Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PRESEPSI KARYAWAN PADA SISTEM PANEN KELAPA SAWIT DI PT.ALAM JAYA PERSADA SAMBOJA KALIMANTAN TIMUR Pepi Herawati; Sri Ngapiyatun; Faradilla; Roby; Daryono
JURNAL AGRIMENT Vol 4 No 02 (2019): Desember 2019
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.883 KB) | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v4i02.279

Abstract

The harvest system really determines the production of good fresh fruit bunches, in general the harvest system in the company uses 2 systems, namely the permanent and the sleigh design. This study aims to determine employee perceptions about the harvest system on oil palm plants. The analytical method used in this research was descriptive analysis to find out the level of knowledge of harvest employee at PT. Alam Jaya Persada. This research was conducted by using the Non Probability Sampling technique method chosen by sampling saturated (census), which is a sampling method when all members of the population are used as respondents. Based on the results of the study showed that the respondent's identity includes the gender of the harvest employees 100% are male, age between the ages of 31 to 40 years, the average education at the elementary level and the length of work at the harvest employee ranges from 1 to 9 years. Respondents' perceptions about the oil palm harvesting system, employees prefer and choose permanent design because the system is more practical and efficient and in accordance with the conditions of the plantation area.
Evaluasi Pengetahuan dan Penerapan Alat Pelindung Diri pada Tenaga Kerja Pemupukan Kelapa Sawit di PT. Hutan Hijau Mas Satriani Binti Jalil; Sri Ngapiyatun; Roby; Rusli Anwar; Budi Winarni
Buletin Loupe Vol 18 No 01 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.761 KB) | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i01.1085

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya penerapan penggunaan Alat Pelindung Diri di perusahaan kelapa sawit khususnya bagi karyawan pemupukan. Dari proses kegiatan pemupukan tersebut, terdapat potensi bahaya yang dapat terjadi pada karyawan pemupukan pada saat bekerja dengan tingkat pengetahuan karyawan pemupukan terhadap APD akan sangat berpengaruh dalam penerapan penggunaan APD pada saat bekerja dan perlu adanya pengendalian memberikan kesadaran dan juga pelatihan K3 bagi pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan karakteristik karyawan seperti usia, pendidikan, jenis kelamin dan pengalaman bekerja. Kemudian mengetahui tingkat kategori pengetahuan karyawan pupuk dalam penerapan APD dan mengetahui tingkat penerapan APD karyawan dalam bekerja. Pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, kuesioner, dokumen perusahaan dan berupa jurnal terkait penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang karakteristik yaitu karakteristik responden usia pekerja yang terbanyak pada usia 32-<46 tahun. Karakteristik tingkat pendidikan dengan persentase tertinggi sebesar 57% pada tingkat SD, dan karakteristik jenis kelamin karyawan pemupukan 100% perempuan dan karakteristik lama bekerja dengan persentase tertinggi sebesar 79% berkisar antara 10-<14 tahun. Hasil tabulasi pengetahuan APD tenaga kerja pemupukan termasuk dalam kategori cukup tahu dengan skor 537, jadi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tenaga kerja pemupukan termasuk dalam pengetahuan cukup tahu atau cukup baik. Dan hasil tingkat penerapan penggunaan APD yang tertinggi yaitu sepatu boot 100%, celemek/apron 100%, sarung tangan karet 86%, sarung tangan kain 71%, masker 64% untuk kacamata dengan persentase 0%. Kasus kecelakaan kerja terjadi pada bulan September sampai dengan bulan November pada tahun 2021 sejumlah 10 kali kejadian. Pemenuhan APD dengan kebutuhan 14 tersedia 26 dan lebih 12.
Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Menjadi Pupuk Organik Padat Menggunakan Bioaktivator Mikroorganisme Lokal Nasi Basi Daryono Daryono; Rusmini; Nur Hidayat; Yuanita; Riama Rita Manullang; Zainal Abidin; Rusli Anwar; Silvi Dwi Mentari; Roby; La Mudi; Faradilla; Anis Syauqi
Buletin Loupe Vol 19 No 01 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v19i01.2440

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi banyaknya limbah ampas tahu yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat hannya sebagai limbah yang terbuang, dengan adanya penelitian ini mencoba menggunakan bioaktivator mikroorganisme nasi basi sebagai bahan fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1).Mengamati sifat fisik pembuatan pupuk organik padat (Kompos). 2).Menganalisa kandungan unsur hara pupuk organik padat N, P, K, C-organik, C/N Rasio dan pH. 3).Membandingkan hasil unsur hara Standar Mutu Pupuk Organik padat Peraturan Menteri Pertanian syarat kompos nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019SNI 2019. 4).Penghitungan lama waktu jadinya pupuk organik padat dari limbah ampas tahu. Dari hasil penelitian ini Sifat fisik pupuk organik padat setelah matang adalah: suhu mencapai 26◦C, terjadi perubahan warna yang awalnya putih berubah menjadi coklat tua serta tidak beraroma menyerupai warna tanah. Hasil analisis kandungan unsur hara makro untuk perlakuan T1 adalah sebesar N 2.123 %, C-Organik 41.768, C/N rasio 19.675 % pH.5.69 dan Unsur hara perlakuan T2 yaitu C-Organik 44.304, C/N rasio 23.344% dan pH.5.78, sudah memenuhi Standar Mutu Pupuk Organik padat Peraturan Menteri Pertanian syarat kompos nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019, sedangkan unsur hara perlakuan T1 yaitu P 0.034 %, K 0.033 %, dan unsur hara perlakuan T2 yaitu N 1.898 %, P 0.029 %, K 0.019 % belum memenuhi standar Permentan pupuk kompos padat nomor 261/Permentan/SR.310/4/2019. Lama waktu proses pembuatan pupuk organik padat limbah ampas tahu T2 matang di hari ke-15 lebih cepat dari T1 yang matang di hari ke-18.
Penerapan Konsep Ecogreen (Budidaya Lele dan Sayur Organik) Pada Lahan Terbatas dan Padat Penduduk di Dasawisma Hidayatullah Kelurahan Karang Asam Ulu Abidin, Zainal; Roby
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): November : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v1i4.976

Abstract

The problem of narrow land is a problem that is often experienced by people in densely populated settlements, including Karang Asam Ulu Village which is a community service partner. Limited land makes it difficult to develop crop and fish cultivation, so it cannot meet family food needs. Cultivation in buckets (Budikdamber) is the right solution to overcome limited land because it does not require large areas for vegetable and fish cultivation. The purpose of this service is to provide community knowledge and skills to the Dasawisma group of Karang Asam Ulu Urban Village RT 024, Sungai Kunjang Subdistrict, Samarinda City in utilizing yard land to be used as Budikdamber. The stages of implementation began with a field survey and then continued with a focus group discussion (FGD) to explore information and problem-solving. The results of the FGD were followed by socialization and practice in making Budikdamber. Every activity is monitored and evaluated to assess the success of the program. From the training results, it was found that the Dasawisma of Karang Asam Ulu Village already knew how to make a Budikdamber.
Islam Sebagai Sumber Hukum di Indonesia Roby; Mustar; Surya Sukti
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Mei)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i5.275

Abstract

Legal development in Indonesia is a complex process involving various issues, interests, and expectations. Islamic law has an important role in the formation of the national legal system as one of the recognized sources of law. However, the challenges faced in the integration of Islamic law with national law include the diversity of interpretations, harmonization with constitutional principles, and practical obstacles in implementation. This study uses a library method with a normative approach. The results of the discussion explain, namely, 1) The existence of Islamic law in Indonesia in the formation of legislation through the integration of religious norms into the current and future Indonesian national legal system using the Anglo-Saxon legal system model because the law will be applied to certain places, people and cases. 2) Islamic law has a strong influence in forming legal norms and values ​​in the national legal system. Islamic law in the legal system functions in three forms, first, Islamic law plays a role in filling the legal vacuum in positive law. Second, Islamic law contributes to the preparation of national law as a source of values. Third, Islamic law aims for rahmatan lil alamin, namely implementing and supervising its implementation in society.
Pembaruan Hukum Keluarga di Yaman Roby; Syarifudin; Ali Murtadho
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Mei)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i5.276

Abstract

This study aims to examine the transformation of family law in Yemen and the Family Law in Yemen. The research method used is library research. The transformation of family law in Yemen reflects a long journey influenced by social, political, and religious dynamics. As a country that adheres to Islamic law, Yemen adopts a family law system influenced by traditional Islamic schools of thought. Yemeni family law has undergone reforms, starting with the implementation of the Qanun al-Usrah in 1974 in South Yemen, leading to the enactment of Law No. 27 of 1998 after the unification of North and South Yemen. These reforms aim to adapt family law to modern social and political needs. However, despite progress in legal reforms, significant challenges remain in the implementation of family law, such as child marriage and child custody after divorce, which continue to face substantial barriers. This article examines the history, challenges, and transformation of family law in Yemen, as well as the need for further reforms to achieve justice and equality in family law.
KEBIJAKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN BANTUAN SOSIAL: TINJAUAN VASEKTOMI DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM Roby; Ibnu Elmi AS Pelu; Abdul Helim
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.511

Abstract

Program vasektomi yang disertai insentif bantuan sosial bagi pria miskin di Indonesia memunculkan ketegangan antara efektivitas pengendalian penduduk dan keharmonisan norma syariah. Artikel ini mengkaji legalitas vasektomi permanen menurut hukum keluarga Islam dan menilai keselarasan kebijakan negara dengan nilai maqāṣid al sharīʿah, khususnya ḥifẓ al nasl (perlindungan keturunan). Penelitian menggunakan pendekatan normatif doktrinal dengan analisis kualitatif terhadap regulasi BKKBN, fatwa Majelis Ulama Indonesia, literatur fikih keluarga, serta data lapangan sekunder tentang motivasi ekonomi peserta vasektomi. Hasil menunjukkan bahwa (1) sterilisasi permanen tanpa indikasi medis mendesak dipandang bertentangan dengan hak reproduksi dalam hukum Islam; (2) skema insentif sosial mendorong keputusan vasektomi karena motif ekonomi, bukan edukasi kesehatan; dan (3) absennya dialog mendalam antara pembuat kebijakan dan otoritas keagamaan memperlebar jurang penerimaan masyarakat. Artikel merekomendasikan kebijakan kontrasepsi sementara yang lebih sesuai syariah, edukasi reproduksi berbasis nilai agama, dan kolaborasi intensif negara ulama untuk menghasilkan regulasi sensitif budaya.
KAIDAH KEMUDARATAN HARUS DIHILANGKAN: ANALISIS TEORITIS DAN APLIKATIF DALAM HUKUM ISLAM KONTEMPORER Roby; Abdul Helim; Syaikhu
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Edisi Juni)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v2i6.530

Abstract

Kaidah fikih al-ḍararu yuzāl (kemudaratan harus dihilangkan) merupakan salah satu prinsip utama dalam hukum Islam yang berfungsi sebagai pedoman universal dalam menetapkan hukum syariah. Kaidah ini menekankan pentingnya pencegahan dan penghilangan segala bentuk bahaya atau kerugian yang mengancam kehidupan manusia, baik dalam aspek agama, jiwa, akal, harta, maupun keturunan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengertian, landasan normatif, cakupan, serta relevansi kaidah ini dalam menghadapi berbagai tantangan kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, artikel ini menemukan bahwa kaidah al-ḍararu yuzāl tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga sangat aplikatif dalam berbagai bidang seperti kesehatan, ekonomi, lingkungan, hukum keluarga, dan regulasi sosial. Prinsip ini juga menjadi dasar penting dalam proses ijtihad modern dan kebijakan publik yang berorientasi pada maqāṣid al-syarī‘ah. Dengan demikian, kaidah ini menunjukkan fleksibilitas dan daya tanggap hukum Islam terhadap dinamika zaman, serta memperkuat posisinya sebagai sistem hukum yang adil, berkemajuan, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Evaluasi Pengetahuan dan Penerapan Alat Pelindung Diri pada Tenaga Kerja Pemupukan Kelapa Sawit di PT. Hutan Hijau Mas: Evaluation of Knowledge and Application of Personal Protective Equipment for Oil Palm Fertilizing Workers at PT. Hutan Hijau Mas Satriani Binti Jalil; Sri Ngapiyatun; Roby; Rusli Anwar; Budi Winarni
Jurnal Loupe Vol 18 No 01 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i01.1085

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya penerapan penggunaan Alat Pelindung Diri di perusahaan kelapa sawit khususnya bagi karyawan pemupukan. Dari proses kegiatan pemupukan tersebut, terdapat potensi bahaya yang dapat terjadi pada karyawan pemupukan pada saat bekerja dengan tingkat pengetahuan karyawan pemupukan terhadap APD akan sangat berpengaruh dalam penerapan penggunaan APD pada saat bekerja dan perlu adanya pengendalian memberikan kesadaran dan juga pelatihan K3 bagi pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dan mendeskripsikan karakteristik karyawan seperti usia, pendidikan, jenis kelamin dan pengalaman bekerja. Kemudian mengetahui tingkat kategori pengetahuan karyawan pupuk dalam penerapan APD dan mengetahui tingkat penerapan APD karyawan dalam bekerja. Pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, kuesioner, dokumen perusahaan dan berupa jurnal terkait penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tentang karakteristik yaitu karakteristik responden usia pekerja yang terbanyak pada usia 32-<46 tahun. Karakteristik tingkat pendidikan dengan persentase tertinggi sebesar 57% pada tingkat SD, dan karakteristik jenis kelamin karyawan pemupukan 100% perempuan dan karakteristik lama bekerja dengan persentase tertinggi sebesar 79% berkisar antara 10-<14 tahun. Hasil tabulasi pengetahuan APD tenaga kerja pemupukan termasuk dalam kategori cukup tahu dengan skor 537, jadi dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tenaga kerja pemupukan termasuk dalam pengetahuan cukup tahu atau cukup baik. Dan hasil tingkat penerapan penggunaan APD yang tertinggi yaitu sepatu boot 100%, celemek/apron 100%, sarung tangan karet 86%, sarung tangan kain 71%, masker 64% untuk kacamata dengan persentase 0%. Kasus kecelakaan kerja terjadi pada bulan September sampai dengan bulan November pada tahun 2021 sejumlah 10 kali kejadian. Pemenuhan APD dengan kebutuhan 14 tersedia 26 dan lebih 12.
KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL) SEBAGAI SARANA PEMAHAMAN MODEL USAHA TRADISIONAL MODERN: STUDI PADA BAKPIA PATHOK 25 YOGYAKARTA Miranda, Yuke; Roby; Naim; Walipah
Jurnal Manejemen, Akuntansi dan Pendidikan Vol. 2, No.2, September 2025
Publisher : YAPAKAMA (Yayasan Putra Khatulistiwa Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jamapedik.v2i2.206

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu metode pembelajaran kontekstual yang efektif untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di dunia kerja nyata. Melalui KKL, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman empiris, tetapi juga memahami penerapan konsep manajemen, produksi, dan pemasaran dalam lingkungan usaha yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model usaha yang mengintegrasikan unsur tradisional dan modern melalui studi pada industri kuliner legendaris Bakpia Pathok 25 Yogyakarta. Kegiatan observasi dilakukan secara mendalam melalui wawancara dengan pihak manajemen, dokumentasi proses produksi, serta partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan operasional perusahaan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keberhasilan Bakpia Pathok 25 dalam mempertahankan eksistensi dan reputasinya selama puluhan tahun terletak pada kemampuannya mengombinasikan cita rasa tradisional khas Yogyakarta dengan sistem manajemen modern. Penggunaan teknologi dalam proses produksi, penerapan strategi promosi digital, serta inovasi dalam desain kemasan menjadi faktor utama yang mendukung daya saing usaha. Melalui kegiatan KKL ini, mahasiswa memperoleh wawasan praktis mengenai dinamika pengelolaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu bersaing di tengah tantangan global.