Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatan Pendapatan Petani Agroforestri Kopi Melalui Penerapan Teknik Kesehatan Hutan Berbasis Regenerative-Resilient Tsani, Machya Kartika; Safe’i, Rahmat; Yuwono, Slamet Budi; Evizal, Rusdi; Pujisiswanto, Hidayat; Junaidi, Akmal; Fajriyanto, Fajriyanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v5i1.142

Abstract

Permasalahan petani agroforestri kopi Kabupaten Tanggamus yaitu produktivitas kopi yang menurun sehingga berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Tim PKM Universitas Lampung mengajukan teknik kesehatan hutan berbasis regenerative-resilient untuk memecahkan permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pendapatan petani agroforestri kopi melalui penerapan teknik kesehatan hutan berbasis regenerative-resilient. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Peserta pelatihan dalam kegiatan ini mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemilihan klon, entres, teknik grafting, jenis pupuk, dan juga metode pemupukan. Selain itu petani juga memahami jenis tanaman yang dapat dikombinasikan dengan kopi, jenis-jenis unggulan tanaman pengisi, dan mampu mengevaluasi tanaman kopi dan keberhasilan tanaman pengisi.
Analisis Pola Sebaran Spasial dan Klasterisasi Objek Wisata sebagai Dasar Pengembangan Rute Wisata Terpadu di Kecamatan Kalianda Novianti, Tika Christy; Fajriyanto, Fajriyanto; Armijon, Armijon; Harahap, Anis Saniyah
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.35152

Abstract

Tourism development in Kalianda District faces the challenge of limited integration among its spatially dispersed attractions, resulting in inefficient tourist movement and uneven visitation patterns. This study aims to analyze the spatial distribution patterns and clustering of tourist attractions as a scientific basis for developing an integrated tourism route. The research employs a quantitative approach based on Geographic Information Systems (GIS), comprising three main analytical methods: the Average Nearest Neighbor (ANN) and Standard Deviational Ellipse (SDE) to determine spatial distribution patterns and directional corridors; Hot Spot (Heatmap) Analysis to identify geographical clusters; and Network Analysis to evaluate accessibility efficiency. The ANN results statistically indicate a Clustered spatial pattern (z-score: -2.58; p-value: 0.009), while the SDE confirms a linear distribution pattern aligned with the coastal corridor. The Hotspot analysis successfully identifies three geographical clusters: one Main Cluster (hotspot) with high density located in the central coastal area, and two Sub-Clusters situated in the northern and southern zones. The Network Analysis demonstrates that the Main Cluster is the most efficiently accessible area from the district’s main entry points (the Kalianda Toll Gate and Bus Terminal). Based on these findings, the study proposes a Cluster-Based Modular Route System strategy, consisting of one Main Route (Kalianda Central Loop) serving the primary hotspot, along with two Alternative Routes—Route A (North) and Route B (South). This modular approach provides greater flexibility for tourists and focuses investment efficiency for local governments, thereby serving as a foundational model for integrated tourism development in Kalianda District
KAJIAN PENGOLAHAN DATA GPS MENG WEB-BASED ONLINE AUSPOS Erinda, Prama Shella; Fajriyanto, Fajriyanto; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2880

Abstract

Layanan online processing saat ini sudah populer digunakan untuk penentuan posisi, salah satunya yaitu software web-based online AUSPOS yang dikelola oleh Geosains Australia. Software online ini memiliki banyak kelebihan baik dari waktu pengolahan yang cepat dan kemudahan dalam penggunaannya, sistem pengolahan data menggunakan software berneseyang dimana software ini termasuk kedalam kategori software ilmiah. Meskipun menawarkan kemudahan dalam penggunaannya, kualitas hasil pengolahan dari software AUSPOS perlu diketahui seberapa akurat dan konsiten. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu ndilakukan kajian tentang hasil dari pengolahan data GPS menggunakan software web-basedonline AUSPOS terhadap software ilmiah GAMIT/GLOBK.Data yang digunakan merupakan data hasil pengamatan GPS di 8 lokasi yakni titik ULP2 di Universitas Lampung selama 5 tahun (2018 sampai 2022) dan data pengamatan GPS tahun 2022 di 8 lokasi (ULP2, BRTI, GARE, KDMN, KOBA, NESA, NTAR, dan PKOR), dengan metode pengamatan statik selama 6 jam. Pengolahan dilakukan menggunakan software webbased online AUSPOS dan software GAMIT/GLOBK. Hasil koordinat berupa koordinat UTM yang digunakan untuk analisa perhitungan selisih dan uji akurasi posisi untuk melihat seberapa besar perbedaan dan ketelitian koordinat yang dihasilkan. Keakuratan nilai koordinat hasil perhitungan RMSEen pada 12 pengamatan didapatkan nilai sebesar 0,018 m. Hasil perhitungan selisih pada 8 lokasi pengamatan antara software webbased online AUSPOS dengan software GAMIT/GLOBK memiliki selisih koordinat antara - 0,002 m sampai -0,018 m dan selisih tinggi antara 0,011 m sampai dengan -0,057 m, sedangkantitik ULP2 selama 5 tahun memiliki nilai koordinat yang dapat dikatakan konsisten apabila tetap memperhatikan kualitas data RINEX pengamatan. Dari hasil pengujian akurasi dan perhitungan selisih menunjukan nilai koordinat berada di fraksi cm, sehingga software webbased online AUSPOS dapat dikatakan menghasilkan nilai koordinat yang konsisten dan cukupbaik dimanfaatkan sebagai alternatif pengolahan secara cepat dan praktis untuk penentuan posisi teliti.Kata kunci: AUSPOS, GAMIT/GLOBK, GPS, Software Online
STRATEGI PENDEFINISIAN CORS ULPC DENGAN KOMBINASI SATELIT GPS DAN GLONAS Aritonang, Deni; Fajriyanto, Fajriyanto; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v2i2.2882

Abstract

CORS adalah suatu teknologi berbasis GNSS berupa jaringan kerangka geodesi yang setiap titiknya dilengkapi dengan receiver yang dapat menerima sinyal gelombang dari satelit GNSS secara penuh beroperasi 24 jam sehari merekam dan mentransmisikan data serta memungkinkan pengguna menggunakan data untuk pemosisian baik dalam post processingmaupun dalam real time (Ikbal dkk, 2017). Universitas Lampung memiliki stasiun CORS yang dinamakan ULPC letaknya di Gedung G Fakultas Teknik yang belum memiliki koordinat definitif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koordinat definitif CORS ULPC dengan kombinasi satelit GPS dan GLONASS. Data yang digunakan yaitu data perekaman 30 hari yang dimulai tanggal 01 Januari sampai 30 Januari 2022 yang diikatkan pada 14 titik igs dan 14 titik Ina-CORS. Titik ikat stasiun IGS yang digunakan BAKO, COCO, CUSV, DARW, DJIG, HKWS, IISC, JFNG, KARR, KRGG, MAYG, PNGM, PTGG dan SOLO. Sedangkan, titik ikat Ina-CORS yang digunakan BAKO, CAGM, CBJY, CBLT, CBTH, CGON, CKMN, CKRI, CLHT, CMEN, CPSR, CTRA, CWJP dan PALE. Pengolahan menggunakan software TEQC dan GAMIT.Pengolahan dilakukan dengan tiga skenario pengolahan yaitu skenario I (tititk ikat IGS), skenario II (titik ikat Ina-CORS), skenario III (titik ikat Ina-CORS pengolahan Mandiri). Hasil penelitian ini berupa koordinat kartesian 3D CORS ULPC ITRF 2008 epoch 2012, pada skenario pengolahan I, Nilai X = -1.669.521,3581± 0,002; nilai Y = 6.127.189,1839 ± 0,006; Z = -592.021,1164 ± 0,001, skenario pengolahan II, Nilai X = -1.669.521,3503 ± 0,002; nilai Y = 6.127.189,1544 ± 0,008; nilai Z = -592.021,1172 ± 0,002; skenario pengolahan III, nilai X = -1.669.521,3552 ± 0,002; nilai Y = 6.127.189,1825 ± 0,007; dan nilai Z = -592021,1165 ± 0,001. Dari penelitian ini penulis merekomendasikan koordinat yang digunakan yaitu pengolahan skenario III yang berdasarkan nilai rms yang lebih kecil, selisih perhitungan, dan standar deviasi yang dihasilkan lebih kecil dari 3 skenario lainnya. Hasil analisis dengan uji t dari ketiga skenario pengolahan menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan.Kata kunci: CORS, GAMIT, GNSS, ULPC
KAJIAN TINGGI ORTHOMETRIK PENGUKURAN RTK NTRIPLEVELLING HASIL REDUKSI GEOID GLOBAL DAN SRGI Phalosa, Giovani Findal; Fadly, Romi; Fajriyanto, Fajriyanto
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v3i1.3567

Abstract

Dewasa ini metode pengukuran RTK-NTRIP semakin sering digunakan dalam berbagai pengukuran, seperti pengukuran topografi, pengukuran situasi atau detail serta lain sebagainya. Metode RTK-NTRIP tersebut memberikan kemudahan dalam mendapatkan nilai koordinat secara langsung. Namun tinggi yang dihasilkan pengukuran RTK-NTRIP ini masih merujuk ke tinggi ellipsoid belum merujuk ke tinggi orthometrik. Oleh karena itu diperlukan proses reduksi dari tinggi ellipsoid ke tinggi orthometrik. Untuk dapat mereduksi tinggi elipsoid ke tinggiorthometrik dapat menggunakan nilai undulasi yang disediakan secara nasional maupun global. Metode yang digunakan adalah metode RTK NTRIP-Levelling. Dengan menggunakan data lintang bujur hasil pengukuran RTK-NTRIP maka dapat dihasilkan nilai undulasi dan tinggi orthometrik SRGI dan EGM 2008 Perhitungan sipat datar berupa nilai beda tinggi sebagai data pembanding yang dianggap benar untuk mendapat nilai ketelitian atau RMSE. Berdasarkan analisis akurasi data pengukuran didapat bahwa masing-masing selisih beda tinggi orthometrik SRGI dan EGM dikurang dengan beda tinggi levelling yang dianggap benar menghasilkan nilai ketelitian atau RMSE sebesar 0,085234883 pada ∆H SRGI-WP dan 0,079914692 pada ∆H EGM-WP. Sehingga untuk mendapat ketelitian vertikal dikalikan LE90 = 1,6499, maka didapatkan hasil 0,140629033 pada ∆H SRGI dan 0,13185125 pada ∆H EGM-WP yang mana keduanya masuk kedalam ketelitian geometri peta RBI pada kelas 1 dengan skala 1:1000, sehingga baik digunakan untuk pengukuran tinggi orthometrikKata kunci: EGM2008, Elipsoid, Orthometrik, RTK-NTRIP, SRGI
Pengaruh Jumlah Titik Ikat Pada Pengamatan GNSS Metode Post Processing Kinematik Long Baseline Menggunakan Gamit Track Septanza, Rasta Sukma; Fajriyanto, Fajriyanto; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v3i2.3997

Abstract

Analisis pengaruh jumlah titik ikat dengan GNSS metode kinematik, bertujuan untuk mengetahui hasil ketelitian GNSS. Pada penentuan posisi dengan GPS, cukup umum digunakan lebih dari satu monitor station. Secara teoritis, penggunaan beberapa monitor station sekaligus akan lebih baik dibandingkan dengan hanya menggunakan satu monitor station saja. Dengan menggunakan beberapa monitor station sekaligus, maka jumlah baseline yang diamati akan semakin banyak. Dengan itu maka dapat diharapkan bahwa tingkat kepresisian dan ketelitian dari posisi akan meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa tingkat ketelitian suatu objek pengamatan. GAMIT TRACK merupakan salah satu program pengolahan data GNSS, program tersebut menggunakan algoritma Melbourne-Wubbena Wide Lane (MW-ML) untuk mengatasi ambiguitas fase dari channel L1-L2 secara terpisah dan penggunaannya yang cukupsederhana. Penulis mencoba menerapkan pengukuran GNSS metode kinematik dengan pengolahan post processing dengan objek pengamatan yang membentuk lingkaran dengan radius 0,5 m menggunakan program GAMIT TRACK. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin banyak jumlah titik ikat yang diigunakan maka hasilnya semakin baik, ini dibuktikan pada masing – masing titik pengamatan dengan nilai RMSe terkecil pada pengukuran 4 titik ikat GMA yaitu 0,027423465 meter, pada pengukuran 4 titik ikat TMP yaitu 0,102065246 meter. Hasil pengamatan dan pengolahan data pada penelitian ini mendapatkan hasil perhitungan yangsemakin mendekati 0, maka penelitian ini cukup baik karaena menghasilkan kepresisian hingga orde sentimeter.Kata kunci: GAMIT TRACK, GNSS, Ketelitian, Kinematik, RMSe
PENGARUH JUMLAH TITIK IKAT PADA PENGAMATAN GPS METODE RAPID STATIC SHORT BASELINE MENGGUNAKAN GAMIT TRACK Suwanta, Thomas Aquino; Fajriyanto, Fajriyanto; Rahmadi, Eko; Fadly, Romi
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v3i2.4575

Abstract

Penggunaan jumlah titik ikat dan panjang baseline yang dipakai pada pengamatan GPS sangat mempengaruhi ketelitian yang diperoleh, karena itu untuk melihat nilai akurasi/ ketelitian dan pengaruh dari masing-masing jumlah titik ikat yang digunakan maka dilakukan penelitian pengaruh jumlah titik ikat yang digunakan pada pengamatan GPS short baseline. Data yang digunakan adalah data pengamatan statik selama 6 jam dan data pengamatan rapid static selama 20 menit. Dimana data pengamatan statik digunakan untuk mendefinisikan titik yang digunakan sebagai titik tetap dan titik pengamatan dan juga sebagai data pembanding dari pengamatan rapid static. Adapun titik ikat yang digunakan berjumlah 4 buah, yakni ULPC, PKOR, CMPG, SDN3 dan titik pengamatan yang dipakai adalah GGMA dan TNMP. Perangkat lunak yang digunakan untuk pengolahan data adalah perangkat lunak GAMIT/GLOBK untuk mengolah data pengamatan statik dan GAMIT TRACK untuk mengolah data pengamatan rapid static. Adapun panjang baseline yang digunakan berjarak kurang dari 10 Km dari titik pengamatan. Metode analisis yang digunakan adalah RMSExy untuk menentukan nilai akurasi posisi horizontal dan RMSEz untuk menentukan nilai akurasi posisi vertikal. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa jumlah titik ikat yang digunakan berpengaruh terhadap ketelitian yang diperoleh. Dari perhitungan RMSE dapat diketahui bahwa ketelitian horizontal yang dihasilkan pada pengamatan rapid static berada pada orde milimeter (mm) sampai sentimeter (cm), yakni sebesar 0,954 cm sampai 0,954 cm dan untuk ketelitian vertikal berada pada orde sentimeter (cm) hingga desimeter (dm), yakni sebesar 3,6 cm sampai 10,943 cm.Kata kunci : akurasi, GAMIT TRACK, GPS, rapid static, short baseline
PENGARUH JUMLAH TITIK IKAT PADA PENGAMATAN GPS METODE RAPID STATIC LONG BASELINE DENGAN PENGOLAHAN MENGGUNAKAN SOFTWARE GAMIT TRACK Fazli, Ilzam; Fajriyanto, Fajriyanto; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v3i2.4576

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi ketelitian posisi dalam pengataman GPS adalah jumlah titik ikat yang digunakan. Namun, penambahan jumlah titik ikat dalam pengamatan GPS akan mempengaruhi waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini bertujuan untukmemberikan referensi bagi kalangan pengguna GPS dapat membantu menentukan jumlah titik ikat yang optimal untuk digunakan dalam pengamatan GPS.Penelitian ini menggunakan dua titik sampel dengan metode pengamatan Rapid static selama 30 menit dan pengamatan statik selama 6 jam sebagai titik banding yang tersebar di kota Bandar Lampung yaitu Taman Makam Pahlawan, Tanjung Karang dengan nama titik TMPR dan Graha Mandala Alam, Kedaton dengan nama titik GMAR. Jaring GPS yang diteliti pada penelitian ini termasuk dalam klasifikasi jaring GPS long baseline, dengan panjang baseline 48 km hingga 149 km Adapun titik ikat yang digunakan adalah 4 stasiun Ina-CORS yang tersebar di Provinsi Lampung yaitu CORS CBKA, CORS CKRI, CORS CBJY, CORS CWJP. Skema yang dilakukan pada penelitian ini untuk 1 titik ikat menggunakan CORS CBKA, 2 titik ikat CORS CBKA dan CKRI, 3 titik ikat CORS CBKA, CKRI, dan CBJY, 4 titik ikat CORS CBKA, CKRI, CBJY, dan CWJP data yang sudah terkumpul akan di olah dengan perangkat lunak GAMIT TRACK. Hasil pengolahan rapid static 30 menit akan di uji akurasinya terhadap titik banding atau titik yang dianggap benar yaitu statik 6 jam menggunakan RMSE.Hasil ketelitian akurasi posisi rapid static 30 menit pada dua titik sampel TMPR dan GMAR dengan 1 titik ikat mendapat ketelitian 7,6 cm dan 7,7 cm, dengan 2 titik ikat mendapat ketelitian 7,5 cm dan 7,3 cm, dengan 3 titik ikat mendapat ketelitian 6,5 cm dan 6,2 cm, dengan 4 titik ikat mendapat ketelitian 6,3 cm dan 5,9 cm. Dari hasil penelitian ini penulis merekomendasikan jika terdapat pilihan hanya menggunakan 1 titik ikat sampai 4 titik ikat maka, 3 titik ikat sudah cukup untuk mendapat ketelitian akurasi yang baik yang baik.Kata kunci: Jumlah titik ikat, Rapid static, Baseline, CORS, GAMIT TRACK
PENGARUH JUMLAH TITIK IKAT TERHADAP KETELITIAN POSISI TITIK PENGAMATAN GPS KINEMATIK Rajna, Ashidiqie; Fajriyanto, Fajriyanto; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v4i1.5461

Abstract

Strategi pengolahan data yang diterapkan pada pengamatan GPS kinematik adalah dengan melakukan proses pengurangan data pengamatan GPS antara titik pantau dengan stasiun referensi pada waktu bersamaan. Diharapkan dengan strategi ini, kesalahan dan bias dari data dapat dieliminasi dan direduksi. Selain itu, dengan memanfaatkan sejumlah stasiun monitor, dimungkinkan untuk menentukan parameter berbagai kesalahan bias (seperti orbit, ionosfer, dan troposfer) yang selanjutnya dapat digunakan untuk meningkatkan akurasi penempatan titik.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisa tingkat ketelitian posisi suatu objek pengamatan. Data yang digunakan adalah data pengamatan kinematik short baseline yang direkam dengan lintasan berbentuk lingkaran dengan interval perekaman 1 detik, selain itu juga digunakan pengamatan statik sebagai titik ikat dengan panjang baseline < 10 km. Pengolahandata kinematik dilakukan dengan menggunakan GAMIT TRACK. Analisa yang digunakan terhadap hasil yang diperoleh adalah metode RMSE (Root Mean Square Error), hal ini digunakan untuk melihat ketelitian jarak yang dihasilkan berdasarkan jumlah titik ikat yang digunakan. Dari penelitian ini diperoleh hasil Semakin banyak titik ikat yang digunakan, makanilai RMSE (Root Mean Square Error) yang dihasikan semakin kecil, hal ini menunjukkan bahwa jumlah titik yang digunakan dapat mempengaruhi ketelitian yang dihasilkan. Nilai ketelitian yang dihasilkan pada penelitian ini berada pada orde sentimeter (cm). Hal tersebut dapat dilihat dari nilai RMSE, yaitu terbesar adalah 8,476 cm pada penggunaan 1 titik ikat distasiun pengamatan TNMP dan yang terkecil adalah sebesar 2,694 cm pada penggunaan 4 titik ikat di stasiun pengamatan GGMA.Kata kunci: kinematik, RMSE, short baseline, GAMIT TRACK, GPS
ANALISA KETELITIAN PENGOLAHAN DATA GPS METODE STATIK SINGKAT DENGAN PENGGUNAAN VARIASI PARAMETER ORBIT MENGGUNAKAN GAMIT TRACK ( Studi Kasus : Penentuan Koordinat TNMP dan GGMA Dengan Referensi CORS ULPC) Solihin, Hidayatus; Fajriyanto, Fajriyanto; Rahmadi, Eko
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v4i1.5673

Abstract

Penentuan koordinat suatu titik biasanya membutuhkan final orbit IGS untuk memperoleh hasil yangakurat, tetapi latency update dari final orbit IGS membutuhkan 12 sampai 18 hari dari waktu terakhir pengamatan data. Lantency tersebut terlalu lama untuk keperluan yang membutuhkan waktu secara cepat dari waktu pengamatan data. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan ultra-rapid dan rapid orbit IGS yang latency update file-nya cepat. Data yang digunakan adalah data pengamatan statik selama 6 jampada stasiun pengamatan GGMA (Gedung Graha Mandala Alam), TNMP (Taman Makam Pahlawan), dan ULPC (Universitas Lampung CORS) yang dijadikan sebagai titik ikat. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan GAMIT GLOBK dan GAMIT TRACK dengan menggunakan precise orbit ultrarapid, rapid, dan final ephemeris. Hasil dari GAMIT TRACK dibandingkan dengan menggunakan RMSE terhadap data GAMIT GLOBK. Dari penelitian ini diketahui bahwa penggunaan precise orbit rapid ephemeris pada menghasilkan nilai RMSE yang lebih baik dari dari penggunaan precise rapid dan final ephemeris. Ketelitian/ RMSE horizontal yang dihasilkan pada penelitian ini berada pada fraksi sentimeter (cm), dimana nilai terkecil yang dihasilkan adalah sebesar 1,6437 cm pada penggunaan prencise orbit final ephemeris pengamatan TNMP dan yang terbesar adalah 1,85751 cm pada penggunaan prencise orbit ultra-rapid ephemeris pengamatan GGMA.Kata kunci: ephemeris, final, rapid, ultra-rapid, RMSE