which has the characteristics of hilly land. Oil palm itself is preferable to grow at analtitude of 400 m asl with a slope of up to 23% or at 12°.Therefore, this research is motivated todetermine the yield of oil palm plantations in certain land slope classifications. The study wasconducted on 2 afdeling which have different land classifications with an area of ± 14,000 ha.Thenfor comparison, it was taken through production data in 2019 with 2 treatments and 12 replications,which were processed using Analysis Of Variance (ANOVA) Two Way Anova. Primary data wereobtained through field observations, as well as soil sampling, which were analyzed directly for soilphysical properties and laboratory for chemical properties including pH H2O, Nitrogen (N),Phosphorus (P), Potassium (K) and Magnesium (Mg.). The results of the research on the effect ofslope on oil palm production by various methods indicate that the land slope factor does not have asignificant effect on oil palm productivity.
Expert System for Tomato Plant Pest Diagnosis Using the Certainty Factor Method Annafi Franz; Sri Ngapiyatun; Sulpiana
TEPIAN Vol 1 No 2 (2020): June 2020
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tepian.v1i2.97

Abstract

This research is motivated by the failure of tomato harvest one of which is a pest attack for that program will be carried out to identify pest attacks so that crop failure can be avoided. This expert system will be implemented with the certainty factor method can provide accurate results obtained from calculations based on the weight of the symptoms chosen by the user, able to provide answers to problems that are not certain of truth such as problems diagnosing disease risk, and with this method, the expert illustrates the confidence of an expert with giving the weight of confidence in accordance with relevant expert knowledge. so that researchers increasingly believe that this expert system will be easily accessible and used by the community. From the explanation above for that, the writer makes a system, namely expert system for diagnosing oil palm plant diseases using the certainty factor method which is intended to assist the work of farmers in providing information and conclusions from pests suffered on oil palm plants.
KOMUNIKASI MANDOR TERHADAP KINERJA KARYAWAN PEMUPUKAN DI PT HANUSENTRA AGRO LESTARI Wannur Qhalizah; Sri Ngapiyatun; Faradilla
JURNAL AGRIMENT Vol 7 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.932 KB) | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v7i1.653

Abstract

This research was motivated by several cases of communication processes that did not work well in palm oil companies. The foreman's lack of ability to direct his workers will lead to some of the conflicts that usually occur in oil palm plantations. Usually it starts with poor communication between the foreman and the employee, which allows both parties to disagree with the words that each party says. This study aims to analyze the foreman's communication on the performance of fertilization employees. The sampling method used the technique of distributing questionnaires to each foreman. The data is processed using the excel program. In addition, this study also uses a validity test to determine whether the contents of the questionnaire are valid or invalid and the data analysis is carried out in a qualitative descriptive manner. occurs, attitudes and views that occur in the fertilization foreman's communication. Based on the results of this study, the foreman's communication both verbal and non-verbal has a good impact on the performance of harvest employees in terms of arrival time, return time, application of fertilizer in the right place, on time, right type, right dose, right method and getting very good results.
Evaluasi Pengetahuan dan Penerapan Alat Pelindung Diri pada Tenaga Kerja Pemupukan Kelapa Sawit di PT. Hutan Hijau Mas Satriani Binti Jalil; Sri Ngapiyatun; Roby; Rusli Anwar; Budi Winarni
Buletin Loupe Vol 18 No 01 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.761 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i01.1085

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya penerapan penggunaan Alat Pelindung Diri di perusahaan kelapa sawit khususnya bagi karyawan pemupukan. Dari proses kegiatan pemupukan tersebut, terdapat potensi bahaya yang dapat terjadi pada karyawan pemupukan pada saat bekerja dengan tingkat pengetahuan karyawan pemupukan terhadap APD akan sangat berpengaruh dalam penerapan penggunaan APD pada saat bekerja dan perlu adanya pengendalian memberikan kesadaran dan juga pelatihan K3 bagi pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan karakteristik karyawan seperti usia, pendidikan, jenis kelamin dan pengalaman bekerja. Kemudian mengetahui tingkat kategori pengetahuan karyawan pupuk dalam penerapan APD dan mengetahui tingkat penerapan APD karyawan dalam bekerja. Pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, kuesioner, dokumen perusahaan dan berupa jurnal terkait penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang karakteristik yaitu karakteristik responden usia pekerja yang terbanyak pada usia 32-<46 tahun. Karakteristik tingkat pendidikan dengan persentase tertinggi sebesar 57% pada tingkat SD, dan karakteristik jenis kelamin karyawan pemupukan 100% perempuan dan karakteristik lama bekerja dengan persentase tertinggi sebesar 79% berkisar antara 10-<14 tahun. Hasil tabulasi pengetahuan APD tenaga kerja pemupukan termasuk dalam kategori cukup tahu dengan skor 537, jadi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tenaga kerja pemupukan termasuk dalam pengetahuan cukup tahu atau cukup baik. Dan hasil tingkat penerapan penggunaan APD yang tertinggi yaitu sepatu boot 100%, celemek/apron 100%, sarung tangan karet 86%, sarung tangan kain 71%, masker 64% untuk kacamata dengan persentase 0%. Kasus kecelakaan kerja terjadi pada bulan September sampai dengan bulan November pada tahun 2021 sejumlah 10 kali kejadian. Pemenuhan APD dengan kebutuhan 14 tersedia 26 dan lebih 12.
Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Untuk Pertumbuhan Tanaman Perkebunan Arief Rahman; Sri Ngapiyatun; Wartomo Wartomo
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 11 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v11i1.168

Abstract

Tambang batubara di Indonesia umumnya melakukan kegiatannya dengan teknik penambangan terbuka. Permasalahan utama yang timbul di wilayah bekas tambang batubara adalah perubahan lingkungan yang berdampak pada perubahan fisik, kimiawi, dan biologi tanah serta menurunnya produktivitas tanah akibat lahan menjadi tanah tandus atau gundul. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tanaman yang sesuai pada lahan pasca tambang batubara yang diberi pupuk organik dan kapur. Penelitian ini dilakukan selama bulan Januari sampai dengan September 2019 bertempat di persemaian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dengan sampel tanah berasal dari lokasi bekas tambang batubara Desa Berambai Kecamatan Samarinda Utara. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor dengan 15 ulangan. Faktor pertama yaitu: JP (Jarak pagar), JM (Jambu mete), dan LG (Lamtoro gung). sedangkan faktor kedua yaitu: Po (Tanah bekas tambang batu bara), P1 (Tanah bekas tambang batu bara yang diberi kapur dolomit sebanyak 3,8 g/polybag), P2 (Tanah bekas tambang batu bara yang diberi pupuk organik sebanyak 150 g/polybag), dan P3 (Tanah bekas tambang batu bara yang diberi kapur sebanyak 3,8 g/polybag dan pupuk organik sebanyak 150 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah bekas tambang batubara dapat diperbaiki kesuburannya dengan memberikan kapur dan pupuk organik serta perlakuan media tanam P3 memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman lamtoro gung.
Pembuatan Pestisida Nabati Dari Daun Gamal, Daun Tembakau Dan Daun Sirsak Untuk Mengendalikan Hama Ulat Pada Tanaman Pisang Sri Ngapiyatun
Buletin Loupe Vol 14 No 01 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.497 KB)

Abstract

This research was conducted in Production Laboratory of Samarinda State Polytechnic of Agriculture. The research took 1 month for tool and material preparations, pesticide production, pesticide application, and data retrieval. There were three treatments i.e. P0 (without vegetable pesticide), P1 (vegetable pesticide made from the mixture of gamal leaf and tobacco leaf), and P2 (vegetable pesticide made out of soursop leaf. Each treatment was repeated five times. In the treatment, the leaves were soaked in the pesticide according to the prescription, the pesticide was then sprayed to the worm-infected-leaves in the jars before the jars were covered for seven days. This research aimed to know the how far the pesticide was effective in controlling the worm on banana leaves by observing the daily activity of the worm. Results show that P1 was the most effective pesticide since on day two after the application, it was visible that some worms have died.
PENGENDALIAN PALATABILITAS ULAT API PADA TANAMAN SAWIT DENGAN APLIKASI BEBERAPA PESTISIDA NABATI DI LABORATORIUM Sri Ngapiyatun; N. Hidayat; F. Mulyadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 2 Edisi Juli 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v5i2.4371

Abstract

One of the factors that cause the minus of palm oil is caterpillar pest attack. This study is conducted to make vegetable pesticides from seeds and soursop leaves, lemon grass, pepper and tobacco to overcome the palatability of the caterpillar. This study aims to determine the best extraction of vegetable pesticide and their effect in reducing the palatability of the caterpillar. The research was carried out in the laboratory and in palm fruit garden of MuaraBadak. The duration of research is 2 months covering preparation of tools and materials, making and application of vegetable pesticide and data retrieval. This study used a complete randomized design consisting of 6 treatments, namely control, soursop seeds, soursop leaves, lemongrass, peppercorn, and tobacco that are repeated 3 times. The leaves are dipped in pesticides according to the treatment and then the leaves are applied to the caterpillars for 7 days in which the leaves and the caterpillar are inserted into a jar being covered with gauze. The observed parameters are the activity of the caterpillar, the day of the caterpillar, and the caterpillar palatability. The results show that the best vegetable pesticides that could decrease the palatability of the caterpillars are tobacco extract treatment, which reaches 100%, where the caterpillars do not want to eat the application leaves and the caterpillars die on the 1st day after application.Keywords : Biological pesticide; palatability; fire caterpillar; palm oil.Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil buah sawit adalah serangan hama ulat api. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan pestisida nabati dari biji dan daun sirsak, serai, biji lada dan tembakau untuk mengatasi palatabilitas ulat api. Penelitian ini bertujuan menentukan ekstraksi pestisida nabati yang terbaik dan pengaruhnya dalam menurunkan palatabilitas ulat api. Penelitian dilaksanakan di laboratorium dan di kebun sawit Muara Badak, lama waktu penelitian 2 bulan meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan dan aplikasi pestisida nabati serta pengambilan data. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri 6 perlakuan yaitu kontrol, biji sirsak, daun sirsak, serai, biji lada, dan tembakau yang diulang sebanyak 3 kali. Daun dicelupkan ke dalam pestisida sesuai dengan perlakuan kemudian daun diaplikasikan ke ulat selama 7 hari dengan cara daun dan ulat di masukkan ke dalam toples yang ditutup dengan kain kasa. Parameter yang diamati yaitu, aktifitas ulat, hari keberapa ulat mati, dan palatabilitas ulat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida nabati terbaik yang dapat menurunkan palatabilitas ulat api adalah perlakuan ekstrak tembakau yaitu mencapai 100%, dimana ulat tidak mau memakan daun aplikasi dan ulat mati pada hari ke-1 setelah aplikasi.Kata Kunci : Pestisida Nabati; Palatabilitas; Ulat Api; Kelapa Sawit
Pengaruh Kelompok Umur dan Masa Kerja terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Panen Sawit Eka Dewi Dama Yanti Eka Dewi Dama Yanti; Sri Ngapiyatun; Wartomo Wartomo
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1677

Abstract

Tenaga kerja adalah kemampuan untuk bertindak secara aktif, mampu mempengaruhi dan mengatur pengelolaan faktor produksi untuk mencapai hasil yang maksimal dalam kebutuhan akan tenaga kerja dalam suatu perusahaan guna mendukung produktivitas kerja karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kelas umur dan masa kerja terhadap produktivitas dan untuk mengetahui produktivitas rata-rata pekerja pemanenan kelapa sawit. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan pekerja pemanenan dengan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan. dan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran yaitu pengambilan data primer, wawancara dan data sekunder. responden diambil sebanyak 24 responden dalam satu afdeling. Berdasarkan hasil analisis varian menunjukkan bahwa produktivitas tenaga kerja pemanenan kelapa sawit di PT. Tritunggal Sentra Buana tidak berpengaruh terhadap produktivitas umur tetapi berdasarkan nilai rata-rata produktivitas umur menunjukkan perbedaan nilai yaitu pada umur 20-≤30 rata-rata 82.375, umur 30-≤40 rata-rata 92.125 dan usia 40 rata-rata 81,75. Dan berdasarkan hasil analisis varian menunjukkan bahwa produktivitas panen kelapa sawit di PT. Sentra Buana Tritunggal tidak berpengaruh terhadap produktivitas masa kerja namun berdasarkan nilai rata-rata produktivitas masa kerja menunjukkan perbedaan nilai yaitu masa kerja 4 tahun rata-rata 85.375 masa kerja 4 -≤6 tahun rata-rata 84 dan 6 tahun masa kerja rata-rata 85.
PRESEPSI KARYAWAN PADA SISTEM PANEN KELAPA SAWIT DI PT.ALAM JAYA PERSADA SAMBOJA KALIMANTAN TIMUR Pepi Herawati; Sri Ngapiyatun; Faradilla; Roby; Daryono
JURNAL AGRIMENT Vol. 4 No. 02 (2019): Desember 2019
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v4i02.279

Abstract

The harvest system really determines the production of good fresh fruit bunches, in general the harvest system in the company uses 2 systems, namely the permanent and the sleigh design. This study aims to determine employee perceptions about the harvest system on oil palm plants. The analytical method used in this research was descriptive analysis to find out the level of knowledge of harvest employee at PT. Alam Jaya Persada. This research was conducted by using the Non Probability Sampling technique method chosen by sampling saturated (census), which is a sampling method when all members of the population are used as respondents. Based on the results of the study showed that the respondent&#039;s identity includes the gender of the harvest employees 100% are male, age between the ages of 31 to 40 years, the average education at the elementary level and the length of work at the harvest employee ranges from 1 to 9 years. Respondents&#039; perceptions about the oil palm harvesting system, employees prefer and choose permanent design because the system is more practical and efficient and in accordance with the conditions of the plantation area.
SOSIALISASI TENTANG PERKOPERASIAN BAGI KELOMPOK DASAWISMA LILY KELURAHAN HARAPAN BARU KOTA SAMARINDA Sukariyan Sukariyan; Muhamad Yazid Bustomi; Budi Winarni; Rusli Anwar; Ernita Obeth; Sri Ngapiyatun; Jamaluddin Jamaluddin; Rossy Mirasari; Puspita Puspita; Arief Rahman; Humairo Aziza; Fahrizal Fahrizal; Pandu Rochman Suosa Putra; Andi Lelanovita Sardianti; Sri Marlendi; Jumri Jumri
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.18820

Abstract

Salah satu upaya dalam pemanfaatan potensi masyarakat yaitu dengan berkumpul dan bekerjasama untuk mencapai tujuan dan kemajuan bersama. Masyarakat dapat membentuk kelompok atau komunitas agar dapat berinteraksi untuk mencapai kemajuan anggota masyarakat yang tergabung di suatu wilayah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan sosialisasi pentingnya perkoperasian bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok dasawisma lily RT 25 Kelurahan Harapan Baru. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan dasawisma RT 25 yang berlokasi di Perum Rindang Luhur Kota Samarinda. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Peserta kegiatan diberikan materi tentang pentingnya berkoperasi, prinsip-prinsip koperasi, manfaat bagi anggota koperasi, serta bagaimana partisipasi anggota koperasi. Hasil kegiatan yaitu terbentuk koperasi dengan jumlah anggota 27 orang, dengan beberapa aktivitas yang dilakukan yaitu kegiatan simpan pinjam, dan jual beli olahan produk yang dihasilkan oleh anggota koperasi. Dengan berkoperasi masyarakat dapat saling membantu dalam mencapai kebutuhan ekonominya. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya koperasi, dan adanya komitmen baik dari pengurus koperasi maupun anggora koperasi yang bergabung agar dapat memajukan koperasi dan dapat mensejahterakan anggota koperasi. Partisipasi anggota yang aktif akan mendukung kemajuan dan keberlanjutan koperasi yang dijalankan.