Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan jerami padi (Oryza sativa L.) sebagai bahan baku dalam pembuatan CMC (Carboximetil Cellulose) Masrullita; Meriatna; Zulmiardi; Ferri Safriwardy; Auliani; Rizka Nurlaila
Jurnal Rekayasa Proses Vol 15 No 2 (2021): Volume 15, Number 2, 2021
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.69569

Abstract

Rice straw is a waste from rice plants that contains 37.71% cellulose, 21.99% hemicellulose, and 16.62% lignin. High cellulose content in rice straw can be used as raw material for the manufacture of Carboxymethyl Cellulose (CMC). CMC is a cellulose derivative widely used in food, pharmaceutical, detergent, textile and cosmetic products industries as a thickener, stabilizer of emulsions, or suspensions and bonding. This study aims to process rice straw waste into CMC with variations in sodium monochloroacetate of 5,6,7,8 and 9 grams. The method used in this research is by synthesis using 15% NaOH solvent, with a reaction time of 3.5 hours and 5 grams of rice straw. The results showed that the best CMC was obtained at a concentration of 9 grams of sodium monochloroacete with a yield characterization of 94%, pH 6, water content of 13.39%, degree of substitution (Ds) of 0.80, and viscosity of 1.265 cP.
Pemanfaatan Tanin dari Daun Kemunting (Rhodomyrtus Tomentosa) Sebagai Biosorben Logam Timbal (Pb2+) dengan Pendekatan Response Surface Methodology (RSM) Gusvi Aulia; Meriatna; Zulmiardi Zulmiardi; Suryati; Lukman Hakim; Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.26131

Abstract

Logam berat merupakan unsur berdensitas tinggi yang bersifat toksik dan berbahaya bagi organisme hidup. Adsorpsi menggunakan biosorben alami, seperti tanin dari daun kemunting, menjadi salah satu metode yang potensial untuk menurunkan kadar logam berat di perairan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan tanin daun kemunting dalam menyerap ion Pb²⁺ serta menentukan kondisi adsorpsi yang optimum. Variabel yang dikaji meliputi waktu kontak adsorpsi (30, 45, dan 60 menit) dan massa adsorben (0,8; 1,0; dan 1,2 gram). Tanin daun kemunting diperoleh melalui proses ekstraksi maserasi pada suhu ruang selama 24 jam dan selanjutnya diaktivasi menggunakan larutan NaOH. Optimasi menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada penggunaan massa adsorben sebesar 0,859 gram dengan waktu kontak 55,607 menit, yang menghasilkan nilai desirability sebesar 0,832.
Spatial Approach Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah I Made Wahyu Wijaya; Mirna Apriani; Masrullita Masrullita
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 2 No. 1 (2019): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Denpasar menggunakan metode pendekatan keruangan. Analisis menggunakan data Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai acuan perencanaan pengembangan wilayah dan data existing penggunaan lahan. Kota Denpasar memiliki kearifan lokal yang tercantum dalam perda pembangunan kota mempertimbangkan kawawan suci/ pura. Hasil kajian menunjukkan IPAL telah sesuai dengan RTRW dan baku mutu air limbah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. IPAL dapat mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar.
PENENTUAN KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA EKSTRAKSI MINYAK JAGUNG DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT N-HEKSANA angga saputra; muhammad muhammad; Nasrul ZA; Meriatna Meriatna; Masrullita Masrullita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 4 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)- August 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i4.20392

Abstract

Jagung dengan nama ilmia yaitu Zea Mays L , selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak, diambil minyaknya (dari biji), dibuat menjadi tepung, dan dijadikan sebagai bahan baku industri. Minyak jagung merupakan trigliserida yang disusun oleh gliserol dan asam-asam lemak. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan minyak jagung dari biji jagung. Mempelajari pengaruh waktu dan suhu untuk mengestraksi bahan baku jagung dengan pelarut t n-heksana dan memancarkan laju perpindahan massa minyak jagung dari biji jagung. Tahap pertama yang dilakukan pada ekstraksi minyak jagung dengan pelarut n-heksana pada variasi suhu (50 0 C, 55 0 C, 60 0 C) dan waktu (60 menit, 90 menit, 120 menit). Tahap kedua sampel dilakukan uji pada yaitu uji nilai densitas, viskositas dan menentukan nilai difusivitas juga mengalirkan laju perpindahan massa pada minyak jagung. Dari hasil penelitian diperoleh nilai difusivitas tertinggi adalah 0,7 m 2 /s pada suhu 60 0 C dengan waktu 120 menit, nilai viskositas tertinggi adalah 35,14 mm 2 /s pada suhu 60 0 C dengan waktu 120 menit, nilai densitas tertinggi adalah 0,98 ml/gr pada suhu 50 0 C dengan waktu 60 menit. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa suhu dan waktu berpengaruh terhadap nilai difusivitas, viskositas, densitas, dan nilai perpindahan massa. Pada suhu yang tinggi dapat meningkatkan nilai koefisien koefisien evolusi massanya dan pada waktu ekstraksi yang lama juga mengakibatkan nilai koefisien koefisien evolusi massanya berkurang ataupun tidak signifikan. Perpindahan massa yang terjadi pada minyak jagung diperoleh berdasarkan kurva hubungan antara ˆ’ln ((𝐶 𝐴𝑠 ˆ’𝐶 𝐴𝑙 ) / (𝐶 𝐴𝑠 ˆ’𝐶 𝐴𝑙 0 )) versus waktu dan suhu. Penelitian ini telah melaporkan bahwa yang membedakan dari hasil penelitian sebelumnya adalah perbedaan dalam menentukan variabel, bahan baku, dan hal yang mempengaruhi untuk memperoleh nilai koefisien perubahan massa (K LJ ). Penelitian sebelumnya lebih banyak cinderung mendapatkan nilai koefisien perpindahan massanya (K LJ ) dengan melakukan perbandingan antara pelarutan, kecepatan pengaduk, massa bahan baku, ukuran partikel bahan baku dan volume pelarut, sedangkan pada penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan suhu dan waktu untuk melihat pengaruh terhadap nilai koefisien perpindahan massa (K LJ ).
PEMBUATAN BIOKOMPOSIT KITOSAN-PATI UBI JALAR PUTIH (IPOMOEA BATATAS L.)-ALOE VERA UNTUK APLIKASI PEMBALUT LUKA PRIMER Siddik Darmawan; Suryati Suryati; Masrullita Masrullita; Muhammad Muhammad; Lukman Hakim
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 6 No. 02 (2026): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v6i02.22754

Abstract

Wound dressing adalah lapisan pelindung luka untuk menjaga kelembapan dan mendukung proses penyembuhan dan pertumbuhan jaringan secara alami. Produk ini harus memiliki sifat biokompatibel, rendah toksisitas, antibakteri, serta stabilitas kimia yang baik agar dapat mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan biokomposit wound dressing berbahan dasar kitosan dan pati ubi jalar dengan penambahan crosslinker berupa aloe vera. Metode penelitian meliputi tiga tahap, yaitu persiapan bahan baku, pembuatan biokomposit, dan pengujian sifat-sifatnya. Pada analisa swelling hasil dari biokomposit dengan bahan aditif aloe vera pada konsentrasi 10% sebesar 600,00 %. Pada analisa adsorbsi hasil dari biokomposit dengan bahan aditif asam sitrat pada konsentrasi 10%  sebesar 950,00 %. Pada analisa kuat tarik dan elongasi menunjukkan hasil terbaik pada biokomposit dengan aloe vera 2% sebesar 4,37 Mpa dan 75,58 % pada kosentrasi 10%. Pada analisa Analisis FTIR mengidentifikasi gugus O-H, C=C, dan C-O, yang mengindikasikan sifat hidrofilik, antiinflmasi, antibakteri, ramah lingkungan, serta terjadinya ikat silang. Pada analisa antibakteri, biokomposit dengan asam sitrat 2% mengurangi jumlah bakteri menjadi 0 count.