Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Evaluasi Praktek Pendampingan Best Practice Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Di SMP Di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah Saliman Saliman; Satriyo Wibowo; Anik Widiastuti; Raras Gistha Rosardi
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pembelajaran IPS bagi guru perlu mendapatkan perhatian khusus melalui kegiatan pendampingan. Tantangan dan peluang guru untuk menunjukkan ide dan gagasan kreatifnya semakin terbuka lebar. Best Practice merupakan ketrampilan menulis yang harus dimiliki seorang guru untuk mengevaluasi dan menjadikan bahan refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan. Metode kegiatan yang digunakan antara lain: ceramah, workshop, dan penugasan. Rancangan ditentukan dengan menilai penugasan peserta didik dengan rentang skor 0-100 dan memberikan angket kepuasan pelanggan PPM dengan butir soal sebanyak 40 dan rentang skor 1-4. Pemahaman guru setelah diberikan materi tentang Best Practice; Menjadikan Sekolah Unggul dengan metode ceramah, workshop serta penugasan. Berdasarkan hasil penilaian naskah Best Practice yang dibuat oleh semua peserta PPM maka hasilnya adalah 25% berkategori sangat baik dengan nilai diatas 85, 60% berkategori baik dengan nilai antara 70 sampai 85 sedangkan 15% berkategori cukup dengan nilai dibawah 70. Berdasarkan hasil angket kepuasan guru yang dibagikan oleh Tim Pengabdi sebagai bentuk evaluasi kegiatan pendampingan maka diperoleh 64% berada pada katergori tinggi, 30% berada pada kategori cukup tinggi dan 6% berada pada kategori rendah.
Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wisata Brajan, Sleman Yogyakarta Saliman Saliman; Satriyo Wibowo; Anik Widiastuti; Raras Gistha Rosardi
JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 6, No 2 (2019): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.32 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v6i2.28403

Abstract

Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang sukses dalam pengembangan konsep desa wisata. Salah satunya kabupaten yang cukup berhasil dalam pengembangan desa wisata adalah Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan pemerintah desa Brajan dalam mengembangkan desa wisata.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian utama dalam penelitian ini adalah kepala pemerintahan (dukuh), ketua pengelola desa wisata Brajan, pengrajin bambu, ketua RT, ketua RW dan ketua pemuda. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dipergunakan adalah analisis data interaktif model Miles Huberman.Hasil penelitian menemukan bahwa: Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah desa berupa pembuatan kerajinan bambu. Masyarakat melihat potensi kerajinan bambu dusun Brajan memiliki keunikan, yang dapat dimanfaatkan untuk membangun desa. Potensi lain adalah kekayaan budaya yaitu kesenian kuntulan dan campursari. Masyarakat memasukan potensi tersebut kedalam paket wisata dengan harapan nantinya wisatawan dapat menikmati dan mempelajari kesenian kuntulan dan campursari. Wisatawan yang datang ke desa wisata Brajan belum melihat adanya potensi kesenian tersebut, kebanyakan dari mereka hanya mencari kerajinan bambu. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya promosi kepada wisatawan yang akan datang, selanjutnya juga dikarenakan desa wisata Brajan masih dalam kategori berkembang.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS AUDIOVISUAL Supardi Supardi; Anik Widiastuti; Saliman Saliman
JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Vol 2, No 1 (2015): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.733 KB) | DOI: 10.21831/jipsindo.v0i0.4521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran IPS terpadu yang berorientasi pada produk. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Darul Hikmah Pakem Sleman Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner/angket. Data yang diperoleh dari angket yang berupa data kuantitatif diolah dengan teknik analisis data kuantitatif. Pengolahan data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media audio visual dalam pembelajaran IPS untuk siswa SMP kelas VII dengan tema “Antara Borobudur dan Prambanan” dinyatakan baik sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan penilaian isi dan aspek kebahasaan oleh ahli materi dengan rerata skor masingmasing 3,5 dan 3,5 pada kategori “baik”, aspek tampilan dan pemprograman oleh ahli media masing-masing memiliki rerata skor 3,40 dan 3,00 pada kategori “cukup”. Hasil uji keterbacaan siswa terhadap media audio visual mendapatkan respon positif dari siswa yang ditunjukkan dengan skor terendah 3,0 pada kategori “cukup” dan skor tertinggi 4,3 pada kategori “sangat baik”. 
PEDAGOGI KREATIF DALAM PEMBELAJARAN IPS: STUDI DI SMP NEGERI 2 PANDAK BANTUL YOGYAKARTA Anik Widiastuti; Nana Supriatna; Disman Disman; Siti Nurbayani K
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v4i1.48379

Abstract

Peserta didik di masa pandemi Covid-19 telah terbiasakan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sangat minim interaksi antar peserta didik dengan guru serta minim interaksi antar peserta didik dengan peserta didik lainnya. PJJ kebanyakan hanya didominasi pemberian tugas berupa pengerjaan soal di LKS, yang kemudian dikirim melalui forum grup kelas dan platform berlajar online, perlu lebih meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran tatap muka di kelas. IPS sebagai mata pelajaran yang mengkaji kehidupan sosial memiliki peran penting dalam menumbuhkan kepekaan peserta didik terhadap realitas di masyarakat. Pembelajaran IPS di era normal baru perlu disajikan secara lebih kreatif untuk menumbuhkan keterlibatan aktif peserta didik dengan pedagogi kreatif sebagai salah satu alternatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pedagogi kreatif dalam pembelajaran IPS. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Pandak Bantul Yogyakarta dengan metode kualitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII, guru IPS, pengawas sekolah, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif interaktif Milles Hubberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh terkait pedagogi kreatif dalam pembelajaran IPS meliputi sepuluh bentuk pedagogi kreatif yang dikategorikan menjadi tiga perspektif yaitu creative teaching, creative learning, dan learning for creativity. Creative teaching yang dapat diidentifikasi antara lain dialoggue triggering, dan inspire  children’s imagination and new ideas; Creative learning berupa brainstorming, development for imagination, tend to be attracted by novel things, questioning, task-oriented, dan collaboration; Teaching for creativity berupa creating a learning context for problem solving, dan supportive to learners’ motivation. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pedagogi kreatif dalam pembelajaran IPS mampu menciptakan joyfull learning yang dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik di dalam pembelajaran.Kata kunci:  pedagogi kreatif, creative teaching, creative learning, teaching for creativity, pembelajaran IPS
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Technological Pedagogical And Content Knowledge (TPACK) Bagi Guru IPA Dan IPS Di DIY Dyah Purwaningsih; Anik Widiastuti, S.Pd., M.Pd.; Pujianto Pujianto; M Dihan; N Alfiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2023): Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpmmp.v7i1.56994

Abstract

This PKM project aims to improve teacher competence in learning through TPACK training for science and social studies teachers in the Province of DIY. This program was carried out online from April to October 2021 with 65 science and social studies teachers participating. The implementation of PPM activities is divided into five stages, namely the first delivery of material, information-discussion, assignment and training, mentoring and monitoring, implementation and evaluation of activities. The result of implementing the program is that participants gain an understanding of learning tools, have the skills to develop their learning tools and increase motivation in developing their learning tools based on TPACK
Development of learning models for inculcating Pancasila values Taat Wulandari; Anik Widiastuti; Nasiwan Nasiwan; Johan Setiawan; Muhammad Rijal Fadli; Hadisaputra Hadisaputra
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v12i3.25687

Abstract

The values contained in Pancasila have not been implemented in the life of the Indonesian people properly. This study aims to produce a product in the form of a model of planting Pancasila values. This research is a research and development, using a research and development model from Borg and Gall which is modified into seven development steps. Product validation of the Pancasila values inculcation model by learning technology experts and Pancasila education experts. Techniques data analysis used descriptive statistical analysis. This research resulted in a model named my real action plan for Pancasila (MRAPP). MRAPP is a learning model that can be used to inculcate Pancasila values. The steps of the MRAPP model are as: i) field observations; ii) determining one of the precepts of Pancasila; iii) designing real action; iv) making a schedule of activities and presentation of proposals; v) monitoring the implementation of real action; vi) reporting the process and results of real action; and vii) doing reflection. The results of the validation of the feasibility of the learning model from the validation of learning experts and the validation of Pancasila education experts, namely the MRAPP learning model declared “eligible” to be used as a learning model for inculcating Pancasila values.
Application of Lev Vygotsky’s Theory in Social Studies Learning Using Social Action Projects Based on Creative Pedagogy to Increase Student Engagement Anik Widiastuti; Nana Supriatna; Disman Disman; Siti Nurbayani K
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.3429

Abstract

Teachers were forced to manage long-distance learning during the Covid-19 pandemic, but student’s engagement was less satisfying. This situation would impact on students’ learning achievement. In responding to these challenges, lesson design using the social action project based on creative pedagogy models can be used as an alternative to activate students’ engagement in post-pandemic Social Studies learning in junior high schools. This study aimed to explore the application of Lev Vygotsky's theory, especially related to the use of social action project based on creative pedagogy in social studies learning. The research model used is descriptive qualitative from the results of interviews and observations. The data sources are a social studies teacher and 5 students who are the group leader. The results showed that application of Lev Vygotsky’s theory occurs at every step in social action project based on creative pedagogy models. Scaffolding and the role of more knowledgeable others in social studies learning using that models help student development, increases student engagement, and also helps the teacher to manage class more effectively. It is concluded that the application of Lev Vygotsky’s theory in Social Studies learning using social action project based on creative pedagogy performs in student’s creative learning supported by a teacher’s creative teaching can increase students engagement.
Implementation of the Saturday Cultural Program at Senior High Schools in Mataram City Syifa Miftahul Amalia; Anik Widiastuti; Taat Wulandari
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v5i4.2080

Abstract

In the era of globalization and rapid technological advancement, local culture is increasingly marginalized, leading to a diminished understanding among students. To address this issue, the West Nusa Tenggara Education and Culture Office introduced the Saturday Culture program to enhance students' cultural knowledge. This study aims to examine the program's implementation in senior high schools in Mataram City, using structural functionalism theory to explore the interactions within the school system that influence the program. Employing a quantitative descriptive method, the research involved 86 high school teachers selected through accidental sampling. Data collection was conducted via questionnaires distributed using Google Forms, and the analysis utilized descriptive statistical methods. The findings show that the program's overall implementation is rated as good, though certain areas require improvement. From the structural functionalism perspective, the program successfully fulfills four main functions: adaptation, goal achievement, integration, and latency maintenance. These outcomes demonstrate the program's ability to meet environmental demands, achieve educational goals related to culture, and foster student's character development. This research contributes to academic and cultural studies by highlighting the necessity for ongoing enhancement and stronger stakeholder collaboration to ensure the program's long-term effectiveness and sustainability.