Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dampak tidak Terlaksananya Pemusnahan Rekam Medis terhadap Pengelolaan Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem Ariningsih, Ni Nyoman Dwithirta; Kartiko, Bambang Hadi; Adisanjaya, Nyoman Ngurah
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2711

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem melaksanakan pemusnahan rekam medis sebanyak 15.000 rekam medis pada taggal 30 Oktober 2015, namun tidak dilaksanakan kembali dikarenakan tidak adanya alat pemusnahan rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak tidak terlaksananya pemusnahan rekam medis terhadap pengelolaan rekam medis rawat inap di RSUD Karangasem. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan jenis cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 11 petugas rekam medis dan data pendukung 52.000 rekam medis. Hasil penelitian di RSUD Karangasem rekam medis tidak dimusnahkan sebanyak 77,7%. Kejadian tersebut berdampak pada penuhnya tempat penyimpanan rekam medis karena rekam medis inaktif sebanyak 10.490 (20,2%) dan rekam medis nonaktif sebanyak 2.900 (5,5%) tersimpan di ruang penyimpanan aktif. Berdampak pada terlambatnya pendistribusian rekam medis sebanyak 11.305 (21,7%) rekam medis. Berdampak pada retensi rekam medis sebanyak 38.610 (74,2%) rekam medis yang tidak diretensi. Disimpulkan bahwa tidak terlaksananya pemusnahan rekam medis berdampak pada penyimpanan rekam medis tidak disimpan sesuai dengan prosedur sehingga rekam medis sulit ditemukan, pendistribusian rekam medis menjadi terlambat sehingga pelayanan menjadi lebih lama, dan retensi rekam medis menjadi terhambat sehingga sulit melakukan tugas dengan baik dalam pemilahan isi formulir rekam medis.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada Sekolah Dasar Desa Belatungan Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali Putra, I Gusti Ngurah Anom Cahyadi; Adisanjaya, Nyoman Ngurah; Astuti, Ni Putu Widya
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.062 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.663

Abstract

ABSTRAKSekolah Dasar Negeri 1 Belatungan dan Sekolah Dasar Negeri 2 Belatungan merupakan dua sekolah dasar yang terletak di desa belatungan kecamatan pupuan kabupaten tabanan propinsi bali. Program Kemitraan Masyarakat ini menekankan tiga aspek yang dapat membantu keadaan sekolah menjadi lebih baik dan layak untuk proses belajar mengajar. Tiga aspek tersebut adalah pertama dari aspek teknologi, Kondisi perpustakaan yang masih manual sehingga dibutuhkan sistem informasi perpustakaan. Aspek kedua adalah dari sisi lingkungan dan kesehatan dimana sarana dan prasarana masih kurang, misal belum adanya pengelolaan sampah, belum ada sarana uks misanya tidak adanya kotak p3k, obat-obatan, alat timbang. Dan aspek ketiga adalah tentang kandungan gizi pada makanan di kantin sekolah yang belum memperhatikan kandungan gizi pada makanan, misal apakah makanan tersebut mengandung bahan kimia yang berbahaya. Hasil dari PKM ini adalah perbaikan terhadap ke tiga bidang tersebut antara lain terdapat sistem informasi perpustakaan pada perpustakaan masing-masing sekolah, terdapat tempat sampah yang terpisah berdasarkan jenis dan sarana pada UKS. Siswa-siswa mengetahui perbedaan sampah berdasarkan jenisnya. Pengetahuan gizi pada siswa-siswa sekolah dasar yang meningkat dan juga pengetahuan tentang kandungan kimia berbahaya pada makanan.Kata kunci: sistem informasi perpustakaan, uks, gizi dan zat kimia makananABSTRACT Sekolah Dasar Negeri 1 Belatungan dan Sekolah Dasar Negeri 2 Belatungan are two elementary schools located in the village of Belatungan, sub-district of Pupuan, Tabanan Regency, Bali Province. The Community Partnership Program emphasizes three aspects that can help improve the condition of the school and the teaching and learning process. The three aspects are first from the aspect of technology, the condition of the library is still manual so it requires a library information system. The second aspect is from the aspect of environment and health where facilities and infrastructure are still lacking, for example the absence of waste management, there is no means of construction, for example there are no first aid kits, medicines, weighing devices. And the third aspect is about the nutritional content of food in the school canteen that has not considered the nutritional content of food, for example whether these foods contain dangerous chemicals. The results of this PKM are improvements to the three fields, among others, there is a library information system in the library of each school, there are separate bins based on types and facilities in the UKS. Students know the difference in waste based on its type. Knowledge of nutrition in elementary school students is increasing and also knowledge about the harmful chemical content of food. Keywords: library information system, uks, nutrition and food chemicals
Pendampingan Digitalisasi Bisnis pada UMKM Furniture Solid Dwipantara I Wayan Widi Karsana; Putu Andhika Kurniawijaya; Ida Bagus Kurniawan; Nyoman Ngurah Adisanjaya
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): November : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/inovasisosial.v2i4.2560

Abstract

Solid Dwipantara is a micro, small, and medium enterprise engaged in the custom furniture business located in the Denpasar area. In terms of marketing, the partner has not yet optimally utilized digital technology and still relies on repeat orders, or in other words, orders that come mostly from customers who have used the partner's services before and also from direct recommendations from customers to potential new customers. For furniture design, the partner still uses manual methods by drawing designs on paper for the size and model of furniture desired by customers. This greatly affects the accuracy of the size and model after production because there may be differences between the final product and the initial design desired by the customer, so sometimes the finished product has to be redone. The partner also lacks understanding in utilizing digital technology to find and obtain the latest custom furniture models and designs that keep up with the times. The partner needs a digital marketing medium and assistance in utilizing digital technology to support the product design process