Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI HIV TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN HIV PRANIKAH PADA SANTRI SMA SEDERAJAT DI PONDOK PESANTREN ABU HURAIRAH MATARAM Ilham, Lalu Fahril; Hapsari, Yunita; Herlina, Lenny
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Kedokteran Vol 9 No 1 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i1.389

Abstract

Latar belakang : Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan dunia yang utama hingga saat ini dan Indonesia merupakan negara endemitas tinggi. Peningkatan prevalensi infeksi HIV baik secara nasional maupun regional menggambarkan penularan HIV yang cepat dan progresif. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai manifestasi klinis. Pada umumnya infeksi HIV tidak menimbulkan gejala spesifik, hal ini berarti terdapat kemungkinan risiko orang yang menularkan tetapi tidak menyadarinya. Pencegahan adalah satu-satunya perlindungan terhadap epidemi HIV dan pelajar adalah salah satu kelompok terbaik yang untuk memulai pendidikan kesehatan mengenai infeksi HIV. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengambilan data secara cross-sectional menggunakan kuesioner. Responden pada penelitian ini dipilih melalui tekhnik cluster sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah analisa univariat serta analisis bivariat menggunakan metode korelasi Spearman. Hasil : Sebanyak 70 responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Pada variabel pengetahuan responden, didapatkan responden sebagian besar memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 34 orang (48,6%). Pada variabel tingkat perilaku pencegahan responden, mayoritas didapatkan responden yang memiliki tingkat perilaku baik yaitu sebanyak 51 orang (72,9%). Nilai korelasi menunjukkan terdapat hubungan bermakna (p<0,05) dengan arah hubungan yang positif dan sedang antara pengetahuan responden dengan perilaku pencegahan responden (r = 0,424). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan tentang infeksi HIV terhadap perilaku pencegahan HIV pranikah pada santri di Pondok Pesantren Abu Hurairah Mataram.
Penatalaksaan Skabies Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Pada Pasien Dewasa Kumarayanti, Ni Komang Dessy; Hapsari, Yunita; Ramdhani Kusuma, Dinie
Jurnal Kedokteran Vol 9 No 3 (2020): Jurnal Kedokteran volume 9 no 3 2020
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v9i3.422

Abstract

Scabies is an infected skin disease caused by infestation and sensitization of Sarcoptes scabiei var. Hominis and its products with nocturnal pruritus as symptom. At 2017, scabies was included to Neglected Tropical Diseases (NTD). This disease related to low economic state, low educational level, poor hygiene, linited access to clean water, dense settlement, wrong diagnosis and treatment. Scabies can easily transmitted both directly and indirectly. Scabies was neglected by people because people thought thah this disease wasn’t a life-threatening disease, however this disease can lead to some complications such as impetigo, celullitis, abscesses, even sepsis, in the case of S. pyogenes, post-streptococcal glomerulonephritis and acute rheumatic fever can happen. In resource-poor countries, outbreaks of acute poststreptococcal glomerulonephritis coincide with outbreaks of scabies and may contribute to development of chronic kidney disease and subsequent renal failure. Patient came with complaints itching between fingers on both hands and foots, wrist, back, and crotch especially at night since four months ago. He has poor personal hygiene. The patients was diagnosed with scabies, then he got treatment with family medicine approach. Medicine treatment he got was Permethrine cream 5%, Cetirizine tablet, and mixed cream of Fusidat Acid and Desoximetason. The family who lived together with patient also got treatment and educated about the disease.
Penyuluhan Cara Cuci Tangan Bagi Pengunjung Rumah Sakit Universitas Mataram Isna Kusuma Nintyastuti; Titi Pambudi Karuniawaty; Mohammad Rizki; Yunita Hapsari
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v3i2.145

Abstract

Washing hands with soap for 20 seconds is an effective prevention effort against various infectious diseases. In the COVID-19 pandemic, mastery of good and correct hand washing by the wider community plays a major role in efforts to prevent disease transmission. Mataram University Hospital which is a hospital that serves as a vehicle for education is the right place to apply knowledge and disseminate knowledge to the wider community, especially hospital visitors about how to wash hands in order to prevent the spread of COVID-19. Therefore, we do community service in the form of counseling on how to wash hands for visitors to the Mataram University Hospital. This service aims to increase the knowledge of visitors to the Mataram University Hospital on how to wash their hands. Counseling is carried out in the visitor's waiting room, both at registration, pharmacy and outpatient. Young doctors who are conducting education are also involved in this activity. Counseling is carried out by inviting the demonstrators to directly practice hand washing steps according to World Health Organization (WHO) standards. During the period from August to October, there were 7 counseling sessions and hand washing practices for visitors to the Mataram University Hospital. The media used in the counseling were banners with pictures of hand washing steps and hand sanitizers for direct practice by visitors. The involvement of young doctors and good coordination with the education and health promotion sectors of the hospital support this activity. 
Recognizing Sexually Transmitted Infections And Their Treatment Nabilla Septiana; Dinie Ramdhani Kusuma; Yunita Hapsari
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 1 No 2 (2021): KESANS : International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.454 KB) | DOI: 10.54543/kesans.v1i2.7

Abstract

Sexually Transmitted Infections (STIs) are diseases that can be transmitted from one person to another, can be caused by bacteria, viruses, parasites, and fungi. STIs can be transmitted through vaginal, anal, and oral sex. This article aims to identify STIs and their management. The sources used are scientific journals and textbooks. Source searches were conducted on the online portals of journal publications such as the National Center for Biotechnology Information / NCBI (ncbi.nlm.nih.gov) and Google Scholar (scholar.google.com). Transmission of STIs can occur due to interactions between agents (disease-causing factors), hosts (humans as hosts), and the environment (environmental factors). The increase in the incidence of STIs is influenced by several factors, including demographic changes such as very high population growth, increased community movements due to work or tourism, advances in IT-based technology (Technology Information) and socio-economic improvements.
Tingkat Pengetahuan Tenaga Kesehatan Di Pulau Lombok Tentang Penyakit Infeksi Kulit Terkait Bencana Sebelum Dan Setelah Pemberian Materi Dinie Ramdhani Kusuma; Dedianto Hidajat; Yunita Hapsari
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 4 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.078 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i4.1467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga kesehatan di Pulau Lombok tentang penyakit infeksi kulit terkait bencana sebelum dan setelah pemberian materi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-experiment corss-sectional dengan pendekatan one-group pre-test-post-test. Penelitian ini dilakukan di Ballroom Hotel Lombok Raya Mataram dengan sampel penelitian berjumlah 62 orang petugas kesehatan yang berasal dari Pulau Lombok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sampel penelitian sebelum pemberian materi dengan skor rerata 55,48% dan setelah pemberian materi dengan skor rerata 69,95%. Sehingga, dapat dinyatakan adanya perbedaan yang bermakna (p<0,005) antara dua kelompok penelitian. Kesimpulannya, terdapat terdapat peningkatan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan di Pulau Lombok tentang penyakit infeksi kulit terkait bencana sebelum dan setelah pemberian materi.
Persepsi Petugas Kesehatan Terhadap Manekin Pemeriksaan Pap Smear Isna Kusuma Nintyastuti Suninto; Monalisa Nasrul; Yunita Hapsari
Unram Medical Journal Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran Juni 2021
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v10i2.439

Abstract

Pemeriksaan deteksi dini kanker rahim saat ini menjadi program kesehatan nasional dalam rangka mengurangi angka kesakitan dan kematian. Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan pap smear dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat primer seperti Puskesmas. Keterampilan pemeriksaan papsmear bagi petugas kesehatan merupakan keharusan sehingga program deteksi dini kanker leher rahim bisa terlaksana dengan luas, efektif dan efisien. Salah satu media penyegaran kembali mengenai keterampilan ini adalah dengan berlatih pada manekin sehingga dari aspek keselamatan pasien lebih aman. Untuk mengetahui efektivitas dan kualitas pelatihan pemeriksaan pap smear untuk petugas kesehatan, maka diperlukan penelitian untuk mengetahui persepsi petugas kesehatan terhadap manekin pemeriksaan pap smear yang digunakan dalam pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petugas medis mengenai manekin yang digunakan pada pelatihan pemeriksaan pap smear. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menjabarkan persepsi petugas kesehatan terhadap kualitas alat peraga yang digunakan dalam pelatihan pemeriksaan pap smear. Penelitian dilakukan pada 39 responden. Dari hasil kuisioner mengenai kualitas manikin, responden paling banyak menyatakan setuju bahwa manikin memiliki kualitas yang baik. Dari kuisioner mengenai pengaruh kualitas manikin terhadap prosedur pemeriksaan, didapatkan jawaban dari responden paling banyak menyatakan setuju bahwa dengan latihan menggunakan manikin maka keterampilan prosedur pemeriksaan pap smear menjadi baik. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa petugas kesehatan memiliki persepsi yang baik terhadap manikin pemeriksaan pap smear baik dari segi kualitas maupun manfaat penggunaan manikin dalam pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pemeriksaan pap smear.