Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN SISTEM LAMPU MEJA MULTI-MODE DENGAN MENGGUNAKAN ESP32 Muhammad Iqbal Alfarizi; Yuliarman Saragih; Reni Rahmadewi
Aisyah Journal Of Informatics and Electrical Engineering (A.J.I.E.E) Vol. 5 No. 2 (2023): Aisyah Journal Of Informatics and Electrical Engineering
Publisher : Aisyah Journal Of Informatics and Electrical Engineering (A.J.I.E.E)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jti.v5i2.153

Abstract

Advances in science and technology play a role in realizing a better human life. one of them is theadvancement of electronic technology that has been inherent in human life. Studying diligently is anobligation of a learner, not only to pursue an achievement, but learning also helps to be more focusedon doing something. However, not a few people easily experience fatigue in studying, one of which isfatigue in the eyes, this fatigue arises due to the lack of lighting in the room where we study. Lightingrequirements are regulated based on the decree of the minister of health No. 48 of 2016 regarding theamount of irradiation needed to be able to carry out activities effectively and SNI 6197: 2020 wherevarious kinds of activities and work carried out have the required lighting standards. In this study,looking for the set point value and the amount of lux needed to be accessible through the androidapplication, looking for the amount of pwm value needed for each % of the manual setting of thelamp, and looking for the size of the voltage input measured in each test.
Motorcycle Tracking System Using Telegram Integrated Quectel L80 GPS Pri Hartini; Ibrahim Ibrahim; Reni Rahmadewi; Tiara Nurhuda
Sainteks: Jurnal Sain dan Teknik Vol 5 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/sainteks.v5i1.456

Abstract

Motorcycles are two-wheeled vehicles that are very common and widely used in Indonesia. At the same time, the criminal rate of motorcycle thieving also has the possibility to increase. The standard security system that motorcycles have is still ineffective. One solution to secure motorcycle from theft is adding a security system. The security system used in this research is a tracking system using a Quectel L80-R GPS connected to an ESP8266 NodeMCU which then installed on a motorcycle. The GPS then integrates with the Telegram application. Users can request the location of the motorcycle by pressing the button on the Chatbot that was previously created. Then the GPS will send a link containing the coordinates of the motorcycle location which can be opened via Google Maps. In this research, the location obtained from the GPS response is quite accurate with an average error distance of 3,06 meters in outdoor tests and 3,51 meters in indoor tests with each 30 trials in 3 different places. Thus, the tracking system using Quectel L80-R GPS can be used properly as a motorcycle security system and has been integrated with the Telegram application.
ANALISIS PERBAIKAN PADA SITE SUKAMANTRI BERDASARKAN ALARM YANG MUNCUL PADA APLIKASI MONITORING BTS Eko Rizkyanto; Reni Rahmadewi
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 11, No 1 (2022): POWER ELEKTRONIK
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/polektro.v11i1.2631

Abstract

Internet adalah media informasi terbaru dan terkini berisi data informasi yang dapat diakses secara global. Melalui internet orang bisa bertukar informasi tanpa harus bertatap muka membuat pekerjaan anda lebih mudah. Perangkat telekomunikasi membutuhkan jaringan 3G untuk dapat terhubung ke internet, untuk dapat menghasilkan jaringan 3G membutuhkan BTS. Banyaknya pengguna dapat mengakibatkan BTS ini mengalami gangguan. Pada penelitian ini membahas tentang gangguan pada BTS khususnya pada site Sukamantri dan bagaimana cara mengatasi gangguan yang terjadi..
IMPLEMENTATION OF ULTRASONIC SENSOR HCSR04 BASED ON Arduino UNO AS A SOCIAL DISTANCE TOOL IN THE NEW NORMAL ERA Adam Robby Arifin; Lela Nurpulaela; Reni Rahmadewi
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 11, No 1 (2022): POWER ELEKTRONIK
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/polektro.v11i1.2616

Abstract

Abstract  This study aims to design and construct an Arduino- based HC-Sr04 Ultrasonic sensor in reducing the spread of Covid- 19 in this new normal era. The ultrasonic sensor will be used as a device that can detect the presence of object in front of it by utilizing ultrasonic waves emitted by the transmitter on the sensor. Through these advantages, the device is used as a warning medium to keep a distance according to the Covid-19 prevention protocol in the new normal era. As is often campaigned, social distancing is one of the efforts that greatly affects the spread of the corona virus, so that through the design and implementation of this system, it is hoped that this can be achieved. In the research process, an ultrasonic sensor is used to measure distance, then the data will be sent to Arduino as the microcontroller or brain of this system. Simply put, when the object approaches the sensor at a predetermined distance limit, Arduino will process the data and then immediately give a command to activate the buzzer. The results of the research carried out are a product of automatic distance limiting technology using the HC-Sr04 ultrasonic sensor based on Arduino Uno which of course can provide benefits, especially in a pandemic situation like today.Keywords: Ultrasonic HC Sr 04, Arduino, Covid-19, New Normal
Implementasi Internet of Things Pada Perangkap Tikus Otomatis Menggunakan Aplikasi Blynk Bikar Juniagoro; Reni Rahmadewi
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 11, No 1 (2022): POWER ELEKTRONIK
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/polektro.v11i1.2681

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju khusus nya bidang elektronika dapat dimanfaatkan dari segala bidang salah satu contohnya yakni perangkap tikus otomatis dengan memanfaatkan teknologi IoT yang dapat mempermudah pekerjaan manusia menjadi mudah dan efisien. Tingkat pertumbuhan tikus pada daerah padat penduduk sangat tinggi dikarenakan tidak ada nya predator alami. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan inovasi agar dapat mengurangi tingkat pertumbuhan populasi tikus pada daerah padat penduduk.  Dengan memanfaatkan teknologi IoT , perangkap tikus konvensional dengan pengendali pintu otomatis dan pengendali relay untuk menyetrum , diharapkan dapat menjadi alat bantu dibandingkan dengan perangkap tikus konvensional. Cara kerja dari perangkap adalah dengan menggunakan arduino uno sebagai mikrokontroler dan NodeMcu untuk menghubungkan perangkap dengan device user untuk mengirimkan informasi bila ada objek yang masuk kedalam perangkap, jadi user tidak perlu repot untuk memeriksa secara manual. Perangkap dapat dipantau dari jarak jauh selama perangkap nya terhubung dengan WiFi..
PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI CAPASITIVE VOLTAGE TRANSFORMATOR (CVT) 500KV BAY GT 2 DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERALATAN PROTEKSI DI GITET MUARA TAWAR Aldi Dwi Saputra; Reni Rahmadewi
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 11, No 2 (2022): POWER ELEKTRONIK
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/polektro.v12i1.3833

Abstract

Transmisi pada energi listrik merupakan sistem energi listrik tegangan tinggi hingga tegangan rendah. CVT bagian alat proteksi dari sistem transmisi yang ada pada Gardu Induk yang berfungsi sebagai penyambung antara pembangkit listrik dengan distribusi seperti Gardu Induk sebelum disalurkan ke beban yaitu konsumen. Pada Gardu Induk juga bekerja untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik dan sebaliknya. Maka dari itu, instalasi Gardu Induk merupakan objek yang vital dalam menyalurkan energi listrik sampai ke tangan konsumen. Terdapat banyak komponen dalam lingkup Gardu Induk untuk kinerjanya, salah satunya seperti Tranformator dan Capacitive Voltage Transformer (CVT) berfungsi untuk alat pengaman yang dapat mengubah tegangan listrik  dari tegangan tinggi menjadi tegangan yang lebih rendah untuk menjamin dan memastikan tenaga listrik berjalan sesuai standarisasi, maka dilakukan pemeliharaan salah satunya melakukan pengujian tahanan isolasi dalam upaya meningkatkan proteksi pada alat menjadi perhatian khusus pada komponen di Gardu Induk.  Capacitive Voltage Transformator (CVT) adalah salah satu peralatan inti di gardu induk, maka dari itu penelitian ini memberikan pengetahuan pemeliharaan CVT untuk menjaga sistem proteksi kinerja CVT itu sendiri masih layak digunakan atau tidak secara keseluruhan dengan melakukan 2 pengujian, pengujian terhadap pentanahan dan isolasi.
PENERAPAN WIRELESS COMUNICATION HC-05 PADA MODEL KENDALI ECOSYSTEM (EVAPORATIVE COOLER SYSTEM) Rizka Amalia; Reni Rahmadewi; Dian Budi Santoso
Power Elektronik : Jurnal Orang Elektro Vol 10, No 2 (2021): POWER ELEKTRONIK
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/polektro.v10i2.2575

Abstract

Abstract  The interconnectedness of the times includes all aspects, one of which is the temperature of the earth which is getting warmer, the annual prediction of increasing by 1 ° to 1.5 ° Celsius. In addition, there are technological updates with ideas that are a daily necessity. Evaporative Cooler is a conventional air conditioner throughout the world with various types and types, DEC (Direct evaporative Cooler), for example works by converting sensible heat into latent heat, whose main circuit consists of an electric motor, swing cooler motor and 24V DC water pump, a actuator module used in the implementation of this system. The idea that came up was that not many people paid attention to the system its use. This research will apply one of the wireless communication, namely the Bluetooth HC-05 Module in the control model design using ECOSYSTEM (Evaporative Cooler System) where the input is integrated with an artificial application installed on a smartphone with Bluetooth devices in it with the android operating system so that it can communicate between systems. Focusing on the communication performance applied by the HC-05 with a 2.4GHz frequency as a receiver or sender of commands with a range of signal distances that can be given, equipped with an Arduino UNO ATMega328 microcontroller for core system controllers. Over-the-air communication model that does not require other media devices in the process of working. Measurement of the performance of the signal coverage is proven horizontally and vertically, intended because there is a difference in the capture power of the transceiver and receiver signals as well as the conditions when bluetooth is controlled, it is connected and not yet connected. In the test, bluetooth only captures two conditions when it is working, when it is still affordable, bluetooth will connect and remain connected with a delay of not more than 0.02 seconds or not connected at all when the range is getting farther.
Penyuluhan alat pengukur kelembapan tanah untuk peningkatan kualitas padi di desa Waluya kabupaten Karawang Reni Rahmadewi; Ulinnuha Latifa; Tesa Nur Padilah; Agus Sutiyana; Sandi Sandi; Fitria Nurul Husna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21692

Abstract

Abstrak              Alat pengukur kadar air tanah dalam upaya meningkatkan efisiensi dan hasil kelompok tani di Desa Waluya Kabupaten Karawang. Pengukuran kelembaban tanah mempunyai peranan besar dalam meningkatkan kinerja pertanian, khususnya pada pertumbuhan tanaman padi. Melalui penggunaan alat yang canggih, kelompok tani dapat memantau kelembaban tanah secara real-time dengan sensor kelembaban tanah yang terintegrasi dengan mikrokontroler, memberikan peluang untuk mengambil tindakan yang lebih akurat dalam mengelola sumber daya pertanian. Kajian ini mencakup penerapan Alat, pelatihan Pengukur Kelembapan Tanah dalam penggunaan alat ini, dan pemantauan dampaknya terhadap hasil panen padi. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan alat kelembapan tanah berhasil mengukur kelembapan tanah dengan rata-rata pengukuran pada petak sawah sebesar 90,8 persen. Sehingga membantu petani dalam menentukan debit air yang diperlukan oleh padi. Oleh karena itu, penerapan alat ini diharapkan membantu para petani dalam upaya perawatan tanaman padi. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan mampu memberikan wawasan penting mengenai dampak teknologi inovatif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan memberdayakan kelompok Pengukur Kelembapan Tanah di daerah pedesaan. Kata kunci: pengabdian; sosialisasi; padi; kelembapan; desa. AbstractMeasuring soil moisture content in an effort to increase the efficiency and yield of farmer groups in Waluya Village, Karawang Regency. Soil moisture measurement has a major role in improving agricultural performance, especially in the growth of rice plants. Through the use of advanced tools, farmer groups can monitor soil moisture in real-time with soil moisture sensors integrated with microcontrollers, providing opportunities to take more accurate actions in managing agricultural resources. This study covers the application of the tool, training of soil moisture meters in the use of this tool, and monitoring its impact on rice yields. The results of the service showed that the use of the soil moisture tool successfully measured soil moisture with an average measurement in a rice field plot of 90.8 percent. So that it helps farmers in determining the water discharge needed by rice. Therefore, the application of this tool is expected to help farmers in their efforts to care for rice plants. This extension activity is expected to provide important insights into the impact of innovative technology in supporting sustainable agriculture and empowering Soil Moisture Measuring groups in rural areas. Keywords: devotion; socialization; rice; humidity; village.
Pelatihan efektif penggunaan google drive dan google formulir untuk peningkatan pelayanan administrasi di Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang Lela Nurpulaela; Reni Rahmadewi; Dian Budhi Santoso; Arnisa Stefanie; Marno Marno; Safrian Andromeda; Insani Abdi Bangsa; Fitria Nurul Husna; Rifki Fajar Nugraha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27533

Abstract

AbstrakTim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Singaperbangsa Karawang telah mengadakan pelatihan penggunaan Google Drive dan  Google Formulir kepada staff kantor Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang, agar dapat memberikan layanan yang lebih mudah dan aman untuk masyarakat. Pelatihan ini diadakan karena sistem penyimpanan data desa masih bergantung pada media lokal seperti flashdisk dan hardisk, yang rentan terhadap kehilangan data dan serangan virus. Mitra sasaran dalam pelatihan ini adalah staf kantor Desa Sungaibuntu, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang terlibat aktif selama kegiatan berlangsung. Tim PKM memberikan pelatihan Google Form untuk membantu staff kantor desa mengelola layanan masyarakat di bagian administrasi dengan membuat formulir online yang praktis untuk pendaftaran dan pengumpulan data. Selain itu, pelatihan Google Drive ditujukan untuk memanfaatkan penyimpanan dan cadangan data desa secara cloud, sehingga data dapat diakses dengan mudah dan aman kapan saja dan di mana saja. Metode pelatihan menggabungkan penyampaian materi dengan praktik langsung, yang terbukti efektif dalam membantu peserta memahami dan menerapkan Google Form dan Google Drive dalam tugas sehari-hari. Kata kunci: sosialisasi; pelatihan; google drive; google form. AbstractThe Community Service Team (PKM) Singaperbangsa Karawang University conducted training on the use of Google Drive and Google Forms for the staff of the Sungaibuntu Village Office in Pedes District, Karawang Regency, to enable them to provide easier and safer services to the community. This training was initiated because the village's data storage system still relies on local media such as flash drives and hard disks, which are prone to data loss and virus attacks. The target partners for this training were the staff of the Sungaibuntu Village Office, with 20 participants actively involved throughout the program. The PKM team provided Google Forms training to assist village officials in managing community services in the administrative sector by creating practical online forms for registration and data collection. Additionally, the Google Drive training was aimed at utilizing cloud-based storage and backup for village data, allowing data to be accessed easily and securely anytime and anywhere. The training method combined material delivery with hands-on practice, which proved effective in helping participants understand and apply Google Forms and Google Drive in their daily tasks. Keywords: sosialization; training; google drive; google forms.
Pelatihan pembuatan ecobrick sebagai solusi cerdas dan kreatif dalam mengurangi sampah plastik rumah tangga di desa Waluya Ibrahim Ibrahim; Nurani Masyita; Ni Luh Bella Dwijaksara; Lela Nurpulaela; Dian Budhi Santoso; Arnisa Stefanie; Riza Ibnu Adam; Reni Rahmadewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21698

Abstract

AbstrakPelatihan Pembuatan Ecobrick sebagai Solusi Cerdas dan Kreatif dalam Mengurangi Sampah Plastik Rumah Tangga di Desa Waluya dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang, menjadi langkah praktis dalam menghadapi meningkatnya permasalahan sampah plastik. Desa Waluya menghadapi tantangan terkait manajemen sampah plastik di tingkat rumah tangga. Pelatihan ini memiliki tujuan yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat akan dampak negatif sampah plastik dan memberikan keterampilan praktis dalam pembuatan Ecobrick. Selain itu, pendekatan ini dirancang untuk membangkitkan sikap peduli lingkungan dan merangsang kreativitas dalam mengelola sampah plastik. Hasil yang diharapkan mencakup pengurangan signifikan sampah plastik di Desa Waluya. Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan demikian, pelatihan Ecobrick di Desa Waluya ini menunjukkan bahwa penggunaan ecobrick dengan menggunakan botol berukuran 300-600 ml dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengelola sampah plastik secara kreatif dan ramah lingkungan. Dengan pendekatan yang tepat dalam komunikasi dan demonstrasi kepada masyarakat, praktik ini memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam praktik ramah lingkungan serta pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekitar. Kata kunci: ecobrick; sampah plastik; pelatihan; pemberdayaan masyarakat; desa waluya. AbstractThe Ecobrick Making Training as a Smart and Creative Solution to Reduce Household Plastic Waste in Waluya Village was conducted in August 2023 with 35 participants, serving as a practical step in addressing the increasing problem of plastic waste. Waluya Village faces challenges related to plastic waste management at the household level. This training aims to increase community understanding of the negative impacts of plastic waste and provide practical skills in Ecobrick making. Additionally, this approach is designed to foster environmental concern and stimulate creativity in managing plastic waste. The expected outcomes include a significant reduction in plastic waste in Waluya Village. Empowering the community through this training is expected to create a cleaner, more sustainable environment and improve overall quality of life. Thus, the Ecobrick training in Waluya Village demonstrates that using Ecobricks with 300-600 ml bottles can be an effective solution for creatively and environmentally managing plastic waste. With the right approach to communication and demonstration to the community, this practice has the potential to increase awareness and participation in environmentally friendly practices and plastic waste management in the surrounding environment. Keywords: ecobricks; plastic waste; training; community empowerment; waluya village.