Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Optimalisasi Pemahaman Matematika Siswa Mengenai Miskonsepsi Matematika di Sekolah Dasar Amelia Dwi Astuti; Eva Wulan Sari; Nanda Aulia Salma; Teresia Margaretta
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v2i2.8674

Abstract

Miskonsepsi adalah kesalahan pengertian dasar yang terjadi ketika konsep yang dipahami siswa berbeda dengan konsep yang sebenarnya. Miskonsepsi Matematika dapat berdampak negatif pada pembelajaran matematika selanjutnya, bahkan hingga ke tingkat pendidikan tinggi. Penting untuk melakukan optimalisasi pemahaman tentang konsep dasar Matematika pada siswa khususnya Sekolah Dasar agar kesalahpahaman mengenai konsep Matematika tidak terus menerus terjadi. Pengabdian ini fokus pada optimalisasi penguasaan konsep dasar Matematika mengenai “bilangan” bagi siswa. Penguasaan konsep dasar bilangan penting dikuasai agar dapat membantu siswa dalam membentuk dasar-dasar perkembangan intelektual, membangun kemampuan berpikir logis dan sistematis dan membantu siswa menghadapi tantangan akademis yang kompleks di masa depan.
Sosialisasi Pentingnya Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan Global Amelia Dwi Astuti
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i1.10060

Abstract

Pendidikan merupakan kunci utama dalam membekali generasi muda dengan kompetensi yang diperlukan untuk bersaing di era globalisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai peran strategis pendidikan dalam menjawab tantangan global, seperti revolusi industri 4.0, ketimpangan sosial, dan perubahan iklim. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta distribusi materi edukatif berupa poster. Sasaran kegiatan ini adalah 23 siswa SMA IT Hasanka Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep pendidikan abad 21 dan pemahaman keterampilan esensial (literasi digital, berpikir kritis, kolaborasi). Rekomendasi tindak lanjut mencakup pembentukan komunitas belajar dan pendampingan berkelanjutan oleh pemangku kepentingan lokal.