Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PERSEPSI GURU TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI SD NEGERI 2 SUDAGARAN Dian Pangestuti; Okto Wijayanti; Santhy Hawanti
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.917 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i1.2272

Abstract

Pelecehan seksual merupakan sebuah kasus yang perlu ditindaklanjuti. Pelecehan seksual semakin hari semakin meningkat terutama sering terjadi pada peserta didik di sekolah dasar. Pendidikan seks di sekolah dasar diperlukan guna untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual serta memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Pendidikan seks kepada peserta didik menjadi tanggung jawab guru di sekolah, sehingga guru perlu memahami pendidikan seks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru tentang pendidikan seks di SD Negeri 2 Sudagaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Partisipan penelitian pada penelitian ini yaitu guru kelas 5 dan 6 dengan menggunakan pengumpulan data kuisioner terbuka dan wawancara. Untuk menguji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa persepsi guru tentang pendidikan seks di SD Negeri 2 Sudagaran sudah relatif memadai. Persepsi guru tentang pendidikan seks disajikan dalam beberapa poin: pemahaman pendidikan seks, pelibatan orang tua dalam pendidikan seks, materi pendidikan seks, faktor pemicu pelecehan seksual dan upaya pencegahan pelecehan seksual.
PENINGKATKAN PARTISIPASI MELALUI MODEL PBL BERBANTU MEDIA KARTU MASALAH KELAS IV TEMA 8 SEKOLAH DASAR Arwin Elfani Fitriana; Sri Harmianto; Okto Wijayanti
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 2, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.148 KB) | DOI: 10.26618/jrpd.v2i2.2476

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya partisipasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untukmeningkatkan partisipasi belajar siswa melalui model pembelajaran Probem Based Learning (PBL) berbantumedia kartu masalah. Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap antara lai tahap perencanaan,tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Jatilawangyang berjumlah 31 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Alat pengumpulandata yang digunakan adalah lembar observasi partisiasi siswa, lembar observasi aktivitas guru, lembarobservasi aktivitas siswa dan lembar evaluasi siswa. Hasil peningkatan terjadi pada setiap siklusnya.Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)berbantu media kartu masalah dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa pada tema 8 Daerah TempatTinggalku di kelas IV SD Negeri 2 Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara. Hasil observasipartisipasi siswa pada siklus I yaitu 2,57, presentase ketuntasan 12,9% dengan kriteria kurang baikmeningkat pada siklus II menjadi 3,52, presentase ketuntasan 74,19% dengan kriteria baik. Presentaseketuntasan partisipasi belajar siswa telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan dengankriteria baik dan meningkat.Kata Kunci: Partisipasi; PBL; Kartu masalah. The background of this research was caused of the low of student's learning participation. The aim of this research is toimprove students' learning participation through pbl model with media problem card at grade IV Theme 8. Thisresearch was implemented through some steps that weree planning, implementing, observing and reflecting step. Thesubject of this research was students at grade IV in elementary school 2 jatilawang with total numbers 31 studentsconsist of 14 men and 17 women. The instruments of collecting data were students' participation observation sheet,teacher's activity observation sheet, students' activity observation sheet and students evaluation sheet. The result of theimprovements happened in each cycle. This improvement showed that the use of problem based learning method withmedia problem card could improve students' learning participation in theme 8 Tempat Tinggalku in class VIElementary school 2 Jatilawang, Wanayasa, banjarnegara. The result of the observation improved in cycle 11 became3,52, percentage completeness 74,19 % in good criterion. The students learning participation percentage completenesshas reached the indicator of success that has specified in good criterion and improvement.Keywords: Participation, PBL, Problem Card
The Form of Character Education in Learning Dance at Sanggar Dance Students of Banyumas District Okto Wijayanti; Ana Andriani
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed to describe the form of character education in dance learning for students of Banyumas district dance studio. This research uses a qualitative method. The data collection techniques used were the interview method, the observation method, and the documentation method. Data analysis in this research was carried out when data collection took place, and after completing data collection within a certain period. The data analysis used in the research was the Miles and Huberman model. The research location is in the Dharmo Yuwono dance studio, Banyumas Regency. The results of the study are as follows 1) The teacher or dance coach always provides an example or role model so that students are really ready to receive dance learning in a dance studio. Learning settings are made fun and enjoyable. The role of teachers in character education in learning dance in dance studios is to guide students before and after learning dance at school and pay attention to students' enthusiasm for learning. The dance learning model used is a complete learning model, where the teacher teaches movements per unit, so that each meeting the students memorize part of their movements until they memorize it, then the movement is added until one dance has been memorized and mastered by the students properly and correctly.
TANTANGAN GURU ABAD 21 DALAM MENGAJARKAN MUATAN SBdP DI SEKOLAH DASAR Ade Saputro; Okto Wijayanti
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2021): September-Desember 2021
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v1i3.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan, hambatan dan kinerja guru dalam mengajarkan muatan SBdP di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif dengan subjek enam kepala sekolah dan dua belas guru yang ada di wilayah kecamatan kembaran. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran SBdP kurikulum 2013 di SD mengalami banyak kendala dan tantangan, beberapaa diantaranya yaitu muatan materi yang terlalu sedikit yang terdapat didalam modul sehingga guru harus mencari reverensi dari sumber lain untuk melengkapi materi, materi dianggap terlalu tinggi untuk anak SD sehingga selain guru yang kesulitan dalam menyampaikan materi siswapun kesulitan dalam menerimanya, guru terkendala ketika praktik karena memang rata – rata guru tidak mempunyai basic dibidang seni atau guru tidak disiapkan untuk menjadi guru yang menguasai seni, dan guru juga sering terkendala dalam hal media karena kebanyakan sekolah belum menyediakan sarana dan prasarana serta media yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran. Faktor yang mempengaruhi kinerja guru dalam mengajarkan muatan pelajaran SBdP di SD wilayah kecamatan kembaran yaitu guru dengan latar belakang pendidikan S1 PGSD mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan guru dengan latar belakang pendidikan PGSD UT hal tersebut dikarenakan guru lulusan S1 PGSD sudah mendapat bekal berupa mata kuliah konsep dasar seni baik itu seni rupa, musik dan tari, usia guru, guru dengan usia yang lebih muda cenderung mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan guru yang sudah senior hal tersebut karena guru dengan usia yang lebih muda mempunyai semangat yang besar dan lebih kreatif dalam mengajar dan dari status kepegawaian guru tersebut, guru dengan status PNS mempunyai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan guru dengan status belum PNS. Upaya untuk meningkatkan kinerja guru agar lebih baik yaitu dengan mencari tambahan materi dari reverensi lain, berdiskusi dengan guru yang mempunyai basic dibidang seni, dukungan penuh dari kepala sekolah baik secara moral ataupun teori dalam pembelajaran seni dan keikutsertaan pada pelatihan seni yang bekelanjutan agar tercapainya tujuan pembelajaran SBdP.
UPAYA MENINGKATKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN DAN PRESTASI BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)PADA TEMA 7 INDAHNYA KERAGAMAN DI NEGERIKU KELAS IV MI MUHAMMADIYAH LIMBANGAN Lulu Dwi Lestari; Karma Iswasta Eka; Okto Wijayanti
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 8 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v8i2.832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar dengan model model CTL (contextual teaching and learning) pada tema 7 indahnya keragaman di negeriku kelas IV A MI Muhammadiyah Limbangan. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian berjumlah 21 peserta didik. Data yang dikumpulkan adalah sikap peduli lingkungan dan prestasi belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, penerapan model CTL (contextual teaching and learning) dapat meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik dilihat dari perolehan persentase klasikal angket siklus I yaitu 71% dan rata-rata 1,5 dengan kriteria cukup yang mengalami peningkatan menjadi 87% dan rata-rata 1,7 dengan kriteria baik di siklus II. Kedua, penerapan model CTL (contextual teaching and learning) dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dilihat dari perolehan rata-rata nilai siklus I yaitu 71 dengan ketuntasan belajar 72% dan meningkat menjadi 75 dengan ketuntasan belajar 81% pada siklus II sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai.
ANALISIS PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT PADA SIKAP DISIPLIN SD N 01 SOKARAJA TENGAH Intan Apri Wijaya; Okto Wijayanti; Arifin Muslim
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.269 KB) | DOI: 10.31949/educatio.v5i2.17

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 01 Sokaraja Tengah dengan fokus utama penelitian adalah mengetahui pelaksanaan dalam pemberian reward dan punishment pada sikap disiplin. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam bentuk observasi, wawancara, dan pengumpulan data dengan dokumentasi sekolah. Data yang diambil dari penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data yang diperoleh dari hasil obseravsi dan wawancara serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan 3 responden yaitu Kepala Sekolah, guru dan siswa. Penelitian yang dilakukan di SD Negeri 01 Sokaraja Tengah ditemukan bahwa dalam pelaksanaan pemberian reward dan punishment pada sikap disiplin berjalan dengan baik dan dapat memberikan perubahan dengan dilaksanakan hal tersebut. Indryani (2012: 102) menjelaskan bahwa disiplin merupakan suatu kepatuhan terhadap peraturan, waktu, serta tata tertib. Sikap disiplin perlu diterapkan pada siswa agar siswa disiplin waktu dan peraturan yang ada. Siswa menjadi disiplin dengan diterapkannya pemberian reward dan punishment dibandingkan sebelum diterapkannya. Siswa ketika diberikan penghargaan akan lebih termotivasi dan lebih semangat. Ketika siswa diberi hukuman siswa akan berusaha agar tidak mendapatkan hukuman lagi dengan mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan.
IbM Penyusunan Kreatifitas Gerak dan Lagu Kupu-Kupu Bagi Guru PAUD/TK Muhammadiyah Se-Karesidenan Banyumas melalui Metode Eksplorasi Gerak Okto Wijayanti; Lia Mareza; Agung Nugroho
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.955 KB)

Abstract

Pengabdian Masyarakat dalam bentuk pelatihan penyusunan kreatifitas gerak dan lagu Kupu- Kupu didasarkan atas analisis kurangnya keterampilan, kreatifitas dan kemampuan guru dalam menyusun gerak lagu yang telah dilombakan pada Pekan Seni dan Olahraga pelajar Muhammadiyah Se-Eks Kariesidenan Banyumas tahun 2017 dengan peserta tangkai lomba gerak dan lagu untuk siswa PAUD/TK kurang dari 10% dari jumlah PAUD/TK Muhammadiyah yang ada di wilayah Karesidenan Banyumas. Menilik hal tersebut, perlu diadakannya sebuah pelatihan penyusunan kreatifitas gerak dan lagu bagi guru PAUD/TK Muhammadiyah Se-Eks Karesidenan Bnayumas. Metode pendekatan untuk mendukung realisasi program Pengabdian bagi Masyarakat dalam wujud Ipteks ini diwujudkan dalam sebuah bentuk pelatihan penyusunan kreatifitas gerak lagu Kupu-Kupu untuk TK Se eks Karesidenan Banyumas dengan metode eksplorasi gerak. Pelatihan ini diperuntukkan bagi guru PAUD/TK Muhammadiyah se Eks Karesidenan. Kegiatan pelatihan ini melibatkan dosen, guru, siswa, dan mahasiswa PGSD UMP. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan, pengalaman guru untuk mengasah kreatifitas dalam menyusun gerak dan lagu. Metode pelaksanaan yang mendukung program pengabdian ini menggunakan metode eksplorasi gerak, praktek menirukan, ceramah, dan diskusi serta evaluasi. Partisipasi mitra dalam Pelaksanaan pelatihan ini yaitu terlibat dalam mempersiapkan kostum property, dan make up tari untuk pendokumentasian sebagai media pembelajaran di TK Se-Eks Karesidenan Banyumas. Usai pelatihan, guru dapat mentransfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan menyusun gerak lagu kepada siswa TK.
PELATIHAN DESAIN PEMBELAJARAN TARI BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER ANAK (METODE, PRAKTIK DAN PRODUK) Okto Wijayanti; Cicih Wiarsih; Karma Iswasta Eka
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.75 KB)

Abstract

Permasalahan mitra yang diungkapkan oleh guru SD Muhammadiyah Cipete yakni kurang adanya pengetahuan, kemampuan untuk mendesain pembelajaran tari berbais karakter untuk siswa di SD Muhammadiyah Cipete. Pembelajaran karakter salah satunya dapat diteajarkan melalui pembelajaran seni tari. Keunggulan pembelajaran seni tari berbasis pendidikan karakter yakni diharapkan anak dapat semakin dekat dengan lingkungan sekitar, mengenali karakter teman, sehingga dalam kegiatan belajar mengajar dimungkinkan anak akan lebih peka dan memiliki karakter baik yang mendukung prestasi belajar di sekolah. Ketidakberadaannya guru untuk mengajarkan tari karena keterbatasan kemampuan guru dalam menyusun desain pembelajaran tari berbasis karakter. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain pembelajaran tari berbasis karakter. Peserta pelatihan ini adalah 9 orang guru SD Muhammadiyah Cipete. Metode pelaksanaan program yakni ceramah dan demontrasi melalui praktek tari.Program Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 pertemuan, mengingat kompetensi yang harus dikuasai mitra yakni dapat memperagakan tari kelompok berbasis pendidikan karakter. Nilai karakter dalam embelajaran tari yakni tnggungjawab, kerjasama dan religius. Pendampingan dilaksanakan setelah kegiatan pelatihan selesai yakni mendampingi guru dari dalam mentransfer ilmu, dan keterampilan tari berbasis karakter kepada siswa di sekolah. Adapun narasumber utama pelatihan ini adalah ketua dan anggota tim pengusul penerapan Ipteks bagi Masyarakat yaitu 2 orang. Mahasiswa yang berjumlah 2 orang berpartisipasi untuk menyampaikan materi pelatihan serta membantu dalam persiapan dan pendokumentasian kegiatan, sebagai bentuk pemberian pengalaman dan pengetahuan mahasiswa yang akan tugas akhir. Metode yang digunakan pada pelatihan ini yaitu ceramah, tanya jawab, diskusi dan praktik. Partisipasi mitra dalam penelitian ini yakni mitra terlibat dalam penyampaian ide, kreativitas, pentas, kostum dan rias tari.. Produk luaran dari pengabdian ini yakni desain pembelajaran tari berbasis karakter dan HAKI berupa produk tari berbasis pendidikan karakter. Siswa, kepala sekolah, komite, guru, orangtua, dan masyarakat bekerjasama, berkolaborasi, bersinergi denganbaik, sehingga desain pembelajaran tari berbasis pendidikan karakter dengan nilai kerjakeras, tanggungjawab, disiplin, kerjasama dan religius dapat diterapkan ke dalam produk tari Sluku-Sluku Bathok dapat diimplementasikan dengan baik.
Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook Untuk Keterampilan Membaca Pratitis Kusumaning Asih; Shanty Hawanti; Okto Wijayanti
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: June 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i1.25404

Abstract

Abstract Learning skill is a form of language skill that is important for students to master. To adept reading, students ought to go through a fun reading learning process. One of the way to achieve it is by using learning media that is interesting and is able to help students read easier. This research is a research and development to develop a learning media for reading skill in form of a scrapbook. The background of this research is the lack of reading skill of 2nd grade students in Public Primary School 1 Majakerta with 20 students.  The design used for this research and development was referred to 4D stages that consist of Define, Design, Develop, and Disseminate. Based on result of expert validation, developed scrapbook as learning media is stated as decent to be used in learning of reading skill. After undergone through improvements, the final product has shown product appropriateness. The scrapbook learning media is declared to be suitable for use after it is produced. The result of teachers' response shows positive response to the final product as well, which means they state that the media is able to be used to help them teach learning skills to their students. Abstrak Keterampilan membaca merupakan satu bentuk keterampilan berbahasa yang penting dikuasai oleh siswa. Untuk terampil membaca, siswa harus mengalami proses belajar membaca yang menyenangkan, salah satunya adalah dengan menggunakan media berlatih membaca yang menarik dan mampu membantu siswa lebih mudah membaca. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (RnD) yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran keterampilan membaca berbentuk scrapbook. Pengembangan media ini rendahnya keterampilan membaca siswa kelas II di SD Negeri 1 Majakerta dengan siswa berjumlah 20 siswa.  Desain penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah mengacu pada tahapan 4-D yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Berdasarkan hasil validasi ahli media scrapbook yang dikembangkan dinyatakan layak untuk pembelajaran keterampilan membaca. Setelah mengalami perbaikan sampai pada produk akhir menunjukkan kelayan produk. Media pembelajaran scrapbook dinyatakan layak digunakan setelah itu dilakukan produksi. Hasil respon guru juga menunjukkan respon positif terhadap media yang dikembangkan, artinya guru menyatakan bahwa media dapat digunakan untuk membantu mengajarkan keterampilan membaca siswa.   
Pentingnya Pembelajaran Apresiasi Drama terhadap Penguatan Pendidikan Karakter Cahyani, Anggun May; Putri, Rizky Amelia; Noviandini, Saraswati; Wijayanti, Okto
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i1.6908

Abstract

Penguatan pendidikan karakter bukan hanya terjadi secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan drama sebagai metode pembelajaran karakter dapat efektif karena drama memiliki keterkaitan yang erat dengan pembentukan karakter. Artikel bertujuan membahas afirmasi pembelajaran apresasi drama terhadap pentingnya pendidikan karakter untuk siswa. Peneliti menerapkan penelitian studi literatur, fokus pada pemanfaatan teks dan literatur perpustakaan sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran apresiasi drama secara rutin memiliki dampak positif pada perkembangan anak-anak. Melalui interaksi dalam dramatisasi kehidupan sehari-hari, anak-anak dapat mengembangkan kepribadian positif, memahami nilai-nilai seperti kerjasama dan tanggung jawab, dan menginternalisasi prinsip-prinsip moral. Hasil penelitian menyoroti kontribusi pada pembelajaran apresiasi drama signifikan terhadap pendidikan karakter anak-anak, mengajarkan mereka nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab. Selain itu, interaksi dalam kegiatan drama memainkan peran kunci dalam meningkatkan toleransi anak-anak terhadap perbedaan pendapat, latar belakang, dan budaya, menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik. Kehadiran seni drama baik di tataran sekolah dasar maupun salah satu mata kuliah yang ditawarkan di perguruan tinggi harus berdampak dengan merefleksikan penguatan pendidikan karakter pada era digital yang mulai meninggalkan poin penting pondasi kehidupan yakni upaya untuk membangun pribadi dan karakter baik