Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JPSriwijaya

PEMBUATAN INSTALASI UNTUK BIOGAS DARI ENCENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES ) YANG EFISIEN UNTUK LAHAN KECIL Fahma Riyanti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v3i1.2144

Abstract

Teknologi biogas telah berkembang sejak lama namun aplikasi penggunaannya di masyarakat sebagai sumber energi alternatif belum berkembang secara luas. Beberapa kendala antara lain yaitu kekurangan informasi dan pengetahuan dari masyarakat. Teknologi biogas merupakan teknologi yang memanfaatkan proses fermentasi atau dekomposisi dari bahan organik oleh mikroorganisme secara anaerobik (tanpa udara) sehingga dihasilkan gas metana. Gas metana adalah gas yang memiliki sifat mudah terbakar sehingga dihasilkan energi panas. Energi panas ini diaplikasikan dalam bentuk api kompor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif rumah tangga. Salah satu bahan organik yang bisa digunakan sebagai bahan baku adalah enceng gondok. Enceng gondok merupakan tumbuhan air dan sering menjadi tanaman pengganggu bagi tumbuhan lain dan hewan. Namun kandungan selulosanya yang besar sehingga tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber biogas. Proses pembuatan Biogas dari enceng gondok menggunakan  reaktor digester dari drum plastik dan penampung gas dari plastik polietilen dengan sistem balon. Sedangkan sumber mikroorganisme yang dapat mendekomposisi enceng gondok digunakan kotoran sapi. Jumlah kotoran sapi yang digunakan± 1-5% dari jumlah enceng gondok yang digunakan. Sedangkan perbandingan  banyaknya  air yang digunakan dengan  enceng gondok adalah 1 : 1. Waktu yang dibutuhkan untuk proses dekomposisi enceng gondok sehingga penampung  gas bervolume ± 1000L dapat penuh sekitar 3 minggu. Jumlah enceng gondok sekitar 70 kg dapat menghasilkan gas untuk keperluan memasak selama 50 hari. Keberhasilan pembuatan bahan bakar biogas dari enceng gondok ini diharapkan dapat membantu kesulitan masyarakat memperoleh bahan bakar untuk keperluan rumah tangga.
PEMBUATAN ECO ENZIM DARI LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI CAIRAN DENGAN BERBAGAI MANFAAT DI DESA BURAI KECAMATAN TANJUNG BATU KABUPATEN OGAN ILIR Fahma Riyanti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v9i1.17360

Abstract

Eco enzim merupakan cairan fermentasi dari sisa buah dan sayuran. Pengabdian Kepada Masyarakat di desa Burai dengan topik pembuatan Eco Enzim dari limbah rumah tangga dengan berbagai manfaat sudah dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2021. Kegiatan dilaksanakan di kantor desa Burai. Beberapa metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan dengan cara penyuluhan, praktek cara pembuatan, tanya jawab dan pembagian eco enzim. Penyuluhan berisikan tentang manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari eco enzim untuk kehidupan sehari hari terutama untuk kesehatan seperti penyembuhan penyakit kulit dari luka benda tajam, luka bakar, alergi dan lain lain. Penyuluhan cara pembuatan diikuti dengan praktek langsung pembuatan dan menjelaskan bahan organik apa saja yang bisa digunakan dan yang tidak bisa serta penyebab kegalalan yang mungkin terjadi untuk proses fermentasi anaerob. Bahan organik yang digunakan  pada praktek pembuatan eco enzim saat ini jeruk lemon, kulit nanas, dan buah mengkudu. Semua bahan sudah dicuci bersih dan dipotong potong. Mengkudu yang digukan yang berwarna kuning tetapi masih keras. Eco enzim yang dibuat bisa dipanen tanggal 2 Januari 2021. Warga sangat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan ini dilihat dari jumlah peserta yang hadir dan banyaknya pertanyaan yang diajukan.