Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KARAKTERISTIK POLA RAMBAT ENHALUS ACOROIDES DI TELUK BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Aditya Irawan; Puspita, Zetira Dwilia; Lily inderia Sari
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v3i1.531

Abstract

Teluk Balikpapan memiliki peranan yang cukup penting dan strategis, diantaranya sebagai penyangga kesinambungan fungsi teluk tersebut sebagai pelabuhan laut Balikpapan dan sumber penghasilan masyarakat di sekitarnya serta kehidupan ekosistem perairan kawasan teluk. Lamun merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae) memiliki buah, daun dan akar sejati yang tumbuh pada substrat berlumpur, berpasir dan berbatu. Penelitian ini dilakukan Pada November 2022, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola rambat E.acoroides di padang lamun Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengumpulan data menggunakan sampling transek kuadran. Analisis data yang di gunakan untuk mengetahui pola rambat, kerapatan,frekuensi dan tutupan. Pengambiolan sampel dilakukan dengan menggunakan transek berukuran 50 x 50 cm pada 4 stasiun dengan 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 2 jenis lamun yaitu E.acoroides dan T.hemprichii. Pola rambat E.acoroides dengan nilai rata-rata Stasiun Utara 26,54 %, Stasiun Timur 23,23%, Stasiun Selatan 27,57%, dan Stasiun Barat 22,66%. Sehingga arah pola ramba lebih dominan ke arah Selatan.
KARAKTERISTIK KELIMPAHAN BINTANG LAUT DI PADANG LAMUN PERAIRAN PULAU BADAK-BADAK KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR Juair; Aditya Irawan; Inderiasari, Lily
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/s5cmf588

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2023 – Januari 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik kelimpahan bintang laut di Perairan Pulau Badak-Badak Kota Bontang Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali pengulangan. Analisis data Bintang laut menggunakan komposisi spesies (Ks) indeks keanekaragaman (H’) indeks keseragaman (E) indeks dominansi (C) dan Uji Statistik korelasi. Hasil penelitian ditemukan 54 Individu bintang laut dari 2 spesies. Archaster typicus adalah spesies yang umum ditemukan dengan kelimpahan rata-rata sebesar 20 Individu. Parameter fisika – kimia yang terdiri dari suhu, kekeruhan, salinitas, kecerahan, kecepatan arus, pH, DO, nitrat dan fosfat yang tergolong sangat baik bagi organisme yang hidup di dalam perairan tersebut. Pada stasiun penelitian ditemukan dua jenis lamun yaitu Enhalus acoroides dan Cymodocea rotundata. Hasil uji korelasi kelimpahan Bintang laut dan kerapatan tegakan  E. acoroides memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat r = (0,80 - 0,958) dengan arah korelasi (+) positif. Nilai C. rotundata memiliki tingkat hubungan kuat r = (0,60 – 0,756) dangan arah korelasi (+) positif.
KELIMPAHAN DAN POLA SEBARAN MAKRO BIVALVIA DI EKOSISTEM PADANG LAMUN PULAU BADAK-BADAK KOTA BONTANG Ferdinan Lamhot Maruli Sinurat; Lily Inderia Sari; Aditya Irawan
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.1523

Abstract

Karakteristik dan Kelimpahan dan Pola Sebaran Makro Bivalvia di Ekosistem Padang Lamun Pulau Badak-Badak Kota Bontang. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2023 – Januari 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ringkasan dan pola sebaran makrozoobentos Bivalvia di ekosistem padang lamun Pulau Badak-Badak Kota Bontang Kalimantan Timur. Pengambilan sampel bivalvia dilakukan secara purposive sampling pada 3 stasiun penelitian. Hasil penelitian ditemukan 2 spesies yang terdiri dari 2 famili yakni Acrosterigma subrugosa dan Dosinia lupinus. Komposisi persentase gastropoda yang mendominansi terdapat 2 famili spesies yaitu dari famili Cardiidae Acrosterigma Subrugosa, dan dari famili Veneridae spesies Dosinia Lupinus., dengan nilai pelaporan yang diperoleh 100 ind/m2 dari semua spesies makro bivalvia yang ditemukan dan dari stasiun ketiga. Nilai indeks keanekaragaman (H') menunjukkan kriteria rendah dan Nilai indeks keseragaman (E) menunjukkan persebaran merata sedangkan Nilai indeks Dominansi (C) menunjukkan terdapat spesies yang mendominasi. Pola sebaran Makro Bivalvia menunjukkan pola penyebaran seragam dan acak. Hubungan antara keanekaragaman makro bivalvia dengan kerapatan lamun adalah searah yang dimana semakin tinggi jumlah bivalvia maka semakin tinggi pula presentase kerapatan lamun begitu pun sebaliknya, semakin rendah persentase kerapatan lamun maka keanekaragaman makro bivalvia semakin rendah.
KARAKTERISTIK SAMPAH MAKROPLASTIK YANG TERJEBAK DI DASAR PADANG LAMUN PERAIRAN PULAU BADAK-BADAK KOTA BONTANG PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Muhammad Dian Nur Pangestu Pratama; Lily Inderia Sari; Aditya Irawan
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/tas.v5i1.1525

Abstract

Makroplastik sebagai salah satu jenis debris yang secara kasat mata mudah ditemukan dan keberadaannya mengganggu kenyamanan lokasi yang dijadikan tempat wisata, selain juga berpotensi mengganggu kestabilkan ekosistem. Keberadaan makroplastik di wilayah padang lamun, memerlukan penanganan khusus, dikarenakan posisinya tidak pernah tidak tergenang dan memiliki dasar perairan yang berpasir, sehingga mudah memerangkap makroplastik. Penelitian untuk mengetahui karakteristik sampah makroplastik yang terjebak di dasar padang lamun ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober - Januari 2023 di Pulau Badak-badak Kota Bontang Kalimantan Timur. Pengamatan dilakukan secara kuantitatif dan mengkoleksi makroplastik dengan transek sepanjang 100 m dan menggunakan kuadran berukuran 5x5 m per 150 meter jarak per stasiun. Hasil pengamatan menemukan kelimpahan makroplastik di habitat lamun E. acoroides sebesar 737g/m2 dengan karakteristik makroplastik dari yang terbanyak hingga yang paling sedikit adalah PL24, PL02, PL05, PL07, PL01, PL06, dan PL16. Analisis korelasi antara volume makroplastik dan kerapatan bersifat positif namun rendah (r = 0,3581).
KARAKTERISTIK KEANEKARAGAMAN MAKRO GASTROPODA PADA PADANG LAMUN DI PERAIRAN PULAU BADAK-BADAK KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR Muhammad Fizul Khisal; Aditya Irawan; Lily Inderia Sari
Jurnal Tropical Aquatic Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Tropical Aquatic Sciences
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872//tas.v5i1.2561

Abstract

Gastropoda adalah salah satu kelas moluska yang diketahui berasosiasi dengan baik terhadap ekosistem padang lamun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Januari 2024. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kondisi dan Keanekaragaman makro gastropoda pada padang lamun di perairan Pulau Badak–Badak Kota Bontang Kalimantan Timur. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan sampling transek kuadran dan analisis data menggunakan komposisi spesies kepadatan populasi, indeks keanekaragaman (H’) indeks keseragaman(E), indeks dominansi (C), kerapatan lamun, dan uji korelasi lamun dengan makro gastropoda. Pengambilan transek kundran berukuran 50 x 50 pada setiap stasiun dengan 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian ada 5 jenis makro gastropoda yang di temukan yaitu Rhinoclaris vertagus, Cerithium litteratum, Laevistrombus, Purpuradusta microdon, dan Gibberulus gibberulus. Lamun yang di temukan pada saat penelitian terdapat satu spesies yaitu Enhalus acoraides. Nilai dari komposisi spesies tertinggi pada 3 stasiun adalah spesies Gibberulus gibberulus dengan nilai tertinggi 32% - 36%. Dan nilai komposisi terendah adalah Purpuradusta Microdon dengan nilai 5% - 15%. Nilai kepadatan popuulasi pada 3 stasiun dengan 3 kali pengulangan berkisar 4 - 32 individu/m2
Karakteristik Kelimpahan dan Biodiversitas Plankton di Padang Lamun Sapa BatuTambun Kota Bontang Fajar Anggita; Lily Inderia Sari; Aditya Irawan
Vol 16 No 3 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i3.2307

Abstract

The characteristics of abundance and biodiversity of plankton are related to their interactions in the seagrass ecosystem which forms the characteristics of the physical, chemical and biological parameters of the waters. The Sapa Batu Tambun seagrass is a seagrass meadow formed from the dredging activity of shipping channels. This study aims to determine the characteristics of abundance and biodiversity of plankton that interact with the Sapa Batu Tambun seagrass meadow in Bontang City. This study was conducted in May 2025 - January 2026. The research method used was a purposive sampling method at three research stations, namely the plankton community Before Seagrass Meadows (SPL), in Seagrass Meadows (PL), and After Seagrass Meadows (STPL). Data analysis included composition, plankton abundance, and community structure, seagrass composition and density, as well as Principal Component Analysis (PCA) and Correspondence Analysis (CA). The results of the study showed 5 classes of Phytoplankton with 15 species and 2 classes of Zooplankton with 14 species. Plankton abundance reached 91 Individuals/l or in moderate criteria. Seagrass meadows contribute to increasing plankton abundance by 15.39%.
CATCH RESULTS PER EFFORT (CPUE) AND MAXIMUM SUSTAINABILITY YIELD (MSY) ANALIZYS OF SELAR FISH (SELAROIDES SPP.) AT THE DONGGALA REGENCY WATERS Nur Afni Oktafiati; Juliani Juliani; Aditya Irawan; Henny Pagoray; Komsanah Sukarti; Fitriyana Fitriyana
Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i2.1372

Abstract

The potential of Selar Fish (Selaroides spp.) caught by fishermen in the waters of Donggala Regency requires in-depth study to support sustainable management and ensure its sustainability in the future. This research aims to analyze catch per unit effort (CPUE) as well as the maximum sustainable potential of trevally (Selaroides spp.) in the region. The research location covers three administrative areas, namely Labean Village (Balaesang District), Ogoamas Village (North Sojol District), and Labuan Bajo Village (Banawa District). The research results show that the average trevally production during the 2017-2023 period reached 5,019.06 tons per year, with an average fishing effort of 2,479.66 trips per year. The average catch per attempt (CPUE) was recorded at 2,394.92 tons/trip. Based on analysis using the Schaefer model, the maximum sustainable potential (hMSY) is obtained with a maximum biological production of 6,238 tons per year. Maximum economic profit is achieved at a hMEY production level of 6,152 tons per year, while the equilibrium condition for fisheries in open access (hOAY) occurs at a production level of 2,579 tons per year. In terms of fishing effort, the biologically optimum number of efforts (EMSY) is 3,175 trips per year, economically (EMEY) it is 2,803 trips per year, while in open access conditions (EOAY) it reaches 5,606 trips per year. This data indicates that MEY-based management is more advisable to maximize economic benefits while maintaining the sustainability of trevally resources. These findings can be a basis for policy makers in establishing sustainable fisheries management strategies in the waters of Donggala Regency