Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

‘ALASAN KHAWATIR’ PADA PENETAPAN HUKUM DISPENSASI KAWIN DI PENGADILAN AGAMA BATUSANGKAR Fadhli, Ashabul; Warman, Arifki Budia
Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 14 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ahwal.2021.14203

Abstract

This article discusses the ‘alasan khawatir’ [reason for concern] as a ground for the marriage dispensation files in Batusangkar Religious Court. This research had begun prior to the revision of the marriage dispensation regulation (Act 16/2019 and Supreme Court Regulation 5/2019). This is juridical-normative research accompanied by interviews. The data was gathered by investigating the marriage dispensation decisions (2017-2018) in Batusangkar Religious Court. Data was also obtained through interviews with judges, litigants, and figures who were capable to explain marriage dispensation in the Batusangkar community. This study finds that marriage dispensations in Batusangkar Religious Court are frequently justified by 'parental concerns'. The cases that are granted under these pretexts often do not reflect actual facts that led to marriage. Judges believe that decisions produced during that time are relevant to the information provided by the litigants, even if the judges did not hear the facts (clearly). In addition, this study indicates that, following the implementation of the new regulation, judges appear to be more motivated to prioritize the child's best interests as a principle to consider. As a result, granted applications become more stringent in emergency situations and according to the child's best interests.Artikel ini mendiskusikan ‘alasan khawatir’ sebagai landasan yang sering digunakan dalam permohonan dispensasi kawin. Penelitian ini awalnya dilakukan sebelum revisi peraturan dispensasi kawin tahun 2019 (UU 16/2019 dan Perma 5/2019). Secara metodologis, penelitian ini termasuk penelitian yuridis-normatif yang disertai dengan wawancara. Data dikumpulkan dengan menginvestigasi penetapan-penetapan dispensasi kawin yang diputuskan oleh Pengadilan Agama Batusangkar tahun 2017-2018. Data juga diperoleh dengan mewawancarai para hakim, litigan, dan beberapa tokoh yang dikira mampu menjelaskan fenomena dispensasi kawin di kehidupan masyarakat Batusangkar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkara-perkara permohonan dispensasi kawin tahun 2017-2018 di PA Batusangkar berisi alasan ‘khawatiran orang tua’ sebagai dasar permohonan. Perkara-perkara yang dikabulkan dengan dalih tersebut sering tidak merepresentasikan kejadian atau peristiwa yang mendesak untuk menikah. Hakim PA Batusangkar meyakini bahwa setiap penetapan hukum yang dihasilkan pada saat itu relevan dengan keterangan yang diberikan oleh para pemohon, meskipun hakim tidak dengan jelas mendengar fakta-fakta yang mendorong para litigant tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengindikasikan bahwa setelah keberadaan aturan yang baru, para hakim PA Batusangkar tampaknya terdorong lebih memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak sebagai poin pertimbangan. Ini berkonsekuensi pada permohonan-permohonan yang dikabulkan jadi lebih mengetat pada kasus-kasus yang dianggap mendesak kemudian dihakimi sesuai dengan kepentingan terbaik bagi anak. 
PENDIDIKAN TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA PREVENTIF DALAM PRAKTEK KEKERASAN ANAK FADHLI, ASHABUL
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 2 (2014): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v1i2.1318

Abstract

The Constitution of 1945 instructs that education essentially humanize human beings. Briefly, it means that education on one side should be a source of strength against any process of dehumanization without discriminative attitude that often threatens the education and future of children. On the other hand, the source of power that allows humans to develop the whole of nature and its potential as a moral and dignified creature; which in turn became the basis of the formation of a great noble nation.
Segregating Students' Understanding of Knowledge and Prevention of Sexual Violence in Higher Education Zurwanty, Recy Harviani; Fadhli, Ashabul; Dewimarni, Syelfia; Sari, Yulia Retno
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisme.v7i2.7061

Abstract

This article aims to determine students' knowledge level at Putra Indonesia University YPTK Padang about the Regulation of Permendikbud-Ristek Number 30 of 2021 concerning the Prevention and Handling of Sexual Violence in Higher Education. This rule of law can be assumed as a sign that the State is serious about providing guarantees of legal protection and a sense of security in the aspects of preventing sexual violence in higher education. This research departs from field research with descriptive research type. The subjects of this research are students of Putra Indonesia University YPTK Padang even semester of 2022/2023 who come from the study programs of Informatics Engineering, Information System,     Computer Systems, and Civil Engineering. The number of samples in this study was 238 students consisting of 68 women and 170 men. The instrument in this study is a questionnaire built from 4 indicators as items asked in the questionnaire. The results of this study reveal that male and female students have a good level of knowledge of general knowledge indicators of sexual violence. Meanwhile, on other indicators, both male and female students have a level of understanding that is still lacking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dan mahasiswi Uinversitas Putra Indonesia YPTK Padang mengenai Permendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual Di Lingkungan Perguruan Tinggi. Aturan hukum ini dapat diasumsikan sebagai pertanda bahwa Negara serius untuk memberikan jaminan perlindungan hukum dan rasa aman terhadap aspek pencegahan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Menimbang bahwa perlindungan dari segala bentuk kekerasan, termasuk diantaranya kekerasan seksual, menjadi hak setiap warga Negara, maka langkah Negara dalam mempromosikan aspek pencegahan dan penangan kekerasan seksual di perguruan tinggi menjadi sangat tepat. Penelitian ini berangkat dari penelitian lapangan dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek dari penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Putra Indonesia YPTK Padang semester genap 2022/2023 yang berasal dari program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer dan Teknik Sipil. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 238 mahasiswa yang terdiri dari 68 orang perempuan dan 170 orang laki-laki. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa angket yang dibangun dari 4 indikator sebagai item yang ditanyakan pada angket. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa laki-laki dan perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang baik pada indikator pengetahuan umum kekerasan seksual. Sementara itu, pada indikator lainnya, baik mahasiswa laki-laki maupun perempuan memiliki tingkap pemahaman kurang. 
PENGELOLAAN DANA ZAKAT DALAM BENTUK PENDISTRIBUSIAN SAPI OLEH PESANTREN TALAGO DADOK BERDASARKAN UU PENGELOLAAN ZAKAT Ashabul Fadhli; Desy Farina; Iljas Madi; Juarsa Badri
Indonesian Journal of Law and Islamic Law (IJLIL) Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Jember: Sharia Faculty State Islamic University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ijlil.v3i2.123

Abstract

It is known that Talago Dadok Islamic Boarding School become one of the mustahik who receive zakat in  conventional productive form by BAZNAS Solok Regency. The zakat received by Talago Dadok Islamic Boarding School in the form of the purchase of 8 (eight) cows as business capital. The proceeds from the effort will be used to pay the salaries of ustadz and ustadzah who teach at Talago Dadok Islamic Boarding School because they do not have a fixed income. Based on the findings and information provided by the implementing officer baznas Solok Regency, the author found some problems appear in the future after the cows raising runs for several months.Through the report provided by Talago Dadok Islamic Boarding School to Province, the relevant office and BAZNAS Solok Regency, there are very significant weaknesses in the aspects of financial statements and bookkeeping. This research is conducted as a field research using sociological approach. This research is interesting to be studied considering that Talago Dadok Islamic Boarsing School has no history of expertise in the field of cow rearing. The findings resulting from this study are that there are many aspects that must be improved by Talago Dadok Islamic Boarding School, especially in the administrative aspect.
The Role of Parents in Responding to Bullying Actions at the Elementary School Level Ashabul Fadhli; Recy Harviani Zurwanty; Syelfia Dewimarni
Ta'dib Vol 27 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v27i1.11984

Abstract

This study aims to determine the role of parents in Agam Regency in preventing bullying against children in elementary schools. Juridically, the state regulates that parents are obliged to maintain, educate, and instill good ethical values to children. On that basis, each parent is obliged to carry out their respective roles to develop children's potential so that children avoid bullying in elementary schools. This research departs from field research with descriptive research type. The subjects of this study were parents of elementary school students in Agam Regency as many as 79 respondents consisting of 60 women (mothers) and 19 men (fathers). The research instrument is a valid questionnaire on the role of parents in responding to bullying. The data obtained were analyzed using the percentage technique. The results of this study reveal that fathers and mothers have played a good role in encouraging the development of children's potential positively. Likewise with the item of equipping children with self-concept strengthening. Meanwhile, the item about parents' actions to provide time with children has not produced good percentage criteria. The wrong perspective of parents in carrying out their roles has implications for the non-optimal guidance, education, and guidance to children in terms of preventing bullying in elementary schools.
Guiding The Perception and Behavior of Generation Z Regarding LGBT Issues in Digital Content Based on Age Characteristics Fadhli, Ashabul; Dewimarni, Syelfia
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v7i2.22063

Abstract

This study aims to determine the influence of parental supervision and its relationship with the perception and behavior of Generation Z regarding LGBT issues in digital content access. There is a common stigma that Generation Z, having grown up during a time of extensive internet use, is at greater risk of being exposed to LGBT culture. This field research employs a quantitative descriptive approach and Pearson Correlation (R). The research subjects are Generation Z individuals in Padang City, grouped by age characteristics: junior high school students aged 14-16 years, senior high school students aged 16-18 years, and university students aged 18-22 years. The sampling technique used is purposive sampling. The research instrument is a questionnaire arranged using a Likert scale. The results reveal that parental supervision has a significant influence with a score of 0.000 (p < 0.05) and a strong relationship with perception and behavior at 95.7%. This finding indicates the importance of parents providing relevant parenting patterns and education tailored to the needs of Generation Z. This research hopes to serve as a guide for parents and related institutions in safeguarding Generation Z’s online activities from LGBT influences and cultural exposure.
Pemahaman Orang Tua Tentang Bullying dan Dampaknya pada Siswa Sekolah Dasar (Perspektif Pragmatisme John Dewey dalam Mewujudkan SDG Pendidikan Berkualitas) Recy Harviani Zurwanty; Ashabul Fadhli; Syelfia Dewimarni
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v10i2.18291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman orang tua siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Agam tentang tindakan dan akibat bullying yang banyak terjadi di lingkungan Sekolah Dasar. Lahirnya Permenristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan serta Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak merupakan bentuk kehadiran Negara dalam menyikapi serta mencegah terjadinya bullying di lingkungan pendidikan. Agar aturan tersebut berjalan optimal, keterlibatan orang tua sangat diperlukan. Penelitian ini berangkat dari penelitian lapangan dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek dari penelitian ini adalah orang tua siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Agam sebanyak 79 respondens yang terdiri dari 60 perempuan (ibu) dan 19 laki-laki (ayah). Instrumen penelitian berupa angket peran orang tua dalam menyikapi tindakan bullying yang sudah valid. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat pemahaman orang tua mengenai tindakan bullying memiliki kriteria persentase baik (53,79%). Begitu juga mengenai akibat tindakan bullying yang juga tergolong dalam kriteria persentase baik (54,43%). Sejalan dengan itu, didapati pula kecendrungan orang tua bahwa bullying yang dilakukan secara fisik lebih dinilai sebagai bentuk tindakan kekerasan yang lebih kongkrit dan berdampak lebih nyata sehingga menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan pada anak.
Implications of Using Artificial Intelligence Applications on The Principle of Kafa'ah From The Perspective of Fiqh Munakahat Fathur Rahmi; Ashabul Fadhli
Tazkir: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tazkir.v12i1.17862

Abstract

This study explores the influence of Artificial Intelligence (AI)-based matchmaking platforms on the principle of kafa’ah viewed through the lens of fiqh munakahat. The acceleration of modernization, marked by the extensive integration of internet technologies, has encouraged a transition from traditional to digital methods in choosing life partners. AI-assisted matchmaking introduces a more adaptive and efficient mechanism for identifying preferred partner criteria. Employing a qualitative, descriptive–analytical approach, this study relies on library research. Primary data derive from both classical and contemporary Fiqh works that elaborate on the notion of kafa’ah within fiqh munakahat. In contrast, secondary data consist of journal articles and related academic sources. The analysis utilizes the maslahah framework to evaluate the contextual relevance of kafa’ah in the digital era. The findings indicate that AI matchmaking applications can serve as legitimate innovations for partner selection in the modern context, as long as they remain aligned with the legal foundations of fiqh munakahat concerning kafa’ah. The intersection between empirical technology and normative Islamic law opens a meaningful dialogue between traditional jurisprudence and emerging digital realities. Consequently, this research contributes to a more comprehensive public understanding of how AI technology may be utilized responsibly without compromising sharia principles
Membangun Karakter Kepemimpinan Berbasis Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Pada Era Modern di TPQ Masjid Nurul Ihsan Padang Devi Syukri Azhari; Ashabul Fadhli; Usman Usman
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.247

Abstract

PKM ini bertujuan untuk membangun karakter kepemimpinan berbasis kepemimpinan Nabi Muhammad SAW pada era modern di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Nurul Ihsan Padang. Pendekatan ini dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang meliputi kejujuran (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), kecerdasan (fathonah), dan kemampuan menyampaikan pesan (tabligh) dalam proses pendidikan di TPQ. Selain itu, penggunaan teknologi modern juga diadaptasi untuk memperkuat pembelajaran tanpa mengesampingkan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan melibatkan pengajaran langsung, praktik langsung melalui aktivitas sosial, serta pengawasan dan pendampingan kolaboratif antara guru, orang tua, dan masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan santri yang berintegritas, bertanggung jawab, cerdas, dan komunikatif. Dengan demikian, TPQ Masjid Nurul Ihsan Padang berhasil mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya berlandaskan nilai-nilai keislaman, tetapi juga relevan dan siap menghadapi tantangan era modern.
Edukasi Fikih Muamalah Berbasis Kearifan Lokal Minangkabau dalam Membentuk Integritas Jual Beli Siswa SMA Negeri 2 Bukittinggi Ashabul Fadhli; Usman Usman; Devi Syukri Azhari; Novia Syafitri
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.734

Abstract

Perkembangan teknologi dan digitalisasi ekonomi telah mengubah praktik jual beli di kalangan remaja, termasuk siswa sekolah menengah atas. Kemudahan transaksi melalui platform digital belum selalu disertai pemahaman yang memadai tentang prinsip fikih muamalah, sehingga berpotensi menimbulkan perilaku transaksi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan membentuk integritas jual beli Islami pada siswa SMA Negeri 2 Bukittinggi melalui edukasi fikih muamalah yang kontekstual dengan perkembangan transaksi modern. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi transaksi berbasis prinsip syariah. Materi mencakup konsep dasar fikih muamalah, etika jual beli Islam, nilai kejujuran, amanah, keadilan, transparansi, serta larangan gharar, penipuan, dan manipulasi dalam transaksi, termasuk jual beli digital. Nilai kearifan lokal Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah juga diintegrasikan sebagai penguatan karakter siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip jual beli Islami serta tumbuhnya kesadaran untuk menerapkan kejujuran, tanggung jawab, dan amanah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Partisipasi aktif siswa dalam diskusi dan simulasi menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami permasalahan transaksi digital yang sering mereka temui. Edukasi ini memberikan pemahaman praktis agar siswa lebih kritis dan bijak dalam bertransaksi. Kegiatan ini berkontribusi positif dalam memperkuat literasi ekonomi syariah dan membentuk karakter siswa yang berintegritas sesuai ajaran Islam. Program serupa perlu dilakukan berkelanjutan melalui kolaborasi sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan perguruan tinggi.