Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Kritis tentang Program Tayangan Anak di Televisi Dedeh Fardiah
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 7, No 2 (2006): Bagaimana Kita Menafsirkan Komunikasi Pembangunan?
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v7i2.1291

Abstract

-
MEDIA LITERACY FOR DISSEMINATION ANTICIPATED FAKE NEWS ON SOCIAL MEDIA Dedeh Fardiah; Ferry Darmawan; Rini Rinawati; Rifqi Abdul; Kurnia Lucky
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 13, No 2 (2020): (Accredited Sinta 2)
Publisher : Unisba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v13i2.6624

Abstract

Information technology nowadays results in spreading information rapidly. Everyone can easily produce information quickly through several social media, such as Facebook, Twitter, Instagram, or mobile phone messages, such as WhatsApp, Telegram, etc. It is alarming if the information conveyed is inaccurate such as a hoax with a highly provocative title, leading the reader and recipient to obtain a negative opinion. For fighting hoaxes and preventing their negative impacts, the government has adequate legal protection named ITE Law. Apart from the legal product, the government also forms the National Cyber Institution. For example, in West Java, the government has formed West Java Clean Sweep Team (Saber) for Hoaxes, in charge of verifying information distribution in public. The team is built as proactive efforts of the West Java Provincial Government to secure the residents of West Java from disseminating fake news. This article examines how the West Java Saber Hoaxes Team carried out a strategy to minimize the dissemination of fake news (hoaxes) on social media. The research used descriptive studies through in-depth interviews on West Java Saber Hoaxes Team. The result of the research showed that strategies conducted by this team are monitoring, receiving complaints, and educating the public.
Citra Caleg Perempuan dalam Framing Media Online Yenni Yuniati; Dedeh Fardiah
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 10, No 1 (2017): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v10i1.2690

Abstract

Fenomena tentang berita-berita pemilu memperlihatkan bahwa perempuan kurang mendapat akses ke dunia publik, karena representasi perempuan di media lebih kecil, hampir setengahnya, daripada representasi laki-laki yang dijadikan sebagai narasumber oleh media cetak nasional. Dilihat dari komposisi perbandingan status perempuan dan laki-laki yang menjadi narasumber, masih ada kecenderungan media belum memberikan akses yang sama dan berimbang bagi semua profesi yang ada, khususnya perempuan, untuk menjadi narasumber utama. Perempuan masih lebih banyak diletakkan sebagai sumber pengamatan saja.Kecenderungan di atas muncul akibat konstruksi pemberitaan media yang bias gender. Dalam tulisan ini peneliti mengulas  kajian  tentang citra perempuan dalam pemberitaan di media online Penelitian  ini adalah  berita yang terdapat di media on line Kompas.com dan Detik.com yang memuat berita  Caleg Perempuan peserta Pemilu 2014. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis framing dari Robert N. Entman.Hasil penelitian menunjukkan Framing Kompas.Com dan Detik.Com mendefinisikan masalah berita terkait caleg perempuan adalah bahwa perempuan yang berani mencalonkan diri kebanyakan terdiri dari orang-orang populer. Sedangkan  perkiraan masalah berita terkait caleg perempuan pada pemilu 2014  secara umum peneliti mengelompokkan pada tiga kategori yakni citra fisik,  citra populer dan citra konflik. Keputusan moral yang diajukan  hasilnya menunjukkan menjadi alasan ekonomis,politis, pragmatis dan estetis.Rekomendasi penyelesaian yang diajukan yakni caleg perempuan dapat menjadi anggota parlemen jika memenuhi faktor pengetahuan dan pendidikannya, sisi spiritualnya, sisi perekonomiannya dan sisi peran publiknya di dunia politik. 
Interelasi Perempuan dan Internet Dedeh Fardiah
Observasi Vol 10, No 1 (2012): Citra Perempuan Dalam Media
Publisher : Observasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.73 KB)

Abstract

Internet tidak hanya merevolusi cara perempuan dalam berinteraksi yang menembus jarak, ruang, dan waktu, tetapi ia juga hadir dengan budayanya sendiri memengaruhi watak perempuan dalam berkomunikasi. Keakraban dengan sesuatu yang alami dan nyata (real) kini telah diganti dengan keeratan dengan sesuatu yang tidak nyata, virtual, dan semu. Kealamian pun bahkan dianggap sebagai kesemuan, namun ilusi dianggap riil. Internet dianggap telah menciptakan realitas baru yang dikenal sebagai virtual reality di dalam sebuah virtual world.Fenomena interrelasi perempuan dan internet menarik untuk dicermati. Di satu sisi ada peralihan cara perempuan dalam pencarian sumber informasi, bertemu, berbicara, belajar, dan berdagang melalui internet yang mengukuhkannya sebagai subjek. Di sisi lain sosok  perempuan di internet tetap menjadi objek beragam bentuk kejahatan yang dilakukan di internet (cybercrime). Pada posisinya sebagai objek perempuan masih menjadi korban kekerasan secara verbal dan visual dalam wujud pornografi (cyberporn), pelecehan seksual, penculikan, perilaku narsistik, dan  sasaran budaya konsumtif.
Fact-checking Literacy of Covid-19 Infodemic on Social Media in Indonesia Dedeh Fardiah; Ferry Darmawan; Rini Rinawati
Komunikator Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jkm.14459

Abstract

The massive spread of information about COVID-19 hoaxes since 2020 is a problem that any country, including Indonesia, must face. In anticipation of this, the West Java government conducted a fact-checking process using multiplatform Instagram @jabarsaberhoaks. This study aims to identify the fact-checking process that has been carried out by @jabarsaberhoaks accounts using the content analysis method of identifying 334 posts about COVID-19 hoaxes during 2020. The results showed that @jabarsaberhoaks conducted the fact-check by finding data from various hoax themes by checking official sources such as media, authorized agencies, and expert sources nationally and internationally. A note of correction of the clarification results from COVID-19 was published on Instagram. This research finding necessitates stakeholders intensify their campaigns and educate the community on COVID-19 information literacy to understand and respond to the COVID-19 phenomenon adequately. 
Analisis Framing Media Online dalam Pemberitaan Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini Listya Anindita; Leo Randika; Riska Y. Imilda; Yanti Widayanti; Dedeh Fardiah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.90

Abstract

Mass media has become the main source of information for the public to find out the latest and actual news. Through the mass media, various forms of freedom are shown to voice various statements and opinions. This is where the media plays a strong role in bringing up interesting issues for the audience, including in the process of framing a news story. There is no doubt that the framing of the news relates to public figures who are often the targets. This research focuses on the online media Kompas.com when framing news about the Minister of Social Affairs (Mensos) Tri Rismaharini in the December 2021 period. Of course, it aims to see how far Kompas.com is framing the news and packaging news about Tri Rismaharani for public consumption. This research is also supported by using qualitative research methods, constructivist paradigms, and framing analysis. This result of framing analysis on this study indicate how the media constructs and conveys news by format and narrative. In the same event, when viewed from the packaging from one news to another, this frame depends on the interests of a media so that it shows the media's construction of a reality. This news is then formed with a frame through the selection of emphasis on an issue. Abstrak Media massa telah menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat untuk mengetahui berita terbaru dan teraktual. Melalui media massa berbagai wujud kebebasan ditampilkan untuk menyuarakan berbagai pernyataan dan pendapat. Di sinilah media berperan kuat untuk memunculkan isu-isu menarik bagi khalayak termasuk dalam proses framing sebuah berita. Tak ayal framing pemberitaan berkenaan dengan tokoh publik yang kerap kali menjadi sasaran. Penelitian ini salah satunya, fokus pada media online Kompas.com saat membingkai pemberitaan mengenai Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di periode Desember 2021. Tentu penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana Kompas.com membingkai dan mengemas pemberitaan tentang Tri Rismaharani untuk konsumsi publik. Penelitian ini didukung dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, paradigma konstruktivis, serta analisis framing. Hasil analisis framing pada penelitian ini menunjukkan bagaimana media mengkonstruksi dan menyampaikan berita dengan format dan narasinya. Dalam suatu peristiwa yang sama, bila dilihat dari pengemasan dari berita satu ke berita lainnya frame ini tergantung pada kepentingan suatu media sehingga memperlihatkan konstruksi media atas suatu realitas. Berita ini lalu dibentuk dengan frame melalui seleksi penekanan terhadap sebuah isu.
Analisis Framing Media Online dalam Pemberitaan Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini Listya Anindita; Leo Randika; Riska Y. Imilda; Yanti Widayanti; Dedeh Fardiah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v4i1.90

Abstract

Mass media has become the main source of information for the public to find out the latest and actual news. Through the mass media, various forms of freedom are shown to voice various statements and opinions. This is where the media plays a strong role in bringing up interesting issues for the audience, including in the process of framing a news story. There is no doubt that the framing of the news relates to public figures who are often the targets. This research focuses on the online media Kompas.com when framing news about the Minister of Social Affairs (Mensos) Tri Rismaharini in the December 2021 period. Of course, it aims to see how far Kompas.com is framing the news and packaging news about Tri Rismaharani for public consumption. This research is also supported by using qualitative research methods, constructivist paradigms, and framing analysis. This result of framing analysis on this study indicate how the media constructs and conveys news by format and narrative. In the same event, when viewed from the packaging from one news to another, this frame depends on the interests of a media so that it shows the media's construction of a reality. This news is then formed with a frame through the selection of emphasis on an issue. Abstrak Media massa telah menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat untuk mengetahui berita terbaru dan teraktual. Melalui media massa berbagai wujud kebebasan ditampilkan untuk menyuarakan berbagai pernyataan dan pendapat. Di sinilah media berperan kuat untuk memunculkan isu-isu menarik bagi khalayak termasuk dalam proses framing sebuah berita. Tak ayal framing pemberitaan berkenaan dengan tokoh publik yang kerap kali menjadi sasaran. Penelitian ini salah satunya, fokus pada media online Kompas.com saat membingkai pemberitaan mengenai Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini di periode Desember 2021. Tentu penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana Kompas.com membingkai dan mengemas pemberitaan tentang Tri Rismaharani untuk konsumsi publik. Penelitian ini didukung dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, paradigma konstruktivis, serta analisis framing. Hasil analisis framing pada penelitian ini menunjukkan bagaimana media mengkonstruksi dan menyampaikan berita dengan format dan narasinya. Dalam suatu peristiwa yang sama, bila dilihat dari pengemasan dari berita satu ke berita lainnya frame ini tergantung pada kepentingan suatu media sehingga memperlihatkan konstruksi media atas suatu realitas. Berita ini lalu dibentuk dengan frame melalui seleksi penekanan terhadap sebuah isu.
The Effect of Brand Asset Valuator on Usage Decision of Halodoc Application Ghinda Nevithya Kono; Dedeh Fardiah; Kiki Zakiah
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5572

Abstract

This study aims to analyze the effect of the Brand Asset Valuator on the decision to use the Halodoc application. The dimensions Brand Asset Valuator studied include differentiation, relevance, esteem, and knowledge. The dimensions of usage decisions studied included product choice, brand choice, dealer choice, purchase amount, purchase time, and payment method. This type of research is quantitative research using simple random sampling of 123 respondents. The questionnaire used for data collection has been tested for validity and reliability. Data analysis performed included descriptive analysis, classical assumption test, multiple linear analysis, F test, T test, and coefficient of determination. The results of the F test analysis show that the dimensions of differentiation, relevance, esteem, and knowledge together influence the decision to use the Halodoc application. The results of the T test analysis show that the dimensions of differentiation, relevance, esteem, and knowledge partially affect the decision to use the Halodoc application.
Hubungan antara Pemberitaan Pembatasan 17 Lagu Barat oleh KPID Jawa Barat terhadap Minat Pendengar Lagu Barat di Radio Nadya Savira Chaerani; Dedeh Fardiah
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 1, No. 1, Juli 2021 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.256 KB) | DOI: 10.29313/jrjmd.v1i1.50

Abstract

Abstract. In February 2019 KPID West Java issued a circular containing restrictions on the hours of broadcast of some English-language songs that were vulgar in content, both in the form of songs or video clips. There are 17 English songs contained in circular attachments issued by KPID West of Java. Dozens of songs can only be aired starting at 22:00 WIB until 03.00 WIB. The broadcast limitation starts from public complaints and KPID supervision of the broadcast content. A number of online media rollicking to preach this event, one of which is online media Detik.com which is a news site that is widely accessed by various groups. This study uses a quantitative method with a correlational approach that aims to find out the relationship of truth, relevance, balance and neutrality between the coverage of 17 western songs by KPID West of Java towards the interests of listeners of western songs on Radio as aspects of cognitive, evaluative and the interests of listeners of western songs on the radio The students of Faculty of Communication Sciences Unisba as the dependent variable, this study uses the objectivity theory of Westerstahl. From this study using the stratified random sampling technique, it was concluded that there was a significant and very strong relationship between Factuality, Impartiality and Western Song Listeners' Interests on Radio at the Faculty of Communication Sciences Unisba. Abstrak. Pada bulan Februari 2019 KPID Jawa Barat mengeluarkan surat edaran yang berisi tentang pembatasan jam penyiaran beberapa lagu berbahasa Inggris yang berkonten vulgar, baik dalam bentuk lagu atau pun video klip. Terdapat 17 lagu berbahasa Inggris yang terdapat dalam lampiran surat edaran yang dikeluarkan KPID Jawa Barat. Belasan lagu itu hanya boleh tayang mulai pukul 22.00 WIB hingga 03.00 WIB. Pembatasan penyiaran berawal dari aduan masyarakat dan pengawasan KPID terhadap isi siaran. Sejumlah media online beramai-ramai memberitakan peristiwa ini salah satunya media online Detik.com yang merupakan situs berita yang banyak diakses oleh berbagai kalangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional yang bertujuan mengetahui adanya hubungan kebenaran, relevansi, keberimbangan dan netralitas antara pemberitaan pembatasan 17 lagu barat oleh KPID Jawa Barat terhadap minat pendengar lagu barat di Radio sebagai aspek dalam kognitif, evaluatif dengan minat pendengar lagu barat di radio pada Mahasiswa Fikom Unisba sebagai variabel terikat, penelitian ini menggunakan teori Objektivitas dari Westerstahl. Dari penelitian ini yang menggunakan teknik penarikan sampel stratified random sampling ini ditemukan kesimpulan, bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara Faktualitas, Imparsialitas dengan Minat Pendengar Lagu Barat di Radio pada Mahasiswa Fikom Unisba.
Hubungan antara “Pemberitaan Pemerintahan” dengan Persepsi Politik Mahasiswa Puspa Elissa Putri; Dedeh Fardiah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.029 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v1i1.25

Abstract

Abstract. Television has become the most influential mass media in Indonesia because of its ability to reach large numbers of audiences and deliver messages simultaneously. Through the mass media, they persuade through political messages conveyed to the public. For the public the media not only functions as an ordinary source of information, but also in the context of political momentum, both related to practical politics and those that are discourse or enlightenment, can be a reference for information. So researchers are interested in knowing whether the television mass media with the news is still biased to form the perception of the viewer. The research examines the relationship between government reporting on television, the Transmedia CNN Indonesia Bureau of West Java. The method used by researchers is quantitative research methods, with a correlational study approach. The researcher has the aim to find out whether there is a relationship between the reporting of the Transmedia CNN Indonesia Bureau of West Java related to infrastructure on student political perceptions, in the middle of the internet era. From the results of the study, there is a relationship between government reporting with indicators of prominence, and presenting news with political perceptions, with indicators of formation of perception, memory, and knowledge of politics. With agenda setting theory, and cultivation theory for perception, there is a relationship between government reporting on infrastructure, and the political perception of Pasundan University HI Department 2016 students. Abstrak. Televisi telah menjadi media massa yang paling berpengaruh besar di Indonesia karena kemampuannya menjangkau khalayak dalam jumlah yang banyak dan menyampaikan pesan secara serentak. Melalui media massa, mereka melakukan persuasi lewat pesan-pesan politik yang disampaikan kepada publik. Bagi publik media tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi biasa, tetapi juga dalam konteks momentum politik, baik terkait dengan politik praktis maupun yang bersifat wacana atau pencerahan, dapat menjadi rujukan informasi. Maka peneliti tertarik untuk mengetahui apakah media massa televisi dengan pemberitaanya masih bias membentuk persepsi yang menontonnya. Penelitian meneliti mengenai hubungan pemberitaan pemerintahan di dalam televisi yaitu Transmedia CNN Indonesia Biro Jawa Barat. Metode yang digunakan peneliti yaitu metode penelitian kuantitatif, dengan pendekatan studi korelasional. Peneliti memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pemberitaan Transmedia CNN Indonesia Biro Jawa Barat terkait infrastruktur terhadap persepsi politik mahasiswa, ditengah era internet. Dari hasil penelitian tersebut, terdapat hubungan antara pemeberitaan pemerintahan dengan indikator penonjolan, dan penyajian berita dengan persepsi politi, dengan indikator pembentukan persepsi, daya ingat, dan pengetahuan tentang politik. Dengan teori agenda setting, dan teori kultivasi untuk persepsi, maka terdapat hubungan antara pemberitaan pemerintahan terkait infrastruktur, dengan persepsi politik mahasiswa Universitas Pasundan Jurusan HI angkatan 2016.