Claim Missing Document
Check
Articles

TINDAK TUTUR ILOKUSI TOKOH PADA FILM MARRY RIANA MIMPI SEJUTA DOLAR KARYA HESTU SAPUTRA DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN DI SMA Mida Hidayatul Aisyiyah; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) macam-macam tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam tokoh pada film  Marry Riana Mimpi Sejuta Dolar Karya Hestu Saputra; (2)  relevansi tindak tutur ilokusi tokoh dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara di SMA, Secara metodologis,objek penelitian ini berupa tututran tokoh pada film. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka  dan teknik simak dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini metode padan dan daya pilah pragmatis. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa (1)tindak tutur ilokusi (a) kategori asertif sebanyak 12 tuturan,(b) kategori direktif sebanyak 15 tuturan, (c) kategori komisif sebanyak empat tuturan, (d) kategori ekspresif terdiri dari 11 tuturandan (e) kategori deklaratif  hanya ditemukan satu tuturan memecat. (2) Tuturan tersebut relevan dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara di SMA. Keterampilan berbicara relevan dengan kompetensi dasar 10.1 dan 10.2, sedangkan keterampilan menyimak relevan dengan kompetensi dasar 9.1 dan 9.2Kata Kunci: ilokusi, film Marry Riana Mimpi Sejuta Dolar, pembelajaran di SMA
Persuasive Speech Acts Analysis on Indofood Food and Beverage Advertisements and Learning Plans in Class XII SMA Dela Safira; Umi Faizah; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) tindak tutur persuasif dalam iklan dan minuman produk Indofood (2) rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas XII SMA berbasis KD 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks iklan, baik lisan dan tulisan serta 4.1 Menafsirkan makna teks iklan, baik lisan maupun tulisan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik Listening Free Libat Cakap dan teknik mencatat. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan data dan pembahasan, kata kunci dalam iklan produk makanan dan minuman Indofood terdapat 2 jenis perintah, terdiri dari perintah 2 ucapan;1 tuturan tipe ajakan, terdiri dari fungsi undangan 7 tuturan; 2 jenis tuturan komisif dengan fungsi yang terbukti; 1 penawaran fungsi komisif jenis bicara; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan materi teks iklan di kelas XII SMA dilaksanakan dengan menggunakan kurikulum 2013 berbasis KD 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks iklan, baik secara lisan maupun tertulis dan 4.1 Menafsirkan makna iklan baik secara lisan maupun tertulis. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode Cooperative Learning.(2) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan materi teks iklan di kelas XII SMA dilaksanakan dengan menggunakan kurikulum 2013 berbasis KD 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks iklan, baik secara lisan maupun tertulis dan 4.1 Menafsirkan makna iklan baik secara lisan maupun tertulis. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode Cooperative Learning. (2) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan materi teks iklan di kelas XII SMA dilaksanakan dengan menggunakan kurikulum 2013 berbasis KD 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks iklan, baik secara lisan maupun tertulis dan 4.1 Menafsirkan makna iklan baik secara lisan maupun tertulis. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode Cooperative Learning.    Kata kunci: tindak tutur persuasif, iklan makanan dan minuman produk Indofood, rencana pelaksanaan pembelajaran.  
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATA KULIAH RETORIKA BERBASIS ADDIE DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO Umi Faizah; Bagiya Bagiya; Kadaryati Kadaryati; Joko Purwanto
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v9i1.7797

Abstract

Abstrak: tujuan riset ini adalah untuk mendeskripsikan strategi dalam meningkatkan kompetensi  berbicara dakwah adalah dengan pengembangan media film dengan model ADDIE pada mata kuliah berbicara. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang menggambarkan bukti secara riil dan sistematis. Data yang digunakan berupa data verbal dan nonverbal yang diperoleh dari kegiatan praktik berbicara dakwah mahasiswa dan evaluasi atau observasi penilaian saat praktik dakwah. Setting penelitian dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Purworejo semester 4 tahun akademik 2020/2021yang menempuh mata kuliah Retorika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik reduksi, analisis dan penarikan simpulan merupakan strategi analisis data secara interaktif. Hasil peningkatan kompetensi dengan strategi ADDIE yaitu Analysis, Desain, Development, Implementation and Evaluation. Pada tahap Analysis diperoleh konfirmasi dari pengguna media yang sebelumnya yakni perlu adanya inovasi dan kreativitas media sehingga mahasiswa lebih tertarik menggunakan media tersebut. Pada tahap Design  telah ada purwarupa awal yang sudah melalui tahap revisi.   Selanjutnya tahap Development yaitu pengembangan media atau sumber  belajar setelah melakukan revisi formatif. Implentation yakni tahap mempersiapkan lingkungan belajar dan keterlibatan mahasiswa dengan strategi implementasi. Tahap Evaluation yakni menilai kualitas purwarupa media yang telah jadi dan menentukan rencana evaluasi. Kata kunci: media pembelajaran, mata kuliah retorika, universitas muhammadiyah purworejo.
IMPLIKATUR WACANA “SEMARANGAN” PADA HARIAN SUARA MERDEKA EDISI SEPTEMBER 2016 Umi Faizah
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.369 KB) | DOI: 10.37729/btr.v3i06.3535

Abstract

Abstract: The aim of this study was to describe (1) the nature of discourse impli­cature "Semarangan"; (2) the meaning of implicatures discourse. This study used a qualitative approach with content analysis method and theory of pragmatic ap­proach. Data in the form of articles Semarangan Suara Merdeka daily are presen­ted in an article in the discourse of social criticism adequately represent public comments tend to have meaning implicatures. The results of the analysis in the form of discourse implicature intentionally flicked certain circles, so as not to repeat the same act. Even the government is often the target of specific allusions. Shown in the following discourse. 1) +  Ox Sacrifice Jokowi 1.5 ton, 1.3 ton Cow JK.  - Not a weight mirror each ... The above discourse including direct and literal discourse that gives implicature that Jokowi and Jusuf Kala are on cow sacrifice the amount of 1.5 tons for Jokowi and Jusuf Kala of 1.3 tonnes which do not cor­respond with their weight. The implication and insinuation there is that the weight of the cow did not proportional to weight Jokowi and Jusuf Kalla are small, but its meaning is their brave sacrifice to the cow extra large size. Prepositions implied such data (1), speech (-) in (1) is not part of speech (+).Speech (+) arising from inferences based on the background knowledge of Jokowi and JK with all its ac­ti­on. The results of this study are expected to enrich the wealth of scientific prag­matic Indonesian indicated on the meaning of a discourse implicature Semarangan containing satire, criticism and even criticism. Keywords: implicature, discourse, semarangan, suara merdeka  Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  (1) wujud implikatur wacana “Semarangan”; (2) makna implikatur wacana. Pene­litian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi dan pen teori pragmatik.  Data berupa artikel Semarangan harian Suara Merdeka yang disuguhkan dalam sebuah artikel wacana kritik sosial yang cukup mewakili ko­men­tar publik yang cenderung memiliki arti implikatur.  Hasil dari analisis ter­se­but berupa implikatur wacana yang secara sengaja  menyentil kalangan tertentu, agar tidak mengulangi perbuatan yang sama. Bahkan pemerintah pun sering men­jadi sasaran sindiran-sindiran tertentu. Tampak pada Wacana berikut. (1) + Sapi Kurban Jokowi 1,5 ton, Sapi JK 1,3 ton. - Bukan cermin berat badan masing-masing...Wacana di atas termasuk wacana langsung dan literal yang memberikan implikatur yaitu Jokowi dan Jusuf Kala yang memberikan sapi kurban dengan jumlah 1,5 ton untuk Jokowi dan Jusuf Kala sebesar 1,3 ton yang tidak sesuai dengan berat badan mereka. Implikasi dan sindiran yang ada adalah bahwa berat sapi tersebut tidak sebanding dengan berat badan Jokowi dan Jusuf Kalla yang berukuran kecil, tetapi maknanya adalah mereka berani berkurban dengan sapi yang berukuran ekstra besar.   Preposisi yang diimplikasikan seperti pada data (1), tuturan (-) dalam (1) bukan merupakan bagian dari tuturan (+). Tuturan (+) muncul akibat inferensi yang didasari latar belakang pengetahuan tentang Jokowi  dan JK dengan segala kiprahnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan pragmatik bahasa Indonesia yang ditunjukkan dari makna implikatur dari sebuah wacana Semarangan yang berisi sindiran, sentilan bahkan kritikan. Kata Kunci: implikatur, wacana, semarangan, suara merdeka
RETORIKA SEBAGAI ILMU KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Umi Faizah
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.384 KB) | DOI: 10.37729/btr.v1i02.3500

Abstract

ABSTRACT: Rhetoric is the science that provides a way related or human interaction with another human being through communication. Rhetoric can be used in education. Complementary set of tools or used by teachers or educators in order to communicate with students or learners, among others, using 1 ) auditif media , is media which can only be heard alone, or media only have sound elements, such as radios, tape recorders, cassette, LPs and sound recordings. 2 ) visual media, is media which can only be seen alone, it does not contain other elements of sound between slide film, photographs, transparencies, paintings, drawings, and various forms of printed material such as graphics and other media. 3 ) audio- visual media, is media types other than an element of sound is also an element of the image that can be seen, such as video recordin, various sizes films, slides voice. Benefits of communications media in education broadly that add excitement and student motivation. Utilization of communication media in education continues to grow in accordance with the development of the concept of learning and should be based on the principles of appropriate and aimed at the achievement of educational goals. Media used were directed facilitate student learning in an effort to understand the subject matter, should match the learning objectives, learning materials, interests, needs and conditions of the students, watching effectiveness , and in accordance with the teacher's ability to operate it. Key words: Rhetoric, communication, education ABSTRAK: Retorika merupakan ilmu yang menyajikan cara berhubungan atau interaksi  manusia dengan manusia lain melalui komunikasi. Retorika dapat dipakai dalam bidang pendidikan. Seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik antara lain mengunakan 1) media uditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio, tape recorder, kaset, piringan hitam dan rekaman suara.  2) Media visual, yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara antara lain film slide, foto, transparansi, lukisan, gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya. 3) Media audio visual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, seperti rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara. Manfaat media komunikasi dalam pendidikan secara garis besar yaitu menambah gairah serta motivasi belajar siswa. Pemanfaatan media komunikasi dalam pendidikan terus berkembang sesuai dengan perkembangan konsep belajar mengajar dan harus berdasarkan prinsip-prinsip yang sesuai dan ditujukan tercapainya tujuan pendidikan. Media yang digunakan diarahkan mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran, harus sesuai tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, minat, kebutuhan dan kondisi siswa, memerhatikan keefektifan, serta  sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya. Kata kunci: retorika, komunikasi, pendidikkan
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN YOUTUBE RETORIKA DAKWAH PENDIDIKAN BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO umi faizah; Mohammad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.254 KB) | DOI: 10.37729/btr.v5i10.5303

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mendeskripsikan  penerapan media pembelajaran YouTube berbasis pendekatan ilmiah pada Pembelajaran Retorika Dakwah Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Purworejo dan 2) mendeskripsikan respon mahasiswa pada penerapan media pembelajaran YouTube  berbasis pendekatan ilmiah pada Pembelajaran Retorika Dakwah Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Purworejo. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dilengkapi dengan langkah-langkah pembelajaran ilmiah. Penerapan media ini dilakukan pada mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2016/2017.  Hasil dari penelitian ini adalah 1) penerapan media pembelajaran YouTube retorika dakwah mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2016/2017dengan pendekatan ilmiah yang meliputi mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengomunikasikan terbukti efektif; 2)  mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2016/2017 memberikan respon positif terhadap penggunaan media pembelajaran YouTube berbasis pendekatan ilmiah. Kata kunci : Media Pembelajaran, Pendekatan Ilmiah, Retorika Dakwah Pendidikan
KATA BAKU PADA KARYA ILMIAH MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO Mohammad Fakhrudin; Khabib Sholeh; Umi Faizah
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.008 KB) | DOI: 10.37729/btr.v6i11.5548

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsi penerapan kaidah morfologis dan leksikon pada karya ilmiah mahasiswa semester VII tahun akademik 2015/2016 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diper­oleh deskripsi mengenai penggunaan kata baku, baik dari segi morfologis maupun dari segi leksikon. Penelitian ini bersifat pres­kriptif. Dalam penelitian ini, data bersumber pada makalah seminar pembelajaran bahasa dan pembela­jaran sastra Indonesia pada semester VII tahun akademik 2015/2016. Penye­diaan data dilakukan dengan baca catat dan studi pustaka. Data tersebut dicatat dalam form pencatat data dan selanjutnya disimpan alam hard disk. Analisis data dilakukan dengan metode agih dan hasilnya disa­jikan dengan teknik informal. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa penggunaan kata baku dalam karya ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purworejo dikate­gorikan baik karena kata-kata yang digunakan umumnya sesuai dengan kaidah, baik kaidah morfologis maupun kaidah leksikon. Sangat sedikit kata yang menyimpang kedua kaidah tersebut dan hanya ada beberapa kata yang digunakan secara tidak konsisten. Ketidakon­sis­tenan penerapan kaidah morfologis terdapat, terutama, pada kaidah afiksasi. Kata kunci: kata baku, kaidah morfologis dan kaidah leksikon, karya ilmiah
PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM ARTIKEL ILMIAH Mohammad Fakhrudin; Rustono Rustono; Junaedi Setiyono; Umi Faizah
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v8i2.7503

Abstract

Penelitian ini  bersifat pres­kriptif dengan tujuan mendeskripsi penggunaan konjungsi dalam artikel ilmiah. Dalam penelitian ini, data bersumber pada artikel ilmiah yang diakses dari jurnal ilmiah yang terdiri atas 5 rumpun ilmu dan 51 subrumpun ilmu sebagaimana dikelompokkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 257/M/KPT/2017. Data dikumpulkan dengan teknik dokumen; dianalisis dengan metode distribusional. Selanjutnya, hasil analisis disajikan dengan metode informal. Dari data dan pembahasannya, disimpulkan bahwa konjungsi antarkalimat yang digunakan sesuai dengan kaidah sebanyak 53,17%, sedangkan konjungsi antarparagraf yang ditemukan, tidak ada yang sesuai dengan kaidah. Ada konjungsi yang digunakan secara tidak konsisten pada artikel yang sama, yakni (1) konjungsi selanjutnya, kemudian, selain itu, dan namun. Konjungsi itu digunakan sebagai kojungsi antarkalimat dan digunakan juga sebagai konjungsi intrakalimat, (2) konjungsi sedangkan digunakan sebagai konjungsi intrakalimat dan digunakan pula sebagai konjungsi antarkalimat, dan (3) konjungsi sehingga dan maka digunakan sebagai konjungsi antarkalimat di samping digunakan sebagai konjungsi intrakalimat.Kata kunci: konjungsi antarkalimat, konjungsi antarparagraf, preskriptif, artikel ilmiah.
Workshop Public Speaking Bagi Anak Usia Dini di Desa Susuk Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo Umi Faizah; Herlina Setyowati; Junaedi Setiyono; Andrian Nuriza Johan
Surya Abdimas Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i1.455

Abstract

Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk membantu anak usia dini untuk mengembangkan potensi public speaking. Untuk mencapai tujuan tersebut metode pelatihan adalah dengan melalui workshop. Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah anak usia dini di Desa Susuk Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo dengan jumlah populasi adalah 60 orang. Permasalahan diselesaikan dalam tiga (3) tahapan kegiatan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan yang dilakukan adalah menganalisa masalah dan kebutuhan anak usia dini untuk melatih public speaking. Tahap kedua yaitu pelaksanaan terbagi menjadi beberapa sesi yaitu pembukaan, penyampaian teori dasar public speaking Tahap ketiga yakni evaluasi dengan meminta umpan balik peserta melalui kuesioner tentang pemahaman materi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini dapat diuraikan sebagai berikut: Berdasarkan hasil umpan balik dari peserta, didapatkan informasi bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan anak menghadapi permasalan public speaking bagi anak usia dini, para peserta merasa mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang public speaking. Disamping Peserta merasa mendapatkan peningkatan dalam hal ketrampilan public speaking untuk anak usia dini, baik secara teori maupun praktik.
Pelatihan Public Speaking Bagi Mahasiswa dan Masyarakat Umum Herlina Setyowati; Zuly Qurniawati; Eko Santosa; Yuli Widiyono; Aris Aryanto; Rochimansyah Rochimansyah; Umi Faizah
Surya Abdimas Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v4i2.703

Abstract

Setiap orang yang mampu berbicara bisa berbicara. Namun, setiap orang yang mampu berbicara, belum tentu terampil berbicara di depan umum. Keterampilan berbicara di depan umum belum tentu dimiliki setiap orang yang mampu berbicara. Ketidakmampuan ini kadang menyebabkan terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa memberi pelatihan public speaking kepada mahasiswa dan umum. Pelatihan disampaikan melalui virtual zoom meeting. Kegiatan ini merupakan kegiatan pelayanan kepada masyarakat dan bentuk pengimplementasian wawasan dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Trainer memberi materi dasar-dasar public speaking dan membagikan tips-tips menjadi public speaker yang andal.