Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Sebagai Upaya Peningkatan Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan Fitri Damayanti; Titin Supriyatin
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v5i1.4434

Abstract

Every household produces waste cooking oil that was discharged into the environment without any environmental control. This situation is exacerbated by the lack of public knowledge about the impact of it on health and the environment. Because of that, that was necessary to have an innovation in the use it into products of economic value as solid soap products. This activity was carried out with the PKK Karang Anyar partner, Sawah Besar, Central Jakarta which was conducted by online due to the Covid-19 Pandemic period. This activity was able to encourage the independence economic of partner eco-based. The partners agreed that the training provided could increase the added value of waste cooking oil waste, prevent environmental damage, and increase community entrepreneurship. In addition, it could reduce household expenditure in terms of reducing spending on washing agent related to the economy that was felt heavy when Pandemic Covid-19.
Data Keragaman Genetik Berdasarkan Karakter Morfologi pada Beberapa Aksesi Plasma Nutfah Ubi Jalar Fitri Damayanti; Zakiah Fithah A’ini; Giry Marhento
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 1, No 1 (2021): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v1i1.8078

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan penting dunia yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini didukung dengan keberadaan plasma nutfah yang cukup tinggi di Indonesia sehingga langkah pelestarian plasma nutfah sangat penting untuk dilakukan. Pelestarian plasma nutfah tidak saja diterapkan pada varietas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi tetapi sangat penting diterapkan juga pada plasma nutfah yang saat ini belum diketahui nilai ekonominya. Ubi jalar yang ada belum seluruhnya terkarakterisasi sehingga kemungkinan masih banyak sumber potensi keragaman genetik ubi jalar yang belum diketahui. Oleh karena itu perlu dilakukan karakterisasi untuk mengetahui sifat genetik, morfologi, anatomi, dan agronomi tanaman untuk menghindari terjadinya duplikasi pada koleksi plasma nutfah. Sampai saat ini informasi mengenai suatu keragaman ubi jalar sangatlah terbatas, sehingga perlu dilakukan suatu tindakan agar keragaman ini dapat terpelihara dan lestari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi beberapa plasma nutfah ubi jalar. Penelitian ini menggunakan 12 aksesi ubi jalar yang diperoleh dari petani ubi jalar di daerah Majalengka dan ubi jalar koleksi dari BALITKABI, Malang. Dua belas aksesi ubi jalar tersebut adalah: Kidal, Salossa Papua, Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2, Sari, Sarwentar, Mentega, Manohara, Dungkul, dan Cilembu. Setiap koleksi plasma nutfah ubi jalar memiliki perbedaan morfologi yang nyata, baik pada bentuk daun, warna daun, bentuk batang, warna batang, warna kulit dan bentuk umbi serta warna umbi. Karakteristik morfologi menunjukkan keragaman genetik yang tinggi pada koleksi plasma nutfah ubi jalar.
Data Keragaman Genetik Berdasarkan Karakter Morfologi pada Beberapa Aksesi Plasma Nutfah Ubi Jalar Fitri Damayanti; Zakiah Fithah A’ini; Giry Marhento
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 1, No 1 (2021): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v1i1.8078

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu tanaman pangan penting dunia yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini didukung dengan keberadaan plasma nutfah yang cukup tinggi di Indonesia sehingga langkah pelestarian plasma nutfah sangat penting untuk dilakukan. Pelestarian plasma nutfah tidak saja diterapkan pada varietas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi tetapi sangat penting diterapkan juga pada plasma nutfah yang saat ini belum diketahui nilai ekonominya. Ubi jalar yang ada belum seluruhnya terkarakterisasi sehingga kemungkinan masih banyak sumber potensi keragaman genetik ubi jalar yang belum diketahui. Oleh karena itu perlu dilakukan karakterisasi untuk mengetahui sifat genetik, morfologi, anatomi, dan agronomi tanaman untuk menghindari terjadinya duplikasi pada koleksi plasma nutfah. Sampai saat ini informasi mengenai suatu keragaman ubi jalar sangatlah terbatas, sehingga perlu dilakukan suatu tindakan agar keragaman ini dapat terpelihara dan lestari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi beberapa plasma nutfah ubi jalar. Penelitian ini menggunakan 12 aksesi ubi jalar yang diperoleh dari petani ubi jalar di daerah Majalengka dan ubi jalar koleksi dari BALITKABI, Malang. Dua belas aksesi ubi jalar tersebut adalah: Kidal, Salossa Papua, Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2, Sari, Sarwentar, Mentega, Manohara, Dungkul, dan Cilembu. Setiap koleksi plasma nutfah ubi jalar memiliki perbedaan morfologi yang nyata, baik pada bentuk daun, warna daun, bentuk batang, warna batang, warna kulit dan bentuk umbi serta warna umbi. Karakteristik morfologi menunjukkan keragaman genetik yang tinggi pada koleksi plasma nutfah ubi jalar.
Keanekaragaman Tumbuhan Paku Terestrial di Kawasan Hutan Pinus Gunung Pancar, Bogor Ayelir Sukma Yolla; Fitri Damayanti; Efri Gresinta
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 2, No 1 (2022): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v2i1.11844

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan paku terestrial di area camping ground A di kawasan hutan pinus Gunung Pancar, Bogor. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Agustus 2021. Sampel tumbuhan paku dilakukan secara purposive sampling sesuai dengan jenis dan jumlah tumbuhan paku yang terdapat pada area tertentu dengan membuat line transect sepanjang jalur 20 m yang dibuat menjadi empat daerah transek masing-masing berukuran 5x5 m. Pengamatan juga dilakukan terhadap kondisi lingkungan abiotik, meliputi: intensitas cahaya, suhu udara, suhu tanah, kelembaban lingkungan, dan pH tanah. Diperoleh sepuluh jenis tumbuhan paku terestrial, yaitu: Blechnum orientale, Selanginella wildenowii, Dicranopteris linearis, Lygodium cirnatum, Pleocnemia irregularis, Pteris vittata, Pityrogramma calamelanos, Adiantum lunulatum, Marsilea crenata, dan Christella parasitica. Secara keseluruhan daerah transek di Area Camping Ground A Kawasan Hutan Pinus Gunung Pancar Bogor memiliki indeks keanekaragaman yang melimpah sedang yaitu 1.851 dan indeks kemerataan spesies yang merata yaitu 0.334.
Potensi Pemuliaan Mutasi Radiasi sebagai upaya Peningkatan Variasi Genetik pada Tanaman Hias Fitri Damayanti
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 1, No 2 (2021): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v1i2.9300

Abstract

Pemuliaan tanaman berbasis induksi mutasi radiasi memiliki peranan penting untuk peningkatan kualitas atau daya hasil tinggi pada tanaman hias. Induksi mutasi berarti perbaikan mutu genetik untuk memperoleh tanaman dengan sifat-sifat yang diinginkan melalui perubahan susunan genetik suatu tanaman. Secara komersial, tanaman hias yang diminati adalah memiliki variasi genetik yang tinggi seperti bentuk dan corak daun, warna bunga, masa penyimpanan bunga yang panjang, dan tahan terhadap hama dan penyakit. Teknologi induksi mutasi radiasi yang dilakukan melalui kultur jaringan terbukti mampu menghasilkan sejumlah besar mutan, yaitu dihasilkannya variasi genetik yang berbeda dengan tanaman liarnya. Keuntungan aplikasi induksi mutasi yang dikombinasi dengan teknik kultur jaringan adalah mutasi terjadi dapat timbul pada tingkat sel. Hal ini berpeluang tinggi untuk mendapatkan variasi genetik lebih besar dari teknik konvensional. Keberhasilan kegiatan pemuliaan melalui teknik mutasi radiasi dipengaruhi oleh bagian tanaman yang diaplikasikan dan konsentrasi dosis radiasi yang efektif. Tulisan ini adalah ulasan literatur mengenai potensi dan aplikasi teknik pemuliaan mutasi radiasi yang berfokus pada dosis radiasi sinar gamma yang efektif terhadap induksi karakteristik kebaharuan dari tanaman hias.
Pengaruh Konsep Diri Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Di SMK Analis Kesehatan Tunas Medika Jakarta Dini Siti Nurahmah; Sri Murni Soenarno; Fitri Damayanti
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 1, No 1 (2021): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v1i1.8103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar biologi. Penelitian ini dilakukan di SMK Analis Kesehatan Tunas Medika Jakarta. Survei dilakukan terhadap 35 siswa kelas X SMK Analis Kesehatan Tunas Medika Jakarta pada tanggal 26 Juni 2020. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan instrumen angket sebanyak 20 item pernyataan yang terdiri dari bobot positif dan bobot negatif. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 35 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Uji persyaratan analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas menggunakan analisis Kolmogorov Smirnov dan uji linieritas menggunakan uji F (Fisher), dan hasilnya data berdistribusi normal dan memenuhi uji linieritas yaitu data linier / signifikan. . Pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji validitas menggunakan product moment dan uji reliabilitas data menggunakan Cronbach Alpha sehingga diperoleh hasil yang valid dan reliabel, data yang valid sebanyak 16 soal dan data yang tidak valid sebanyak 4. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket dan nilai rapor siswa. Hasil penelitian dinyatakan dengan persamaan regresi Y = 79,823 + (-0,25) X. Nilai signifikansi 0,736, nilai tersebut lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data tidak berkorelasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,003. Uji signifikan regresi yang menyatakan bahwa hipotesis H1 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan prestasi belajar biologi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsep diri tidak berpengaruh positif terhadap pencapaian biologi.
POTENSI BIOFERTILIZER BERBASIS MIKROORGANISME LOKAL DARI LIMBAH BATANG PISANG KEPOK UNTUK PERTUMBUHAN SAWI HIJAU Fitri Damayanti; Dheani Amalia Firdaus; Rifqi Pratama
JURNAL BIOSENSE Vol 5 No 01 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.231 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v5i01.1936

Abstract

Biofertilizer berbasis Mikroorganinse Lokal (MOL) merupakan produk hasil fermentasi dari bahan-bahan tertentu yang dapat diperbanyak dengan bahan alami, yang memiliki kandungan karbohidrat, mineral, vitamin dan protein. Selain itu, MOL dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan pupuk mikroba untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis terbaik MOL dari limbah batang pisang kepok terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan konsentrasi MOL limbah batang pisang kepok yaitu: 0, 50, 100, dan 150 mL/L aquades. Masing-masing perlakuan terdiri dari lima ulangan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberian MOL limbah batang pisang kepok berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, lebar daun, dan berat basah tanaman sawi hijau. Dosis MOL terbaik untuk tanaman sawi hijau adalah pada konsentrasi 100 mL/L aquades.
EVALUASI SIFAT KUANTITATIF GENOTIPE KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGEA (L) MERR.) DENGAN RANCANGAN AUGMENTED Fitri Damayanti; Sutoro Sutoro
Bioscientiae Vol 5, No 1 (2008): Bioscientiae Volume 5 No 1
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.16 KB) | DOI: 10.20527/b.v5i1.3588

Abstract

Permasalahan evaluasi penampilan genotipe-genotipe kacang tanah di lapangan seringmengalami kendala dalam pelaksanaannya. Banyaknya galur atau genotipe kacang tanah yangakan diuji memerlukan lahan percobaan yang luas, sehingga semakin banyak genotipe yang akandiuji makin luas lahan yang diperlukan. Untuk mengatasi masalah tersebut maka ulangandiberikan pada sebagian kecil dari perlakuan (genotipe). Rancangan yang dapat digunakan untukmengatasi masalah tersebut adalah rancangan augmented.Melalui rancangan augmented dalam pemuliaan tanaman dengan evaluasi peubah kuantitatifgenotipe kacang tanah maka genotipe-genotipe kacang tanah dapat dikelompokkan dalam limakelompok berdasarkan tinggi pendeknya tanaman, banyak sedikitnya jumlah cabang dan banyaksedikitnya jumlah polong.
ANALISIS JUMLAH KROMOSOM DAN ANATOMI STOMATA PADA BEBERAPA PLASMA NUTFAH PISANG (MUSA SP.) ASAL KALIMANTAN TIMUR Fitri Damayanti
Bioscientiae Vol 4, No 2 (2007): Bioscientiae Volume 4 No 2
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.956 KB) | DOI: 10.20527/b.v4i2.163

Abstract

East Kalimantan is an area rich in banana germ plasm. Conservation should be focused not only on varieties of high economic values, but on those of unknown economic value as well. Studies on genetic, morphological, anatomical, and agronomical characters of plants are required to avoid duplications of germ plasm collections. In the present study six banana germ plasm accessions - AK1M, AK2M, AK3M, AK4M, AK7P and AK8P - from East Kalimantan were examined. The objective was to reveal the ploidy based on chromosome numbers and to characterize the anatomy of the stomata. Chromosome analysis revealed different ploidies: diploid and triploid, with chromosome number 2n=22 for accessions AK1M, AK2M, AK3M, AK4B, and AK7P, and 2n=33 for accession AK8P. There was a correlation between the sizes of the epidermal cell and the stomata. Accession AK8P with triploidy had bigger epidermal cells and stomatas. The stomatas were located on the upper and lower surfaces of leaves with the exception of acccession AK4B whose stomata were located only on the lower surface. The highest stomatal density on the upper surface (3227.18 /mm2) was shown by accession AK3M with stomatal index value of 6.44%, while the highest value on the lower surface (17222.22/mm2) was found on accession AK4B with stomatal index of 15.35%.
Potensi Ekstrak Daun Pepaya sebagai Biopestisida Hama Ulat Grayak pada Tanaman Kangkung Darat Ardianti Saputri; Fitri Damayanti; Yulistiana Yulistiana
EduBiologia: Biological Science and Education Journal Vol 3, No 1 (2023): EduBiologia: Biological Science and Education Journal
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/edubiologia.v3i1.15796

Abstract

Budidaya tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir.) sering dihadapkan pada permasalahan serangan hama pemakan daun, yaitu hama ulat grayak (Spodoptera sp.). Umumnya petani sayur menggunakan pestisida sintetik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tetapi penggunaan secara terus menerus pestisida sintetik menimbulkan dampak negatif untuk lingkungan dan kesehatan. Upaya pengendalian hama yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan dipandang sangat perlu dilakukan. Salah satu upaya tersebut adalah penggunaan pestisida berbahan alami yang berasal dari tumbuhan atau biopestisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terbaik sebagai biopestisida terhadap ulat grayak pada tanaman kangkung darat. Penelitian dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari empat konsentrasi ekstrak daun pepaya (0, 25, 50, dan 75%). Masing-masing perlakuan terdiri dari lima ulangan. Adapun parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan jumlah akar, dan presentase luas daun yang rusak serta keadaan visual tanaman. Hasil penelitian memperlihatkan bila konsentrasi ekstrak daun pepaya yang terbaik sebagai biopestisida terhadap ulat grayak pada tanaman kangkung darat adalah 75%. Hal ini terlihat dari luasan daun yang rusak akibat ulat grayak hanya mencapai 10.58%. Persentase ekstrak daun pepaya terbaik sebagai biofertilizer adalah 25% untuk tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah akar. Perlakuan dengan penambahan ekstrak daun ppepaya menghasilkan tanaman yang lebih vigor dan berdaun lebih hijau dari kontrol.