Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perbandingan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Meniran – Sambiloto Dengan Atau Tanpa VCO Pada Staphylococcus aureus Wea, Missionira D. V; Sugiyanto; Andika, Venny Kurnia
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i2.32

Abstract

Latar Belakang: Pencegahan resistensi antibiotik, salah satunya adalah dengan memanfaatkan bahan alam seperti tanaman sebagai agen antibakteri. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak Meniran – Sambiloto dengan atau tanpa VCO. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antibakteri ekstrak Meniran – Sambiloto dengan dan tanpa VCO pada S. aureus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan rancangan penelitian eksperimental murni (True-Experimental Research) dengan bentuk desain Post-test Only Control Group. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode sumuran dengan sampel berupa ekstrak Meniran – Sambiloto dan ekstrak Meniran – Sambiloto dengan VCO, untuk kontrol positif menggunakan antibiotik Klindamisin, serta kontrol negatif menggunakan DMSO. Data hasil pengukuran zona hambat dianalisa dengan Uji Mann-Whitney menggunakan IBM SPSS Statistics 26. Hasil: Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk dari sampel Ekstrak Meniran – Sambiloto dengan dan tanpa VCO berturut-turut sebesar 4,05 mm dan 1,05 mm dengan kategori lemah, kontrol positif antibiotik Klindamisin sebesar 10,34 mm dengan kategori kuat, dan kontrol negatif DMSO sebesar 0 mm tidak ada zona hambat. Hasil Uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,021 < 0,05 maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara diameter zona hambat antara Ekstrak Meniran – Sambiloto dengan dan tanpa VCO. Kesimpulan: Ekstrak Meniran – Sambiloto dengan dan tanpa VCO memiliki aktivitas antibakteri dengan menghambat pertumbuhan S. aureus, dimana Ekstrak Meniran – Sambiloto dengan VCO memiliki aktivitas antibakteri lebih besar.
Penentuan Toksisitas Ekstrak Kulit Naga Merah dan Kulit Apel Manalagi Metode Brine Shrimp Lethality Test Andika, Venny Kurnia; Ani Riani Hasana; Yushinta Elsa Valina
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (2) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(2).15

Abstract

Sebanyak 30-35% dari bagian buah merupakan kulit buah yang seringkali terbuang dan belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal mengandung senyawa yang sifatnya berkhasiat bagi kesehatan. Buah naga merah dan apel manalagi merupakan buah-buahan yang rutin dikonsumsi masyarakat untuk kesehatan karena mengandung antioksidan yang tinggi. Kulit buah naga merah kaya akan antosianin yaitu pigmen merah alami yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan, sedangkan kulit buah apel tinggi akan flavonoid yang menunjukkan tingginya aktivitas antioksidan. Saat ini telah banyak minuman kesehatan yang memanfaatkan bagian dari tanaman maupun buah untuk dijadikan sebagai terapi kesehatan sehingga perlu dilakukan pengujian yang bertujuan untuk menentukan khasiat serta keamanan produk. Metode yang dapat dilakukan adalah pengujian dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) untuk menentukan tingkat toksisitas suatu sampel yang diukur terhadap kematian Artemia salina. Pengujian dilakukan dengan mengukur toksisitas ekstrak kulit buah naga dan ekstrak kulit apel manalagi terhadap mortalitas Artemia salina dengan menentukan nilai LC50 dari masing-masing ekstrak sampel. Nilai LC50 ekstrak etanol 70% kulit buah naga merah yang diujikan pada larva Artemia salina sebesar 39,82479812 µg/mL dan nilai LC50 ekstrak etanol 70% kulit apel Manalagi yang diujikan larva Artemia salina sebesar 61,3205876 μg/mL. Hasil uji toksisitas menyatakan bahwa kedua sampel ekstrak tersebut termasuk dalam kategori toksik.
Uji Antioksidan Ekstrak Daging Buah Apel Anna (Malus sylvestris) dengan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) Setiawan, Natanael Adi; Wibowo; Andika, Venny Kurnia
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v3i1.43

Abstract

Radikal bebas adalah molekul atau fragmen molekul yang memiliki satu atau lebih elektron tidak berpasangan dalam orbital atomnya. Pembentukan radikal bebas dapat terjadi ketika ikatan kovalen terpisah. Apel memiliki berbagai manfaat, termasuk menurunkan kolesterol darah, menstabilkan gula darah, menurunkan tekanan darah, bertindak sebagai agen antikanker, dan membantu program diet. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antioksidan dari ekstrak buah apel anna (Malus sylvestris) yang berasal dari Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Ekstrak buah apel anna diperoleh menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan sampel apel anna dari Kota Batu dengan metode penelitian eksperimental laboratorium. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan bahwa nilai IC50 dari ekstrak apel anna adalah 2,1577 ppm, yang tergolong dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Ekstrak daging buah apel anna memiliki antioksidan dengan menggunakan DPPH dan tergolong sangat kuat yang diketahui dengan nilai IC50
Pemberdayaan Anggota PKK Dalam Pembuatan Aromaterapi Roll On Minyak Essensial Peppermint Di RW 09 Kelurahan Kauman Kota Malang Sawu, Sirilus Deodatus; Andika, Venny Kurnia; Valina, Yushinta Elsa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i2.8383

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dengan pengurus PKK RW 09 Kelurahan Kauman Kota Malang dan kegiatan-kegiatan PkM yang pernah dilakukan sebelumnya, terdapat permintaan dari kader PKK untuk diberikan pelatihan terkait pembuatan sediaan yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan seperti relaksan, nyeri, mual muntah, maupun masuk angin. Penggunaan sediaan obat dengan bahan dasar herbal lebih disukai oleh kader PKK menjadi dasar minyak esensial peppermint yang dipilih sebagai bahan aktif. Minyak esensial peppermint kemudian dibuat dalam bentuk roll-on aromoterapi karena kader banyak yang menggunakan produk serupa namun belum memiliki keterampilan untuk membuat sediaan aromaterapi dalam bentuk roll-on. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan dalam membuat sediaan aromaterapi khususnya dengan kandungan utama minyak esensial peppermint yang dibuat dalam bentuk roll-on. Metode yang digunakan adalah pemberian sosialisasi melalui media powerpoint dan poster serta berupa kegiatan demonstrasi pembuatan sediaan roll-on aromaterapi. Evaluasi pengukuran pemahaman peserta pengabdian masyarakat dengan membandingkan rerata nilai pretest dan posttest serta evaluasi kemampuan peserta kegiatan melalui lembar penilaian keterampilan. Hasil evaluasi kegiatan didapatkan adanya peningkatan pemahaman peserta menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pretest-posttest sebesar 55,45% dan nilai rata-rata skor keterampilan peserta dalam membuat sediaan roll-on adalah 3,58 dengan kategori baik sekali. Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh peserta dan mengindikasikan keberhasilan kegiatan PkM yang telah dilaksanakan
Empowerment of Elderly Posyandu Cadres of Kauman Village, Malang City in Making Healthy Snacks with Dragon Fruit Yogurt Andika, Venny Kurnia; Luluk Anisyah; Nancy Ratu Jovancha Laurentza
Transformatif : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tranformatif.v6i1.11148

Abstract

The elderly need special attention to their nutritional intake. However, elderly posyandu cadres often have difficulties in determining the type of additional food that suits the needs of the elderly, and do not have the skills to process daily food ingredients into healthy snacks. Yogurt is a type of healthy snack that is beneficial for the health of the elderly. This activity aims to increase the knowledge of elderly posyandu cadres about healthy snacks and how to make dragon fruit yogurt as one of the alternative healthy snacks for the elderly. The method used is Participatory Action Research (PAR), which is designed to answer partner problems through a participatory approach. The activity was attended by 19 elderly posyandu cadres. Evaluation was carried out through pre-test and post-test to measure the level of understanding of participants. This program is carried out in three stages, namely the presentation about healthy snacks knowledge, training on how to make dragon fruit yogurt, and direct manufacturing practices. The results of the evaluation showed an average score increase of 66.5% between pretest and post-test, which showed that the information and skills provided could be well received and understood by the participants, as well as indicating the success of this service activity.
Uji Karakteristik Fisik dan Efektivitas Eco Enzim Jeruk Lemon terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Sugiyanto, Sugiyanto; Andika, Venny Kurnia; Laurentza, Nancy Ratu Jovancha
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.21581

Abstract

ABSTRACT Background to the benefits of Eco Enzymes, especially those derived from natural ingredients such as lemons, for skin health, among others, first, eco enzymes have gentle exfoliating properties and eco-enzymes can also be used as a disinfectant and hand sanitizer, where this eco enzyme can be used as a reliever. infections and healing wounds. This research was to determine the physical characteristics and anti-bacterial effectiveness of lemon eco enzyme against the bacteria Staphylococcus aureus. Experimental research method where the lemon eco enzyme is used to test the physical characteristics and anti-bacterial effectiveness where the lemon eco enzyme sample is divided into 3 concentrations, namely 10%, 15% and 20% and the negative control is used aqudes while the positive control is used liquid soap and carried out measurements related to organoleptics, pH, specific gravity and inhibitory power on the bacteria Staphylococcus aureus. The result research showed that the eco enzyme color of lemon was 10%. 15% and 20% light yellow, light yellow soap color and clear distilled water color, 10% lemon orange eco enzyme smell. 15% and 20% lemon, typical fragrant soap smell and odorless distilled water, 10% eco enzyme form of lemon. 15%, 20%, soap and distilled water are clear liquids, pH eco enzyme lemon 10% 8.1. 15% 8.7 and 20% 9.4 distilled water 7.1 and soap 12.1 and for the specific gravity of the eco enzyme lemon 10% is 0.9582, 15% is 0.9345, 20% is 0.899, distilled water 0 .9891 and soap 0.9957, while for the anti-bacterial effectiveness test on eco enzyme lemon 10% is 7.03, 15% is 8.2, 20% is 9.73, soap is 11.4 and distilled water is 5.07. The conclusion for testing the anti-bacterial effectiveness of Staphylococcus aureus for the lemon eco enzyme sample is that the best is at an eco enzyme concentration of 20% but the effect is still smaller than with soap. Keywords: Lemon Eco Enzyme, Anti-Bacterial, Staphylococcus Aureus  ABSTRAK Latar belakang manfaat Eco Enzim khususnya yang berasal dari bahan alami seperti jeruk lemon,terhadap kesehatan kulit antara lain pertama, eco enzim memiliki sifat eksfoliasi yang lembut dan eco-enzyme dapat juga dimanfaatkan sebagai desinfektan dan hand sanitizer, dimana eco enzyme ini dapat digunakan sebagai meredakan infeksi dan menyembuhkan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik dan efektifitas anti baakteri pada eco enzym jeruk lemon terhadap  bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian eksperimen dimana eco enzim jeruk lemon  yang digunakan untuk uji karakteristik fisik dan efektifitas anti bakteri dimana sampel eco enzim jeruk lemon dibagi menjadi 3  konsentrasi yaitu 10%, 15% dan 20% dan control negative digunaknan aqudes sedangkan control positif dipakai sabun cair dan dilakukan pengukuran terkait dengan organoleptis, pH, bobot jenis dan daya hambat pada bakteri staphylococcus aureus. Hasil penelitian didapatkan warna eco enzim jeruk lemon 10%. 15% dan 20% kuning mudah, warna sabun kuning mudah dan warna aquades bening, bau eco enzim jeruk lemon 10%. 15% dan 20% jeruk lemon, bau sabun wangi khas sabun dan aquades tidak ber bau, bentuk eco enzim jeruk lemon 10%. 15%, 20%, sabun dan aquades adalah cairan jernih, pH eco enzim jeruk lemon 10% 8,1. 15% 8,7 dan 20% 9,4 aquades 7,1 dan sabun 12,1 dan untuk berat jenis eco enzim jeruk lemon 10%.adalah 0,9582,  15% adalah 0,9345, 20% adalah 0,899, aquades 0,9891 dan sabun 0,9957 sedangkan untuk uji effektifitas anti bakteri pada eco enzim jeruk lemon 10% adalah 7,03, 15% adalah 8,2, 20% adalah 9,73, sabun adalah 11,4 dan aquades 5,07. Kesimpulan untuk uji effektifitas anti bakteri Staphylococcus aureus untuk sampel eco enzim jeruk lemon yang paling baik yaitu pada konsentrasi eco enzim 20% tetapi efeknya masih lebih kecil dibandingkan dengan sabun.  Kata Kunci: Eco Enzim Jeruk Lemon, Anti Bakteri, Staphylococcus Aureus
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70%, Etil Asetat, N-Heksana Cabai Merah (Capsicum Annum L.) Terhadap Staphylococcus Aureus Bramatio Putra, Cristopher; Wibowo, Wibowo; Andika, Venny Kurnia
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i2.65

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak cabe merah (Capsicum annuum L.) dengan pelarut etanol 70%, etil asetat, dan n-heksana memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan penyarian dengan metode maserasi bertingkat. Pengujian antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Tiap ekstrak cabai merah dibuat dengan konsentrasi 25, 50 dan 100%. Media pertumbuhan bakteri yang digunakan dalam uji antibakteri pada penelitian ini yaitu Nutrient Agar (NA). Hasil uji fitokimia terhadap ekstrak etanol 70%, etil asetat, dan n-heksana cabai merah menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder, yaitu flavonoid. Flavonoid berfungsi sebagai antimikroba. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan ekstrak etanol 70%, etil asetat, dan n-heksana cabai merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Zona hambat tertinggi secara berturut pada ektrak etanol 70%, ektrak etil asetat, dan ekstrak n-heksana cabai merah pada tiap rentang konsentrasi. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak cabai merah mempunyai aktivitas antibakteri berupa penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Pemberdayaan Lansia Penderita Penyakit Hipertensi Serta Hiperkolesterol Melalui Edukasi Pengetahuan Secara Home Care di Malang Raya Anisyah, Luluk; Andika, Venny Kurnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.10922

Abstract

ABSTRAK  Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Malang Raya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyakit, bahaya, resiko, cara pencegahan dari hipertensi dan hiperkolesterol, meningkatkan pengetahuan terkait manfaat, khasiat dari terapi komplementer jamu tradisional ”x” melalui pemberian edukasi secara home care serta cek kesehatan rutin, agar meminimalisir terjadinya komplikasi pada tubuh sehingga Kesehatan lansia dapat terjaga. Masyarakat lansia pengguna jamu”x” tersebut berjumlah 21 orang. Penggunaan obat tradisional sebagai bagian dari pengobatan hiperkolesterol dan hipertensi yang semakin meningkat. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah harga yang murah,  disamping itu efek samping yang ditimbulkan dianggap lebih sedikit. Bawang putih merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol atau hipolipidemik, serta dapat mengurangi terjadinya pengerasan pada pembuluh darah. Komponen jamu “x” selain bawang putih juga terdapat bahan yang lainnya, dimana manfaatnya adalah sebagai antioksidan dan mempunyai manfaat dapat meminimalisir penyakit degenerative terutama hipertensi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada lansia penderita penyakit hipertensi dan hiperkolesterol meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pemberian edukasi dan cek kesehatan; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi kesehatan dan melakukan cek kesehatan; Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist Pre-Post Test terhadap meningkatkan pengetahuan terkait penyakit, bahaya, resiko, cara pencegahan dari hipertensi dan hiperkolesterol  serta juga meningkatkan pengetahuan terkait manfaat, khasiat dari terapi komplementer jamu tradisional”x” untuk menjaga agar meminimalisir terjadinya  komplikasi pada tubuh. Hasil pre-test edukasi pengetahuan 63,08% dan post-test edukasi sebesar 88,08%; evaluasi tekanan darah pre sebesar 150,19/88,90 mmHg, sedangkan post nya 138,05/83,33 mmHg; evaluasi kolesterol pre sebesar 192,24 dan post sebesar 179,90. Kesimpulan bahwa untuk peningkatan tingkat pengetahuan kepada lansia dapat tercapai sehingga untuk kadar tekanan darah dan kolesterol dapat tercapai pula. Kata Kunci : Home care, Hiperkolesterol, Hipertensi, JamuABSTRACT The community service carried out in Malang Raya aims to increase knowledge regarding diseases, dangers, risks, how to prevent hypertension and hypercholesterolemia, increase knowledge regarding the benefits, efficacy of traditional herbal "x" complementary therapy through providing home care education and routine health checks , in order to minimize the occurrence of complications in the body so that the health of the elderly can be maintained. There are 21 elderly people who use herbal medicine "x". The use of traditional medicine as part of the treatment of hypercholesterolemia and hypertension is increasing. One of the contributing factors is the low price, besides that the side effects are considered to be less. Garlic is a medicinal plant that can be used to lower cholesterol or hypolipidemic, and can reduce hardening of the arteries. The "x" herbal component apart from garlic also contains other ingredients, which are beneficial as antioxidants and have the benefit of minimizing degenerative diseases, especially hypertension. The implementation method used in community service for elderly people with hypertension and hypercholesterolemia includes 3 activities, including: Preparatory stage: making an approach, preparing materials and tools used for providing education and health checks; Implementation phase: providing health education and conducting health checks; The evaluation phase is carried out by using the Pre-Post Test checklist to increase knowledge regarding diseases, dangers, risks, how to prevent hypertension and hypercholesterolemia and also increase knowledge regarding the benefits, efficacy of traditional herbal "x" complementary therapy to keep minimizing the occurrence of complications in the body . The results of the knowledge education pre-test were 63.08% and the educational post-test were 88.08%; the pre blood pressure evaluation was 150.19/88.90 mmHg, while the post was 138.05/83.33 mmHg; pre cholesterol evaluation of 192.24 and post of 179.90. The conclusion is that increasing the level of knowledge of the elderly can be achieved so that blood pressure and cholesterol levels can also be achieved. Keywords : Home care, Hypercholesterol, Hypertension, Herbal medicine
Pemberdayaan kader kesehatan melalui pelatihan caregiver informal dalam Perawatan Jangka Panjang (PJP) lansia Oda Debora; Venny Kurnia Andika; Febrina Secsaria Handini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27449

Abstract

Abstrak Saat ini Indonesia sedang menghadapi peningkatan morbiditas akibat penyakit tidak menular dan penyakit degeneratif. Menurut Riskesdas 2018, penyakit tidak menular terbanyak yang dialami lansia adalah tekanan darah tinggi (hipertensi). Sama halnya di Kota Malang, hipertensi dan diabetes mellitus adalah penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan. Menurut survei yang dilakukan tahun 2028, 74,3% lansia masih tergolong mampu melakukan aktivitas secara mandiri, sedangkan sisanya memiliki tingkat ketergantungan ringan hingga berat. Kondisi ini juga ditemukan di salah satu wilayah kerja Puskesmas Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yaitu Kelurahan Sukoharjo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan terkait penyakit tidak menular di Sukoharjo. Kegiatan ini bermitra dengan kader kesehatan Kelurahan Sukoharjo, kecamatan Klojen, kota Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi edukasi, praktik, demonstrasi, dan pelatihan yang terbagi kedalam 9 kali pertemuan tatap muka. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan yang semula banyak berpengetahuan kurang sebesar 84,2%, setelah dilakukan kegiatan meningkat menjadi baik sebesar 100%. Begitupun dengan praktik dan demonstrasi yang dilakukan, seluruh kader kesehatan memahami dan dapat melakukan demonstrasi secara mandiri. Dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan kader dapat menyebarluaskan ilmu yang telah didapatkan kepada caregiver informal di wilayahnya masing-masing. Kata kunci: caregiver informal; lansia; perawatan jangka panjang Abstract Currently, Indonesia is facing an increase in morbidity due to non-communicable diseases and degenerative diseases. According to Riskesdas 2018, the most non-communicable disease experienced by the elderly is high blood pressure (hypertension). Similarly in Malang, hypertension and diabetes mellitus are the most common non-communicable diseases. According to a survey conducted in 2028, 74.3% of the elderly are still classified as able to carry out activities independently, while the rest have a mild to severe dependency rate. This condition was also found in one of the working areas of the Bersama Health Center, Klojen District, Malang City, namely Sukoharjo Village. The purpose of this activity is to solve problems related to non-communicable diseases in Sukoharjo. This activity partners with health cadres of Sukoharjo Village, Klojen District, Malang City. Methods used in this activity include education, practice, demonstration, and training divided into 9 face-to-face meetings. The results of this activity show that there is an increase in the knowledge and ability of health cadres who originally had a lot of knowledge, which was less than 84.2%, after the activity was carried out, it increased to a good level of 100%. Along with the practices and demonstrations carried out, all health cadres understand and can carry out demonstrations independently. With the implementation of this community service activity, it is hoped that cadres can disseminate the knowledge that has been obtained to informal caregivers in their respective regions. Keywords: elderly; informal caregiver; long-term caregiving