Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI TERHADAP SELF CARE BEHAVIOURS PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH DIABETES UBAYA Kumala Sari Poespita Dewi Wahyuni; Setiasih Setiasih; Lisa Aditama
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang sehingga memerlukan manajemen pengelolaan mandiri untuk mencegah terjadinya komplikasi. “Diabetes self managemen education” merupakan elemen yang sangat penting dalam pengelolaan diabetes yang baik, yang dapat memfasilitasi pasien dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan perawatan diri. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Diabetes self managemen education terhadap peningkatan self-care pasien. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra-experimental satu kelompok dengan desain intervensi pretest-postest, analisis data secara deskriptif, dengan melibatkan 25 pasien DM tipe 2 selama periode Oktober-November 2018 di Rumah Diabetes Ubaya. Subjek diberikan edukasi DSME sebagai intervensi dan hasil utama yang diukur adalah perubahan self-care. Penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan self care subjek antara sebelum dan sesudah diberikan DSME. Pemberian DSME menyebabkan peningkatan signifikan (p<0,05) tingkat self care pasien diabetes. Saran penelitian berikutnya pengambilan sampel pada populasi yang lebih luas lagi.
Hubungan Jumlah Peresepan Obat Terhadap Potensially Inapropriate Medications Berdasarkan Beers Criteria 2019 Pasien Diabetes Mellitus Kumala Sari Poespita Dewi Wahyuni; Esti Ambar Widyaningrum; Erni Anika Sari; Dwitania Noerhalizah
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 3, No 2 (2023): Mei-Agustus 2023
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v3i2.19752

Abstract

Diabetes melitus can lead to complications if not controlled, the risk of complications in geriatric patiens can lead to an increase in the number of drugs prescribed, so that many geriatric receive polypharmacy drugs. Polypharmacy can be used as a factors to describe Potentially Inappropriate Medications. Potentially Inappropriate Medications are the potential for inappropriate drug use which causes a risk of side effects where there are alternative drug options for the same therapy. This study was to determine the number of drug prescribing for Potentially Inappropriate Medications based on the 2019 Beers Criteria. This studi was an observational descriptive study using retrospective data. The sample used was 195 prescriptions for patients with diabetes mellitus in the period October-December 2020 with purposive sampling technique. Characteristics of the data using the contingency coefficient correlation test. The number of drug prescriptions obtained, a total of 68.21% of patients received 5 kinds of drugs in one prescription based on the assessment of the incidence of Potentially Inappropriate Medications, there were 92.82% of prescriptions indicate an incidence of Potentially Inappropriate Medications. The highest number of Potentially Inappropriate Medications received was category one namely 50,38%. There are difference in the categories of Potentially Inappropriate Medications that patients receive due to diseases suffered by geriatricians where disease that affect many organs cause geriatricians to receive many drugs in health services. Based on a p-value of 0,000 there is a statistically significant relationship between the amount of drug administration with Potentially Inappropriate Medications.
Hubungan Self-Management Pengobatan Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Umul Farida; Kumala Sari Poespita D. W; Dianty Putri Millania Paringsih
Journal Syifa Sciences and Clinical Research Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Edisi 2 2023
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jsscr.v5i2.20833

Abstract

This study aims to evaluate the relationship between the level of self-management of medication and blood glucose levels in outpatient type 2 diabetes mellitus patients at the Kediri City Health Center. The research falls under the category of quantitative research with an observational study approach, using a cross-sectional design. Diabetes mellitus (DM) is a chronic condition characterized by hyperglycemia and various metabolic abnormalities due to hormonal disorders, which can lead to long-term complications in the eyes, kidneys, nerves, and blood vessels. Data were collected using the DSME Questionnaire (Diabetes Self Management Education) to assess the level of self-management of medication.The results showed that 12 respondents (13.8%) had poor self-management of medication and poor blood glucose control. There were 14 respondents (22.2%) with moderate self-management of medication and uncontrolled blood glucose. Meanwhile, 18 respondents (28.6%) had moderate self-management and blood glucose within the normal range. A total of 31 respondents (49.2%) had moderate self-management and normal blood glucose levels. Only 12 respondents (13.8%) had good self-management and blood glucose within the normal range.The Spearman rank test results indicated a significant relationship between self-management of medication and blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients. With α = 0.05, the obtained P-value was 0.000, which is smaller than 0.05. Therefore, the alternative hypothesis (H1) is accepted, while the null hypothesis (H0) is rejected. This suggests the presence of a relationship between self-management of medication and blood glucose levels, with a Spearman rank correlation coefficient of 0.598.
TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DALAM MINUM OBAT DENGAN PENERAPAN SISTEM UDD (Unit Dose Dispensing) DI RAWAT INAP RSU AMINAH BLITAR Kumala Sari Poespita Dewi Wahyuni; Eka Sulistyana
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 1 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Unit Dose Dispensing merupakan sistem dengan konsep pendistribusian obat per ruang perawatan melalui cara pemberian obat kepada pasien dalam dosis tunggal, yang disediakan untuk sekali pemakaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat dengan penerapan sistem UDD (Unit Dose Dispensing). Penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data prospektif di bulan maret 2021 dengan total 67 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penelitian diperoleh pasien perempuan memiliki persentase tertinggi (73,1%), rentang usia 26-35 tahun (37,3%), dan Pendidikan terakhir pasien terbanyak lulusan Perguruan Tinggi (50,7%). Tingkat kepatuhan pasien dalam minum obat masuk dalam kategori sangat tinggi yaitu sebesar 87,56%.
Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Bidara Pada Tikus Dengan Induksi Streptozotocin Wahyuni, Kumala Sari Poespita Dewi; Mawardika, Herlinda; Sabban, Indra Fauzi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13070

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a global health problem that continues to increase, requiring safer and more effective alternative therapies. Bidara leaves have been known to have bioactive compounds that are useful as antioxidants, antimicrobials, and antidiabetics. This study aims to determine the potential of bidara leaf extract in lowering blood sugar in diabetic rats. This study is an experimental research with four treatments. This study includes the manufacture of bidara leaf extract through the maceration method, phytochemical screening, and testing of antidiabetic activity in STZ-induced animal models. Blood sugar levels were measured before and after the intervention. The results showed that (1) bidara leaf extract contains flavonoids, tannins, saponins, steroids, and quinones; (2) Giving extracts with various concentrations for 42 days can reduce blood glucose levels in rats; (3) Bidara leaf extract at a dose of 400 mg/ml showed higher activity than other doses. Thus, it can be concluded that 70% ethanol extract of bidara leaves can be used to treat type 2 diabetes mellitus.
AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni.) METODE WRITHING TEST Hesturini, Rosa J.; Sari Poespita Dewi Wahyuni, Kumala; Hariyani; Oktaviana, Feny
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 4 (2023): Vol. 1, No. 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tanaman potensial yang telah diketahui kegunaannya adalah Stevia rebaudiana. Stevia diketahui mengandung alkaloid, senyawa fenolik, steroid, tanin, flavonoid, glikosida and saponin (Borgo et al., 2021). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas analgetika ekstrak etanol daun stevia. Ekstrak didapatkan dari proses maserasi dengan etanol 70%. Uji aktivitas analgesik dengan penginduksi asam asetat 1% secara intraperitoneal dan diberikan perlakuan kontrol negatif CMC Na 0,5%, kontrol positif parasetamol, kelompok perlakuan dengan dosis 150 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB. Data dianalisis dengan Kruskal wallis dan LSD untuk membandingkan aktivitas analgetik antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas analgetika dengan perhitungan jumlah geliat yang dimunculkan oleh mencit yaitu secara berturut-turut pada dosis 150 mg/kgBB, 300 mg/kgBB dan 600 mg/kgBB sebesar 46%, 52% dan 70%. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas analgetika paling tinggi ada pada dosis 600 mg/kgBB sebesar 70% dan dinyatakan sebanding dengan kontrol positif (p>0.05).
STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BEDAH FRAKTUR KLAVIKULA DI RS MUHAMMADIYAH AHMAD DAHLAN KEDIRI DENGAN METODE ATC/DDD Ayu Kusumaratni, Dyah; Yudha Prasetyo, Eko; Tristanti, Irma; Sari Poespita Dewi Wahyuni, Kumala; Fajriyah, Shofiatul
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v5i1.124

Abstract

Latar belakang: Fraktur adalah keadaan abnormal pada tulang yang ditandai dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang. Penanganan yang dilakukan untuk fraktur umumnya adalah prosedur pembedahan, sehingga membutuhkan antibiotik untuk mencegah infeksi. Penggunaan antibiotik berlebihan memicu resistensi antibiotik, sehingga dibutuhkan evaluasi dengan metode ATC/DDD. Tujuan: evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien bedah fraktur klavikula dalam satuan DDD/100 hari rawat. Metode: studi observasional dengan metode retrospektif pada pasien rawat inap periode Januari – Desember 2023 menggunakan data rekam medis pasien berusia 18-65 tahun yang mendapatkan antibiotik yang dilakukan secara cross sectional. Hasil: Penggunaan antibiotik pada pasien bedah fraktur klavikula di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri meliputi cefotaxime (87 DDD/100HR), cefuroxime (50,41 DDD/100HR), cefoperazone (29,9 DDD/100HR), ceftriaxone (1,49 DDD/100HR), levofloxacin (0,50 DDDD/100HR), amoxicillin (0,25 DDD/100HR), kuantitas penggunaan antibiotik pada terapi fraktur klavikula yang paling umum digunakan adalah cefotaxime dengan nilai 87 DDD/100 patient-days. Simpulan: antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU 90% Sebagian besar golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu cefotaxime, cefuroxime dan cefoperazone
POLA PENGOBATAN PASIEN DISPEPSIA (ICD 10 : K-30) RAWAT JALAN DI RSUD X Sari Poespita Dewi Wahyuni, Kumala; Admaja, Wika; Ayu Kusumaratni, Dyah; Farida, Umul; Khusnul Khulukia, Widya
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v5i1.128

Abstract

Pendahuluan: Data rekamedik pasien dispepsia rawat jalan di RSUD X pada tahun 2021 menunjukkan bahwa gejala yang paling umum adalah mual, nyeri, dan muntah. Untuk mengurangi atau menghilangkan gejala yang timbul, pasien diberikan terapi farmakologis dan non farmakologis. Tujuan : untuk mengetahui pola pengobatan pada pasien dispepsia rawat jalan di RSUD X tahun 2021. Metode : menggunakaan metode deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif. Populasi sebanyak 423 pasien. Tehnik sampling yang digunakan adalah teknik puposive sampling dengan besar sampel 81 pasien. Hasil : Dari 81 pasien dispepsia rawat jalan di RSUD X pada tahun 2021, sebagian besar adalah perempuan, yaitu 55 orang (67,9%), dan hampir setengahnya adalah dari kelompok usia 41 hingga 60 tahun, yaitu 30 orang (37,0%). Hampir semua responden mengalami dispepsia dengan keluhan tunggal, yaitu 74 orang (90,1%). Sebagian besar pasien menerima obat tunggal sebanyak 44 orang (54,3%) dengan peresepan golongan PPI, yaitu Lansoprazole sebanyak 20 orang (24,7%) dan obat golongan Blocker H2, yaitu Ranitidine sebanyak 24 orang (29,6%). Sedangkan pola peresepan kombinasi yang paling banyak adalah Lansoprazole 30 mg dan Sucralfat sirup, yaitu sebanyak 17 orang (21,0%).
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Stunting dengan Edukasi dan Intervensi Gizi Lokal “PUDITA” (Puding Susu Etawa) Dianawati, Nur; Wahyuni, Kumala Sari Poespita Dewi; Rohid Zanuar, Muhammad; Kalanjana, Chandraqila
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah stunting  di  kabupaten Kediri, telah menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk mengurangi   angka stunting. Salah satu edukasi dan intervensi yang dilakukan adalah dengan memperkenalkan sumber gizi lokal “PUDITA” (Puding Susu Etawa). Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan anak sehingga tercipta generasi anak-anak yang sehat dan tumbuh dengan optimal  serta terbebas dari stunting. kegiatan ini dilakukan melalui kelas ibu balita dan  ibu hamil  Desa Tempurejo, Kecamatan Wates,  Kabupaten Kediri selama 1 bulan.  Metode yang digunakan penulis dala kegiatan ini  adalah dengan  memberikan edukasi melalui presentasi materi, memberikan pretest, postest, serta diskusi dan konsultasi selama kegiatan berlangsung, sehingga masyarakat akan memahami  dalam teori maupun praktek. Hasil kegiatan ini didapatkan pengetahuan  tentang  stunting   dan keahlian dalam pembuatan  PUDITA meningkat sebesar  14,7%  . Hasil  peningkatan tersebut menjadi  indikasi bahwa edukasi  & kegiatan yang dilakukan memberikna manfaat dalam peningkatan  pengetahuan ibu balita dan ibu hamil  tentang  stunting dan pembuatan sumber gizi  lokal  PUDITA (Puding Susu Etawa).
Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Bidara Pada Tikus Dengan Induksi Streptozotocin Wahyuni, Kumala Sari Poespita Dewi; Mawardika, Herlinda; Sabban, Indra Fauzi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13070

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a global health problem that continues to increase, requiring safer and more effective alternative therapies. Bidara leaves have been known to have bioactive compounds that are useful as antioxidants, antimicrobials, and antidiabetics. This study aims to determine the potential of bidara leaf extract in lowering blood sugar in diabetic rats. This study is an experimental research with four treatments. This study includes the manufacture of bidara leaf extract through the maceration method, phytochemical screening, and testing of antidiabetic activity in STZ-induced animal models. Blood sugar levels were measured before and after the intervention. The results showed that (1) bidara leaf extract contains flavonoids, tannins, saponins, steroids, and quinones; (2) Giving extracts with various concentrations for 42 days can reduce blood glucose levels in rats; (3) Bidara leaf extract at a dose of 400 mg/ml showed higher activity than other doses. Thus, it can be concluded that 70% ethanol extract of bidara leaves can be used to treat type 2 diabetes mellitus.