Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PRINSIP KESANTUNAN DALAM FILM ADA SURGA DI RUMAHMU SUTRADARA ADITYA GUMAY DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMK Anik Arifah; Mohammad Fakhrudin; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.402 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) penerapan prinsip-prinsip kesantunan dalam bernegosiasi yang terdapat pada film Ada Surga di Rumahmu dan (2) skenario pembelajaran teks negosiasi dengan media film Ada Surga di Rumahmu di kelas X SMK. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Objek penelitian ini adalah penerapan prinsip-prinsip kesantunan menurut Leech dalam bernegosiasi pada film yang berjudul Ada Surga di Rumahmu.Sumber data penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang terdapat dalam film Ada Surga di Rumahmu karya Aditya Gumay. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik catat.Instrumen penelitiannya adalah peneliti sendiri dengan kartu pencatat data.Analisis data dilakukan dengan metode padan pragmatik.Hasil analisis data disajikan dengan teknik penyajian informal. Hasil dari penelitian ini terdiri dari dua simpulan, meliputi (1) tuturan-tuturan yang berupa penerapan prinsip kesantunan dalam film Ada Surga di Rumahmu ditinjau dari 3 skala kesantunan berada pada tingkatan yang bervariasi antara tingkatan kesatu hingga keempat, tetapi lebih banyak pada tingkatan ketiga sehingga tuturan-tuturan tersebut termasuk tuturan yang santun; dan (2) skenario pembelajaran teks negosiasi dengan media film Ada Surga di Rumahmu meliputi (a) peserta didik menyimak penjelasan dari guru mengenai materi struktur teks negosiasi, kaidah kebahasaan teks negosiasi, dan interpretasi makna teks negosiasi; (b) peserta didik mengamati film Ada Surga di Rumahmu dengan beberapa adegan negosiasi; (c) peserta didik menganalisis dan mendiskusikan struktur teks, kaidah kebahasaan teks negosiasi, dan makna dari kegiatan negosiasi pada adegan tertentu yang terdapat dalam film Ada Surga di Rumahmu; (d) peserta didik mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dan kelompok lain menanggapi dengan santun; (e) peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran dan evaluasi; dan (f) peserta didik menyimak penguatan materi dari guru.Kata kunci: prinsip kesantunan, teks negosiasi
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA FILM AIR MATA SURGA SUTRADARA HESTU SAPUTRA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK DAN BERBICARA DI KELAS XI SMA Anik Ayuni Putri; Muhammad Fakhrudin; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.3 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) macam-macam kategori tindak tutur ilokusi yang digunakan tokoh pada film Air Mata Surga; (2) wujud tindak tutur ilokusi yang digunakan tokoh pada film Air Mata Surga; (3) relevansi kategori tindak tutur ilokusi tokoh dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara di Kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film Air Mata Surga. Objek penelitian ini berupa tindak tutur ilokusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas lipat cakap dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri selaku peneliti dibantu dengan alat pencatat data. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa dalam  film Air Mata Surga terdapat (1)  macam-macam tindak tuturi lokusi yang meliputi: a) kategori asertif sebanyak 10 tuturan, yang terbagi menjadi menyatakan 1 tuturan, mengemukakan pendapat 1 tuturan, memberi tahu 4 tuturan, dan mengeluh 3 tuturan, b) Kategori direktif sebanyak  21 tuturan, yang terbagi menjadi mengajak 2 tuturan, meminta 6 tuturan, menyuruh 8 tuturan, menyarankan 2 tuturan, memohon 1 tuturan, menuntut 1 tuturan, dan menentang 1 tuturan, c) Kategori komisif sebanyak 3 tuturan, meliputi menjanjikan 2 tuturan dan menawarkan 1 tuturan, d) Kategori ekspresif ditemukan 4 tuturan. Tuturan tersebut adalah memuji 3 tuturan, dan menyalahkan 1 tuturan, e) kategori deklaratif ditemukan 3 tuturan. Tuturan tersebut adalah mengizinkan 1 tuturan dan melarang 1 tuturan; (2) wujud tuturan yang digunakan tokoh adalah tuturan langsung dan tidak langsung; (3) relevansi antara tindak tutur ilokusi pada film Air Mata Surga dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara di SMA meliputi: (a) keterampilan menyimak: peserta didik mampu memahami tuturan secara langsung dan tidak langsung melalui tuturan ilokusi yang terdapat dalam film, (b) keterampilan berbicara: peserta didik mampu berbicara dengan tepat dan santun sesuai dengan konteks.   Kata Kunci : tindak tutur ilokusi, film, pembelajaran menyimak, berbicara
NILAI KEISLAMAN DALAM NOVEL TKW MENCARI SURGA KARYA ASA SUZHANTY & ABD AZIS ANA DAN RENCANA PEMBELAJARAN DI KELAS XII SMA Banar Meilya; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.027 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1)unsur intrinsik; (2) kebahasaan; (3) nilai keislaman novel TKW Mencari Surga karya Asa Suzhanty & Abd Azis Ana; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel TKW Mencari Surga karya Asa Suzhanty & Abd Azis Ana di kelas XII SMA. Dalampengumpulan data digunakan teknik pustaka. Dalamanalisis data novel TKWMencariSurgakaryaAsaSuzhanty&AbdAzis Ana digunakan teknik analisis isi. Penyajian hasilanalisis data dilakukandenganmetode informal. Dalampenelitianinidisimpulkan (1) unsur intrinsik novel meliputi (a) tema mayor: perjuangan dan pengorbanan dalam menjalani kehidupan keluarga sedangkan tema minor: kebimbangan perasaan, perjodohan, rumah tangga, perselingkuhan, perceraian, dan keuangan, (b) tokoh utama: Fatma (memilikikeinginankuatuntukberubah, pekerja keras, taat, cerdas, sabar dan tabah), tokoh tambahan: Pak Hadi, Ibu Anisa, Kiai Qodir, Umi, Farhan, Pak Komar, Ibu Marni, Siti, Andika Faizal, Mira, Fitri, Nyonya Wafa, Baba Kalid, Hasan, Nyonya Shamira, Fariz Ayed Muhammad, Rahma, Olis, dan Mang Dadang, (c) alur: maju, (d) latar tempat: Bandung, kampung Cicadas Subang, Arab Saudi, Makkah, pesantren, rumah Fatma, kediaman Pak Komar, PT Amanitama Berkah Sejati Jakarta, mushola kecil, perkebunan teh, rumah Nyonya Wafa, bandara, kantor polisi, apartemen Fariz, latar waktu: pagi, siang, sore, dan malam hari,latar sosial: keyakinan dan adat istiadat, (e) sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tidak terbatas, (f) amanat: jangan menyerah dan terus bersabar dalam menghadapi cobaan; (2) kebahasaan: ungkapan dan majas; (3) nilai keislaman novel TKW Mencari Surga karya Asa Suzhanty & Abd Azis Ana meliputi (a) hubungan manusia dengan Allah: salat, berdoa, memuji Tuhan, thawaf,  bersyukur, mengucap salam, dan mengaji, (b) hubungan manusia dengan diri sendiri: iklhas, tabah, dan bersikap bijak, (c) hubungan manusia dengan manusia lain: memberi nasihat, tolong-menolong, rukun, dan menikah, (d) hubungan manusia dengan lingkungan alam: memuji keindahan alam; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel TKW Mencari Surga karya Asa Suzhanty & Abd Azis Ana di kelas XII SMA dilakukandengan model pembelajaran Investigasi kelompok (Group Investigation). Langkah-langkah pembelajaransastra yang digunakandalampenelitianiniyaitusebagaiberikut: guru melakukan absensi siswa, guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru melakukan presentasi, pembagian kelompok, guru melakukan kegiatan belajar secara kelompok, evaluasi hasil belajar siswa. Kata kunci: novel, nilai keislaman, dan RPP di SMA.
PENGARUH MODEL COOPERATIVE LEARNING THINK-PAIR-SHARE TERHADAP PEMBELAJARAN MEMBACA BERITA PADA KELAS VIII SMP N 1 KUWARASAN TAHUN AJARAN 2016/2017 Mida Gita Fitria; Khabib Sholeh; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.328 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model Cooperative Learning Think-Pair-Share terhadap motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran membaca berita pada kelas VIII SMP N 1 Kuwarasan tahun ajaran 2016/2017, (2) pengaruh model Cooperative Learning Think-Pair-Share terhadap hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran membaca berita pada kelas VIII SMP N 1 Kuwarasan tahun ajaran 2016/2017, (3) menilai perbandingan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran membaca berita pada kelas VIII SMP N 1 Kuwarasan tahun ajaran 2016/2017 yang diajar dengan model Cooperative Learning Think-Pair-Share dengan peserta didik yang diajar dengan model konvensional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental research). Desain yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Penyajian data menggunakan teknik informal. Pengumpulan data didapat dari tes (tes awal dan tes akhir) dan nontes (kuesioner dan wawancara). Dari hasil penelitian menunjukkan: (1) peningkatan motivasi dari segi orientasi keberhasilan, antisipasi kegagalan, inovasi, dan tanggung jawab yaitu masing-masing meningkat sebesar 11,42%, 10,19%, 11,83%, dan 10,65%, (2) hasil uji hipotesis menggunakan uji t dua pihak  menunjukkan nilai thitung jauh pada penerimaan ttabel yakni  thitung (16.207) > ttabel (1,695) atau thitung (-16,207) < ttabel (-1,695) sehingga berada pada daerah penolakan Ho, (3) hasil uji hipotesis 3 menggunakan uji t pihak kanan menunjukkan nilai thitung (15,664) > ttabel atau thitung (-15,664) > ttabel (1,695) sehingga thitung berada pada daerah penolakan Ho, maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Kata kunci : think-pair-share, motivasi siswa, membaca berita
KAJIAN FONOLOGI KEMASAN MAKANAN DAN MINUMAN PADA PRODUK INDOFOOD DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS DI KELAS VIIISMP Angga Prianto; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.596 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan tataran fonologi dalam kemasan makanan dan minuman produk Indofood, dan(2) rencana pelaksanaan pembelajaran menulis teks iklan di SMP.Sumber data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frasa, maupun kalimat dalam kemasan makanan dan minuman yang tersebar pada produk Indofood. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rekam.Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode agih, dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal.Dari hasil penelitian dan pembahasan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) tataran fonologi kemasan makanan dan minuman pada produk Indofood masih terdapat penyimpangan, yakni a) penghilangan fonem pada kata tekita b) perubahan fonem pada kata kare, c) penambahan fonem terdapat pada kata saluut, dan mancaap. Pemberian nama produk yang menyimpang dalam tataran fonologi pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood bertujuan untuk menambah kesan unik dan menarik bagi konsumen. Penyimpangan tataran fonologi pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood merupakan penyimpangan bahasa yang ditemukan pada penelitian ini. Hal tersebut ka­rena bahwa penulis produk ingin menonjolkan keistimewaan pada produk makanan dan minuman yang ditawarkan dengan menggunakan unsur-unsur berlebihan pada tataran fonologi tersebut dan ingin mendefinisikan suatu produk tersebut ke dalam suatu kalimat yang menarik melalui perbandingan langsung yang singkat. Penelitian mengenai penyimpangan bahasa pada kemasan makanan dan minuman produk Indofood perlu dilakukan untuk mengetahui fakta-fakta kebahasaan yang beredar pada produk-produk komersial. (2) rencana pelaksanaan pembelajaran KD 3.3 maka kemasan makanan dan minuman produkIndofood dapat dijadikan media pembelajaran dalam rangka mengidentifikasi informasi teks iklan, slogan, dan poster (yang membuat bangga dan memotivasi) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar. kata kunci: kajian fonologi, produk Indofood, dan rpp menulis SMP  
Analisis Nilai Moral Novel Pangeran Hati Karya Mellyana Dhian dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di Kelas XII SMA Riska Dwi Kurniawati; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dalam Novel Pangeran Hati Karya Mellyana Dhian di Kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa tindak tutur nilai moral pada Novel Pangeran Hati Karya Mellyana Dhian. Objek penelitian ini adalah nilai moral. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik meliputi: (a) tema mayor: kisah perjalanan cinta sejati; dan tema minor: masalah percintaan, masalah keluarga, dan masalah percobaan pembunuhan; (b) tokoh dan penokohan, tokoh utama: Iqbal berwatak: suka menolong, pandai, dan rendah hati, Syanum berwatak: cuek, pemberani, dan kekanak-kanakan; yang didukung oleh beberapa tokoh tambahan meliputi: Dr. Syarif, Arsa, dan Anza; (c) alur maju; (d) latar tempat: puskesmas, villa, dan masjid, Waktu meliputi: pagi dan malam hari, Suasana: sedih dan tegang; (e) sudut pandang persona ketiga serba tahu; (2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: berdoa, taubat, dan bersyukur; (b) hubungan manusia dengan manusia meliputi: kasih sayang, silaturahmi, kepedulian, menasehati, dan memuji; (c) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: rindu, sabar, rela berkorban, berpikir cerdas, dan malu; (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran pada Kd 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel yang dibaca menggunakan novel Pangeran Hati Karya Mellyana Dhian di kelas XII SMA, dilakukan dengan model cooperative learning dan menggunakan metode pembelajaran jigsaw. Kata Kunci: nilai moral, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran
NILAI PENDIDIKAN AKHLAK NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Eko Putra Fatkhurrohman; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.206 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrin­sik dan kebahasaan novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy; (2) nilai pendidikan akhlak novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy; dan (3) ren­­­cana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif; sumber data yang digunakan adalah novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy; teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka, teknik catat, dan observasi; teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi; dan teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan adalah teknik penyajian informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dan kebahasaannya, yaitu (a) tema novel ini adalah ketabahan seorang gadis, (b) to­koh utamanya adalah Ayna, sedangkan tokoh tambahan yang dominan adalah Bu Nyai Fauziyah, Kyai Sobron, Gus Afif, Atikah, Yoyok, Neneng, dan Pakde Darsun; (c) alur yang digunakan adalah alur maju, (d) latar dibagi menjadi 4, yaitu latar tempat: Yogyakarta, desa Kaliwelang, dapur Bu Nyai Fauziyah, pondok pesantren Kanzul Ulum, rumah Yoyok, rumah Bu Rosidah, dan stasiun balapan Solo;  latar waktu: pagi, siang, sore, malam, jam, Jumat, Juli, dan Ramadhan; latar sosial, yaitu Ayna sebagai seorang anak yatim piatu yang hidup di pondok pesantren (memiliki status sosial rendah), Yoyok sebagai seorang anggota DPRD yang menikahi Ayna (memiliki status sosial tinggi); latar suasana: menyedihkan dan mengharukan; (e) sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga serba tahu (diaan); (f) amanat: selalu ada hikmah bagi orang sabar, berani dalam kebenaran, dan harus menjaga tali silaturahmi; dan unsur kebahasa­an­nya berupa ungkapan dan majas. Ungkapan berupa: meja hijau, muka merah padam, dan sebatang kara, sedangkan majas berupa personifikasi; (2) nilai pendidikan akhlaknya meliputi (a) akhlak terhadap Allah Swt.; (b) akhlak terhadap Rasulullah saw.; (c) akhlak pribadi; (d) akhlak dalam keluarga; (e) akhlak bermasyarakat; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Bidadari Bermata Bening di kelas XII SMA dengan menggunakan KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel. Kata kunci: unsur intrinsik, nilai pendidikan akhlak, dan RPP
PENGARUH MODEL KANCING GEMERINCING TERHADAP KEMAMPUAN MENGONSTRUKSI TEKS CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GOMBONG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Amtina Endah Prastiwi; Khabib Sholeh; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.265 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pengaruh model kancing gemerincing terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gombong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2017/2018; (2) pengaruh model pembelajaran kancing gemerincing terhadap kemampuan mengonstruksi teks cerita pendek pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gombong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2017/2018; dan                 (3) perbandingan hasil belajar siswa dalam kemampuan mengonstruksi teks cerita pendek antara siswa yang menggunakan model kancing gemerincing dengan siswa yang menggunakan metode konvensional. Penelitian ekperimen ini menggunakan design pretest-posttest control group design yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 yang terdiri dari 34 siswa (kelompok eksperimen) dan kelas XI IPS 4 yang tediri dari 34 siswa (kelompok kontrol). Subjek tersebut diambil dengan teknik random sampling. Penyajian data menggunakan teknik informal. Data penelitian diperoleh melalui tes dan nontes. Teknik analisis data menggunakan program SPSS (Statistice Package For Social Science) versi 16. Hasil penelitian membuktikan model kancing gemerincing memiliki pengaruh yang positif dalam keterampilan mengonstruksi teks cerita pendek. Hal tersebut dilihat dari perbedaan  nilai rerata awal 69. 38 berubah menjadi 80.44. Penggunaan model kancing gemerincing merubah hasil yang dibuktikan adanya peningkatan sebesar 11. 06 dengan nilai thitung (9.824) > ttabel (2.042) atau -thitung (-9.824) < -ttabel (-1,695). Kemudian, siswa yang diajar dengan model kancing gemerincing mendapatkan hasil yang lebih baik. Kelas ekperimen memiliki rerata yang lebih baik daripada kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas ekperimen 80. 44 sedangkan kelas kontrol 74. 88 dengan (5.762) > ttabel (2.042) atau         -thitung (-5.762) < -ttabel (-2.042). Hal tersebut membuktikan bahwa nilai keterampilan menulis teks cerita pendek siswa yang menggunakan model kancing gemerincing lebih baik daripada siswa yang menggunakan metode konvensional. Kata Kunci: Kancing gemerincing, motivasi belajar, hasil belajar.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA DIALOG FILM AKU, KAU DAN KUA SUTRADARA MONTY TIWA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Siti Maryamah; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.824 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Aku, Kau dan KUA sutradara Monty Tiwa, dan (2) skenario pembelajaran tindak tutur direktif di kelas XI SMA. Objek penelitian ini adalah tuturan pada tokoh film Aku, Kau dan KUA sutradara Monty Tiwa dengan fokus penelitian tindak tutur direktif dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Dalam pengumpulan data digunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan, dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan (1) bentuk tindak tutur direktif pada dialog film Aku, Kau dan KUA sutradara Monty Tiwa terdiri dari: (a) permintaan terdiri dari: fungsi meminta, mendoa, menekan, mengajak; (b) pertanyaan terdiri dari: fungsi bertanya; (c) perintah terdiri dari: fungsi memerintah; (d) larangan terdiri dari: fungsi melarang; (e) pemberian izin terdiri dari: fungsi menyetujui, mengizinkan, dan memaafkan; (f) nasihat terdiri dari: fungsi menasehatkan, memperingatkan, dan menyarankan; dan (2) skenario pembelajaran tindak tutur direktif pada film Aku, Kau dan KUA sutradara Monty Tiwa dilaksanakan dengan model pembelajaran TS-TS (Two Stay-Two Stray). Langkah-langkah pembelajaran ini ada 5 tahap, yaitu: (a) mengamati, pada tahap ini guru mengajak peserta didik untuk mengamati dan memahami materi pembelajaran; (b) menanyakan, pada tahap ini peserta didik menyakan materi tentang aspek kebahasaan dan tindak tutur; (c) mengeksplorasi, pada tahap ini peserta didik dibentuk menjadi beberapa kelompok kemudian mengidentifikasi pengertian tindak tutur direktif dan maksud tuturan dalam film; (d) mengasosiasi, pada tahap ini dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka kepada tamu dari kelompok lain kemudian dua orang lainnya yang bertamu mohon diri kembali ke kelompok mereka sendiri untuk melaporkan temuan mereka dari kelompok lain; (e) mengomunikasikan, pada tahap ini peserta didik mempresentasikan hasil kerjanya. Kata kunci: Tindak tutur direktif, film, skenario pembelajaran SMA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DALAM MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 PURING KABUPATEN KEBUMEN TAHUN AJARAN 2017/2018 Riris Saniati; Khabib Sholeh; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.32 KB)

Abstract

Abstrak: Pengaruh Model Pembelajaran Picture And Picture dalam Menulis Cerpen pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Puring Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2017/2018. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) pengaruh model pembelajaran picture and picture terhadap motivasi belajar menulis dalam menulis cerpen pada siswa kelas XI, (2) pengaruh model pembelajaran picture and picture teradap menulis cerpen pada siswa kelas XI SMK, (3) perbandingan  kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis cerpen pada kelas XI SMK yang diajar dengan model pembelajaran picture and picture dengan siswa yang diajar dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitiannnya adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Puring dengan jumlah 68 siswa. Product Moment digunakan untuk menguji validitas instrument penelitian dan Alpha Cronbach untuk menguji reliabilitas instrumen. Hasil dari tujuan tersebut sebaai berikut: (1) pengaruh positif dalam menggunakan model pembelajaran picture and picture terhadap motivasi dan penilaian siswa dalam pembelajaran menulis cerpen dari segi orientasi keberhasilan peningkatan 4%, antisipasi kegagalan 5%, inovasi mengalami peningkatan 6% dan, tanggung jawab meningkat sebesar 3%; (2) pengaruh positif teradap  hasil belajar dari nilai 71,79 menjadi 78,62; (3) hasil uji hipotesis dengan uji t dua pihak yang dicari pada α=0,05 diperoleh ttabel sebesar 1,694 dan Sig. (0,000) < α (0,05). Hal ini menunjukkan adanya pengaruh model  picture and picture pada kelas eksperimen. Kemudian, nilai thitung adalah 9,683. Tabel distribusi distribusi t dicari pada α=0,05 (two tail test) diperoleh ttabel sebesar 1,694. Nilai thitung berada pada  thitung (9,683) > ttabel (1,694) sehingga thitung berada pada daerah penolakan Ho. Dengan demikian, pengujian hipotesis dengan uji t pihak kanan membuktikan adanya perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan model Picture and Picture dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata kunci: Picture and Picture motivasi belajar, hasil belajar.