Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Media Instagram dalam Memasarkan Produk Fashion Dollies Lucy Pujasari Supratman; Mochammad Rachmansyah
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 24, No 1 (2020): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31445/jskm.2020.2865

Abstract

Indonesian internet users dominate access to chat services and social media, one of which is Instagram. The business began to enter the medium that is have much audiences. This phenomenon is used by Dollies through Instagram @wearedollies as a product marketing communication medium. This study aims to describe comprehensively the role of social media content in marketing Dollies products via Instagram @wearedollies. The analysis was carried out using marketing mix and promotion mix theory which is connected with the @wearedollies instagram contents. Descriptive qualitative paradigm is used to understand all phenomenons that occured. The result is the Instagram content @wearedollies used all elements of the promotion mix with diverse roles. The content that appeared consists of Instagram profiles, product photos and videos, captions, feedback comments, and direct messages for existence roles, repost and testimonials content for engagement roles, open reseller, discounts, and open orders content for sales roles, as well as endorse and giveaway content traffic roles. Pengguna internet Indonesia mendominasi akses layanan chatting dan media sosial, salah satunya instagram. Bisnis pun mulai memasuki ruang yang banyak diminati khalayak tersebut. Fenomena ini dimanfaatkan Dollies melalui instagram @wearedollies sebagai media komunikasi pemasaran produknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif mengenai peran konten media sosial dalam pemasaran produk Dollies melalui instagram @wearedollies. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori bauran pemasaran dan promosi yang dikaitkan dengan konten instagram @wearedollies. Paradigma kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami rincian fenomena yang terjadi. Hasil dari penelitian ini adalah konten instagram @wearedollies menggunakan seluruh elemen bauran promosi dengan peran yang beragam. Konten yang dimunculkan terdiri dari profil instagram, foto dan video produk, caption, feedback komentar, dan direct message untuk peran eksistensi, konten repost dan testimoni untuk peran engagement, konten open reseller, diskon, dan open order untuk peran penjualan, serta konten endorse dan giveaway untuk peran traffic.
Pola Komunikasi Organisasi Kepemimpinan Strategis di PT TelkomSel Lucy Pujasari Supratman
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v16i1.2680

Abstract

Peningkatan pengguna produk Kartu HALO, Simpati, As dan Loop di PT Telkomsel Ambon di Wilayah Papua dan Maluku terus berkembang pesat. Loyalitas masyarakat pengguna produk kartu HALO Telkomsel mengungguli produk telekomunikasi pesaing lainnya yang menguasai 97% market share di Papua Maluku. Keberhasilan PT Telkomsel Ambon mempertahankan loyalitas pembeli kartu HALO dikarenakan peran strategis manager yang mengaplikasikan Model Kepemimpinan Startegis pada seluruh Divisi PT Telkomsel Ambon yang berjumlah 5 Divisi, yaitu Divisi Broadband and Digital Sales, Divisi Sales and Outlet Operations, Divisi Youth and Community, Divisi High Valuable Customer dan Divisi Finance. Model Kepemimpinan Strategis Manager ini dilakukan agar tercipta hubungan yang harmonis antara para supervisor Divisi dan Staff untuk meingkatkan motivasi kebersamaam membangun perusahaan. Begitu juga dalam menghadapi konflik internal maupun eksternal, manager akan dengan mudah membentuk kohesivitas para Supervisor Divisi dan Staff dalam pencarian solusi bersama.
Studi Kasus tentang Model Komunikasi Organisasi Supervisor dalam Membangun Teamwork di Divisi Broadband & Digital Sales PT TELKOMSEL Branch Ambon, Indonesia Lucy Pujasari Supratman; M. Haidy Zulfikar Haidy Zulfikar
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2016.15.02.4

Abstract

The Division of PT Telkomsel Branch Ambon which do the guerrillas work in the field to promote product knowledge of telkomsel is Broadband and Digital Sales Division.  It has a major task in monitoring the sale and purchase of products M-KIOSK Data and Internet package. Supervisor of Broadbad and Digital Sales Division is demanded to have organizational communication skill to make the solidity of teamwork staff in this division. The research method is a descriptive case study. It has run for one month (June-July 2015) with the observation and the interview of Broadband and Digital Sales Supervisor, Mr. Victor Kwando. The results illustrated that by carrying the spirit of The Telkomsel Way, the supervisor can be very successful in transfering teamwork philosophical message to the staff  by using open communication between supervisor-staff. The Supervisor of  Broadband and Digital Sales establish an open communication within formal and informal organizational structure. This openness led credence to the effectiveness of organizational communication in minimizing misunderstandings among all staff members of Broadband and Digital Sales Division. Keyword: Supervisor of Division, Organizational Communication, Teamwork 
STUDI KASUS TENTANG KOMUNIKASI KESEHATAN PADA HUBUNGAN INTERPERSONAL TERAPIS DAN PASIEN DI PUSAT PENGOBATAN ALTERNATIF ATFG ARCAMANIK, BANDUNG-INDONESIA Lucy Pujasari Supratman
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 2 No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v2i1.57

Abstract

Negara Indonesia memiliki jumlah populasi terbesar di dunia. Namun, jumlah penduduk tersebut tidak diikuti dengan meratanya tingkat kesehatan masyarakat di berbagai daerah. Pengobatan alternatif ATFG (Alat Terapi Fisik Gondo) menawarkan solusi sehat dengan harga terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat untuk mengobati beragam penyakit berat Dalam mengobati pasien,  Therapist menggunakan model komunikasi tulus untuk menggali keluhan pasien agar mendapatkan kesembuhan. Penelitian yang dilakukan selama dua bulan (Juli hingga Agutus 2015) dengan menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif menghasilkan kategorisasi bentuk komunikasi penuh ketulusan dari terapis dengan feedback kesembuhan pasien. Komunikasi tulus tersebut ditunjang pula dengan alat ATFG sebagai media penyembuh utama.
Komunikasi Keluarga dalam Mendidik Anak di Masa Pandemi COVID-19 Novia Sartika Sihotang; Lucy Pujasari Supratman
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 8 No 1 (2022): FEBRUARI 2022
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v8i1.4141

Abstract

Saat ini dunia tengah dilanda sebuah fenomena pandemi COVID-19. Indonesia adalah salah satunya. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam menyikapi situasi darurat pandemi COVID-19, salah satunya adalah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Perubahan tatanan sosial tersebut menyebabkan orang tua juga harus bekerja dari rumah dan anak melakukan sekolah secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi keluarga pada orang tua karir dalam mendidik anak di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kepada empat informan utama yakni orang tua karir yang bekerja dari rumah dan kepada empat informan pendukung yakni anak yang melakukan sekolah secara daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua karir menerapkan dimensi kontrol dan dimensi kehangatan dalam mendidik anak. Pada dimensi kontrol ditemukan Pembatasan, Sikap Ketat, dan Campur Tangan. Pada dimensi kehangatan orang tua dihadapkan pada fungsi mereka sebagai pelindung dan pemberi kehangatan (kasih sayang). Kata Kunci: Covid-19, Komunikasi Keluarga, Pola Asuh, Orang Tua Karir
STUDI KASUS DESKRIPTIF PADA POLA KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL KOMUNITAS EBONICS Lucy Pujasari Supratman
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 1 No 1 (2015): FEBRUARI 2015
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v1i1.812

Abstract

Manusia yang tergabung dalam komunitas tertentu, melakukan aktivitas berkomunikasi untuk menyampaikan maksud mereka dengan menggunakan pesan-pesan verbal dan nonverbal. Rangsangan wicara yang disadari oleh manusia dalam suatu komunitas yang termasuk ke dalam kategori pesan verbal dan nonverbal, dilakukan secara sadar untuk berkomunikasi antar mereka. Komunitas mahasiswa yang beranggotakan tiga mahasiswa dari Jurusan Sastra Inggris ini lebih memilih menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal ala Ebonics. Ketiga mahasiswa tersebut telah dua tahun membentuk sebuah komunitas ekslusif yang mereka namakan komunitas mahasiswa Ebonics. Mereka bertiga mengadopsi nama tersebut dari sebuah komunitas warga Afro-Amerika yang berada di Amerika Serikat yang juga bernama komunitas Ebonics. Afro-Amerika ini menggunakan pola bahasa Inggris yang jauh dari standar baku. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam komunitas mahasiswa Ebonics ini selalu berkomunikasi dengan menggunakan lambang verbal dan nonverbal milik warga Afro-Amerika. Penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal Ebonics ini mereka pergunakan hanya ketika sedang berada dalam proses berkomunikasi antar anggota didalam komunitasnya. Tiga mahasiswa ini memiliki kefasihan berbahasa Inggris Ebonics yang lancar, cara berpakaian yang unik, gerak badan, gesture, ekspresi wajah, kontak mata, serta sentuhan-sentuhan ketika saling berinteraksi diantara mereka. Penulis menggunakan metode penelitian studi kasus. Pada penelitian ini, kasus yang diteliti adalah pola komunikasi verbal dan nonverbal yang dipergunakan oleh komunitas mahasiswa Ebonics. Peristiwa komunikasi yang terjadi dalam komunitas mahasiswa Ebonics ini menggunakan simbol komunikasi verbal dan nonverbal dengan minat pada isu Ebonics yang berlatar belakang pada music hiphop. Dari ketertarikan minat yang sama tersebut, pengungkapan diri menjadi semakin berkembang dan lebih terbuka hingga terkuaklah penilaian konsep diri dari historis pengalaman empiris yang pernah mereka alami. Berdasarkan daya tarik pada minat musik ala Ebonics yang serupa pula, mereka lalu menamakan komunitas ini dengan nama komunitas Ebonics. Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Ebonics, menggunakan kata-kata Ebonics serta nonverbal kaum blacks sebagai pemilik asli bahasa Ebonics di amerika serikat. Komunitas Ebonics ini akan lebih berani dan terbuka menceritakan mengenai diri mereka, musik atau curhatan-curhatan hanya pada millieu-nya saja. Sifat introvert yang mereka miliki untuk menjalin komunikasi di luar komunitasnya timbul dari kurangnya kepercayaan kepada kemampuan diri sendiri serta rasa traumatik yang pernah dialami di masa lalu, sehingga hinggap rasa inferior dan ketakutan karena tidak sesuai dengan penilaian atau harapan orang lain. Mereka cenderung sedapat mungkin menghindari situasi komunikasi dan hanya mau membuka diri pada seseorang yang memiliki minat yang sama
Application Of Stimuli Program To Improve Literation Capabilities In Early Childhood Nofha Rina; Lucy Pujasari Supratman; Abdul Fadli K
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 6 No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v5i2.3209

Abstract

Stimuli program is a program by providing a literacy book package containing instructions on activities, media literacy for children and socialization for mothers. Providing simulations to children must be in accordance with the characteristics of children by presenting learning activities that are fun. When doing stimuli, methods and media are important factors to do fun a ctivities. The results of this study apply a stimuli program for children at home through methods and media that are appropriate to the child's characteristics. This is done in the stimuli program by providing a literacy package consisting of instructions for activities, media literacy, and socialization for parents. The aim of the study was to examine the effectiveness of stimuli programs in improving literacy skills in early childhood. The proposed hypothesis is a stimuli program in increasing the ability of media literacy in early childhood. The method used is a quasi experiment with a non-equivalent control group design. The research subjects were 30 children aged four to five years who were divided into experimental and control groups. Based on the resu lts of the analysis through the non-parametric Mann - Whitney U statistical test, it was found that there were differences in the increase in the ability of media literacy in the experimental group with the control group. The qualitative analysis shows the results of an increase in literacy ability by observing changes in measurement results. The results of this study are important as new studies in finding alternative methods of early childhood stimuli. Keywords:stimuli, literacy, media, early childhood
Analisis Semiotika Tentang Makna Nasionalisme Pada Video Klip ‘Bumi Terindah’ Andhini Nadya Ramadhani; Lucy Pujasari Supratman
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 6 No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v6i1.2653

Abstract

Fenomena pudarnya jiwa nasionalisme di Indonesia terlihat semakin mengkhawatirkan khususnya bagi kalangan generasi muda. Hal ini memunculkan ide bagi Alffy Rev untuk menyisipkan konten-konten yang bersifat nasionalisme di setiap karyanya salah satunya video klip Alffy Rev ft. Farhad “Bumi Terindah”. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan makna nasionalisme yang terkandung pada video klip Alffy Rev ft. Farhad “Bumi Terindah”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan Semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna nasionalisme yang terdapat pada video klip Alffy Rev ft. Farhad “Bumi Terindah” adalah bentuk motivasi kepada para pemuda Indonesia untuk mengembangkan bakat sesuai dengan kapasitasnya, serta menunjukkan kepada dunia internasional bahwa pemuda Indonesia mampu memberikan dedikasi yang nyata untuk negaranya. Selain itu video klip ini memberikan makna bahwa sejauh apapun pemuda Indonesia melangkah, jiwa nasionalisme akan selalu tertanam sebagai jati diri bangsa Indonesia yang tetap menghormati peristiwa sejarah serta warisan budaya. Kata kunci: makna, nasionalisme, semiotika pierce, video klip
FAMILY COMMUNICATION ON SINGLE MOTHER FAMILIES Lucy Pujasari Supratman
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 4 (2018): Januari 2018
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.074 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v3i4.226

Abstract

The data of divorce by women is increasingly today. There are at least 553 divorce cases registered to Bandung Religious Court in 2017 -- most of them was proposed by women. This research wants to describe the form of family communication done by single mothers to their teenagers as a single parent. The method of this research is qualitative with case study approach. The researcher interviewed five single mothers lived in Bandung. The result shows that interpersonal communications on all informants were divided into coercive and democratic communication. The democratic communication is the most effective communication form to build a strong bond with the teenagers in a new single family. The contribution of this research is providing a new model of interpersonal coercive communication.
Communicating The Collaborative Lecturing Style to Millenial Learner in The Classroom Lucy Pujasari Supratman; Aep Wahyudin
Nyimak: Journal of Communication Vol 5, No 2 (2021): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5599.35 KB) | DOI: 10.31000/nyimak.v5i2.4107

Abstract

 One-way communication learning is no longer relevant for millennial learners. This digital native generation need the independency to learn things.  They need to be understood by their unique characteristics.  The problems arise when lecturers are still applying conventional teaching which results in millennial learner’s dissatisfaction. Thus, the lecturers faced challenges to change their lecturing style to facilitate millennial needs at class.  The purpose of the research is to analyze the lecturing communication style using collaborative model based on millennial learner’s perspective. Telkom University was chosen due to its achievement as first best private university along with many international accreditations in Indonesia. The informants who participated were 30 international class students aged 18-19 years in the first batch semester. The author conducted focus group discussion which were recorded through online zoom. The results of the study found that millennial learner styles wanted intellectual experiences, emotional experiences and technological experiences through collaborative learning style in their learning activities. Furthermore, these students expect four lecturing communication style, such as sense of humor lecturer, interactive, video usage and put in student shoes. Applying lecturer communication style based on these three experiences through collaboration model and lecturing communication style would increase the active participation of millennial learners.Keywords: Communication, collaboration model, lecturing style, millennial learner ABSTRAK Pengajaran satu arah sudah tidak relevan lagi bagi mahasiswa milenial.  Generasi digital ini membutuhkan pembelajaran yang mandiri.  Mereka ingin dipahami karena keunikan karakternya.  Permasalahan muncul ketika dosen masih menerapkan pengajaran konvensional yang mengakibatkan ketidakpuasan pembelajar milenial di kelas. Oleh karena itu, dosen dihadapkan dengan tantangan merubah gaya mengajarnya untuk memenuhi kebutuhan milenial di dalam kelas.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisa gaya komunikasi dalam pengajaran dosen menggunakan model kolaborasi yang dinilai berdasarkan pesepektif para mahasiswa milenial.  Universitas Telkom dipilih sebagai lokasi penelitian atas dasar prestasinya sebagai predikat kampus swasta terbaik di Indonesia yang memperoleh pengakuan akreditasi internasional bergengsi.  Para informan yang berpartisipasi adalah 30 mahasiswa kelas internasional berusia 18-19 tahun pada semester pertama. Penulis melakukan diskusi terumpun yang direkam melalui online zoom. Hasil penelitian menemukan bahwa gaya pembelajar milenial menginginkan pengalaman intelektual, pengalaman emosional dan pengalaman teknologi melalui gaya belajar kolaboratif dalam aktivitas pembelajaran mereka. Selain itu, mereka menyenangi dosen yang melakukan gaya komunikasi mengajar dengan penuh humor, interaktif, menggunakan aplikasi video dan mampu memahami minat mereka. Dengan menerapkan 3 pengalaman belajar milenial melalui model kolaborasi dan gaya komunikasi dosen mengajar tersebut akan meningkatkan partisipasi aktif pembelajar milenial.Kata Kunci: Komunikasi, model kolaborasi, gaya pengajaran, pembelajar milenial